
Kembali ke Solo .
Pagi ini adalah hari ketiga setelah pesta yang digelar oleh perusahaan milik keluarga Al-Amin .
Cyrin dan Farrel harus rela bangun pagi untuk mengikuti Byanca dan Bimo yang ingin pergi ke pantai .
Setelah meninggalkan Byanca dan Bimo saat camping , kini saatnya pasangan itu harus menuruti semua keinginan Byanca dan Bimo sebagai rangkaian permohonan maaf dari keduanya .
" Rel ... kok adikku yang dibiarin nyetir ? " protes Bimo yang duduk di kursi belakang bersama Byanca .
Sementara Cyrin yang mengemudi dan Farrel duduk disampingnya .
" Tuh kan Yang , aku bilang juga apa . Aku aja yang nyetir . Kamu duduk santai aja , arahin aku kemana jalannya . " ujar Farrel pada Cyrin sebagai jawaban dari pertanyaan Bimo .
" Sssstttt... yang di belakang duduk diam aja deh . Kita tuh harus cepetan sampai sebelum mataharinya terik banget . " ujar Cyrin .
Yah, Byanca dan Bimo memilih tujuan berikutnya ke pantai bukan tanpa alasan . Keduanya sangat mengetahui Cyrin yang sangat anti dengan terik matahari .
Pantai tujuannya adalah pantai Nampu . Sebuah pantai di desa Gunturharjo , Kabupaten Wonogiri.
Setelah menempuh kurang lebih 2 jam perjalanan dari Wonogiri , mereka kini tiba di tujuan mereka .
Hamparan pasir putih dan deburan ombak , menyambut mereka .
Cyrin dan Byanca terlihat sangat bersemangat berlarian di tepi pantai . Cyrin bahkan melupakan teriknya panas matahari setelah merasakan sejuknya angin yang berhembus .
Farrel dan Bimo mengatur perlengkapan mereka.
Bimo menggelar tikar , meletakkan bekal makanan dan tas yang mereka bawa .
Kedua pria yang bersahabat itu memandangi Cyrin dan Byanca yang berlarian kesana kemari. Terkadang Farrel ingin sekali menghentikan aksi Cyrin karena Ia mendapati beberapa pria yang memandang pada wajah cantik calon istrinya itu.
" Rel ... lihatlah mereka berdua , mereka tersenyum bahagia bersama . " Ujar Bimo yang diangguki Farrel .
" Sebenarnya sejak dulu hal itu yang membuatku takut untuk memulai hubungan dengan Byanca . " lanjutnya berkata jujur .
Sejak mereka SMA , Bimo pernah mengatakan jika tertarik pada Byanca . Tapi Ia tidak pernah sama sekali berani untuk menyatakan perasaannya . Dan hari ini akhirnya Farrel akan mengetahui alasannya .
" Apa yang harus ditakuti ? " tanya Farrel .
" Aku hanya takut jika suatu saat hubunganku tidak berjalan baik dengan Byanca , bisa saja hubungan persahabatan keduanya juga akan ikut renggang . Cyrin pasti akan sulit memilih diantara kami berdua . " ujar Bimo .
Farrel tertawa membuat Bimo menatapnya bingung .
" Ha... ha... ha... payah kamu Bim . " Ledeknya .
" Sekarang aku tanya , posisikan dirimu seperti apa yang kamu takutkan selama ini . Bagaimana jika terjadi sesuatu pada hubunganku dan Cyrin ? " tanya Farrel .
Bimo terdiam cukup lama .
" Entahlah . Kalian sudah dewasa , aku akan mendukung keputusan yang terbaik yang kalian pilih . " jawab Bimo .
" Aku yakin Cyrin juga akan bersikap seperti itu Bim . Cyrin cukup dewasa untuk tidak memilih atau memihak salah satu dari kalian . Aku yakin yang dia lakukan adalah mendukung keputusan kalian . " Ujar Farrel .
Farrel kembali tertawa . Sontak saja Ia mendapatkan tatapan tajam dari sahabat yang juga calon kakak iparnya .
" Lucu Bim .... kenapa kamu harus takut dengan hal yang belum tentu terjadi . Tujuanmu memulai hubungan karena ingin berakhir dengan bahagia bersama . Mengapa harus memulai hubungan dan memikirkan bagaimana jika akan berakhir ? " lanjut Farrel .
Bimo mencerna setiap ucapan Farrel .
" Bim .... jangan sembunyi dibalik alasan yang tidak masuk akal seperti itu . Jika kamu suka , kamu cinta , perjuangkan dia , miliki dia , bahagiakan dia . Jangan sampai hanya penyesalan yang kamu dapatkan nantinya . " ujar Farrel .
