My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 60 . Luluh


__ADS_3

Cyrin tiba di perusahaan Jatmika tepat sebelum jam makan siang . Karyawan di sana sudah tak asing dengan sosoknya , selain karena Cyrin adalah karyawan salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan Jatmika juga Ia dikenal karena hubungan dekat yang terjalin dengan bos mereka .


Di depan ruangan Farrel , Cyrin bisa melihat Daffin yang sedang fokus dengan pekerjaannya sampai tak menyadari kehadiran dirinya .


Cyrin mengetuk pelan meja Daffin . " Selamat siang .... " , sapanya .


Daffin mengalihkan tatapannya dari monitor komputer dan melihat Cyrin . " Selamat siang Nona , syukurlah Nona datang kemari . "


Cyrin mengerutkan alisnya , " memangnya apa yang telah terjadi ? Apa Mas Farrel ada di dalam ? "


" Ceritanya panjang Nona , namun ku harap Nona bisa menghentikan penyiksaan ini . " Jawab Daffin .


" Nona mau menemui Pak Farrel kan ? " Daffin balik bertanya .


" Tentu saja . Memangnya untuk apa lagi aku kemari . "


Cyrin segera masuk ke ruangan Farrel seorang diri , Ia menolak Daffin yang ingin mengantarnya.


" Selamat siang . " Ucap Cyrin lembut .


Farrel yang sedang sibuk dengan berkasnya tidak berniat sama sekali mengalihkan pandangannya .


" Aku sedang tak ingin bertemu siapapun , tolong keluar . " Ucap Farrel datar tanpa melihat lawan bicaranya .


Cyrin sempat tertegun , apa Farrel semarah itu dan sudah tak ingin bertemu dengannya lagi .


" Mas Farrel .... " Panggil Cyrin .


Mendengar panggilan khas itu Farrel segera menatap ke sumber suara .


Farrel hanya menatap Cyrin tanpa memberikan reaksi apapun membuat Cyrin menjadi bingung harus bersikap seperti apa .


" Apa Mas sangat sibuk ? Jika iya aku akan kembali lain kali . " Ucap Cyrin yang masih berdiri tak jauh dari pintu .


Farrel masih diam , Ia tak menyangka jika Cyrin akan datang menemuinya lebih dulu . Ada perasaan senang dan kesal pada Cyrin . Tapi yang paling utama adalah besarnya rasa rindu Farrel pada Cyrin .


Cyrin sudah hendak berbalik untuk keluar dari ruangan Farrel karena tak mendapat jawaban dari pria itu . Namun niatnya terhenti karena Farrel mencegahnya .


" Sepertinya bukan aku yang sibuk , tapi kamu . Buktinya kamu bahkan melalaikan tugas mu untuk mengikuti meeting pagi tadi . " Ucap Farrel .


Walaupun nada bicaranya masih ketus tapi Cyrin bersyukur Farrel sudah mau bicara padanya .


" Oke .. oke ... aku yang sibuk . Maafkan aku Mas . " pinta Cyrin .


Farrel kembali diam .


" Jadi , apa sekarang aku boleh duduk dan bicara dengan mu ? " lanjutnya .


Farrel lalu berdiri dari kursi kebesarannya dan menuju sofa .


" Silahkan duduk . " ucap Farrel .


Cyrin segera mengambil tempat di samping Farrel .


" Mas... apa Mas masih marah padaku ? "


Farrel menggeleng . " Aku tidak punya hak untuk marah padamu . "


" Mas..... maafkan ucapanku saat itu . Aku sungguh merasa bersalah pada Kak Nino , aku cemas hingga aku tidak memperhatikan ucapanku yang mungkin menyakitimu Mas . " Jelas Cyrin .

__ADS_1


" Tapi yang kamu katakan memang benar . Kamu tidak punya alasan untuk mengikuti ucapanku . "


" Mas , kumohon berhentilah bersikap kekanak kanakan . Aku sadar jika ucapanku saat itu keterlaluan dan aku sudah minta maaf , tapi kenapa Mas masih bersikap seperti ini . " Balas Cyrin .


" Aku memang kekanak kanakan , tapi itu karena aku benar benar menyayangimu . Ku pikir setelah tahu dan menyadari perasaan masing masing , kita berdua bisa saling mengerti dan memahami . Tapi ternyata aku salah , kamu masih tidak bisa memahami hubungan kita . " Farrel berusaha mengungkapkan semua isi hatinya  .


" Hubungan kita ? Memangnya apa hubungan kita Mas ? Apa selama ini Mas pernah memberiku kejelasan soal hubungan kita ? Hubungan apa yang harus ku pahami ?  " Cyrin juga mengungkapkan semua pertanyaan yang selama ini Ia pendam .


" Rin , kita sudah sama sama dewasa . Perasaan kita berdua sama , aku menyayangimu bahkan berkali kali sudah ku katakan jika aku mencintaimu . Masih kurang jelas apa bagimu ? "


" Mas , aku juga sama seperti wanita lainnya . Aku juga ingin kejelasan Mas . " Cyrin akhirnya menunduk setelah mengungkapkan apa yang selama ini mengganjal di hatinya .


Farrel langsung memeluk Cyrin yang duduk di sampingnya .


" Maafkan aku yang tak mengerti keinginanmu . Ku pikir selama ini kita berdua baik baik saja , ku pikir dengan tahu perasaan masing masing itu sudah cukup bagi kita berdua Rin . Sungguh aku minta maaf . " ucap Farrel lembut .


Cyrin masih menunduk , Ia sangat malu . Sebenarnya Ia cukup hawatir seperti apa respon Farrel, tapi syukurnya Farrel merespon baik tindakannya barusan .


" Kamu maukan maafkan aku ? Maafkan aku yang tidak pengertian ini . Yang perlu kamu tahu aku sangat serius dengan perasaanku padamu Rin . Itulah mengapa aku merasa tak suka jika kamu lebih memedulikan pria lain . " Lanjut Farrel .


Cyrin akhirnya mau mengangkat kembali wajahnya . " Jadi Mas sekarang mengakui nih jika Mas memang sedang cemburu ? " tanya Cyrin yang masih dalam pelukan Farrel .


Farrel melepas pelukannya , Ia menatap dalam pada wanita yang kini ada di hadapannya . " Rin , apa masih perlu ku katakan ? "


Cyrin mengangguk .


" Iya aku cemburu . Aku sangat cemburu , mengetahui wanita yang ku cintai melupakan janjinya denganku bahkan membuatku sangat hawatir padanya hanya karena pria lain. " Ucap Farrel tegas .


Bukannya takut Cyrin malah tertawa . Baginya sungguh lucu melihat raut wajah Farrel saat ini .


" Kamu tertawa ? Serius ..... " Ucap Farrel sambil melotot namun Cyrin masih terus tertawa .


Cyrin berusaha sekuat tenaga menghentikan tawanya . Ia mengikuti Farrel ke meja kerjanya .


" Mas ... apa sekarang Mas malah merajuk karena aku tertawa ? " tanyanya sambil bersandar di pinggiran meja di samping kursi Farrel .


" Mas ... jangan ngambek dong , aku kan cuma tertawa saja .  Aku senang Mas cemburu . " bujuk Cyrin .


Farrel memutar kursinya menghadap ke Cyrin , " kenapa hal itu membuatmu senang ? "


" Yah tentu saja , itu berarti Mas sangat sangat mencintaiku . " Jawab Cyrin dengan senyuman manisnya .


Mau tak mau Farrel ikut tersenyum melihat senyuman dari wanita yang sangat Ia cintai itu .


Dengan memberanikan diri Farrel berdiri tepat di hadapan Cyrin . Cyrin yang masih setengah duduk sambil bersandar di tepi meja akhirnya harus sedikit mendongak agar bisa menatap Farrel .


" Apa cemburuku membuatmu sesenang itu ? " tanya Farrel dengan suara semakin berat .


Cyri mengangguk .


Lalu sedetik kemudian , salah satu tangan Farrel segera meraih pinggang Cyrin dan mendekatkan tubuh wanita itu padanya . Sementara satu tangannya yang lain memegang dagu Cyrin agar wajah Cyrin tetap berhadapan dengannya .


Didorong dengan kerinduan yang teramat besar pada Cyrin dan suasana kini yang mendukung , dengan perlahan Farrel mendekatkan wajahnya hingga kini kedua bibir mereka bertemu .


Awalnya hanya kecupan biasa , namun cukup lama juga kedua bibir mereka bertemu .


Karena tak ada penolakan dari Cyrin membuat Farrel lebih berani melakukan aksinya . Ia mulai melakukan ciuman yang lebih dalam . Kedua tangan Cyrin juga kini memeluk pinggang Farrel .


Cukup lama mereka beradu dan bertukar saliva hingga dengan terpaksa harus melepaskan ciuman mereka karena masing masing butuh pasokan oksigen .

__ADS_1


" Maafkan perbuatanku barusan Rin . " Ucap Farrel saat melihat Cyrin yang kini menunduk .


" Sebenarnya bukan kata maaf yang ku harapkan sekarang Mas ucapkan . " balas Cyrin .


" Lalu ? Rin ... tolong katakan padaku , maafkan aku yang kurang pengertian ini . " ucap Farrel mulai merasa bersalah .


" Aku ingin tahu kejelasan hubungan diantara kita Mas . Bagi Mas , aku ini siapa ? "


Farrel kembali memeluk Cyrin . " Rin , bagiku kamu adalah satu satunya wanita yang ku cintai , Kamu segalanya bagiku  , kamu yang mengisi seluruh ruang di hatiku karena kamu pemiliknya . Kamu milikku , dan kamu kekasihku . " Ucap Farrel dengan yakinnya membuat Cyrin tersenyum bahagia .


Cyrin lalu melepaskan diri dari pelukan Farrel . " Sepertinya Mas terlalu yakin jika aku bersedia menjadi kekasih Mas . "


Farrel kembali meraih pinggang Cyrin . Wajahnya semakin dekat , dan dengan suara yang serak dan berat Ia berkata " Aku tidak menerima penolakan sayang . "


Lalu Ia kembali mencium bibir Cyrin yang kini sudah jelas berstatus sebagai kekasihnya .


Cyrin juga sudah tak ragu lagi untuk menyambut ciuman Farrel . Ia merasa bahagia karena kini semua pertanyaan dalam hatinya sudah mendapat jawaban jelas .


Saat keduanya sedang menikmati ciuman , perut Cyrin berbunyi hingga menghentikan kegiatan mereka .


" Maaf Mas , tapi aku sungguh merasa lapar . Pagi tadi aku belum sempat sarapan karena harus menyelesaikan pekerjaan dari Mas . " Ucap Cyrin dengan manjanya .


" Uhhh.... sayang .... maafkan aku . Kalau begitu ayo kita makan di luar saja bagaimana ? " ajak Farrel .


" Tapi ... sepertinya pekerjaan Mas masih banyak . Aku tak apa jika harus makan sendirian . "


" Pilihanmu saat ini hanya dua . Satu , makan bersamaku . Dua , berhenti bekerja karena hal itu yang membuatmu sampai kelaparan . " Ucap Farrel tegas .


" Oh... no no no .... baiklah aku akan memilih pilihan pertama , tapi aku yang memilih menunya yah . "


" Apapun untukmu . " Ucap Farrel sebelum keduanya berjalan keluar bersama dengan Farrel yang terus menggenggam tangan Cyrin .


Kini raut wajah Farrel sudah kembali dihiasi dengan senyuman . Daffin dan beberapa karyawan yang menyadari itu sungguh bersyukur akhirnya bisa keluar situasi penuh penyiksaan akhir akhir ini .


" Huhh... untung saja pawangnya segera datang . " Batin Daffin sambil tersenyum senyum mengingat apa yang tadi sempat dilihatnya di dalam ruangan sang bos .


.


.


.


.


.


"Laki-laki sejati bukanlah seseorang yang mempunyai banyak teman wanita, tapi seorang lelaki yang bisa menampik beberapa wanita untuk seseorang yang disayanginya."


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2