
Setelah kondisi Millie mulai membaik Wisnu pun membawa istri dan anak-anaknya pulang ke Jakarta.
Sepanjang perjalanan pulang Wisnu terpaksa beberapa kali menghentikan mobilnya karena Millie mual dan muntah-muntah.
Melihat Mommy nya yang tidak baik-baik saja Maura memeluk adiknya agar tidak rewel saat Millie muntah-muntah di pinggir jalan.
Wisnu memijit tengkuk Millie kemudian memberikan kayu putih di perut dan dada Millie.Setelah merasa sedikit lega mereka pun melanjutkan perjalanan.
"Mommy masih sakit ya ?" tanya Maura setelah Wisnu dan Millie kembali ke mobil dan bersiap melanjutkan perjalanan.
"Iya Sayang..kalian jangan nakal ya " jawab Wisnu.
"Iya Dad " jawab Maura lirih sementara Milea langsung memeluk tubuh Millie dengan wajah sedih.
"Sebelum ketauan hamil tidak ada mual sama sekali, kenapa sekarang berasa mual ya ?" tanya Millie setelah sebelumnya memastikan jika Maura sudah tidur di kursi belakang.
"Mungkin dedek diperut kamu ingin diakui keberadaannya..sedang cari perhatian dia " jawab Wisnu sambil tersenyum.
"Begitu ya " gumam Millie.
"Papih sama Mamih seneng banget waktu Mas bilang kamu hamil " ujar Wisnu.
"Kapan Mas kasih tau Papih dan Mamih ?" tanya Millie.
"Sepulang dari dokter..Mas juga bilang sama Papih dan Mamih agar merahasiakan dari Maura " jawab Wisnu.
"Bingung ya bagaimana cara kasih taunya..lama-lama dia juga pasti curiga melihat perut aku yang semakin besar " ujar Millie.
"Makanya kita harus kasih pengertian dari sekarang..alasan dia tidak mau punya adik hanya takut kehilangan perhatian kamu saja Sayang " Wisnu mengelus rambut Millie lembut.
"Aku pastikan kasih sayang aku untuk mereka tidak akan berkurang sedikitpun walaupun aku sedang hamil " ucap Millie.
"Kalau buat Daddy nya ?" tanya Wisnu.
"Ya kamu harus sedikit mengalah " jawab Millie.
"Kamu kenapa seperti mengorbankan suami sendiri " keluh Wisnu.
"Bukan mengorbankan..tapi Mas harus mengerti dong..disaat hamil begini Maura dan Milea pasti menuntut perhatian lebih dari aku.. jangan lantas kamu juga ikutan seperti mereka " jawab Millie.
"Baiklah " jawab Wisnu lirih.
Sepertinya Wisnu mulai mengerti kenapa selama ini Millie berniat menunda punya anak sampai harus mengkonsumsi pil penunda kehamilan secara diam-diam. Ternyata Millie sudah memikirkan secara matang semua kemungkinan yang akan terjadi jika dirinya hamil dalam waktu dekat ini disaat anak-anak sedang sangat membutuhkan perhatian darinya.
Berbeda dengan dirinya yang hanya mengutamakan keinginannya yang besar untuk segera punya anak dari Millie.
Perjalanan Bandung-Jakarta kali ini memakan waktu satu jam lebih lama dari biasanya karena Wisnu beberapa kali harus menghentikan mobilnya karena Millie kembali mengeluarkan isi perutnya.
Millie berhenti mengeluh pusing dan mual setelah akhirnya wanita cantik itu tertidur sambil memeluk Milea yang ada dipangkuannya.
Sesampainya di rumah, Wisnu menyuruh Millie untuk istirahat di kamar. Maura dan Milea ia serahkan sepenuhnya kepada pengasuh mereka namun masih dalam pengawasan Wisnu.
__ADS_1
Sambil mengawasi Maura dan Milea yang sedang bermain dengan pengasuh mereka, Wisnu sesekali pergi ke kamar untuk melihat keadaan Millie yang sedang tertidur lelap karena lelah setelah seharian beberapa kali muntah ketika di jalan tadi.
"Sayang..apakah mau makan sesuatu ?" tanya Wisnu ketika Millie membuka matanya.
"Tidak..aku mengantuk sekali " jawab Millie sambil menarik tangan Wisnu meminta untuk dipeluk. Wisnu pun membaringkan tubuhnya disebelah Millie dan memeluk tubuhnya.
"Kamu wangi " Millie mengendus leher Wisnu sebelum ia kembali terlelap dalam dekapan Wisnu.
Millie yang baru saja terlelap kembali membuka matanya ketika terdengar suara ramai dari arah ruang tamu.
"Sepertinya Papih dan Mamih datang" bisik Wisnu sambil melepaskan Millie dari pelukannya.
"Iya " jawab Millie sambil bangun dari ranjangnya.
"Bagaimana keadaan kamu kak ?" Mikha langsung memburu Millie yang baru keluar dari kamar bersama Wisnu.
"Tadi di jalan sempet muntah-muntah " jawab Millie.
Mikha menuntun Millie yang terlihat pucat untuk duduk di sofa ruang keluarga.
Selama Adam dan Mikha berada di rumah Wisnu mereka tidak ada yang membahas tentang kehamilan Millie di depan Maura.
Namun meskipun begitu Adam dan Mikha sedikit demi sedikit memberi pengertian kepada gadis kecil itu untuk tidak usah takut kehilangan kasih sayang Mommy nya jika kelak ia mempunyai adik.
"Sudah masuk berapa bulan kak ?" tanya Mikha dengan suara pelan ketika mereka sedang berada di dapur untuk membuat kopi untuk Adam dan Wisnu.
