My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 43 . Provokasi


__ADS_3

Sesuai janjinya pagi ini Farrel menjemput Cyrin di apartemen untuk mengembalikan mobil dan mengantar wanita itu pergi bekerja .


Saat sampai di kantor Cyrin , pemandangan Farrel yang mengantar wanita itu menjadi pemandangan buruk bagi Nino yang dari tadi melihat kedatangan mereka .


" Kak ... Kak Nino .... itu bukannya CEO Jatmika Company ? " tanya Olla dengan sengaja memanasi Nino .


Nino hanya menatap tajam pada Olla kemudian berlalu meninggalkan wanita itu .


Tentu saja Olla tak akan menyia nyiakan kesempatan ini . Wanita itu segera mengikuti Nino , Ia bahkan ikut kedalam lift yang dimasuki Nino .


" Sepertinya Cyrin berhasil menangkap target yang lebih besar . " Ujar Olla .


Walaupun Nino tak menanggapi tapi Olla yakin Nino mendengar ucapannya .


Sayang sekali Olla sudah harus turun lebih dulu dari lift sehingga Ia tidak sempat lagi memanasi Nino .


Olla menuju kubikel kerjanya , Ia merapikan kembali riasan wajah dan rambutnya .


" Selamat pagi .. " Sapa Cyrin dengan senyum merekah saat memasuki ruangan kerjanya .


Olla tidak membalas sapaan Cyrin, Ia malah berniat meledek Cyrin .


" Wah... ada yang lagi senang nih dapat tangkapan baru yang lebih waaw .... " Ucap Olla .


Cyrin yang sudah tahu jika dirinya yang dibicarakan oleh Olla mengambil tindakan acuh , berbeda dengan Marsha yang terlihat geram dan hendak membalas ucapan Olla . Namun niat Marsha dihalangi oleh Cyrin .




Saat briefing pagi diputuskan jika hari ini Angga dan Cyrin akan melakukan meeting dengan pihak dari Jatmika Company mengenai rancangan akhir produk yang akan segera di produksi .



Setelah menyiapkan beberapa dokumen dan bahan untuk presentasi , kini Cyrin dan Angga sudah siap untuk pergi .



" Rin kita pakai mobil perusahaan aja yah . " Ucap Angga yang segera di setujui oleh Cyirin .



" Pak Angga , boleh aku ikut juga ? Yah , hitung hitung hal ini bisa menjadi pembelajaran bagiku . " Pinta Olla .



Angga sebenarnya ingin menolak karena pria itu tahu bagaimana tidak sukanya Olla pada Cyrin , tapi Ia tidak punya alasan menolak .



Alhasil mereka bertiga kini berjalan bersama menuju parkiran mobil .



Seperti belum cukup kehadiran Olla sedikit mengganggu suasana hati Cyrin , kini Ia kembali di kejutkan dengan Nino dan Alvin  yang sudah lebih dulu berada di dalam mobil .



" Pak Nino ikut juga ? " Ucap Olla dengan batin yang sedang melompat kegirangan . Wanita itu tak sabar melihat bagaimana sikap Nino terhadap Farrel .



" Ya tentu saja . Ini adalah kerja sama terbesar tahun ini , saya harus ikut memastikan semuanya berjalan lancar . " Jawab Nino .



Kini mobil yang membawa kelimanya sudah mulai melaju menuju tempat yang telah di janjikan .



" Kak Nino sudah tahu belum kalau CEO Jatmika Company ini sangat dekat dengan Cyrin ? " Olla mulai memprovokasi keadaan .



" Diamlah Olla , jangan membahas hal yang diluar dari pekerjaan . " Jawab Nino tegas .



" Dan juga panggil saya dengan hormat . Ini masih jam kerja , saat ini kamu adalah karyawan saya . " Lanjut Nino menegur Olla .



Wajah Olla sontak saja tampak pias setelah di tegur seperti itu oleh Nino .



Beberapa menit setelah melewati keheningan selama perjalanan , kini rombongan dari perusahaan Wiguna sudah tiba di tempat yang dijanjikan .



" Loh Pak Angga , meetingnya bukan di perusahaan Jatmika yah ? " tanya Cyrin .



" Bukan . Mereka juga sekalian mengajak kita untuk makan siang bersama . " Jawab Angga .



Kini kelima orang itu memasuki sebuah ruangan VIP yang disana telah siap 3 orang perwakilan dari Jatmika Company .


Berbeda dari Cyrin yang merasa lega karena tidak ada Farrel disana, Olla merasa usahanya siang ini akan sia sia .


__ADS_1


Setelah meeting berjalan 30 menit , pintu ruangan VIP terbuka lalu muncullah wajah pria yang akhir akhir ini memenuhi hati dan pikiran Cyrin .



" Siang semuanya , maaf saya datang terlambat . " Ucap Farrel yang masuk ke ruangan di susul Alvin .



Perwakilan karyawan dari Jatmika company segera memperkenalkan CEO mereka , Angga dan Olla bahkan terlihat kagum saat berjabat tangan langsung dengan Farrel .



Sedang Nino dan Farrel bersikap sangat profesional . Mereka bahkan seperti baru saja berkenalan saat itu . Sikap profesional Farrel juga berlaku pada Cyrin .



Tanpa terasa 2 jam telah berlalu . Meeting telah selesai dengan beberapa hal yang telah di sepakati oleh kedua belah pihak .



Kini dilanjutkan dengan makan siang bersama .


Suasana tidak setegang saat meeting tadi , perlahan lahan suasana mulai terasa lebih santai .



Farrel lebih sering menatap pada Cyrin yang duduk di sebelah Nino .



" Pak Farrel sepertinya saya pernah melihat Bapak beberapa kali di perusahaan Wiguna . " Olla mulai melancarkan aksinya .



