
" Disangka tiada akan mengaram , ombak yang kecil diabaikan . "
( Mengalami kesulitan karena mengabaikan hal-hal kecil , memandang ringan perkara kecil )
*Pepatah di atas sangat pas untuk menggambarkan cobaan yang menimpa Farrel dan Cyrin* .
*Apa atau siapa yang harus disalahkan saat musibah kembali lagi menguji kekuatan cinta sepasang manusia* .
*Jalan cerita seperti apa direncanakan sang empunya kehidupan pada keduanya , hingga kepedihan seolah memaksa kebahagiaan untuk pergi menjauh dari mereka* .
19. 00 , 3 jam sebelum kejadian .
Cyrin selalu saja nampak cantik , tapi malam ini dia jauh lebih cantik di mata Farrel .
Entah karena Ia puas dengan gaun pilihannya yang sangat pas untuk Cyrin .
" Mas , Bagaimana penampilanku ? " tanya Cyrin sambil mematut dirinya di depan cermin .
" Perfect . " Jawab Farrel singkat , tapi tak sesingkat tatapan matanya pada bayangan Cyrin di cermin .
" Bahkan bayangannya saja secantik itu , " batin Farrel .
Cyrin berbalik sambil berkacak pinggang,
" Hanya itu ? Aku bersiap selama 2 jam Mas ," keluhya dengan manja .
" Perfect sudah mewakili semua pujian yang pantas untukmu sayang . " Balas Farrel .
Wajah Cyrin merona , secepatnya Ia kembali berbalik menghadap cermin .
" Tetap saja , aku sedang dalam suasana hati ingin dipuji olehmu ," rajuknya .
" Hemm .... Penampilanmu perfect sayang , " Farrel menjedanya ucapannya .
Begitu juga Cyrin yang sedang mencari sesuatu di dalam kotak , Ia menatap ke cermin untuk melihat Farrel mengucapkan kata selanjutnya .
" Penampilanmu sederhana , tidak berlebihan . Penampilanmu sangat jujur sayang , apa adanya . Dan memang begitulah dirimu yang sebenarnya dan berhasil membuatku begitu mencintaimu . " Ujar Farrel .
Cyrin tertawa , wajahnya makin merona .
" Kamu semakin pintar menggombal , aku jadi hawatir . "
Cyrin kembali merogoh kotak hitam dan akhirnya menumukan yang Ia cari .
" Satu lagi sayang , aku lupa mengatakannya , " seru Farrel .
" Apa itu ? "
Farrel maju beberapa langkah , membuat Cyrin terkejut karena Farrel kini berdiri di belakangnya.
Sedikit menundukkan kepalanya dan berbisik di telinga Cyrin , " Dan yang pasti malam ini kamu sangat seksi sayang . "
Cyrin meremang tatkala hembusan napas Farrel seperti membelai ceruk lehernya .
Farrel meraih kalung yang dipegang Cyrin sehingga Cyrin yang terpaku bisa kembali sadar.
" Seksi itu tidak diukur dengan seberapa terbukanya pakaiannmu , atau seberapa banyak orang bisa melihat bagian tubuhmu . Banyak hal yang jadi tolak ukurnya , bisa fisik , sikap ,atau yang lain lagi. "
Ujar Farrel sembari memasangkan kalung di leher Cyrin .
Farrel membalik tubuh Cyrin menghadap padanya ,
" bagiku kamu selalu nampak seksi dengan cara yang berbeda beda setiap harinya , seperti saat ini kamu sangat seksi dengan riasan wajah naturalmu ."
" Dan itu jadi masalah terbesarku sayang , aku tersiksa harus menunggu 1 bulan lagi ," rengeknya .
Cyrin merentangkan tangannya meminta Farrel memeluknya . Pelukan yang saling menyalurkan rasa cinta .
" Sayang apa 1 bulan memang biasa selama ini ? Berapa lama aku harus menunggu untuk 1 bulan itu sayang . " keluh Farrel .
" Apa kamu mau ku masukkan kembali ke TK ? Sejak dulu 1 bulan tetap 30 hari , dan tidak pernah berubah . Jadi berhentilah merengek dan sabarlah menunggu , " jawabnya .
Tanpa sengaja Mama Anin mendengar percakapan mereka , Ia bersyukur karena putranya mendapatkan wanita yang begitu luar biasa dan penuh cinta .
" Kalian berdua , sampai kapan mau berpelukan ?" ucap Mama Anin meruntuhkan suasana romantis yang sedang dibangun oleh Farrel dan Cyrin .
" Turunlah , tamu-tamu sudah berdatangan . " Lanjutnya .
**20.00 , 2 jam sebelum kejadian** .
Pesta perayaan hari jadi Jatmika Company digelar dengan meriah , ratusan tamu hadir untuk ikut merasakan suka cita perusahaan yang sejak dulu hingga kini masih setia berada di puncak kesuksesan .
Berita mengenai hubungan cinta yang terjalin antara CEO Jatmika Company dengan seorang putri dari pengusaha garment terbesar di sana.
Sukses menarik perhatian para pebisnis untuk melihat secara langsung seorang Farrel Antoine akan mengumumkan secara resmi tanggal pernikahannya .
Farrel masuk ke ballroom dengan merangkul pinggang Cyrn . Perhatian para tamu sudah pasti kini tertuju pada keduanya .
__ADS_1
Sebagian besar tamu bisa menilai rangkulan pria itu , menunjukkan betapa Ia mencintai dan menyayangi wanitanya , Ia ingin membuat wanita beruntung itu aman didekatnya , dan Ia ingin memiliki wanita itu .
Beberapa kali keduanya harus berhenti untuk menerima ucapan selamat .
" Kamu baik-baik saja sayang ? Ku rasa tubuhmu bergetar , apa mungkin kamu kedinginan ? " tanya Farrel .
" Tidak , aku tak apa . " Jawab Cyrin .
" Yakin ? Apa kamu lupa perjanjian kita semalam? "
" Maaf , aku hanya sedikit gugup ," lirihnya .
" Apa ada yang mengganggumu ? Jangan tutupi apapun , " ujar Farrel .
" Tidak ada Mas , aku hanya gugup akan memperkenalkan produk yang akan launching hari ini ," jelasnya .
" Tidak perlu hawatir , bahkan dulu sebelum kamu punya pengalaman apa-apa kamu bisa meyakinkanku dengan ide ini
. Ketahuilah sayang , meyakinkanku lebih sulit dari pada semua orang di ruangan ini , " kelakar Farrel .
" Dasar CEO angkuh ," balas Cyrin sambil tertawa .
Farrel mengantar Cyrin bergabung dengan Nino dan tim mereka yang lain . Sebelum pergi tak lupa Farrel mencium punggung tangan Cyrin ,
" kamu akan selalu luar biasa sayang , percayalah ," ucapnya .
" Titip Cyrin yah , " ujarnya pada Nino .
21.00 , 1 jam sebelum kejadian .
Suara merdu dari beberapa penyanyi terkenal Ibukota kini mengalun indah untuk menghibur para tamu yang sedang menikmati santapan malam mereka .
Seperti harapan semua orang , Cyrin sukses memperkenalkan produk baru yang menjadi ikon perusahaan itu selama setahun kedepan .
" Mas , " lirihnya .
" Kenapa Yang ? Masih gugup ? " tanya Farrel .
Cyrin mengangguk .
" Kamu sudah berhasil sayang , jangan terlalu dipikirkan ." Bujuk Farrel .
Cyrin mengangguk dan melanjutkan makan malamnya kembali .
Entah mengapa Ia merasa gelisah . Setelah selesai dengan tugasnya , Cyrin terus merasa jika seseorang mengawasinya . Ada sepasang mata yang terus menatapnya , namun entah dari mana .
Setelah selesai makan malam , Farrel melihat bulir keringat di kening Cyrin .
" Apa kamu sudah lebih baik sayang ? " tanyanya.
