
" Ya udah kamu langsung istirahat yah Yang . "
Pesan Farrel pada Cyrin saat pria itu hendak masuk kembali ke mobil setelah membukakan pintu .
Cyrin hanya berdeham kemudian berbalik sambil menghentak kakinya yang masih memakai sepatu berhak tinggi .
" Mas .... "
Farrel menutup kembali pintu mobil yang sudah dibukanya saat Cyrin memanggilnya .
Ia kembali menghampiri Cyrin yang masih berdiri di depan pintu lobby apartemen .
" Kenapa Yang ? Mau diantar ke atas ? " Tanyanya .
" Gak usah ngalihin pembicaraan deh Mas . "
Kening Farrel berkerut .
" Mas masih gak mau cerita , tadi Aurora ngapain aja sama Mas waktu di cafe ? " tanya Cyrin .
" Astaga... masih soal yang itu . Gak tahu dia ngapain , kalau Mas sih tadi di cafe nungguin kamu sambil ngerjain kerjaan . "
" Kok bisa gak tahu sih ? "
Tentu saja Cyrin tak percaya , Aurora kan duduk di meja yang sama dengannya .
" Ya karena aku gak merhatiin sayang . Ngapain juga merhatiin orang yang gak penting . "
" Beneran ? " Cyrin masih tidak yakin .
" Iya bener . Aku masih mending merhatiin layar laptop aku Yang , menghasilkan cuan . Lihatin dia gak ada untungnya . "
" Tapi masa iya Mas gak denger dia ngomong apa aja ? "
" Hemm ... apa yah... dia nanya soal hubungan kita tapi aku gak respon mungkin dia capek sendiri akhirnya berhenti dan pergi sendiri deh . "
" Kali ini aku percaya yah sama Mas . Tapi besok besok kalau dia samperin lagi Mas usir aja , atau Mas yang pergi hindarin dia . Oke ? " pinta Cyrin .
" Oke sayang . " jawab Farrel membuat Cyrin akhirnya bisa tenang .
" Janji yah Mas ? " tanya Cyrin sekali lagi memastikan .
Farrel menangkup wajah Cyrin dengan kedua tangannya karena gemas .
" Iya sayang , aku janji . Masuk gih istirahat . " ucap Farrel sambil mencuri satu kecupan di bibir Cyrin .
Cyrin celingak celinguk melihat sekeliling , Ia memastikan kali ini tidak ada yang melihat ciuman mereka berdua .
Dari dalam mobil Farrel menatap sendu wajah kekasihnya , " maaf sayang aku harus berbohong demi kebaikan kita semua . Aku akan memeriksa kebenarannya dulu . "
Dalam perjalanan ke apartemennya Farrel mengingat lagi kejadian di Cafe tadi .
***** FLASHBACK @cafe ******
Farrel memesan secangkir kopi untuk menemaninya menunggu Cyrin yang masih lembur .
Farrel mengingat jika masih ada dokumen yang harus Ia periksa perihal launching produk terbaru Jatmika Group yang sedang di produksi oleh perusahaan Wiguna .
Ia mengeluarkan MacBook Pro miliknya , mengenakan kacamata bacanya , lalu mulai membaca dan memeriksa dengan teliti dokumen dokumen tersebut .
Entah sudah berapa lama Ia hanya berkutat dengan MacBook dan secangkir kopinya tanpa memerhatikan keadaan sekitar hingga sebuah gelas yang berisi jus diletakkan di hadapannya .
Farrel mengalihkan pandangannya dan melihat Aurora sedang tersenyum padanya .
" Ck ... " Farrel berdecak , karena makhluk tak penting ini konsentrasinya jadi terganggu .
" Sendiri aja kamu ? " Ucapnya Aurora .
Farrel tak menanggapi .
" Rel ... kata Bimo kamu udah jadian dengan Cyrin yah ? " tanyanya .
Farrel kembali menatap Aurora tanpa menjawab .
Tiba tiba Aurora dengan beraninya meraih tangan Farrel .
" Rel ... aku serius dengan ucapanku saat itu , aku bener bener menyesal dan ingin memperbaiki semuanya . " Ucap Aurora .
" Aku ... aku dan Bimo gak akan bisa bersama , kami tidak pernah bisa saling memahami . "
" Ku mohon tinggalkan Cyrin , aku berjanji akan kembali padamu . Kita akan memulai semuanya lagi dari awal . " lanjut Aurora .
" Ciiihh.... kamu pikir aku mau kembali padamu ? " kalimat pertama Farrel untuk Aurora .
" Ada atau tidak ada Cyrin , aku tak akan mau bersama denganmu . " Lanjut Farrel makin geram dibuatnya .
" Please Farrel , kamu berhenti menyimpan dendam padaku . Saat itu aku hanya khilaf , aku sungguh tak mencintai Nino . Dia yang terus terus saja mengejarku walau sudah ku tolak berkali kali . " Bujuk Aurora .
Farrel tertawa .
__ADS_1
" Aku jadi makin kasihan padamu . Kamu pikir dulu Nino mengejarmu karena mencintaimu ? Naif sekali pikiranmu , jika sempat tanyakan kembali pada Nino mengapa dulu dia mau pada wanita sepertimu . " Ejek Farrel .
Tak lama seorang pria paruh baya mengetuk kaca Cafe yang tepat berada di samping meja Farrel .
Mata Aurora membulat seketika saat menyadari siapa pria itu .
" Farrel sekarang aku harus pergi , tapi ku mohon pikirkan kembali ucapanku . Aku masih sangat mencintaimu . " ucap Aurora sebelum Ia beranjak keluar cafe dan ikut masuk kedalam mobil pria paruh baya tersebut .