Nino yang sudah tahu bagaimana sifat Olla segera memberi tatapan tajam pada wanita itu . Namun sayang , Olla bersikap acuh .



" Oh yah , mungkin saat saya mengantar wanita yang istimewa untuk bekerja di sana . " Jawab Farrel .



Sontak saja Cyrin tersedak makanannya . Ia tak menyangka Farrel akan sejujur itu .



" Pelan pelang dong makannya Rin . " Tegur Farrel sambil menyodorkan segelas air minum .



Cyrin segera menerima gelas pemberian Farrel dan meneguknya .




Namun seketika Ia menyadari jika baru saja Ia telah salah menyebut Farrel dengan Mas , bukannya Pak .



Kini semua orang yang ada di ruangan itu menatap padanya dengan tatapan penuh tanda tanya . Berbeda dengan Farrel dan Daffin yang menahan tawanya melihat wajah Cyrin yang mulai memerah karena panik . Sedang raut wajah tidak suka milik Nino kini sudah tidak bisa Ia sembunyikan lagi .



" Mas ? Kamu gak sopan Rin manggil Pak Farrel . Memangnya kalian sedekat itu . " Sanggah Olla .



" Tak apa , ini kan juga jam makan siang waktunya istirahat jadi tidak perlu terlalu formal . " Sela Farrel .



Baru saja Cyrin cukup lega mendengar jawaban Farrel , pria itu melanjutkan ucapannya yang lebih mengejutkan lagi .



" Jadi tidak masalah dong jika Saya jujur saja kalau wanita istimewa yang saya maksud itu adalah Cyrinda . " Lanjut Farrel .



Olla tersenyum senang saat melihat raut wajah Nino yang menahan kesal selama sisa waktu makan siang .



Menit demi menit berlalu , akhirnya selesai juga pertemuan kali ini dengan Jatmika Company .


Nino CS berpamitan kemudian berjalan keluar dari restauran .



Namun tak disangka , mereka berpapasan dengan dua wanita paruh baya yang sedang mencari tempat duduk di restauran itu .



" Mama ... " Sapa Nino .



Yah wanita itu adalah Mama dari Nino , atau Nyonya Wiguna .



" Nino , kalian sedang apa disini ? " Tanyanya ramah tersenyum pada karyawan putranya kecuali Cyrin .

__ADS_1



" Baru saja selesai meeting dengan Jatmika Company . "



" Kebetulan sekali yah , Nino kenalkan ini Jeng Anin . Dia teman Mama sekaligus istri dari pemilik Jatmika Company . " Ucap Mama Nino mengenalkan wanita yang bersamanya .



Nino segera menjabat tangan Mama Anin yang tak lain adalah mama dari Farrel .



Mama Anin yang menyadari kehadiran Cyrin di sana segera menyapa wanita itu .



" Cyrinda ... " Sapanya lembut .



Mendengar namanya di panggil , Cyrin segera menoleh ke sumber suara .



Menyadari jika yang menyapanya adalah Mama Anin , Cyrin segera mendekat dan segera menyalami punggung tangan wanita itu .



" Siang Tante Anin . " Balas Cyrin menyapa tak kalah ramahnya .



Nino terlihat sangat tidak suka melihat interaksi antara Cyrin dengan Mamanya Farrel yang sangat akrab . Pria itu merasa kalah lagi satu poin dari Farrel . Karena jangan kan untuk bisa dekat dengan Cyrin , Mamanya sudah terhasut omongan Olla yang menjelek jelekkan Cyrin .



Nyonya Wiguna yang tak lain adalah Mama dari Nino cukup terkejut melihat interaksi Cyrin dan Mama Anin .



Setelah Nino CS pergi dan mereka berdua mendapatkan tempat yang nyaman untuk makan siang , Nyonya Wiguna segera bertanya soal kedekatan Mama Anin dan Cyrin .



" Jeng Anin kenal dengam wanita yang bernama Cyrin itu ? " tanyanya .



" Iya kenal . Dia itu wanita yang sedang dekat dengan Farrel , anakku . "



" Hati hati loh Jeng , kabarnya wanita tadi itu memang suka mendekati pria pria kaya . Saya sendiri sudah pernah menegurnya secara langsung saat wanita itu berniat mendekati Nino. "



" Ohh yah , tapi aku kok ragu yah Jeng kalau Cyrin seperti itu . Anaknya baik , sopan , ramah , dan juga pintar . Saya dan suami malah sangat menyetujui jika putra saya satu satunya berjodoh dengan Cyrin . "



Respon  Mama Anin membuat nyonya Wiguna merasa kesal pasalnya tidak berhasil memprovokasi wanita itu untuk membenci Cyrin.



" Yah bisa saja dia berpura pura baik di depan calon mangsanya . Hati hati aja Jeng , lihat saja penampilannya tadi apa mungkin karyawan biasa bisa memakai barang barang mewah seperti itu ? "



Nyonya Wiguna sepertinya tidak kehabisan bahan untuk memprovokasi Cyrin .



Mama Anin sempat berpikir sesaat . Sejak awal bertemu Cyrin Ia memang beberapa kali melihat Cyrin memakai barang mewah dengan harga fantastis , tapi menurutnya itu bukan masalah karena Cyrin juga bekerja  .



" Semoga saja kekhawatiran Jeng tidak terjadi yah . " Ucap Mama Anin menghentikan pembahasan soal Cyrin yang tentu saja membuat Nyonya Wiguna kesal karena tak berhasil menghasut Mama Anin .



.


.


.


.


.


"*Dengarkan baik-baik bagaimana seseorang membicarakan orang lain di hadapanmu. Seperti itu jugalah caranya berbicara tentangmu di hadapan orang lain." (Chernoff*)


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2