
Kini Nino , Alvin ,Cyrin , Byanca , dan Marsha sudah berada di sebuah restauran yang menghidangkan menu makanan Cina .
" Tempatnya sungguh nyaman . " Batin Cyrin .
" Gimana Rin ? Kamu suka tempatnya ? " tanya Nino .
" Iya ... aku suka . " Jawab Cyrin singkat .
Selagi menunggu pesanan mereka di hidangkan tatapan Nino tak pernah lepas dari Cyrin .
Semua orang menyadari itu , termasuk Cyrin . Di tatap seperti itu , Ia jadi merasa sedikit tak nyaman .
" Rin .. kemarin acara keluargamu di mana ? " Tanya Nino .
" Ehmm.. kemarin yah ... acaranya di Bogor , di kebun teh . " Jawab Cyrin dengan tergagap .
" Bukan acara sih Pak , hanya kumpul keluarga sederhana saja . " Lanjutnya .
" Aku baru tahu kalau ternyata kamu punya seorang kakak , dan kakakmu ternyata seorang pria . "
" Oh yah ?? Ku kira aku sudah pernah bercerita padamu Pak ... hehehe , sepertinya aku keliru . " