My Baby Sitter

My Baby Sitter
Aku Disini Jagain Abang


__ADS_3

Millie tampak senang ketika Arin membawanya pergi dengan mobil Seno. Sebetulnya Arin tidak hendak jalan-jalan tapi ia diajak Seno ke rumahnya.Kebetulan hari ini seluruh keluarga Seno sedang berkumpul.


Kedatangan mereka langsung disambut hangat oleh Mama dan Papa Seno. Beberapa keponakan Seno langsung mengerubuti Millie.


"Tante..dedek cantik namanya siapa ?" tanya salahsatu keponakan Seno yang berusia 10 tahun.


"Millie " jawab Arin


"Miligram...kakaknya namanya pasti centi.. panjangnya centigram..hihi " keponakan Seno terkikik sambil menjembel pipi Millie.


Arin dan Seno tertawa mendengar ocehan bocah itu.


"Keponakan kamu lucu " Arin balas menjembel pipinya gemas.


"Om nya yang lebih lucu " ujar Seno


"Ga..kamu mah ga ada lucu-lucunya " cibir Arin.


Seno hanya nyengir.


"Sayang..apa Mikha dan Bang Adam tidak marah Millie dibawa kesini ?" tanya Seno


"Tidak akan..mereka pastinya seneng jadi punya waktu banyak untuk berduaan " jawab Arin.


"Kamu memang adik yang pengertian " Seno melingkarkan tangannya di bahu Arin dan mencium pipinya.


"Kamu ih main nyosor saja..kalau ada yang lihat bagaimana ?" Arin mencubit paha Seno.


"Cuma cium pipi saja ga apa-apa kali " jawab Seno.


Arin dan Seno saling menjauhkan diri ketika Mama Seno datang membawa satu mangkuk makanan untuk Millie.


"Kasih makan dulu Rin.. Mama tadi bikin Sup Ayam " Mama Seno memberikan mangkuk berisi Sup Ayam kepada Arin.


Arin dan Seno pun menyuapi Millie makan. Seno bertugas memegangi Millie yang tidak bisa diam berlari kesana kemari sedangkan Arin bertugas menyuapi Millie.


"Itung-itung belajar..biar nanti kalau punya anak kalian tidak kaget " Mama Seno menepuk bahu Arin.


"Kalau ngurus Millie aku sudah biasa Mah..tapi kalau ngurus Seno aku belum paham " jawab Arin jujur.


"Nanti juga paham " Mama memberi semangat kepada calon menantunya.


"Makanya belajar dari sekarang " Seno serasa mendapat angin.


"Iya..nanti aku belajar ngurusin kamu, nyuapin , mandiin.. pokoknya seperti Mikha ngurusin Millie " jawab Arin.


"YESS !" jawab Seno senang.


"Bukan begitu juga Rin " pungkas Mama Seno


"Begitu juga tidak apa-apa Mah " ujar Seno


"Memang kamu mau diperlakukan seperti balita ?" tanya Mama Seno.


"Ya tidak juga " jawab Seno sambil nyengir.

__ADS_1


Setelah kenyang makan, Millie yang mulai mengantuk mulai menanyakan Mikha.


"Aiin..Mamih ana ?" tanya Millie.


"Mamih kan di rumah " jawab Arin.


Millie mendekat kearah Arin dan minta digendong.


"Aiin..puyaaang " Millie mulai merengek.


Karena khawatir Millie akan menangis Arin dan Seno pun akhirnya membawa Millie pulang. Di jalan arah pulang Millie langsung terkulai dalam pangkuan Arin.


"Nanti kalau kita sudah menikah kamu tidak usah pake alat kontrasepsi ya !" pinta Seno


"Kenapa ?" tanya Arin.


"Aku ingin kita secepatnya punya momongan " jawab Seno.


"Terserah kamu " jawab Arin.


Seno tersenyum membayangkan rumah mereka kelak yang ramai dengan suara anak-anak.


"Kenapa senyum-senyum ?" Arin mencubit lengan kiri Seno.


"Sepertinya lucu jika rumah kita ramai dengan suara anak-anak " jawab Seno.


"Makanya halalin dulu " pinta Arin.


"Kata Mama Minggu depan mereka akan datang ke rumah kamu untuk mencari tanggal yang bagus " jawab Seno sambil mengusap kepala Arin.


Seno tidak menjawab, Ia tiba-tiba mendekatkan wajahnya dan menyatukan bibir mereka. Millie yang berada dalam pangkuan Arin sama sekali tidak terganggu oleh kegiatan Arin dan Seno.


