My Baby Sitter

My Baby Sitter
Season 2 # Coklat Untuk Om Marvin


__ADS_3

Sabtu malam selepas magrib Marvin terlihat sudah berpakaian rapi. Melihat om nya terlihat hendak pergi Maura mengikuti kemana pun Marvin pergi.


"Ngapain ngikutin om terus ?" Marvin menatap kearah Maura.


"Om pasti mau ke rumah kak Nisa ya, aku ikut ya Om " Maura menarik-narik ujung kemeja Marvin.


"Jangan..kakak pulangnya pasti malam. Nanti kamu bosan " Marvin melarang.


Mendengar Marvin melarang dirinya ikut Maura langsung berlari ke kamarnya sambil menangis.


"Kakak Maura kenapa ?" Adam dan Mikha yang sedang menonton tv bersama si Gemoy tentu saja kaget melihat Maura menangis.


"Vin..Maura kamu apain sampai menangis begini ?" Adam menatap curiga pada Marvin yang baru keluar dari kamarnya.


"Maura ingin ikut sama aku Pih..tapi aku larang " jawab Marvin jujur.


"Ooh " Adam dan Mikha pun mengerti sekarang adalah malam minggu, tentu saja waktunya Marvin berkunjung ke rumah pacarnya.


"Kakak..daripada ikut sama Om Marvin lebih baik kita jalan-jalan yuk sama Mamih, Papih dan dedek Mile " ajak Adam.


"Tidak mau..aku mau di rumah saja " jawab Maura sambil menyusut airmatanya dengan punggung tangannya.


Melihat Maura yang menangis ingin ikut dengannya Marvin pun menjadi tidak tega. Diam-diam Marvin menghubungi Nisa dan meminta ijin untuk membawa Maura dan Nisa pun mengijinkan.


"Ya sudah kakak boleh ikut sama Om " ucap Marvin akhirnya.


"Beneran Om aku boleh ikut ?" tanya Maura diantara sisa tangisnya.


"Iya..kakak boleh ikut Om " jawab Marvin.


"Yeyey aku ikut Om Marvin " Maura pun berjingkrak-jingkrak kegirangan. Marvin tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat Maura yang berjingkrak-jingkrak senang.


"Beneran kamu mau ajak Maura?" tanya Mikha ragu.

__ADS_1


"Iya Mih..daripada nangis. Lagian Nisa juga tidak keberatan aku ajak Maura ke rumahnya " jawab Marvin.


"Ooh..baiklah kalau begitu " ujar Mikha lega.


Setelah Maura mengganti bajunya Marvin pun pergi membawa Maura ke rumah Nisa.


"Kenapa sih kakak suka ingin ikut setiap Om Marvin pergi ?" tanya Marvin ketika mereka dalam perjalanan ke rumah Nisa.


"Pergi sama Om Marvin itu asik " jawab Maura sambil menusuk-nusuk tangan Marvin.


"Tapi disana kakak jangan nakal ya dan jangan ganggu Om sama kak Nisa " pinta Marvin.


"Iya Om kakak janji tidak akan nakal dan tidak akan ganggu " jawab Maura.


"Pinter " Marvin mengacak rambut Maura.


Setibanya di rumah Nisa, Maura langsung anteng bermain boneka milik Nisa. Gadis kecil itu sama sekali tidak menganggu Om nya yang sedang mengobrol dengan Nisa. Maura hanya sesekali menyela ketika ia ingin pergi ke kamar mandi.


"Nis aku pulang ya..kasian Maura tidur " Marvin akhirnya pamit pulang.


"Iya.. hati-hati bawa Maura yang lagi tidur " pesan Nisa.


Marvin menggendong Maura dan dimasukan kedalam mobil. Setelah memasang kan seat belt ke tubuh bocah cantik itu Marvin pun melajukan mobilnya menuju ke arah rumahnya.


Selama dalam perjalanan pulang Marvin beberapa kali melirik dan mengusap kepala Maura yang tengah tertidur dengan penuh kasih sayang.


Pria tampan itu sama sekali tidak keberatan jika Maura selalu ingin ikut dengannya. Untungnya selama ini Nisa tidak keberatan jika Marvin selalu membawa Maura jika berkunjung ke rumahnya.


Setibanya di rumah mereka disambut oleh Millie dan Wisnu di teras. Melihat Maura yang tertidur Wisnu pun menggendong Maura dan dibawa ke kamarnya.


"Kasian adik kakak..acara ngapelnya direcokin sama Maura " Millie memeluk bahu Marvin.


"Tau tuh Maura senang sekali ngikutin aku " sungut Marvin.

__ADS_1


"Maklum Vin..Maura kan tidak punya kakak..jadi manjanya sama kamu " Adam menepuk bahu putra tampannya.


"Tapi pacar kamu tidak keberatan kan kalau kamu sering bawa Maura ke rumahnya ?" tanya Mikha.


"Tidak Mih..malah dia senang soalnya disana Maura anteng dan tidak pernah rewel " jawab Marvin.


*


Menginjak usia kehamilan ke 8 bulan Millie sudah tidak masuk ke kantor. Adam dan Mikha menyuruh Millie tinggal di rumah mereka karena waktu melahirkan yang sudah semakin dekat.


Setiap hari Maura menjadi semakin lengket saja kepada Marvin.Setiap hari Maura selalu meminta diantar jemput oleh Marvin meskipun Wisnu sudah menyiapkan sopir untuk keperluan Millie dan anak-anaknya.


Namun hari ini Maura terpaksa harus mau pergi sekolah diantarkan sopir nya karena Marvin sedang terkena demam.


Sepulang sekolah Maura mengendap-endap mengintip ke kamar Marvin untuk melihat Om nya yang sedang terbaring dibawah selimut tebalnya.


"Ngapain kakak ngendap-ngendap begitu..sini masuk " Marvin menahan tawanya melihat Maura yang datang dengan mengendap-endap seperti seorang pencuri.


"Om..aku bawakan coklat..cepat sembuh ya Om " Maura mengambil sebatang coklat dari dalam tas nya dan diberikan kepada Marvin.


"Terimakasih kakak cantik " Marvin menerima coklat dari tangan Maura sambil tertawa. Seumur hidupnya baru kali ini ada yang memberinya coklat disaat dirinya sedang sakit.


"Cepat sembuh ya Om " ucap Maura seraya mencium pipi Marvin sebelum beranjak keluar dari kamar Marvin karena Mikha memanggilnya untuk makan.


"Kakak darimana daritadi Mamih cari ?" tanya Mikha.


"Aku habis nengok Om Marvin Mamih. " jawab Maura sambil duduk di meja makan.


"Pantas Mamih cari-cari tidak ada " ujar Mikha sambil mengisi piring dengan nasi dan lauk nya untuk Maura.


"Aku tadi kasih Om Marvin coklat biar cepat sembuh " sambung Maura.


"Iya Sayang " jawab Mikha sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2