"Kata dokter sudah 6 Minggu..waktu sebelum tau hamil tidak berasa apa-apa Mih..tapi pas ketauan hamil malah mual dan muntah- muntah " keluh Millie.
"Biasanya berapa lama berasa mual dan muntah ya Mih ?" tanya Millie.
"Paling cuma sampai tiga bulan..sudah begitu normal lagi. Tapi kadang setiap orang beda-beda bawaannya sih " jawab Mikha.
"Begitu ya Mih " gumam Millie.
Setelah mereka selesai membuat kopi, Millie dan Mikha menghampiri Adam dan Wisnu yang sedang mengawasi Maura dan Milea bermain.
Melihat Millie datang si Gemoy pun langsung mendekat kearah Millie dan naik keatas pangkuannya. Tangan mungil si Gemoy mempermainkan liontin kalung Millie yang berbentuk huruf M. Millie pun mengusap-usap kepala si Gemoy dengan penuh kasih sayang.
"Mommy cembuh ?" tanya si Gemoy sambil menciumi wajah Millie.
"Sembuh Sayang " jawab Millie sambil balas menciumi pipi si Gemoy.
Adam dan Mikha berada di sana sampai menjelang magrib. Ketika akan pulang mereka memutuskan untuk membawa anak-anak dan pengasuhnya.
Millie pun menyiapkan semua peralatan sekolah Maura karena Maura akan pergi sekolah dari rumah Mamihnya. Untuk baju rumahan kedua putrinya tidak perlu membawa lagi karena sudah tersedia di sana.
Setelah semua pergi Millie memilih kembali ke kamarnya. Wisnu pun mengikuti dari belakang.
"Mas mau pergi ke supermarket dulu, kamu mau dibeliin apa ?" Wisnu mengambil dompet dan kunci mobil dari laci nakas.
"Jangan pergi kemana-mana temani aku saja disini " jawab Millie sambil menahan tangan Wisnu.
__ADS_1
"Baiklah " jawab Wisnu sambil menyimpan kembali dompet dan kunci mobilnya di dalam laci nakas kemudian duduk di sofa sambil menyalakan tv mencari siaran tv pavoritnya.
Millie menghampiri Wisnu kemudian dengan seenaknya duduk diatas pangkuan Wisnu dan melingkarkan tangannya di leher Wisnu..Wisnu balas dengan melingkarkan tangannya di pinggang Millie sambil bersandar di sofa.
"Masih berasa mual ?" tanya Wisnu sambil menatap lembut kearah wajah pucat Millie.
"Tidak..tadi sudah minum obat mualnya yang dari dokter " jawab Millie.
"Apakah mau sesuatu ?" tanya Wisnu lagi.
"Mau dipeluk saja " jawab Millie manja. Wisnu pun dengan senang hati mengabulkan permintaan istrinya itu.
Selama dalam pelukan Wisnu tangan Millie tidak bisa diam mengelus-elus wajah dan rahang Wisnu.. Wisnu membiarkan saja Millie melakukan apa yang ia mau.
Namun Wisnu tidak tinggal diam ketika Millie Melu mat bibir Wisnu lembut.
Wisnu langsung menyambar bibir Millie dan melu mat nya dengan rakus.
Setelah sekian lama saling melu mat, mereka saling tatap setelah tautan bibir mereka terlepas.
"Akhirnya Mas berhasil juga bikin putri cantik Papih Adam dan Mamih Mikha hamil " ucap Wisnu sambil terus menatap wajah Millie.
"Gimana tidak hamil kalau setiap malam kamu ajak aku main kuda-kudaan " jawab Millie sambil menggigit dagu Wisnu.
"Salah siapa kamunya juga mau " Wisnu balas menggigit dagu Millie.
Millie tersenyum sambil menciumi seluruh wajah Wisnu. Pria tampan itu tampak pasrah sambil menyandarkan kepalanya disandarkan kursi merasakan hasrat yang mulai terpancing karena Millie tepat menduduki benda pusaka miliknya yang mulai bereaksi dan menyesakan celananya.
"Mas aku ingin makan nasi goreng buatan kamu " ucap Millie tiba-tiba sambil turun dari pangkuan Wisnu.
"Aargh..kenapa turun Sayang " Wisnu terlihat sedikit kecewa karena hasratnya harus padam tiba-tiba.
"Aku mau makan nasi goreng.. buruan !" Millie menarik tangan Wisnu agar bangun dari duduknya.
"Baiklah " Wisnu pun bangun dengan malas dan beranjak menuju dapur.
Millie duduk di kursi memperhatikan Wisnu yang sedang menyiapkan semua bahan untuk membuat nasi goreng.
Wisnu tidak terlihat kaku sama sekali ketika meracik semua bumbu dan dihaluskan dengan Chopper.
"Mau bantuin ?" Wisnu melirik kearah Millie sambil tersenyum.
"Aku bantu doa saja " jawab Millie balas tersenyum.
"Ya sudah kamu duduk manis saja biar Mas yang kerja " jawab Wisnu sambil mulai menumis bumbu yang sudah halus.
"Hhmm..wangi banget " Millie turun dari kursi kemudian menghampiri Wisnu yang mulai memasukkan nasi kedalam wajan dan mengaduknya.
Wisnu juga menambahkan irisan sosis dan ayam suwir. Tidak lama kemudian satu piring nasi goreng pun siap untuk istri tercintanya.Millie pun langsung menyantapnya dengan lahap.
"Mau Sayang ?" tanya Millie sambil sibuk mengunyah.
__ADS_1
"Tidak..buat kamu saja " jawab Wisnu membiarkan Millie menghabiskan nasi gorengnya.