
Cyrin kini sedang sibuk membolak balikkan daging , sosis , dan beberapa sayuran yang sedang Ia panggang .
" Mas , dari pada Mas Farrel duduk sini ngeliatin aku , mending Mas bantuin Mas Bimo siapin api unggunnya . " ujar Cyrin .
Lama kelamaan ditatap oleh Farrel buat dia jadi salah tingkah juga .
" Bimo udah biasa Yang , dia bisa sendiri kok . "
" Tapi kalau dikerjain berdua bisa lebih cepat selesainya . Udah mulai gelap dan udah mulai dingin juga .... sana bantuin Mas Bimo ... " Pinta Cyrin .
" Kamu dingin Yang ? " tanya Farrel mulai melancarkan aksi modusnya .
Cyrin mengangguk berharap Farrel segera pergi membantu kakaknya menyiapkan api unggun .
Namun ternyata tidak sesuai dugaan , Farrel malah memeluk Cyrin dari belakang membuat Cyrin makin sulit bergerak .
Aksi mereka berdua sudah pasti mendapat cibiran dari Bimo .
" Kalau tahu bakalan di suguhin pemandangan kaya gitu , gak akan mau aku ikut camping . " seru Bimo menyindir Farrel dan Cyrin .
Bisa bisanya mereka berdua mesra mesaraan saat ada orang yang baru saja putus cinta . Padahal rencana awalnya camping kali ini untuk menghibur Bimo , tapi pada kenyataannya mereka berdua makin menyiksa Bimo .
Api unggun telah selesai ,makanan yang disiapkan Cyrin juga sudah selesai .
Byanca membantu Cyrin menatanya di meja .
Keempatnya sangat menikmati hidangan buatan Cyrin . Tak ada yang meragukan keahlian Cyrin memasak.
" Yang ... buka restauran aja yah ... " usul Farrel .
" Masakan kamu enak banget ... " lanjutnya .
" Iya Rin ... aku setuju banget sama usul Kak Farrel . " timpal Byanca .
" Tuh banyak yang dukung . Besok kamu berhenti kerja aja yah .... " ujar Farrel .
Sebenarnya Farrel akhir akhir ini sudah sering meminta Cyrin berhenti bekerja dari perusahaan Nino . Tapi wanita itu masih keras kepala .
Cyrin menggeleng .
" Aku akan berhenti kalau tanggung jawabku udah selesai . " ujar Cyrin .
Farrel hanya bisa menerima keputusan Cyrin , toh tanggung jawab yang dia maksud adalah proyek kerjasama dengan perusahaannya sendiri . Dan proyek itu juga sebentar lagi selesai . Farrel akan berusaha sabar hingga saat itu .
Acara makan malam yang berlangsung dua kali lebih lama karena obrolan yang tak ada habis habisnya itu akhirnya selesai .
Byanca dibantu Bimo kebagian tugas untuk membersihkan peralatan makan mereka .
Sementara pasangan bucin itu sudah duduk santai di depan api unggun .
Farrel memang selalu bisa memanfaatkan situasi . Karena selimut yang mereka bawa hanya dua , akhirnya Farrel menggunakan satu selimut berdua bersama Cyrin .
Farrel terus tersenyum , menurutnya saat ini sangat romantis . Duduk di bawah cahaya bulan , di depan api unggun , dalam satu selimut yang sama .
" Mas ... tadi yang aku bilangin udah ngerti kan ? " tanya Cyrin .
Farrel mengangguk .
" Mas nanti aktingnya jangan kaku yah . " peringat Cyrin sekali lagi .
Bimo dan Byanca yang baru selesai dengan tugas mereka , ikut bergabung dengan Farrel dan Cyrin .
Keempatnya kini duduk di depan api unggun .
" Romantis amat yang bentar lagi nikah . " ledek Byanca .
" He he he .... iya dong By ... kalau bisa romantis jangan di sia siain kesempatannya . " ujar Cyrin .
Byanca juga mulai merasakan dingin walaupun sudah memakai jaket . Dan Bimo menyadari hal itu karena melihat gerak gerik Byanca .
Bimo mengambil selimut yang hanya tersisa satu lalu memakaikan pada Byanca .
__ADS_1
" Pakai ini , biar lebih hangat . " ujarnya .
Byanca berterimakasih sambil tersenyum .
" Dipakai berdua aja selimutnya . Mas Bimo kan juga gak kuat dingin . " Usul Cyrin melancarkan aksinya .
Byanca menatap Bimo , " Gak perlu . Kamu sendiri aja aku masih kuat kok . " ujar Bimo .
Namun beberapa saat kemudian , Byanca tak tega melihat Bimo yang sepertinya mulai kedinginan .
" Mas Bimo, selimutnya dipakai barengan aja . " ujarnya .
Walaupun awalnya menolak tapi akhirnya Bimo setuju setelah pasangan bucin ikut ikutan memaksa Bimo .
Awalnya pembahasan mereka berempat hanya seputar kekonyolan yang mereka lakukan saat masih SMA . Mengingat ingat kenangan mereka dulu.
Tapi entah bagaimana dan siapa yang mulai , mereka mulai bercerita pengalaman horor masing masing . Byanca yang dasarnya memang penakut , akhirnya tanpa sadar memeluk salah satu lengan Bimo .
Farrel melihat hal itu berbisik pada Cyrin .
" Sayang , lihat itu . Menang banyak nih Bimo . " ujarnya .
" Apa sekarang aja yah ? Mulai aja gih aktingnya . " bisik Cyrin .
Tanpa menunggu jawaban Farrel , Cyrin segera memulai aksinya .
" Kenapa Mas ? Apanya yang sakit ? Perutnya yah ? Astaga... Mas kebanyakan makan cabe nih .... " Ujar Cyrin sengaja mengeraskan suaranya .
" Farrel kenapa Rin ? " tanya Bimo .
" Ini Mas , sepertinya Mas Farrel sakit perut . Kebanyakan makan cabe . " ujar Cyrin dengan panik yang dibuat buat .
" Iya kan Mas ? " tanya Cyrin pada Farrel .
Farrel yang sebenarnya belum siap hanya diam , tapi saat mendapat cubitan di perutnya dari Cyrin membuatnya mengaduh .
" Aduuhhh..... "
" Yang benar yang mana ? Karena cabe atau telat makan ? " tanya Byanca curiga dengan tingkah sahabatnya .
" hemm... sakit perut karena telat makan terus makin parah karena makan cabe. Ya kan Mas ? "
Farrel mengangguk saja dengan raut wajah dibuat semenyedihkan yang dia bisa .
" Lah terus gimana ? " tanya Bimo .
" Bawa ke dokter aja . " usul Cyrin .
" Ya udah ayuk. Beberes dulu . " ajak Bimo .
" Maksudku , aku aja sendiri yang bawa ke dokter . Mas Bimo dan Byanca disini aja tungguin , nanti aku balik lagi . Sayang banget kita udah susah susah ngaturnya masa gak jadi camping sih . " ujar Cyrin .
" Tapi ...... " Byanca hendak menolak namun Cyrin tidak memberinya kesempatan bicara .
" Ya udah , yuk Mas buruan . Kita pergi sekarang. "
Cyrin lalu masuk ke tenda , mengambil tas miliknya dan milik Farrel yang tadi Ia bawa .
Lalu berjalan menuruni bukit dengan terburu buru .
Bimo dan Byanca dari kejauhan hanya bisa melihat keduanya pergi .
" Mas Bim ... sepertinya ada yang aneh . " Ujar Byanca .
" Katanya Kak Farrel kesakitan . Tapi kok tadi jalannya biasa aja . Terus masih kuat bawa 2 tas . " lanjutnya .
Bimo menggeleng . Dia sudah menduga jika ini pasti rencana receh adiknya .
" Kamu baru sadar ? Ini tuh rencana mereka berdua . Mereka memang mau ninggalin kita berdua disini . " Jelas Bimo .
" Ya udah beberes terus pulang yuk . " Ajak Bimo.
__ADS_1
Byanca mengangguk dan mulai mengatur barang barang .
Bimo sedikit kecewa , sebenarnya dia berharap Byanca ingin tetap tinggal agar mereka bida berduaan . Tapi sayang Byanca setuju untuk pulang .
" Eh... bentar bentar ... kunci mobil aku dimana ? " gumam Bimo .
" Astaga .... pasti kebawa Farrel . Kan tadi dia yang terakhir nurunin barang . " ujarnya .
" Jadi gimana dong Mas ? " tanya Byanca yang sejak tadi menyimak saja .
" Kamu keberatan gak kalau kita camping berdua aja ? " tanya Bimo .
Byanca dengan terpaksa menggeleng .
" It's OK . Udah malam juga , kan tinggal tidur doang . " ujar Byanca .
" Ya udah , kamu istirahat gih . Pasti capek . Beres beresnya dilanjutin besok aja . "
" Oke deh Mas . Selamat malam Mas Bimo . " pamit Byanca kemudian masuk ke dalam tendanya .
Sebenarnya Byanca takut sendirian di tenda . Tapi tidak mungkin Ia meminta Bimo menemaninya .
Sementara Bimo yang juga masuk ke dalam tenda terkejut karena di dalam tendanya tidak ada pengalas untuk tidur .
" Sialan Farrel . Pasti ini ulahnya . " gerutu Bimo .
Setelah cukup lama berpikir , akhirnya Bimo mengetuk tenda Byanca dengan ragu .
" By.... maaf aku ganggu . Boleh aku gabung di tenda kamu gak ? " tanya Bimo dengan gugup .
" Sepertinya Farrel ngerjain aku deh . Di tendaku gak ada pengalasnya untuk tidur . " lanjutnya segera menghindari Byanca salah paham .
" Ohh gitu . Boleh Mas . Gak masalah kok . " jawab Byanca .
Alhasil malam itu Byanca dan Bimo harus melewati malam yang canggung karena ulah pasangan bucin .
Sementara di lain tempat , Cyrin terus saja tertawa membayangkan apa yang terjadi pada Kakak dan sahabatnya .
" Sayang , apa gak masalah ninggalin mereka berdua gitu ? " tanya Farrel .
" Tidak . Mas Farrel tenang aja . Rencana kali ini pasti berhasil . Mereka berdua itu kebanyakan gengsinya . " ujar Cyrin .
" Kamu yakin , beneran gak akan ada masalah ? " tanya Farrel sekali lagi .
" Mas tenang aja . Rencana Cyrin si Cupid gak bakal gagal kok . " ujar Cyrin sambil tertawa .
Farrel hanya bisa mengusap lembut rambut calon istrinya yang terlihat sangat menggemaskan saat tertawa .
.
.
.
.
.
"Terkadang dia yang dijaga bisa hilang, dia yang dipertahankan bisa pergi, bahkan dia yang seharusnya tidak diharapkan datang."
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue