
Melihat Cyrin selesai menyantap makanannya , Ibu ingin mengajaknya naik ke kamar agar Farrel dan Bimo yang sampai sekarang masih bersembunyi di dapur bisa kabur .
Ibu dan anak yang sudah lama tak bertemu itu akhirnya meninggalkan meja makan . Meninggalkan Bapak yang sampai sekarang masih duduk di meja makan .
Bapak memang paling tidak bisa diajak kerjasama dalam urusan yang seperti ini .
Farrel dan Bimo mendengar jika Cyrin dan Ibu akan naik ke kamar , dengan jalan menunduk dan mengendap ngendap mulai keluar dari dapur .
Mereka berhasil sampai di meja makan dan menemui Bapak .
" Pak , Ibu dan Cyrin udah naik ke atas ? " tanya Bimo .
" Udah . Kalian buruan pergi . Bapak jadi ndak bisa makan saking gugupnya . " Ujar Pak Ibrahim .
Ibu sudah mulai menapaki tangga , namun Cyrin melangkah ke arah berlawanan .
Cyrin mengambil kopernya yang masih ada di dekat pintu masuk rumah . Dan menariknya ke ruang utama .
" Rin... Cyrin ... kamu kemana ? " Teriak Ibu kembali turun dari lantai atas .
Bimo dan Farrel yang hampir berhasil kabur , harus berlari kembali ke dapur .
Pasalnya Cyrin yang mendengar teriakan Ibunya bergegas mendatangi sumber suara ,dan sudah pasti akan bertemu dengan Farrel dan Bimo andai saja kedua pria itu tidak berlari dengan cepat .
" Astagfirullah ..... "
Pak Ibrahim yang baru saja bisa menikmati makanannya dengan tenang , hampir saja memuntahkannya karena terkejut melihat Bimo dan Farrel berlari .
" Cyrin... cyrin.... kamu kok ndak ikut keatas ? Padahal Ibu nungguin loh . " keluh Ibu .
" He ... he... he ... Cyrin lagi buka koper yang isinya oleh oleh . " ujar Cyrin .
" Buka di kamar kamu aja yuk ... " bujuk Ibu .
" Jangan , oleh olehnya makanan . Nanti kamar Cyrin jadi banyak remahan makanan . " Tolak Cyrin .
" Ya udah tinggalin dulu aja . Nanti aja buka oleh olehnya . " ujar Ibu .
" Yakin Ibu gak mau buka sekarang ? Cyrin bawa kue banyak loh... " bujuk Cyrin yang sangat tahu kelemahan Ibunya .
" Kue ? " tanya Ibu memastikan .
" Iya Kue Bu ... ada dodol betawi , kue geplak , kue kembang goyang , kue akar kelapa , kue semprong , kue apa lagi yah... masih banyak deh " Ucap Cyrin mempengaruhi Ibunya sambil melangkah kembali ke ruang utama .
Tanpa dikomando , Ibu dengan suka rela mengikuti langkah Cyrin .
Ibu bahkan lupa dengan misi awalnya .
Melupakan Bimo dan Farrel yang menunggu untuk diselamatkan .
Bimo dan Farrel akhirnya bisa pergi dari rumah Cyrin saat wanita itu mengantuk dan tidur siang di kamarnya .
" Untung aja gak sampe ketahuan . " Ujar Farrel saat keduanya sudah dalam perjalanan kembali ke hotel .
" Gila yah.. seumur umur baru pertama kali aku ngumpet di rumah sendiri . " gerutu Bimo .
" Lah... memangnya yang nyuruh kamu ikutan ngumpet siapa ? " tanya Farrel .
" Iya juga yah.... ha ha ha ha "
Keduanya tertawa mengingat tindakan konyol yang baru saja mereka lakukan .
Hal seperti ini mungkin terakhir kali mereka lakukan saat masih SMA . Sejak mulai sibuk dengan perusahaan masing masing , rasanya mereka hampir lupa caranya bercanda .
Malam harinya , sudah jadi kebiasaan di keluarga Cyrin untuk berkumpul di ruang keluarga .
__ADS_1
Cyrin baru saja turun dari kamarnya segera menyusul kedua orang tuanya .
" Pak .. Bu ... kok aku gak lihat Mas Bimo seharian ? " tanya Cyrin .
" Mas mu lagi pergi acara reuni SMA nya . Dari siang udah sibuk ngurusin persiapannya . " kilah Ibu .
Sementara Bapak tidak perlu di ragukan lagi , saat diharuskan untuk berbohong ,
Pemilik pabrik batik terbesar di Solo itu seketika gugup .
" Padahal pagi sampai siang mobilnya Mas Bimo ada , tapi oranya gak ada . Malamnya malah mobilnya juga ikut ikutan gak ada . " Ujar Cyrin .
Sesuai rencana , harusnya saat ini kedua orang tua itu menjalankan rencananya untuk mengerjai Cyrin .
Ibu memberi kode pada suaminya untuk mulai berbicara .
" Rin ... dengerin dulu . Ada yang mau kami omongin . " Ujar Bapak .
" Soal Apa Pak ? " Cyrin juga berubah mode serius karena melihat raut wajah kedua orang tuanya .
" Begini Rin ... Kamu kan udah dewasa , udah .... ,udah.... "
Bapak mulai gugup lagi .
Cyrin mengernyitkan keningnya .
" Begini Rin ... Ibu .... Ibu yang akan ngomong . "
Ujar Bapak menyelamatkan diri .
Ibu berdecak , menatap tajam pada suaminya .
" Gini Rin ... Bapak sama Ibu udah tua . Kamu anak perempuan satu satunya , mana tinggalnya jauh lagi jadikan kami sering hawatir siapa yang jagain kamu disana . " Ujar Ibu .
" Terus ... "
" Terus Bapak sama Ibu akhirnya mutusin untuk nerima lamaran anak teman Bapak . " ujar Ibu .
" Nerima lamaran ? Lamaran untuk siapa ? " tanya Cyrin .
" Untuk kamu Rin . " jawab Ibu .
" Kok Bapak Ibu tega sih nerima lamaran tanpa ngomong dulu ke Cyrin . Apalagi ini soal masa depan Cyrin . " Ujar Cyrin .
" Pria itu anak yang baik Nak . Dari keluarga baik baik . Bapak dan Ibu sudah pernah ketemu , anaknya sangat sopan . " bujuk Ibu .
Ibu memberi kode pada suaminya untuk ikut membantu .
" Bapak dan Ibu nerima lamarannya karena tahu ini yang terbaik untuk kamu . " ujar Bapak akhirnya .
" Ini masalah hati Pak , Bu . Dan hati Cyrin hanya Cyrin sendiri yang tahu . Lagian Cyrin juga udah ada calonnya kok . Orangnya juga baik , mapan , dan dari keluarga baik baik juga . " ujar Cyrin .
" Tapi kamu ndak pernah ngenalin , kita mana tahu kalau kamu udah ada calonnya . " balas Ibu.
" Atau jangan jangan alasan kamu aja . Kalau memang benar minta dia datang besok ke acara perusahaan . " tantang Ibu .
" Cyrin serius Pak , Bu . Mana berani Cyrin bohong sama Bapak dan Ibu . Tapi untuk acara besok , dia gak bisa datang . Lagi ada kerjaan di luar kota . " Ucap Cyrin .
" Kalau gitu , mungkin aja calon kamu gak serius makanya gak mau ketemu sama keluarga kamu . "
Ibu sengaja menyudutkan Cyrin .
Cyrin menunduk . Air matanya sudah mengalir di pipinya .
" Ya udah , telepon aja . Bilang kalau Bapak mau ngomong . " usul Bapak .
Cyrin mengangguk .
Segera Ia ambil ponselnya dan menghubungi Farrel .
Tutt... tut... tut.... lama menunggu tapi tidak di jawab .
Cyrin mencoba lagi , masih tidak ada jawaban .
Sekali lagi ,tapi yang ada nomor ponsel Farrel malah tidak bisa dihubungi .
" Gak bisa Rin ? " tanya Ibu .
" Ya udah , berarti keputusan Bapak gak bisa diubah lagi yah . Besok pria itu akan datang ke acara perusahaan . Kalian biar ketemu dulu . Setelah itu , kita baru bahas persiapan pernikahan kalian . " ujar Bapak .
Pasangan paruh baya itu lantas pergi ke kamar mereka . Meninggalkan Cyrin yang diam , dan menatap nanar pada ponselnya .
__ADS_1
Didalam kamar Bapak dan Ibu ber tos ria . Merasa akting mereka bagus dan Cyrin berhasil mereka tipu .
" Pak... seandainya Ibu tau dari dulu kalau Ibu punya bakat akting , Ibu udah ke Jakarta juga biar jadi artis . " ujar Ibu .
Meninggalkan pasangan suami istri yang sedang bahagia setelah mengerjai putri mereka.
Cyrin merasa sangat kacau . Kepulangannya kali ini ke Solo ternyata akan merubah masa depannya .
" Dari awal harusnya aku gak perlu bela-belain untuk pulang kalau bakal tahu akan dijodohin . " gumam Cyrin .
Air matanya tidak bisa dihentikan .
" Mas Farrel juga tega , udah mencurigakan dari awal . Harusnya gak usah ngajak pacaran , bilang cinta lah ,sayang lah .. kalau ujung ujungnya malah menghilang . "
Cyrin lalu bergegas pergi dari rumah malam itu .
Dia harus menenangkan diri .
Beberapa jam kemudian , Ibu keluar kamar ingin memastikan kondisi Cyrin .
Mengingat air mata putrinya , Ia jadi tidak tega .
Ibu masuk ke kamar Cyrin , namun orang yang dicari tidak ada .
Ibu ke ruang keluarga , ke dapur , ke halaman belakang , ke taman , Cyrin juga gak ada .
Ibu membangunkan Bapak . Menceritakan apa yang terjadi .
Keduanya bergegas untuk mengecek CCTV , dan mereka berdua melihat putrinya berjalan keluar dari rumah seorang diri .
Keduanya saling tatap .
Ibu segera menghubungi Bimo .
" Halo Bim ... "
" Ya Bu... " Jawab Bimo .
" Cyrin Bim ... "
" Kenapa dengan Cyrin ? " tanya Bimo .
" Cyrin KABUR ..... " Jawab Ibu dengan suara bergetar .
.
.
.
.
.
"Dalam cinta, jika rasa sakit karena bertahan lebih besar daripada rasa sakit karena melepaskan, maka belajarlah merelakan."
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1