
Farrel dengan berat hati harus merelakan kesempatan berduaan dengan Cyrin malam ini .
Dibayangannya , malam ini Ia bisa menikmati masakan nikmat Cyrin yang membuat makan malamnya dengan sang kekasih menjadi lebih romantis .
Namun sayang saat mereka tiba di apartemen Cyrin , Byanca dan Marsha sudah duduk manis di Sofa ruang utama sambil menonton TV .
" Kalian , kok disini sih ? " tegur Cyrin yang juga merasa kecewa dengan kehadiran kedua sahabatnya .
(Maaf yee bukan gak setia kawan , lagi kasmaran maunya berduaan mulu )
" Nungguin kamu balik lah , kita kan penasaran sama ..... " ucapan Marsha terhenti karena melihat sosok pria yang mendekat .
" Ohh. . Ada Pak CEO juga yah ... " sambungnya .
" Wahh lengkap deh jadinya .. rencananya kami ingin rayain lepasnya status jomblo kamu Rin . Tapi karena Kak Farrel di sini juga sekalian bisa ikut gabung juga . " Ucap Byanca .
Kedua pasangan baru itu hanya tersenyum malu malu .
" Ya udah , aku masak dulu yah . " Pamit Cyrin .
" Mas duduk dulu , aku tinggal bentar yah . " lanjutnya menatap Farrel .
" Gak usah masak Rin . Tadi kita udah mampir beli makanan , tapi sepertinya udah dingin deh kelamaan nungguin kamu . " Sambar Byanca .
Ke empatnya lalu berpindah dari ruang utama menuju meja makan .
" Kalian beli makanan sebanyak ini ? " tanya Cyrin .
Byanca melirik Marsha , " Yah ginilah kalau beli makanan sama orang yang lapar mata bukan lapar perut . "
" Paling juga bentar habis . Udah yok makan . " Elak Marsha yang sadar jika ucapan Byanca tadi ditujukan untuknya .
Keempatnya lalu makan malam bersama diiringi dengan obrolan . Bukan obrolan lebih tepatnya ledekan dari Marsha dan Byanca . Keduanya tak berhenti menggoda Cyrin membuat wanita itu terus saja merona .
Belum lagi jika Farrel sudah bersikap romantis , misalnya membantu Cyrin menuangkan air minum atau membersihkan noda saus di bibir kekasihnya itu . Sontak saja dua wanita jomblo itu langsung menyoraki pasangan baru dengan heboh .
Malam semakin larut , setelah membantu Cyrin memasukkan barang belanjaan ke dalam lemari pendingin Farrel berniat pamit pulang pada Cyrin .
" Ya udah , aku pamit pulang yah . Kamu istirahat . " Ucap Farrel yang diangguki Cyrin .
Cyrin mengantar Farrel sampai di depan pintu apartemen tanpa melepas tautan tangan mereka .
Sebenanrnya keduanya masih enggan berpisah . Rasanya waktu berduaan masih kurang .
( maklumin yah readers , pasangan baru emang gitu . )
" Beneran udah mau balik Mas ? " tanya Cyrin .
" Iya . Gak enak ada teman kamu , pasti mereka gak leluasa ngobrolnya kalau ada aku . "
" Maaf yah Mas , aku beneran gak tahu . Mereka gak ngomong kalau mau mampir . " ucap Cyrin .
" Gak masalah , waktu kita masih banyak . "
Farrel sudah keluar dari pintu diikuti Cyrin di belakangnya .
" Besok pagi Mas jemput . Kamu tidurnya jangan kemalaman yah . " pamit Farrel sekali lagi sambil mengelus lembut pipi mulus Cyrin .
" Aku berangkat ke kantor sendiri aja Mas , ngerepotin Mas nanti . "
" Gak Ngerepotin kok . Aku merasa lebih tenang kalau aku sendiri yang nganter kamu karena aku tahu kamu kemana . "
" Mas gak percaya sama aku ? Kenapa Mas mau menjalin hubungan kalau tidak bisa percaya . Mas masih meragukan perasaan aku ? " Cecar Cyrin yang salah paham dengan ucapan Farrel .
Farrel menghela napasnya , Ia tidak menjawab pertanyaan Cyrin . Ia lebih memilih menghentikan ocehan wanita itu dengan ciuman dan pagutan pagutan mesra di bibir manis Cyrin .
Cyrin awalnya terkejut namun akhirnya mulai terbuai . Ia mulai membalas ciuman Farrel dan tangannya sudah berpegangan pada lengan Farrel .