Setelah puas saling mengecap Seno pun melepaskan tautan bibir mereka. Ia mengusap bibir Arin yang sedikit bengkak dengan jarinya.


Tanpa berkata sepatah katapun mereka melanjutkan perjalanan pulang. Sesekali mereka saling lempar senyum dan saling meremat jari.


Sesampainya di rumah Arin turun sambil menggendong Millie yang tertidur dibahunya.


"Mikha dimana Mah ?" tanya Arin


"Dikamarnya " jawab Mama.


Arin yang hendak mengantarkan Millie ke kamar Mikha dilarang oleh Mama.


"Tidurin di kamar Mama saja " ujar Mama.


Arin mengangguk tanda mengerti. Maksud Mama tentu saja agar tidak menggangu Adam dan Mikha yang sedang saling melepas rindu.


"Tidurin dikamar aku saja ya Mah " Arin membawa Millie ke kamarnya.


Setelah menidurkan Millie dikamarnya, Arin meranjak menuju dapur untuk membuat minuman untuk Seno.


"Abang sudah kembali ke Jakarta ?" tanya Seno ketika Arin muncul dengan secangkir kopi ditangannya.


"Belum..mereka ada di kamar...pasti lagi kangen-kangenan " Arin memelankan suaranya diakhir kalimat.

__ADS_1


"Wajar lah..namanya juga sering berjauhan " ujar Seno.


"Belum lagi sering berantem " tambah Seno.


"Iya juga " jawab Arin.


Sementara Mikha dikamar tampak sedang memijit tubuh Adam karena Adam mengaku jika tubuhnya kurang enak badan.


"Badan Abang demam " Mikha merasakan suhu tubuh Adam lebih tinggi dari biasanya.


"Iya.. sepertinya Abang masuk angin " jawab Adam.


"Kalau begitu Abang jangan dulu kembali ke Jakarta.Istirahat saja dulu disini sampai badan Abang pulih " saran Mikha.


Adam tidak menjawab.Besok sebenarnya Adam harus terbang ke Surabaya.Ini pun mulur satu hari dari rencana semula karena Adam malah memilih pulang ke Bandung.


"Bang..." Mikha mengusap kening Adam.


"Abang besok harus ke Surabaya Sayang " ujar Adam dengan suara lemah.


"Abang itu keras kepala sekali..sedang sakit juga...biar nanti aku bilang sama Papa " Mikha mulai kesal karena Adam lebih mementingkan pekerjaan daripada kesehatan nya.


"Sekarang Abang minum obat demamnya sudah itu langsung tidur " Mikha memberikan obat demam kepada Adam setelah selesai memijat.


"Suapin " pinta Adam.


Mikha pun memasukan obat demam ke mulut Adam.


"Minumnya mana Sayang ?" tanya Adam setelah obat itu masuk ke mulutnya.


"Aku lupa belum isi galon disini..tunggu ya aku ke dapur dulu " Mikha beranjak menuju dapur Mama .


"Sayaaang..cepetan pahit " keluh Adam sambil meringis.


"Iya sebentar " jawab Mikha.


Mikha buru-buru mengambil air minum di dapur. Ketika sedang mengisi gelas dengan air ia bertemu dengan Arin yang juga akan mengambil minum.


"Millie mana Rin ?" tanya Mikha


"Millie tidur dikamar aku..biar tidak ganggu kamu sama Abang yang sedang kangen-kangenan " jawab Arin.


"Kangen-kangenan apaan..Abang sedang demam " jawab Mikha.


"Abang sakit ?" tanya Arin


"Iya..ini baru minum obat..oh iya aku lupa Abang belum minum " Mikha menepuk keningnya kemudian setengah berlari kembali ke kamarnya.


"Ambil minumnya lama sekali sih ?" tanya Adam sambil meringis menahan rasa pahit karena obatnya sudah mulai larut dilidahnya.


"Iya maaf " jawab Mikha sambil membantu Adam minum.


"Sekarang Abang tidur ya !" Mikha menyelimuti Adam sampai ke perutnya.


"Kamu jangan kemana-mana " Adam memeluk pinggang Mikha.

__ADS_1


"Iya aku disini jagain Abang " jawab Mikha sambil mengusap-usap rambut Adam hingga pria tampan itu pun tertidur tanpa melepaskan belitan tangannya di pinggang Mikha.


__ADS_2