My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 63 . Cuti


__ADS_3

Farrel dengan berat hati harus merelakan kesempatan berduaan dengan Cyrin malam ini .


Dibayangannya , malam ini  Ia bisa menikmati masakan nikmat Cyrin  yang membuat makan malamnya dengan sang kekasih menjadi lebih romantis  .


Namun sayang saat mereka tiba di apartemen Cyrin , Byanca dan Marsha sudah duduk manis di Sofa ruang utama sambil menonton TV .


" Kalian , kok disini sih ? " tegur Cyrin yang juga merasa kecewa dengan kehadiran kedua sahabatnya .


(Maaf yee bukan gak setia kawan , lagi kasmaran maunya berduaan mulu )


" Nungguin kamu balik lah , kita kan penasaran sama ..... " ucapan Marsha terhenti karena melihat sosok pria yang mendekat .


" Ohh. . Ada Pak CEO juga yah ... " sambungnya .


" Wahh lengkap deh jadinya .. rencananya kami ingin rayain lepasnya status jomblo kamu Rin . Tapi karena Kak Farrel di sini juga sekalian bisa ikut gabung juga . " Ucap Byanca .


Kedua pasangan baru itu hanya tersenyum malu malu .


" Ya udah , aku masak dulu yah . " Pamit Cyrin .


" Mas duduk dulu  , aku tinggal bentar yah . " lanjutnya menatap Farrel .


" Gak usah masak Rin . Tadi kita udah mampir beli makanan , tapi sepertinya udah dingin deh kelamaan nungguin kamu . " Sambar Byanca .


Ke empatnya lalu berpindah dari ruang utama menuju meja makan .


" Kalian beli makanan sebanyak ini ? " tanya Cyrin .


Byanca melirik Marsha , " Yah ginilah kalau beli makanan sama orang yang lapar mata bukan lapar perut . "


" Paling juga bentar habis . Udah yok makan . " Elak Marsha yang sadar jika ucapan Byanca tadi ditujukan untuknya .


Keempatnya lalu makan malam bersama diiringi dengan obrolan . Bukan obrolan lebih tepatnya ledekan dari Marsha dan Byanca . Keduanya tak berhenti menggoda Cyrin membuat wanita itu terus saja merona .


Belum lagi jika Farrel sudah bersikap romantis , misalnya membantu Cyrin menuangkan air minum atau membersihkan noda saus di bibir kekasihnya itu . Sontak saja dua wanita jomblo itu langsung menyoraki pasangan baru dengan heboh .


Malam semakin larut , setelah membantu Cyrin memasukkan barang belanjaan ke dalam lemari pendingin Farrel berniat pamit pulang pada Cyrin .


" Ya udah , aku pamit pulang yah . Kamu istirahat . " Ucap Farrel yang diangguki Cyrin .


Cyrin mengantar Farrel sampai di depan pintu apartemen tanpa melepas tautan tangan mereka .


Sebenanrnya keduanya masih enggan berpisah . Rasanya waktu berduaan masih kurang .


( maklumin yah readers , pasangan baru emang gitu . )


" Beneran udah mau balik Mas ? " tanya Cyrin .


" Iya . Gak enak ada teman kamu , pasti mereka gak leluasa ngobrolnya kalau ada aku . "


" Maaf yah Mas , aku beneran gak tahu . Mereka gak ngomong kalau mau mampir . " ucap Cyrin .


" Gak masalah , waktu kita masih banyak . "


Farrel sudah keluar dari pintu diikuti Cyrin di belakangnya .


" Besok pagi Mas jemput . Kamu tidurnya jangan kemalaman yah . " pamit Farrel sekali lagi sambil mengelus lembut pipi mulus Cyrin .


" Aku berangkat ke kantor sendiri aja Mas , ngerepotin Mas nanti . "


" Gak Ngerepotin kok . Aku merasa lebih tenang kalau aku sendiri yang nganter kamu karena aku tahu kamu kemana . "


" Mas gak percaya sama aku ? Kenapa Mas mau menjalin hubungan kalau tidak bisa percaya . Mas masih meragukan perasaan aku ? " Cecar Cyrin yang salah paham dengan ucapan Farrel .


Farrel menghela napasnya , Ia tidak menjawab pertanyaan Cyrin . Ia lebih memilih menghentikan ocehan wanita itu dengan ciuman dan pagutan pagutan mesra di bibir manis Cyrin .


Cyrin awalnya terkejut namun akhirnya mulai terbuai . Ia mulai membalas ciuman Farrel dan tangannya sudah berpegangan pada lengan Farrel .


