My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 87 . Menemukan pelaku


__ADS_3

Beberapa jam telah berlalu namun terasa lebih lama dan menyesakkan bagi Farrel .


Sejak Cyrin dipindahkan ke ruang perawatan , Farrel terus setia duduk di samping brankar untuk menunggunya  kembali membuka mata .


Sekarang sudah hari kedua sejak Cyrin mulai  dirawat , tapi belum ada tanda tanda Ia akan kembali sadar .


Bimo dan kedua orang tuanya segera  berangkat ke Jakarta saat kemarin menerima kabar dari Daffin .


Semalam Farrel dan Bimo yang menjaga Cyrin di rumah sakit , sedang para orang tua kembali ke rumah untuk beristirahat .


Bimo merasa kasihan pada Farrel sahabatnya . Sejak kemarin Ia hanya akan meninggalkan tempat duduknya jika harus ke toilet atau saat mengisi perutnya .


Ceklek .


Pintu ruang perawatan terbuka lalu masuklah orang tua Farrel dan orang tua Cyrin .


Mama Anin menghampir Farrel , memberikan papper bag berisi pakaian bersih untuknya .


" Nak , pergilah bersihkan tubuhmu . Ganti pakaianmu , Mama sudah siapkan semuanya. "


Farrel menerima papper bag pemberian Mama Anin . Kembali Ia menatap pada calon istrinya yang masih betah menutup matanya .


" Kamu sudah terlalu lama tertidur sayang , " ujarnya .


" Ku mohon bangunlah sayang . " Ucapan Farrel diiringi sedikit isakannya .


Ia memberikan kecupan di kening Cyrin sebelum akhirnya menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya .


Ibu Hindun menggantikan posisi Farrel . Duduk di samping brankar , sesekali Ia akan mengelus surai lembut putrinya .


Air mata tertampung di pelupuk matanya , berusaha Ia tahan agar tak tumpah .


Masih jelas di ingatannya bagaimana dulu putrinya pernah tidak sadarkan diri berhari hari . Dan kejadian itu kini bagai terulang lagi .


" Cyrin pasti akan baik baik saja Bu , " ujar Pak Ibrahim menguatkan istrinya .


" Semoga sakitnya kali ini bisa menjadi penghapus dosa baginya . Kita doakan saja semoga putri kita cepat sadar . "


Semua orang di ruangan yang mendengar ucapan Pak Ibrahim segera mengaminkan .


" Apa dokter sudah datang memeriksa lagi ? " tanya Papa Jatmika .


" Belum Om , " jawab Bimo .


" Hasil tes laboratorium Cyrin semuanya baik . Tapi berdasarkan rekam medis Cyrin , hari ini akan ada psikiater yang memeriksanya . "


Mengenai masa lalu Cyrin , Bimo dan Farrel sudah menjelaskan pada kedua orang tua Farrel . Mama Anin tak berhenti menangis saat mendengar rentetan kejadian yang menimpa calon menantunya .


Farrel akhirnya keluar dari kamar mandi . Kini pria itu tampak lebih segar . Walau kesedihan masih sangat jelas nampak dari sorot matanya .


" Nak , makan dulu . " Ibu Hindun berdiri dari duduknya , menarik Farrel agar duduk disampingnya pada sofa .


Ibu Hindun membuka dua kotak bekal yang Ia siapkan .


" Ini untuk kamu , " ujarnya sembari memberi Farrel satu kotak .


" Dan ini juga untuk kamu . " Ibu Hindun memberi satu kotak lagi pada Bimo .


" Makanlah Nak . Kamu harus sehat , perlu tenaga untuk terus menemani Cyrin . " Ibu Hindun kini menepuk lembut pundak calon menantunya .


" Terimakasih Bu , " balas Farrel .


Papa Jatmika dan Mama Anin sungguh terharu melihat sikap Ibu Hindun pada putra mereka .


Mereka senang , karena Farrel tidak hanya mendapatkan calon istri yang sangat baik . Tapi juga Farrel mendapatkan calon mertua yang sangat penyayang .



Tak berselang lama , dua orang dokter dan dua orang perawat datang untuk memeriksa Cyrin .



Salah satunya adalah dokter yang merawat Cyrin saat di UGD .



" Pagi semuanya . " Sapanya ramah .

__ADS_1



" Saya datang bersama Dokter Rasya . " Dokter yang ditunjuk bernama Rasya itu tersenyum .



" Dokter Rasya ini adalah salah satu psikiater hebat di rumah sakit kami . "  Jelasnya .



Dokter Rasya mendekat ke brankar Cyrin , lalu melakukan beberapa pemeriksaan .



" Bagaimana keadaan tunangan saya dok ? " tanya Farrel tak sabar .



" Baiklah , saya sudah menerima dan mempelajari rekam medis pasien . Bisa saja trauma di masa lalunya menjadi penyebab mengapa sampai saat ini pasien belum sadar . " Jelasnya perlahan agar lebih mudah dipahami .



" Saya butuh informasi mengenai apa saja kegiatan pasien yang mungkin saja bisa memicu trauma itu muncul kembali . "



Farrel mendengarkan penjelasan dokter dengan seksama .



" Saya bersamanya malam itu . Saya baru pergi meninggalkannya saat Ia sudah tertidur . Dan saat itu Cyrin terlihat baik baik saja . Tidak ada tindakan dan ucapan yang aneh menurutku . "


Farrel mengulang kembali rentetan kejadian malam itu .



Tiba-tiba Daffin datang dan menginterupsi Farrel yang sedang bicara pada dokter .




" Anda harus melihat apa yang tertulis di kertas ini . Kami temukan pada tempat sampah di kamar mandi , " ujar Daffin .



Farrel menerima selembar kertas yang diberikan Daffin . Matanya membulat saat membaca apa yang tertulis di sana .



" Dari mana Cyrin mendapatkan ini ? " gumamnya .



Kertas itu kini berpindah ke Dokter Rasya , lalu beralih ke Bimo dan para orang tua .



" Mungkin surat ini adalah pemicunya . " Jelas Dokter Rasya .



" Lalu apa yang harus kami lakukan Dok ? "



" Kondisi pasien cukup baik dan stabil . Anda sebagai orang terdekatnya sering seringlah berbicara di dekatnya , hal itu juga cukup membantu untuk menstimulasi pasien . " Dokter Rasya memberikan sarannya .



" Kita tunggu sampai besok , jika masih belum ada perkembangan makan akan dilakukan tindakan medik . "  Lanjutnya .



Farrel mengangguk , Ia mengerti dan menyetujui saran dari Dokter Rasya .


__ADS_1


Setelah para dokter dan perawat meninggalkan ruang perawatan , Farrel , Bimo , dan Daffin juga keluar dari sana .


Mereka menuju kantin untuk membahas mengenai kertas yang dibawa Daffin .


Dua orang pengawal yang saat itu berjaga di apartemen Cyrin juga menyusul ke kantin .


" Jelaskan padaku apa saja yang kalian kerjakan saat ku perintahkan mengawasi apartemen tunanganku hah? " bentak Farrel pada kedua pengawal .


" Ma..af Tu..an . Tapi sungguh selama kami menjaga tak ada yang datang mengunjungi apartemen Nona . Baik saat Nona ada di apartemen atau saat Nona tidak di sana . " Ujar salah satu pengawal .


" Pak ... tenang dulu , " Daffin menenangkan bosnya .


" Saya sudah periksa CCTV apartemen . Sesaat setelah Anda dan Nona masuk ke apartemen , mereka berdua terlihat pergi menjauh . " Ujar Daffin sambil menatap kedua pengawal .


" Aku yang menyuruh mereka untuk istirahat dan makan . Ku pikir tak apa karena ada aku saat itu . " Jelas Farrel .


Kedua pengawal bernapas lega . Bosnya mengucapkan hal yang sama seperti apa yang mereka jelaskan tadi pada Daffin .


" Tapi tak lama setelah pengawal pergi , seorang sekuriti mengunjungi apartemen Nona . " Lanjut Daffin .


" Selain sekuriti itu tidak ada lagi yang datang sampai sampai Anda pulang , dan kembali paginya . "


" Kamu sudah temukan sekuriti itu ? " kini Bimo yang bertanya pada Daffin .


" Sudah Pak . "


" Menurut informasi dari sekuriti , surat itu di titipkan oleh seorang pria . Yang paling Ia ingat di punggung tangan kanan pria itu ada tatto bergambar sebilah pisau . " Jelas  Daffin .


" Yang menarik , keterangan sekuriti sama dengan keterangan yang diberi oleh pelayan restauran . Berarti pria yang memberi bunga dan surat ini adalah orang yang sama . "


Farrel menyeringai . " Kamu sudah menemukan pria bertatto itu ? "


Daffin mengangguk , " sudah Pak . "


" Dia adalah supir pribadi Pak Pratama rekan bisnis anda . Pemilik PH entertainment . "


Daffin menjawab dengan yakin . Orang suruhannya sudah memastikan hal ini . Beberapa foto pria itu juga Daffin tunjukkan .


" Memangnya kamu ada masalah dengan orang ini Rel ? " tanya Bimo .


Wajah Farrel memerah . Ia meremas foto yang ada di tangannya .


" Pak Pratama tidak punya masalah denganku . Pasti wanita simpanan pria itu yang berani melakukan semua ini . " Ujar Farrel .


" Wanita ? Siapa ? " tanya Bimo lagi masih tak mengerti siapa yang dimaksud Farrel .


" Aurora . " Jawabnya singkat .


" Hah ??? Sialan ... dasar wanita jal*ng . " Umpat Bimo .


.


.


.


.


.


.


" Haters only hate the things they can't have and the people they can't be. "


(Pembenci hanya membenci hal-hal yang tidak bisa mereka miliki dan orang-orang yang tidak bisa mereka miliki.)


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2