
Sabtu pagi Mikha sudah memandikan Millie, ketika akan memakaikan baju Mikha sedikit kesulitan karena Millie yang sudah tidak mau diam.
Kaki Millie menendang kotak berisi bedak bayi hingga isinya tumpah diatas kasur.Diusianya yang menginjak lima bulan Millie memang sudah sangat aktif.
Tangan mungilnya sudah mulai bisa meraih benda apapun yang ada didekatnya , membuat Mikha harus lebih ekstra menjaga bayinya.
Hari ini Adam akan membawa Millie untuk jalan-jalan sekalian belanja bulanan.Mikha yang mengenakan seragam baby sitter nya masuk kedalam mobil Adam sambil menggendong Millie, sementara Adam memasukan baby stroller nya kedalam bagasi mobil.
"Sudah siap ?..Hari ini papih akan ajak Millie jalan-jalan " ucap Adam sambil memasang seatbelt dan menyalakan mesin mobilnya.
Didalam pangkuan Mikha Millie tampak senang.Ia menggerakan tangan dan kakinya dengan lincah.
Adam membawa mereka ke sebuah pusat perbelanjaan.Mikha mengikuti langkah Adam memasuki sebuah baby shop.Disana Adam membeli beberapa baju dan sepatu untuk Millie.
keluar dari baby shop mereka melanjutkan dengan belanja kebutuhan dapur termasuk susu dan diapers untuk Millie.
Pada saat belanja tidak sengaja Adam bertemu dengan teman sewaktu SMA nya dulu.Mikha pun masih ingat pada teman SMA Adam yang dulu jok motornya pernah Mikha beri permen karet.
"Cintya..ini kamu kan ?" sapa Adam
"Ya ampuun Adam..ini beneran kamu ?" Cintya tampak belum percaya jika ia akan bertemu dengan Adam di sini.
"Iya " jawab Adam.
"Aku memang sudah dengar kalau kamu tinggal Canada..tapi tidak menyangka saja kalau kita bisa bertemu disini " ujar Cintya.
"Kamu sedang apa disini..liburan ?" tanya Adam
"Tidak..aku baru satu bulan tinggal disini.Papa sekarang ditugaskan disini " jawab Cintya.
Adam mengangguk.Ia ingat jika papanya Cintya bekerja di kantor kedutaan.
"Ini anak kamu ?" Cintya mengarahkan pandangannya kepada Millie yang berada dalam gendongan Mikha.
"Iya " jawab Adam
"Cantik sekali " puji Cintya sambil menyentuh pipi Millie.
"Mamanya kemana ?" Cintya celingukan mencari istri Adam.
"Kami sudah pisah " jawab Adam
"Ups sorry.." Cintya menutup mulutnya.
Hati Mikha tiba-tiba serasa tersayat-sayat mendengar Adam mengatakan jika mereka sudah berpisah kepada Cintya.
__ADS_1
"Untuk merayakan pertemuan kita bagaimana kalau aku traktir kamu " Adam menawarkan untuk mentraktir Cintya.
"Mana mungkin aku menolak " jawab Cintya sambil tertawa.Adam pun membawa Cintya ke sebuah restoran.Mereka pergi dengan mobil Adam karena Cintya tidak membawa mobil.
Sesampainya di restoran Mikha tidak ikut turun. Ia memilih menunggu didalam mobil karena Millie tertidur.
"Kamu tidak apa-apa menunggu disini ?" tanya Adam ragu.Mikha mengangguk.
"Ya sudah kalau mau kamu begitu..ini pegang kunci mobilnya " Adam memberikan kunci mobilnya kepada Mikha sebelum ia dan Cintya masuk kedalam restoran.
Di dalam mobil Mikha mempunyai kesempatan untuk menyusui Millie yang sempat terbangun.
Millie pun akhirnya kembali tertidur sambil menyusu.
Tidak terasa air mata menggenang di pelupuk mata Mikha.Ia merasa begitu terluka melihat pria yang masih berstatus suaminya makan berdua dengan wanita lain.
Mikha tidak mengerti kenapa hatinya bisa sesakit ini melihat Adam makan berdua dengan Cintya.Padahal dulu Mikha lah yang mantap ingin berpisah dari Adam.
Adam dan Cintya tidak terlalu lama berada di restoran.Mereka merasa tidak enak meninggalkan Mikha dan Millie yang tidur di dalam mobil.
"Millie masih belum bangun ?" tanya Adam ketika mereka sudah keluar dari resto.Mikha menggeleng.
"Anak papih..pulas banget tidurnya " Adam mengusap pipi bulat Millie yang tertidur dalam pangkuan Mikha.
Selesai makan Adam masih harus mengantarkan Cintya dulu sebelum mereka pulang. Setelah mengantarkan Cintya barulah mereka pulang.
"Cup..cup putri ibu kenapa menangis ?nyariin ibu ya ?" Mikha buru-buru mengambil Millie sebelum tangisnya semakin kencang. Tangis Millie langsung berhenti setelah berada dalam pelukan Mikha.
Melihat Millie yang semakin hari semakin lengket pada Mikha, enam bulan kemudian Adam memperpanjang kontrak kerja Mikha menjadi satu tahun.Mikha pun terlihat sangat senang karena ia bisa terus bersama putri kecilnya sampai satu tahun kedepan.
"Ini bonus untuk kamu..bisa kamu pakai untuk membeli tiket pulang pergi jika kamu rindu sama suami dan anak kamu " Adam memberikan sebuah amplop yang berisi sejumlah uang kepada Mikha.
"Tapi ingat..jangan lebih dari satu minggu,
karena Millie pasti akan sedih jika terlalu lama jauh dari kamu " lanjut Adam.Mikha mengangguk.
Mikha menyimpan semua amplop berisi uang bonus dari Adam didalam lemari bajunya bersama amplop gaji bulan-bulan sebelumnya yang masih utuh karena Mikha tidak pernah memakainya.
Bahkan jumlah pastinya pun Mikha tidak tau..lebih tepatnya tidak peduli berapapun Adam menggajinya yang penting ia bisa selalu bersama Millie.
Sejak pertemuan Adam dengan Cintya yang tidak sengaja,kini hubungan Adam dengan wanita berkulit pucat itu menjadi semakin dekat.
Beberapa kali Cintya datang berkunjung ke rumah Adam dengan membawa banyak mainan untuk Millie.
Bahkan pernah Adam dan Cintya membawa Millie jalan-jalan tanpa membawa Mikha.
__ADS_1
Namun satu jam kemudian Adam dan Cintya sudah kembali lagi karena Millie terus menangis dan tidak mau berhenti.
Dibalik sikap tidak peduli Adam terhadap Mikha,Adam diam-diam masih memantau keadaan Mikha melalui Martha.
Sampai sejauh ini Martha masih mengatakan jika Mikha masih ada di sebuah pesantren yang ada di Surabaya.
Untuk meyakinkan laporan fiktif nya Martha selalu mengirimkan photo wanita bergamis yang secara postur tubuh dan wajah mirip sekali dengan Mikha.
Selama ini Adam tidak menyadari jika ia sedang dibodohi oleh mantan partner ranjang dan istrinya.
*
Sudah tiga hari ini Millie terus menangis karena demam.Setelah dibawa ke dokter ternyata ada beberapa gigi yang mulai tumbuh dan mengakibatkan demam karena gusinya yang bengkak.
Semalaman Mikha tidak bisa tidur karena Millie tidak mau turun dari gendongannya. Adam pun menemani Mikha bergantian menggendong Millie yang sedang rewel.
Melihat Nina yang begitu telaten mengurus Millie membuat rasa kecewa Adam kepada Mikha tumbuh semakin besar.
Nina saja yang bukan ibu kandung Millie terlihat sangat menyayangi Millie..tapi ibu kandungnya sendiri malah tidak menginginkannya bahkan sempat akan melakukan aborsi.
Sepertinya memang sudah seharusnya ia segera mengurus perceraiannya dengan Mikha.
"Sebaiknya kamu pikirin dulu baik buruknya Dam. Jika kalian bercerai Millie yang akan jadi korban " Martha mengingatkan Adam.
"Cerai atau tidak pun Millie tetap korban..
sampai sekarang Millie tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ibunya "
"Millie tidak mendapatkan kasih sayang dari ibunya karena kamu yang membawa Millie dari Mikha "
"Aku hanya melakukan apa yang sudah kami sepakati " bela Adam.
"Kalau begitu kalian membuat kesepakatan yang mengorbankan Millie..kalian mengutamakan ego masing-masing tanpa peduli perasaan anak kalian "
"Kenapa kamu sekarang tidak mendukung aku ?" tanya Adam kesal
"Sorry Dam..jujur aku tidak setuju jika kalian akan bercerai .. dan jangan katakan jika kamu sudah mendapatkan wanita lain pengganti Mikha " tuduh Martha.
"Aku tidak seperti itu " jawab Adam
"Syukurlah.. tapi kalau kamu kekeh ingin menceraikan Mikha hubungan pertemanan kita putus !" ancam Martha.
Martha langsung mengakhiri panggilan secara sepihak.Adam hanya melongo tidak mengerti dengan jalan pikiran Martha yang menurutnya berubah.
Tetap dukung ya readers..
__ADS_1
Like,komen dan vote kalian sangat berarti buat Author.. happy reading 😘😘😘