" Entahlah , tapi kurasa ada seseorang yang mengawasiku . Aku jadi tidak nyaman . " Jawab Cyrin jujur .
Farrel mengedarkan pandangannya ke sekeliling beberapa kali , tidak ada yang aneh menurutnya.
Farrel memanggil Daffin memintanya untuk mengecek daftar tamu .
Setelah 10 menit , Daffin kembali .
" Semuanya aman Pak . Tidak ada yang bisa masuk tanpa undangan . Penyusup tak akan bisa membuat duplikat barcode pada kartu undangan Pak . " Jelas Daffin .
Farrel memeluk Cyrin dikursinya , bersikap senatural mungkin agar tidak menarik perhatian.
" Sayang , apa kamu masih rutin meminum obat dari dokter Rasya ? " tanya Farrel .
" Sebenarnya dalam minggu ini aku masih harus meminumnya 3 hari dalam 1 minggu , tapi aku lupa . " Sesalnya .
" Tak apa , ku pikir mungkin karena disini terlalu banyak orang dan bising . Kamu mau kan minum obat mu sekarang ? " usul Farrel .
Cyrin mengangguk .
" Baiklah ayo kita ambil obatmu . " Ajaknya .
Keduanya berjalan menuju pintu keluar , dengan Farrel tetap merangkul pinggang Cyrin .
Namun Bimo , Byanca dan dua orang pria lainnya menghentikan langkah mereka .
Setelah saling sapa , Farrel mengobrol sebentar dan akan pamit mengantar Cyrin kekamar mengambil sesuatu .
__ADS_1
Tapi pria yang ternyata teman mereka saat SMA , mencegahnya .
Karena semakin tak nyaman , Cyrin meminta agar Bynca dan seorang pengawal saja yang mengantarnya .
**22 . 00 Red Code**
10 menit setelah Cyrin pergi bersama pengawal , seorang EO menghampiri Farrel memberitahu jika 5 menit lagi waktunya Ia dan Cyrin untuk menyampaikan berita pernikahannya .
Para awak berita sudah siap di tempat masing-masing .
Farrel meminta EO memeriksa kembali jika wartawan itu memang yang sudah terregister .
" Baru 10 menit , " gumamnya .
Hatinya mulai gelisah tapi Ia coba tenangkan dengan berpikir positif jika kamarnya cukup jauh .
Namun 5 menit kemudian Farrel melihat Daffin berjalan kearahnya dengan terburu-buru .
" Bos, salah satu tamu melapor jika dia tadi di serang seseorang hingga pingsan . Keadaannya tidak parah , tapi barcode undangannya terregister . Ada penyusup Pak . " Bisiknya .
" Si\*l ..... Bim , ikut aku . " Ujar Farrel dengan langkah cepat .
" Amankan tamu itu , panggil Nino untuk menjaga karyawannya sebentar . " Perintah Farrel pada Daffin .
Beberapa pengawal mengikuti Farrel dan Bimo menuju kamar Cyrin .
Farrel menceritakan pada Bimo apa yang terjadi .
" Kamu tidak berpikir jika ini ulah Nino . " Ujar Bimo .
" Tidak . Aku yakin orang lain. Aku hanya ingin Nino mengkonfirmasi alibi tamu itu , karena dia adalah karyawan di Wiguna ." Jelas Farrel .
Lift terbuka di lantai 37 .
Farrel berlari ke arah kamarnya dan melihat pengawal yg bersama Cyrin tersungkur di koridor depan kamar Cyrin .
Farrel melewati pengawalnya , menerobos ke dalam kamar yang berantakan .
Bimo segera menolong Byanca yang tak sadarkan diri dengan luka benturan di kepala dan sayatan pisau pada lengannya .
Sementara Farrel mencari ke sudut ruangan manapun namun sayang , Cyrin tidak Ia temukan . Cyrin menghilang .
.
.
.
.
.
.
"*Mereka yang kita cintai dan hilang selalu terhubung dengan hati yang tak terbatas." - Terri Guillemets*
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1