Saat itu juga terdengar suara Cyrin memanggil sang kekasih .
" Mas... Mas Farrel ... bawain sunblock dan kamera kesini . " Teriak Cyrin .
Farrel mencari barang yang diinginkan Cyrin di dalam tasnya .
" Bim , jangan sia siakan setiap kesempatan . Berhenti menipu hatimu dengan alasan konyol seperti itu . " ujar Farrel sebelum beranjak menghampiri Cyrin .
Dari kejauhan Bimo bisa melihat Farrel yang dengan penuh rasa sayang membantu mengoleskan sunblock pada lengan dan wajah adiknya .
Setelah itu , Farrel dengan sabarnya memotret kedua wanita yang terus saja berpindah tempat kesana kemari untuk mendapatkan hasil foto yang bagus .
__ADS_1
Merasa tenggorokannya kering , Byanca meninggalkan Farrel dan Cyrin yang sedang asik memotret kebersamaan mereka .
Byanca duduk di samping Bimo . Meneguk air mineral untuk menghilangkan dahaganya .
Ia melirik ke arah Bimo yang sejak mereka sampai hanya duduk diam .
" Mas Bim ... are you OK ? " tanya Byanca .
Bimo mengalihkan pandangannya menatap Byanca .
" Ya .... tentu saja . " jawabnya .
" Apa Mas Bimo masih belum bisa melupakan mantan Mas ? Memang akan sulit sih , tapi percaya deh Mas akan mendapat yang lebih baik . " ujar Byanca memberi semangat pada Bimo .
Byanca pikir Bimo terlihat murung karena sedih setelah putus cinta .
Bimo menggeleng . " Aku sudah tidak memikirkan dia By . Hubunganku dengannya harusnya sudah berakhir sejak lama , jika aku saat itu tidak menutup mataku . Entah apa alasanku saat itu , tapi jujur aku tidak pernah mengharapkan hal lebih saat menjalin hubungan dengannya . " jelas Bimo .
" Lalu mengapa Mas terlihat sangat murung , seperti banyak pikiran ? " tanya Byanca .
" Aku menyesali waktu yang kubuang percuma . Aku menyesali kebodohanku yang menghawatirkan hal yang tidak perlu . Aku menyesali sikapku yang telah membuat seseorang yang ku sayangi sejak dulu merasa kecewa . " Ujar Bimo .
Byanca terdiam . Ia memikirkan apa Bimo saat ini membahas mantannya atau wanita lain .
Bimo berdiri , mengulurkan tangannya pada Byanca .
" By .... temani aku jalan jalan yuk . " ajaknya .
Byanca mengabaikan uluran tangan Bimo . Ia berdiri lalu berjalan lebih dulu .
" Baiklah . Ayo ... " ujarnya .
Bimo mempercepat langkahnya menyusul Byanca . Ia merangkul pundak Byanca , menarik wanita itu agar lebih dekat padanya .
Byanca tertegun menerima perlakuan Bimo .
" Jangan melamun , nanti kamu bisa jatuh . "
Teguran Bimo segera mengembalikan kesadaran Byanca .
Byanca sudah berusaha lepas dari rangkulan Bimo , tapi pria itu tetap tak melepaskannya .
Bimo menuntun langkah Byanca ke arah bebatuan yang cukup sepi . Jauh dari kerumunan pengunjung .
Ia duduk di atas salah satu batu dan menepuk tempat kosong disampingnya agar Byanca duduk disana .
" By .... kamu ingat gak dulu kamu pernah bilang sayang sama aku ? " Tanya Bimo .
Byanca diam .
" By .... mengapa aku begitu bodoh dulu menyia nyiakan perasaan tulus dari wanita istimewa sepertimu . " ujar Bimo .
Byanca masih diam . Ia memilih untuk mendengar saja ucapan Bimo .
Bimo menolehkan wajahnya menghadap Byanca.
Dengan lembut Ia menarik dagu Byanca , agar wanita itu juga menatapnya .
" By , apa aku masih boleh berharap bisa mendapatkan kembali rasa sayang itu darimu ? " ujar Bimo sangat lembut .
Deru napas mereka bisa terasa karena posisi wajah mereka yang teramat dekat .
Byanca menelisik ke dalam mata Bimo , dari tatapannya Byanca bisa melihat ada penyesalan di sana .
" Kenapa tiba tiba meminta hal itu ? " tanya Byanca .
__ADS_1
" Karena aku sadar aku sudah sangat bodoh . " jawabnya .