" Ciihh.... menjijikkan . " batin Farrel .
******* Flashback Off ******
Farrel menghubungi Daffin untuk menanyakan informasi terbaru yang mungkin pria itu miliki .
Yah , Farrel sudah berjanji untuk memeriksa benar tidaknya kecurigaan Cyrin pada Aurora . Jika Ia telah memiliki bukti kuat , barulah Ia akan bicarakan hal ini pada Bimo .Sebagai pria Farrel bisa mengerti posisi Bimo , Sama seperti dirinya tentu akan lebih mempercayai ucapan kekasihnya .
Farrel bukan menunda waktu , Ia hanya tak ingin hubungan persahabatan mereka renggang karena wanita . Apalagi sampai hubungan kakak beradik yang menjadi renggang karena kecurigaan yang tidak memiliki bukti .
Cyrin merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku . Setelah kemarin Ia , Byanca dan Marsha harus lembur sampai larut malam . Hari ini sejak datang pagi tadi Cyrin tidak pernah mengalihkan perhatiannya dari layar komputer yang ada di hadapannya .
" Gimana Rin ? " tanya Marsha .
" Akhirnya selesai juga . Lega aku Sha .... " balas Cyrin .
" Ya udah buruan temuin Pak Angga . Keburu orangnya pulang . "
Cyrin mengangguk , lalu membawa setumpuk file yang susah payah Ia selesaikan sejak kemarin .
Tok.. tok.. tok ...
" Rin.... masuklah . " Ucap Angga ramah .
" Apa ini ? "
" Ini pekerjaan yang Pak Angga berikan kemarin . "
" Semuanya ? " tanya Angga .
Cyrin mengangguk .
" Rin ... kamu lembur ngerjainnya sampai selesai secepat itu ? "
Cyrin kembali mengangguk sambil tersenyum .
" Astaga Rin ... kenapa terburu buru , padahal tenggat waktunya seminggu lagi kok . " Ucap Angga masih tak percaya Cyrin menyelesaikan pekerjaan seminggu hanya selama dua hari .
" Hemm ... itu karena .. karena ... " Cyrin kembali ragu .
" Karena apa ? "
Cyrin memberikan selembar kertas yang berisi surat permohonan cuti selama seminggu .
Angga membaca kertas yang di sodorkan Cyrin lalu tertawa .
__ADS_1
" Astaga Rin .. Rin... jadi karena kamu mau cuti jadi kamu selesaiin semuanya ? Kenapa kemarin kamu gak langsung ngomong , aku kan bisa ikut bantuin juga . " ucap Angga sambil menandatangani surat izin cuti Cyrin .
" Rin ... lain kali tolong jangan sungkan padaku yah . Semua ini juga sebenarnya bukan tanggung jawabmu , tapi Olla . Aku jadi merasa bersalah membuatmu bekerja sekeras itu . "
" Tak apa Pak Angga , dengan begini saya bisa cuti dengan tenang . "
Cyrin kembali ke meja kerjanya dengan riang . Semalam setelah Ia pikirkan , Ia berencana mengajak Farrel untuk ikut dengannya pulang ke Solo dan bertemu dengan orang tuanya . Cyrin ingin orang tuanya tahu soal hubungan keduanya .
" Semoga Mas Farrel mau ikut . " batin Cyrin .
Malamnya Cyrin dan Farrel sudah berada disebuah restauran untuk makan malam bersama .
Setelah memesan , Cyrin hendak membicarakan dengan Farrel perihal idenya siang tadi .
Baru saja Cyrin hendak bicara , Farrel lebih dulu memulai pembicaraan .
" Rin , besok aku harus ke luar kota . Ada pekerjaan yang harus ku selesaikan disana . "
Cyrin nampak kecewa tapi Ia berusaha menyembunyikannya .
" Besok ? Berapa lama Mas ? "
" Belum pasti , tapi akan ku usahan pulang secepatnya . " Ucap Farrel .
" Kamu gak masalahkan Mas tinggal sebentar ? " tanya Farrel .
Cyrin mengangguk , " Tentu saja , memangnya aku anak kecil yang akan nangis saat ditinggal sendiri . "
Farrel ikut tertawa . " Aku sebenarnya lebih mencemaskan diriku , aku takut tak sanggup menahan rindu . Atau kamu ikut aja gimana ? "
" Gombal lagi .... " Balas Cyrin .
" Aku gak bisa ikut ,karena hari sabtu aku berencana pulang ke Solo kira kira seminggu . " Lanjutnya .
" Hemmm... bagus dong . Aku jadi tenang ninggalin kamu . Kamu gak sendiri dan ada Bimo yg bisa ku mintai tolong untuk jagain kamu dari pria pria yang mau deketin kamu . " Ucap Farrel .
Cyrin hanya bisa mencebikkan bibirnya . " Jauh dekat posesifnya gak berkurang . " Batin Cyrin .
Makanan keduanya tengah dihidangkan oleh pelayan .
Farrel menegur Cyrin yang masih melamun setelah pembicaraan mereka tadi .
" Rin... kok malah ngelamun . Ada apa ? "
" Hemm ... gak ada kok Mas , yuk makan ... aku sudah lapar . " Jawan Cyrin mengalihkan pembicaraan .
Farrel mengangguk dan mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya .
Ia berusaha menahan senyumnya . " Pasti kamu akan terkejut nanti sayang . " Batin Farrel .
.
.
.
.
.
.
“There is a difference between "love" and "like." If you like a flower, you will pick it. But if you love that flower, you will care for it and water it every day”
.
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1