
Seminggu kemudian Martha benar-benar datang ke Jakarta.Begitu ia sampai di apartemen nya ia langsung menghubungi Mikha.Mikha pun langsung mendatangi Martha di apartemen nya dengan membawa Millie.
"Millie ya ampun kamu sudah besar " Martha menggendong Millie dan menciumi seluruh wajahnya dengan gemas.
"Kalau saja aku dan Adam telat menemukan kamu waktu kamu mau aborsi , Millie tidak akan pernah ada di dunia ini " gumam Martha sambil menatap kagum wajah cantik Millie.
Ucapan Martha barusan cukup menohok hati Mikha.Mikha pun langsung terdiam.
"Jangan diingetin lagi dong kak " Mikha terlihat sedih.
"Ih kamu cengeng banget sih " ujar Martha cuek.
"Kalau inget aku sempat mau aborsi aku selalu sedih dan merasa jadi orang yang paling bego " jawab Mikha.
"Ya sudah jangan diingat-ingat lagi " ujar Martha santai.
"Kan tadi kakak yang ingetin aku " jawab Mikha
"Masa sih ?" Martha hanya nyengir tanpa merasa bersalah sama sekali.Ia malah sibuk membongkar kopernya dan mengeluarkan oleh-oleh untuk Millie yang dibelinya di Canada
"Sudah jangan sedih..nih aku kasih kamu oleh-oleh " Martha memberikan sebuah tas dengan brand ternama.
"Buat istri boss aku ga berani kasih yang murah " seloroh Martha sambil mencubit pipi Mikha.
"Terimakasih " jawab Mikha masih dengan wajah sedih.
"Kok kayak yang tidak senang begitu..ya sudah tas nya aku ambil lagi "
"Jangan dong kak barang yang sudah dikasih tidak boleh diambil lagi..pamali " Mikha mempertahankan tas nya.
"Kamu itu lucu sekali " lagi-lagi Martha mencubit pipi Mikha gemas.
Sampai hari menjelang gelap Mikha dan Millie masih berada di apartemen Martha. Mereka bertiga ketiduran diatas ranjang Martha dengan Millie berada di tengah.
Mikha terbangun ketika mendengar suara ponselnya berbunyi dari dalam tasnya. Ternyata Adam yang menghubunginya.
"Kamu sama Millie dimana ? Abang telpon Mama dan Arin katanya kalian tidak ada disana ?" tanya Adam
"Abang sudah pulang ?" bukannya menjawab Mikha malah balik bertanya.
"Kamu itu bukannya menjawab malah nanya .. Abang sekarang di apartemen " omel Adam.
"Aku ketiduran di apartemen kak Martha.. jemput kesini ya Bang..Millie tidur aku repot gendong nya " jawab Mikha.
'Ya sudah tunggu..Abang jemput " jawab Adam.
Tidak sampai satu jam Adam pun sampai di apartemen Martha. Mikha pun mendapatkan Omelan dari Adam karena pergi tidak minta ijin.
"Kalau mau pergi itu bilang dulu sama Abang, biar Abang tidak khawatir nyariin kamu " omel Adam sambil mengangkat Millie dari ranjang Martha.
__ADS_1
"Kamu itu posesif banget sih Dam..orang Mikha cuma disini tidak ngelayap ga jelas " sungut Martha membela Mikha.
"Ya tapi sudah bikin aku khawatir " jawab Adam.
"Takut ya ditinggal kabur ?" ledek Martha
"Apaan sih kamu..aku hanya menjaga keselamatan anak dan istriku saja " jawab Adam
"Mikha dan Millie aman sama aku..dulu saja waktu kabur dari Canada mereka baik-baik saja sama aku..iya ga Kha ?" Martha melirik Mikha
"Iya " jawab Mikha
"Sayaaang !" Adam langsung melotot kearah Mikha.
"Jangan galak-galak sama istri..ditinggal lagi mewek kamu " ledek Martha
"Kamu itu sekarang kenapa jadi menyebalkan sekali ?" semprot Adam .Martha hanya tertawa sambil memberikan barang-barang pemberiannya kepada Mikha.
"Aku pulang dulu ya Kak " Mikha pamit kepada Martha.
"Kalau masih marah-marah tinggalin saja Kha " rupanya Martha masih belum puas meledek Adam.
Adam melirik kesal sambil keluar dari apartemen Martha sambil menggendong Millie. Mikha mengikuti dibelakang Adam sambil berusaha menahan tawanya.
"Ngapain saja kamu dan Millie seharian di apartemen Martha ?" tanya Adam penasaran
"Ngobrol, makan trus ketiduran " jawab Mikha
"Iya maaf " jawab Mikha.
"Dari siang sebenarnya aku sudah mau pulang tapi Millie tidur..mau bel Abang eh aku juga malah ketiduran " ujar Mikha terkekeh.
"Dasar kamu..bikin khawatir saja " gumam Adam.
"Abang khawatir banget ya sama aku dan Millie ?" Mikha memiringkan tubuhnya menghadap kearah Adam yang sedang fokus mengemudi.
"Ya pasti dong Sayang..separuh nyawa Abang itu ada pada kalian " jawab Adam.
Mikha tersenyum kemudian menyandarkan kepalanya di bahu kiri Adam.
"Sejak diawal pernikahan kita selalu diterpa badai..Abang tidak mau itu terjadi lagi sekarang Abang ingin kita menjalani rumah tangga dengan sebaik-baiknya..Abang cape selalu jauh dari kalian " ujar Adam sambil mengelus kepala Mikha.
"Kamu habis belanja ?" tanya Adam tiba-tiba ketika melihat di jok belakang terdapat banyak barang.
"Oleh-oleh dari kak Martha buat aku dan Millie " jawab Mikha
"Ooh " jawab Adam.
"Ternyata kak Martha itu orangnya baik ya " puji Mikha.
__ADS_1
"Ya " jawab Adam
"Kalau kamu tidak keberatan nanti kamu bantu temani dia pada saat keluarga Aris dari Surabaya datang " ujar Adam
"Iya nanti aku temani " jawab Mikha
"Kamu tau kan kalau keluarga Aris itu pemilik pesantren ?" Adam mengingatkan Mikha.
"Iya..kalau perlu nanti aku paksa kak Martha pake syar'i " jawab Mikha.
"Tidak usah dipaksa Yang.. keluarga Aris juga pasti mengerti. Yang penting sopan " Adam mengingatkan.
"Siap Boss " jawab Mikha.
*
"Sayang..memang keluarga kak Martha tidak diberitahu ?" Mikha tampak penasaran dengan keluarga Martha.
"Keluarga Martha sibuk..ini cuma pertemuan perkenalan saja, jadi belum melibatkan dua keluarga " jawab Adam sambil memeluk Mikha yang berbaring disebelahnya.
"Oh begitu ya " gumam Mikha.
"Sudah ah jangan ngurusin Martha terus..lebih baik kamu sekarang urusin Abang saja " ujar Adam manja.
"Sudah malam begini waktunya tidur Abaaang.. emang apa yang harus diurus lagi ?" tanya Mikha sambil menguap.
"Ini " jawab Adam sambil menuntun tangan Mikha untuk menggenggam bagian bawah tubuhnya yang sudah terbangun.
"Dasar mesum " Mikha menggerutu namun tidak menarik tangannya dari sana.
Keesokannya setelah minta ijin kepada Adam, Mikha mengantar Martha mendatangi sebuah butik. Mereka mencari baju yang cocok untuk Martha pakai pada saat bertemu dengan keluarga Aris nanti malam.
Meski bukan syar'i namun Mikha dan Martha menemukan baju yang cukup sopan dan tertutup untuk Martha pakai nanti malam.
Setelah mendapatkan baju dan sepatu yang cocok, mereka pun melanjutkan dengan mendatangi sebuah restoran untuk makan siang.Adam pun datang kesana untuk makan siang bersama Mikha dan Martha.
Pada saat makan siang Adam dan Mikha menyemangati Martha yang terlihat gugup menghadapi pertemuannya dengan keluarga Aris nanti malam.
"Kamu tidak usah gugup..anggap saja kamu sedang bertemu dengan klien " ujar Adam
"Iya kak..santai saja " tambah Mikha.
"Kalian itu enak saja ngomong..kalian tau sendiri Mas Aris dari keluarga seperti apa " sungut Martha.
"Tapi kan kamu juga sudah mengenal keluarga nya " jawab Adam
"Iya sedikit " jawab Martha.
"Sebelum bertemu dengan keluarga mas Aris kakak berdoa dulu..nanti kan aku sama Abang juga temani " ujar Mikha.
__ADS_1
"Iya " jawab Martha berusaha tenang.
"Awas saja kalau kalian tidak menemani aku " ujar Martha.