" By , sejak dulu aku juga menyukaimu . Gadis SMP yang berani menyatakan cintanya padaku . Aku tidak bisa bohong jika saat itu aku juga berharap bisa menerima perasaanmu . Tapi aku ragu , ku pikir kita masih terlalu muda untuk menjalin hubungan . " ujar Bimo .
" By ... bolehkah aku jujur tentang sesuatu ? " tanya Bimo .
Byanca mengangguk .
" Jika dulu aku menyakitimu karena menolak perasaanmu . Apakah kamu percaya jika aku juga tersakiti karena mencintaimu dalam diam ? " ujarnya .
" Penolakanku saat itu karena kebodohanku yang tidak beralasan . Aku tak ingin persahabatanmu dengan Cyrin akan renggang jika hal buruk terjadi pada hubungan kita . " lanjutnya .
" Aku tahu , di situlah kebodohanku karena menghawatirkan hal yang belum tentu terjadi . " ujar Bimo sambil menertawai dirinya sendiri .
Bimo turun dari batu yang Ia duduki .
Berdiri menatap hamparan laut dengan deburan ombak yang cukup kuat .
" By , wanita wanita yang ku akui sebagai kekasihku dulu pada Cyrin adalah wanita fiktif . Mereka tidak nyata . Aku sengaja berbohong agar Cyrin berhenti mendekatkan kita berdua . Bukan karena aku tak punya perasaan padamu , tapi karena aku tak ingin rasaku padamu semakin dalam . " Ujar Bimo .
" Lalu bagaimana dengan wanita yang menunggumu di hotel malam itu ? " tanya Byanca .
Bimo berbalik ,berdiri tepat di hadapan Byanca .
Menatap wajah cantik Byanca dari dekat .
" Kecuali yang satu itu . Dia salah satu teman baikku di kampus . Kami memutuskan untuk memulai hubungan karena saat itu dia juga baru saja putus dari kekasihnya , sedang yang dia tahu aku sudah lama menyayangi seseorang diam diam . Kami berpacaran dengan dalih agar bisa mengobati luka masing masing . Namun ternyata tidak berhasil . " jawab Bimo .
" Aku berani bersumpah By , malam itu aku hanya berjanji untuk mengantarnya pulang dari sebuah acara yang Ia hadiri di hotel . Hanya saat menerima teleponnya , kamu salah paham dan aku tidak punya kesempatan untuk menjelaskan semuanya padamu . " ujar Bimo .
Byanca mengalihkan pandangannya . Ia merenungi kesalahannya saat itu . Seandainya saja dia bisa sedikit meredam emosinya , memberikan Bimo kesempatan untuk menjelaskan semuanya .
Apa mungkin saat ini cerita mereka akan berbeda .
Bimo membiarkan Byanca diam dalam pikirannya . Sebelum akhirnya Byanca kembali menatap Bimo yang berdiri tepat di hadapannya.
" Maaf saat itu aku emosi . Aku tidak berpikir untuk memberi Mas kesempatan untuk menjelaskan semuanya . Aku hanya takut kecewa lagi saat itu . " ujar Byanca dengan mata yang mulai berkaca kaca .
Bimo menangkup wajah mungil Byanca dengan kedua tangannya .
" By ... semua sudah berlalu . Sekarang kita sudah sama sama dewasa . Bolehkah sekarang aku minta agar kita berdua lebih jujur dengan perasaan kita masing masing ? "
Byanca menggeleng . Entah apa dia bisa mengeluarkan kembali perasaan untuk Bimo yang telah lama Ia kurung di dalam hatinya .
" Please By .... beri aku satu kesempatan . Beri aku waktu untuk buktikan padamu jika perasaanku padamu sejak dulu memang ada . Please By , sekarang aku tidak ingin lagi menjadi bodoh , menyia nyiakan waktuku untuk menghawatirkan hal yang belum tentu terjadi . " ujar Bimo .
" Ku mohon By , izinkan aku untuk membuatmu kembali mencintaiku . "
Permintaan Bimo terdengar sangat putus asa sekaligus tulus membuat Byanca tak kuasa menahan air matanya .
Byanca akhirnya mengangguk .
Bimo memeluk Byanca , berterimakasih karena wanita itu memberinya kesempatan . Kini waktunya Ia yang akan berjuang mendapatkan kepercayaan dari Byanca .
Byanca membalas pelukan Bimo . Hari ini Ia akan rela jika harus menjadi bodoh lagi . Mempercayai ucapan Bimo yang berjanji akan meyakinkannya mengenai perasaan yang telah lama Ia pendam .
" Aku ingin bahagia , mungkin sekarang adalah saatnya aku melepaskan rasa kecewaku padamu . " Batin Byanca .
.
.
.
.
"True love doesn't have a happy ending. It doesn't have an ending at all."
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue