
Dihari kedua di Bandung pagi-pagi mereka berziarah ke makam kedua orangtua Mikha. Disana Adam tampak khusyuk memimpin doa. Mikha beberapa kali mengusap matanya yang tampak basah.
Selesai berdoa dan menabur bunga Adam pun menuntun Mikha meninggalkan tempat pemakaman.
"Mau ikut Abang kerja lagi atau nunggu di rumah ?" tanya Adam ketika mobil Adam mulai melaju meninggalkan tempat pemakaman.
"Aku nunggu di butik saja " jawab Mikha.
"Ya sudah kalau begitu kita ke butik dulu " Adam menyuruh sopirnya mengantarkan Mikha terlebih dahulu ke butik.
"Abang pulang jam berapa ?" tanya Mikha begitu sampai di butik.
"Moga-moga siang ini beres " jawab Adam.
"Moga-moga berarti belum tentu " Mikha terlihat cemberut.
"Jangan cemberut..tapi didoakan biar Abang kerjaannya lancar " Adam mengusap puncak kepala Mikha.
"Iya aku doakan semoga kerjaannya lancar biar bisa cepet pulang " ujar Mikha.
"Nah gitu dong " Adam mencium bibir Mikha sekilas sebelum masuk kedalam mobil.Mikha melambaikan tangannya sampai mobil Adam menghilang dibelokan jalan.
Selama Mikha di butik, ia sibuk memeriksa laporan keuangan yang dibuat oleh karyawan nya.
Meski tidak mengalami peningkatan yang melonjak tajam namun omzet butiknya masih bisa dibilang stabil setiap bulannya.
Selain memeriksa laporan keuangan, Mikha juga memeriksa stok barang yang ada dan barang-barang baru yang masuk seperti yang dulu Mamih nya lakukan.Termasuk memberi diskon pada beberapa baju stok lama.
Setelah lelah Mikha pun akhirnya tidur diatas sofa di ruang kerjanya.Mikha baru membuka matanya ketika ia merasa ada yang mengusap-usap pipinya.. ternyata Adam.
"Sudah selesai kerjaannya ?" tanya Mikha dengan suara sedikit serak khas bangun tidur.
"Sudah " jawab Adam sambil duduk disofa yang baru saja menjadi tempat tidur Mikha.
"Kita pulang sekarang ya .biar kamu bisa istirahat di rumah " ajak Adam.
Mikha mengangguk kemudian beranjak mengambil tas yang tergeletak di meja kerjanya dan mereka pun pulang.
"Bagaimana omzetnya bagus tidak ?" tanya Adam.
"Lumayan stabil " jawab Mikha sambil menyandarkan kepalanya dibahu Adam.
"Kamu masih ngantuk ya " Adam mengelus kepala Mikha.
"Iya..ngantuk banget " jawab Mikha sambil menguap.
"Nanti sampai rumah kamu istirahat, besok kita pulang ke Jakarta " ujar Adam. Mikha menganggukkan kepalanya dibahu Adam.
Sesampainya di rumah, Adam benar-benar tidak mengganggu Mikha, ia membiarkan Mikha beristirahat.
Pada saat Mikha tidur ia memilih mengobrol dengan sopir sambil menghisap rokoknya dan ditemani kopi buatan pembantu rumahnya.
Adam baru masuk ke kamarnya ketika waktu hampir menunjukkan jam 10 malam. Dikamar Mikha tampak sudah tertidur nyenyak dengan baju tidur yang tersingkap kemana-mana.
Adam menelan salivanya berusaha menahan hasratnya yang tiba-tiba muncul sambil menutupi tubuh Mikha dengan selimut .
__ADS_1
Adam membaringkan tubuhnya disamping Mikha dan berusaha memejamkan matanya namun tidak berhasil.
Hasrat dalam dirinya terlalu kuat dan tidak bisa ia kendalikan. Adam sangat menginginkan tubuh istrinya saat itu juga.Namun untuk membangunkan Mikha rasanya ia tidak tega.
Kegalauan hati Adam sirna seketika ketika Mikha terbangun karena ingin ke kamar mandi.
Setelah kembali dari kamar mandi Mikha pun naik keatas ranjang hendak melanjutkan kembali tidurnya.
"Neng ..Abang tidak bisa tidur " Adam langsung memeluk Mikha erat-erat.
"Kenapa ?" tanya Mikha .
Adam tidak menjawab, namun ia menyusupkan kepalanya dibalik kaos longgar yang Mikha kenakan untuk mencari kehangatan disana.
"Abang..ih keluar..ngapain masuk kesitu " Mikha memukul kepala Adam pelan.
"Sstt diam..kalau tidak bisa diam nanti Abang gigit " ancam Adam dari balik baju Mikha.
Mikha pun akhirnya diam sambil menggigit bibir bawahnya karena Adam mulai beraksi dari dalam bajunya.
Mikha yang awalnya terbangun karena ingin ke kamar mandi pada akhirnya tidak bisa melanjutkan lagi tidurnya karena Adam yang tidak mau berhenti mengganggunya dengan alasan jika dirinya tidak bisa tidur.