Hingga akhirnya keduanya harus melepaskan pagutan mereka saat terdengar dehaman dari seorang pria paruh baya yang lewat di lorong apartemen itu .
__ADS_1
Farrel dan Cyrin jadi salah tingkah . Rasanya seperti murid yang kepergok membolos sekolah saja . Mereka berdua saling tatap , lalu tertawa bersamaan saat menyadari apa yang mereka lakukan barusan .
Farrel mengusap lembut bibir Cyrin yang masih sedikit basah , " aku begitu mencintaimu dan percaya padamu makanya aku sangat ingin menjagamu . " Ucapnya lembut .
Cyrin mengangguk . Mereka berpelukan sekali lagi sebelum akhirnya Farrel benar benar berjalan menjauh menuju lift .
Hari ini Cyrin benar benar bahagia . Ia ingin menghubungi Mas Bimo untuk menyampaikan kabar bahagia ini , namun harus tertunda karena Cyrin masih harus menghadapi interogasi dari dua sahabatnya yang tengah menunggu .
Keesokan harinya Cyrin mengawali hari dengan sangat ceria . Disambut dengan pesan romantis saat pertama membuka mata yang pengirimnya tak lain adalah Farrel .
Kemudian sarapan pagi yang terasa berbeda dengan status baru keduanya . Selama perjalanan tangan mereka saling menggenggam seolah tak ingin berjauhan .
Lalu saat tiba di kantor , sebelum Cyrin turun dari mobil Farrel tak lupa memberikan kecupan sayang di kening dan bibir yang makin menambah semangatnya untuk bekerja .
" Auranya yang punya pacar emang beda yah ... senyum mulu . " Ledek Marsha yang kubikelnya memang bersebelahan dengan Cyrin .
" Sirik aja kamu . Buruan cari pacar juga . " Balas Cyrin dengan berbisik .
Candaan keduanya terhenti tatkala Angga menghampiri kubikel mereka .
" Belum Pak . Memangnya Olla izin kenapa Pak ? " tanya Marsha ingin tahu .
Angga terlihat memijit keningnya yang sebenarnya tidak sakit .
" Katanya izin untuk merawat Pak Nino di rumah sakit . " Jawab Angga .
" Ya udah kalian bisa lanjutkan pekerjaan kalian . Tolong bantu handle pekerjaan Olla sebagian yah . Maaf harus merepotkan kalian berdua tapi minggu ini tim kita sungguh sangat banyak pekerjaan . " lanjutnya .
Cyrin dan Marsha hanya bisa mengangguk dan mengiyakan permintaan atasannya .
Kemudian dengan tenang dan fokus Cyrin melanjutkan pekerjaannya , berbeda dengan Marsha yang terus mengomeli Olla .
" Hussttt ... berisik tau gak . Nanti kamu omelin pas orangnya ada dong , beraninya ngomel dibelakang Olla . " Tegur Cyrin .
" Hehehehehe ... iya lah beraninya di belakang . Kalau dia lapor bapaknya kan bahaya , bisa bisa aku harus say good bye . " jawab Marsha sambil nyengir .
__ADS_1
Ponsel Cyrin bergetar mengalihkan perhatian empunya yang kini sedang fokus menatap layar monitor komputer .
Segera Cyrin menerima panggilan telepon yang masuk pada ponselnya .
" Halo Mas Bim .... tahu aja kalau ada yang Cyrin mau omongin . " ucap Cyrin .
" Nerima telepon harusnya salam dulu Dek, tanyain kabar dulu , ini langsung nyambar aja . " Ledek kakaknya .
Cyrin hanya merespon dengan tertawa .
" Tapi ngobrolnya lain waktu aja yah dek , mas sebenarnya masih harus meeting sekarang . Cuma mau ingetin kamu , jangan lupa loh hari minggu nanti ulang tahun perusahaan . Kamu sudah janji akan hadir . "
Mata Cyrin membulat . Sungguh Ia melupakan hal tersebut .
" Tapi Mas , "
" Gak ada tapi tapi . Gak ada alasan lagi , sekarang kamu sudah dewasa . Sudah waktunya kamu dikenal sebagai salah satu pewaris di keluarga Al Amin . " tegas Bimo sebelum Ia mengakhiri panggilan teleponnya .
Cyrin menghela napas .
" Apa boleh yah ngajuin cuti kalau kerjaan lagi banyak gini . Semoga bisa selesai tepat waktu . " keluh Cyrin lirih .
.
.
.
.
.
.
" *We love the things we love for what they are." - Robert Frost*
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1