My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 113. Propose


__ADS_3

“Teruntuk kamu yang kelak menjadi pendampingku, teruntuk kamu yang kelak kupanggil dengan sebutan istri, teruntuk kamu yang kelak akan menjadi temanku.”


“Sayangku, aku memintamu menjadi temanku, bukan teman yang biasa, bukan teman yang bisa datang dan pergi sesuka hati, bukan teman yang bisa datang saat suka dan pergi saat duka. Tapi teman yang akan menemaniku selama sisa hidupku.”


“Teruntuk kamu yang kelak menjadi pendampingku, teruntuk kamu yang kelak kupanggil dengan sebutan istri, teruntuk kamu yang kelak bukan lagi aku atau kamu, tapi kita.”


“Sayangku, kamu yang paling tahu jika aku paling takut untuk berjanji. Karena itu aku tak akan berjanji tapi aku akan berusaha, berusaha menjadi Imam yang pantas menuntunmu ke surga. Aku akan berusaha menjadi suami yang dapat kau kagumi, kau banggakan, dan akan mencintaimu seutuhnya. Aku akan menjadi ayah yang dapat menjadi panutan bagimu dan anak-anak kita kelak.”


“Jadi kumohon tetaplah mencintaiku dan berjalan berdampingan denganku sampai maut memisahkan kita.”


♡ Calon teman hidupmu , Farrel Antoine Jatmika.


♡♡♡♡♡♡♡


“Teruntuk kamu yang kelak menjadi pendampingku, teruntuk kamu yang kelak kupanggil suami, teruntuk kamu yang sempurna bagai Ken.”


“Sayangku, bisakah luangkan waktumu sesaat untuk mendengarkan pengakuanku? Aku bukanlah Barbie untuk Ken. Aku hanya wanita biasa, wanita yang terlahir tidak sempurna, memiliki masa lalu yang kelam dan penuh kepahitan. Aku adalah penggambaran sempurna dari ungkapan ‘Dont judge a book by the cover, cause isn’t all’, jadi masihkah kau nekat memintaku menjadi istrimu?”


“Teruntuk kamu yang kelak menjadi pendampingku, teruntuk kamu yang kelak kupanggil suami, teruntuk kamu yang akan menjadi satu-satunya kekasih halalku.”


“Sayangku, Terimakasih telah memilihku meski aku datang padamu dengan segala kepahitan masa laluku dan keburukkan sikapku. Terimakasih telah menjadi lelaki paling sabar dalam menerimaku dan menghadapiku. Terimakasih telah menjadi pelabuhan hatiku. Terimakasih karena telah bersedia menjadi ayah dari anak-anakku kelak. Aku selalu bersyukur pada Tuhan atas kamu untukku.”


“Jadi kumohon , tetaplah mencintaiku sebagaimana awalnya kita jatuh cinta satu kepada yang lain. Tetaplah menjadi sosok lelaki yang kukagumi, kubanggakan dan kucintai. Tetaplah bersamaku melewati sepak terjang dunia ini dan menjadi teman seumur hidupku.”


♡ Calon Ibu dari anak-anakmu, Cyrinda gayatri Al Amin.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


“Yang, aku bahkan belum bilang ke Bapak atau Ibu jika hari ini aku tidak pulang,” ucap Cyrin.


Ia kembali beralasan agar Farrel menghentikan niatnya untuk bermalam bersama .


Sebenarnya bukan hal yang baru bagi sepasang kekasih ini untuk menghabiskan waktu semalaman bersama.


Namun bagi Cyrin, malam ini sikap Farrel sedikit berbeda. Sejak awal film dimulai, Farrel terlihat lebih banyak gelisah dan selalu berakhir dengan bermain ponsel.


“Nanti aku aja yang hubungin Bapak dan Ibu. Lagian gak bilangpun mereka juga gak bakal tau Sayang,” balas Farrel.


Cyrin hanya bisa pasrah saja, baru kali ini kekasihnya ini sedikit memaksanya, Farrel akan selalu memiliki jawaban atas bermacam-macam penolakan Cyrin.


“Apa jangan-jangan kamu udah gak cinta aku lagi yah sayang?” tanya Farrel.


Pertanyaan itu membungkam bibir Cyrin yang hendak menolak lagi ajakan Farrel untuk menghabiskan malam ini di apartemen pria itu.


Sayang, harapan Cyrin nampaknya harus pupus saat Farrel mulai melajukan mobilnya memasuki halaman sebuah kompleks apartemen mewah miliknya.


Keduanya jalan beriringan memasuki lift yang akan membawa mereka ke lantai teratas pada gedung bertingkat ini.

__ADS_1


“Sayang, sebenarnya aku ada kejutan untukmu, tapi bisakah kamu menutup matamu?” pinta Farrel.


Cyrin mengangguk patuh, lalu Farrel menggunakan dasinya untuk menutupi mata kekasihnya.


Dengan mata tertutup, Cyrin semakin gugup. Sebenarnya kondisi ini cukup tak nyaman baginya, ada sedikit kecemasan yang Ia rasakan.


Farrel yang menyadari hal itu segera memeluk Cyrin.


“Tenanglah sayang, selama bersamaku kamu akan aman.” Ucapnya.


Tak lama lift berhenti dan pintunya terbuka.


Farrel menuntun Cyrin yang matanya masih tertutup menuju ke bagian luar rooftop.


Angin menyambut Cyrin dan menerpa kulitnya, membuat Ia semakin penasaran kemana Farrel membawanya.


“Sayang, kita di mana? Kok dingin banget sih yang.” Keluhnya.


“Sabar sayang, kita di rooftop. Sekarang kamu berdiri di sini, jangan kemana-mana, hitungan ke tiga kamu boleh buka mata yah,” titah Farrel.


Cyrin mengangguk tanda Ia paham.


Farrel segera berlari ke tempat di mana Ia harus berdiri menunggu sang pujaan hati menghampirinya.


Farrel segera mengeluarkan kotak bludru berwarna merah dari saku jasnya.


Membuka kotak agar benda berkilau di dalamnya bisa terlihat.



Mawar merah terangkai dengan indah membentuk dua kata yang akan mengubah jalan cerita hidup Farrel dan Cyrin. “MARRY ME,” ejanya dalam hati dengan air mata yang luruh tanpa permisi.


Kakinya Ia tapakkan di atas karpet dengan bunga mawar dan lilin di sisi kanan dan kirinya. Jalan yang akan menuntunnya bertemu dengan pria yang beberapa jam lalu Ia ragukan keseriusan cintanya.


Bagi Cyrin, menatap Farrel yang tersorot lampu di tengah-tengah gelapnya malam, membuat pria itu nampak lebih indah meski dibandingkan dengan cahaya rembulan malam ini.


Farrel yang menunggu dengan cemas, tiba-tiba saja setiap detik terasa begitu lama, merasa setiap langkah Cyrin bahkan sama sekali tidak memangkas jarak diantara mereka.


Masih dengan kegugupan yang sama sekali tidak berkurang, kini Cyrin sudah berdiri tepat di hadapannya.


Dengan tangan kanan mengenggam satu tangan Cyrin, Farrel menghirup udara dalam dan panjang sebelum Ia melafalkan kalimat yang sudah Ia siapkan beberapa hari terakhir.


“Izinkan aku dengan segala perasaan yang dititipkan Tuhan ini untuk membuat pengakuan. Sudah berkali-kali ku tanyakan pada hatiku, apakah pilihanku sudah benar? Dan jawabannya tetap sama yaitu kamu.” Ucap Farrel lalu menjeda sebentar ucapannya.


Air mata yang sejak langkah pertama Cyrin mulai berlinang, kini semakin membanjiri wajah cantiknya.


Setelah menghela napasnya, Farrel akhirnya melanjutkan ucapannya yang terjeda.

__ADS_1


“Sudah berkali-kali juga ku tanyakan pada hatiku, apakah aku benar-benar ingin memilikimu? Namun jawabannya bukan, aku tidak ingin memilikimu, aku akan menjagamu hingga halal bagiku untuk menyentuhmu, hanya aku untuk selamanya.”


“Cyrinda Gayatri Al-Amin, maukah kau menikah denganku?”


Akhirnya sampailah Farrel pada tujuan dari semua waktu yang telah mereka lalui selama ini.


Pertanyaan yang selama ini diinginkan Cyrin akhrinya dapat Ia dengar langsung dari pria yang Ia harap sebagai pria pertama yang akan Ia berikan harta terbesar, mahkota yang Ia jaga selama ini.


Farrel bersyukur tadi sudah memenuhi paru-parunya, karena saat ini Ia seakan lupa caranya bernapas saat menunggu jawaban atas keinginannya menjadikan wanita kuat di hadapannya sebagai pendamping hidup.


“Yes, I Will.”


Tiga kata terucap dari bibir Cyrin yang akan mengubah kehidupan keduanya.


Farrel berhambur memeluk kekasihnya, diiringi suara musik romantis yang tiba-tiba mengalun merdu.


Cyrin mengedarkan tatapannya dan mendapati lampu sorot kini menyorot sekumpulan pemain musik yang tadi bersembunyi dalam kegelapan malam.


Seakan belum cukup menguji kinerja jantung kekasihnya, Cyrin kembali dibuat terkejut saat Farrel tiba-tiba berlutut dengan satu kakinya, dan memasangkan cincin di jari manisnya.


Sorak sorai dari sisi lain rooftop makin membuat Cyrin terkejut.


Saat semua lampu menyala, rooftop yang tadinya gelap kini menjadi terang karena cahaya lampu.


Netra Cyrin mendapati semua orang terdekatnya hadir di sini. Ayah, Ibu, Papa Jatmika, Mama Anin, Mas Bimo, Byanca, Nino, Marsha, Daffin, dan Alvin ternyata sejak tadi bersembunyi dalam kesunyian dan kegelapan.



Menyaksikan bagaimana dua insan yang tengah berjanji untuk sama-sama melangkah ke hubungan yang lebih serius.


Farrel dan Cyrin segera menghampiri para orang tua, untuk mengucapkan terimakasih dan juga doa yang tulus untuk kelancaran rencana baik pasangan ini.


Begitu juga dengan para sahabatnya, yang menjadi saksi bagaimana lika liku perjalanan cinta keduanya, bagaimana Tuhan menguji kekuatan cinta mereka, semua sahabatnya bahkan akan rela memberikan 1 jatah kebahagiaannya agar pasangan Farrel dan Cyrin bisa melangkah dengan lancar tanpa ada hambatan lagi.


“Jadi kapan rencana kalian akan menikah?” tanya Bapak Ibrahim, ayah Cyrin saat mereka tengah menikmati hidangan makan malam.


“Seminggu lagi Pak,” jawab Farrel santai.


“APAA? SEMINGGU LAGI ???????”


Pekik semua orang bersaamaan.


Sementara Farrel hanya mengangguk tanpa rasa bersalah karena sekali lagi pria itu telah berhasil membuat yang lainnya terkejut.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Semua ketidaksempurnaanmu yang sempurna. Berikan segalanya kepadaku, aku akan memberikan semua milikku untukmu. Kaulah akhir dan awalku. Bahkan saat aku kalah, aku menang.

__ADS_1


Begitulah aku mencintaimu, begitulah aku yakin jika yang ku inginkan adalah menghabiskan sisa hidupku bersamamu sebagai pendamping hidupku.


♡♡♡♡♡ to be continue ♡♡♡♡♡


__ADS_2