"Alasan saja bilang tidak bisa tidur padahal ingin minta jatah " sungut Mikha setelah Adam melepaskan nya ketika waktu lewat tengah malam.
"Jangan cerewet..cepat tidur biar besok kita tidak terlalu siang pulang ke Jakarta " Adam menarik tubuh Mikha agar tidur dalam pelukannya.Mikha pun akhirnya tertidur dalam pelukan tubuh Adam.
*
"Papiih puyaang " Millie yang sedang bermain dengan pengasuhnya langsung berlari menyambut kedatangan Adam dan Mikha.
"Tidak " jawab Millie sambil menciumi wajah Adam.
"Anak pintar " puji Adam balas menciumi pipi Millie.
"Waktu ditinggal Mamih dan Papih Millie bobo sama siapa ?" tanya Mikha
"Bobo cama Aiin " jawab Millie sambil menunjuk kearah Arin
"Iya tidur sama aku..tapi sebelum tidur Millie ngacak-ngacak kosmetik aku..aku tidak mau tau pokoknya Abang harus ganti rugi " Arin menengadahkan tangannya kearah Adam.
"Minta sana sama Mikha " Adam menunjuk kearah Mikha dengan dagunya.
"Millie ngacak-ngacak kosmetik kamu juga Karena kamu yang suka ngajarin..jadi jangan salahin Millie dong " Mikha membela Millie.
"Tapi ini kosmetik baru dibeliin Seno kemarin Kha " ujar Arin.
"Lagian kenapa kamu biarin Millie merusak kosmetik kamu ?" Mikha malah menyalahkan Arin.
"Aku lagi telponan sama Seno " jawab Arin.
"Tuh kan berarti kamu yang salah..kamu yang teledor " tuduh Mikha.
"Mikhaaa..dasar pelit..Abang lihat sendiri kan bagaimana pelitnya istri Abang itu..pake nyalahin aku lagi " Arin mengadu kepada Adam.
Millie yang jadi pusat perdebatan antara Mikha dan Arin terlihat santai dalam pangkuan Adam.
__ADS_1
"Mamih cama Ain belantem ?" tanya Millie sambil memainkan dagu Adam.
"Iya..Mamih sama Ain jangan ditiru ya !" bisik Adam.Millie mengangguk dengan wajah polosnya.
"Tidak usah ribut cuma gara-gara kosmetik..biar Papa nanti yang ganti " Papa melerai adu mulut antara Arin dan Mikha.
"Tidak usah Pah biar nanti Mikha yang ganti..aku sengaja saja bikin jengkel Arin dulu " jawab Mikha sambil tertawa.
"Kamu itu iseng banget sih Yang godain Arin " Omel Adam.
"Abis lucu kalau liat Arin marah Yang " jawab Mikha.
"Sekarang Ayang-ayangan.. kemarin-kemarin ribut terus " ledek Arin.
"Biarin..dasar sirik " jawab Mikha sambil menggelendot di bahu Adam.
"Siapa yang sirik ?" tanya Arin.
"Kamu lah siapa lagi " jawab Mikha.
"Ngapain aku sirik sama kamu " jawab Arin.
"Mamiih..canaaa " Millie mendorong Mikha agar menjauh dari Papihnya.
"Hahaha..emang enak diusir " ledek Arin mentertawakan Mikha yang dilarang dekat-dekat dengan Adam oleh Millie.Mikha pun langsung cemberut.
Mama yang sudah terbiasa melihat perdebatan antara Mikha dan Arin tampak santai dan tidak mau ambil pusing. Toh tidak lama lagi juga mereka pasti akur lagi seolah tidak pernah terjadi apa-apa diantara mereka.
Baru beberapa menit yang lalu Arin dan Mikha berdebat, tidak lama kemudian mereka tampak asik membuka aplikasi belanja online langganan mereka.
"Kalau sedang belanja saja akurnya..tadi sudah seperti Tom and Jerry " sindir Adam sambil mengelus-elus kepala Millie yang sedang duduk manja diatas pangkuannya.
*
"Millie sudah tidur Yang ?" tanya Adam ketika Mikha muncul di ruang kerjanya.
"Sudah " jawab Mikha. Ia baru saja kembali dari kamar Millie.
"Abang sibuk banget sampai harus bawa kerjaan ke rumah " Mikha langsung duduk dipangkuan Adam.
"Ini kerjaan proyek yang di Bandung kemarin " jawab Adam tanpa menoleh sama sekali pada Mikha yang sedang duduk dipangkuannya.
"Pantas saja Perusahaan Papa maju pesat karena Abang tekun kerjanya " puji Mikha .
"Ya harus tekun kalau ingin sukses " jawab Adam.
"Emang Abang tidak ngantuk ?" tanya Mikha sambil menguap.
"Ngantuk sih..tapi tanggung sedikit lagi " jawab Adam.
"Ngomong-ngomong kenapa kamu belum tidur ?" Adam menghentikan pekerjaannya sejenak dan menatap Mikha.
"Aku mau tidur sama Abang " jawab Mikha manja.
"Mau tidur sama Abang..atau mau ditidurin sama Abang ?" tanya Adam menggoda.
__ADS_1
"Hah...?"