Hingga akhirnya keduanya harus melepaskan pagutan mereka saat terdengar dehaman dari seorang pria paruh baya yang lewat di lorong apartemen itu .

__ADS_1


Farrel dan Cyrin jadi salah tingkah . Rasanya seperti murid yang kepergok membolos sekolah saja . Mereka berdua saling tatap , lalu tertawa bersamaan saat menyadari apa yang mereka lakukan barusan .


Farrel mengusap lembut bibir Cyrin yang masih sedikit basah , " aku begitu mencintaimu dan percaya padamu makanya aku sangat ingin menjagamu . " Ucapnya lembut .


Cyrin mengangguk . Mereka berpelukan sekali lagi sebelum akhirnya Farrel benar benar berjalan menjauh menuju lift .


Hari ini Cyrin benar benar bahagia . Ia ingin menghubungi Mas Bimo untuk menyampaikan kabar bahagia ini , namun harus tertunda karena Cyrin masih harus menghadapi interogasi dari dua sahabatnya yang tengah menunggu .




Keesokan harinya Cyrin mengawali hari dengan sangat ceria . Disambut dengan pesan romantis saat pertama membuka mata yang pengirimnya tak lain adalah Farrel .



Kemudian sarapan pagi yang terasa berbeda dengan status baru keduanya . Selama perjalanan tangan mereka saling menggenggam seolah tak ingin berjauhan .



Lalu saat tiba di kantor , sebelum Cyrin turun dari mobil Farrel tak lupa memberikan kecupan sayang di kening dan bibir yang makin menambah semangatnya untuk bekerja .



" Auranya yang punya pacar emang beda yah ... senyum mulu . " Ledek Marsha yang kubikelnya memang bersebelahan dengan Cyrin .



" Sirik aja kamu . Buruan cari pacar juga . " Balas Cyrin dengan berbisik .



Candaan keduanya terhenti tatkala Angga menghampiri kubikel mereka .




" Belum Pak . Memangnya Olla izin kenapa Pak ? " tanya Marsha ingin tahu .



Angga terlihat memijit keningnya yang sebenarnya tidak sakit .



" Katanya izin untuk merawat Pak Nino di rumah sakit . " Jawab Angga .



" Ya udah kalian bisa lanjutkan pekerjaan kalian . Tolong bantu handle pekerjaan Olla sebagian yah . Maaf harus merepotkan kalian berdua tapi minggu ini tim kita sungguh sangat banyak pekerjaan . " lanjutnya .



Cyrin dan Marsha hanya bisa mengangguk dan mengiyakan permintaan atasannya .



Kemudian dengan tenang dan fokus Cyrin melanjutkan pekerjaannya , berbeda dengan Marsha yang terus mengomeli Olla .



" Hussttt ... berisik tau gak . Nanti kamu omelin pas orangnya ada dong , beraninya ngomel dibelakang Olla . " Tegur Cyrin .



" Hehehehehe ... iya lah beraninya di belakang . Kalau dia lapor bapaknya kan bahaya , bisa bisa aku harus say good bye . " jawab Marsha sambil nyengir .


__ADS_1


Ponsel Cyrin bergetar mengalihkan perhatian empunya yang kini sedang fokus menatap layar monitor komputer .



Segera Cyrin menerima panggilan telepon yang masuk pada ponselnya .



" Halo Mas Bim .... tahu aja kalau ada yang Cyrin mau omongin . " ucap Cyrin  .



" Nerima telepon harusnya salam dulu Dek, tanyain kabar dulu , ini langsung nyambar aja . " Ledek kakaknya .



Cyrin hanya merespon dengan tertawa .



" Tapi ngobrolnya lain waktu aja yah dek , mas sebenarnya masih harus meeting sekarang . Cuma mau ingetin kamu , jangan lupa loh hari minggu nanti ulang tahun perusahaan . Kamu sudah janji akan hadir . "



Mata Cyrin membulat . Sungguh Ia melupakan hal tersebut .



" Tapi Mas , "



" Gak ada tapi tapi . Gak ada alasan lagi , sekarang kamu sudah dewasa . Sudah waktunya kamu dikenal sebagai salah satu pewaris di keluarga Al Amin . " tegas Bimo sebelum Ia mengakhiri panggilan teleponnya .



Cyrin menghela napas .



" Apa boleh yah ngajuin cuti kalau kerjaan lagi banyak gini . Semoga bisa selesai tepat waktu . " keluh Cyrin  lirih .



.


.


.


.


.


.


" *We love the things we love for what they are." - Robert Frost*


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2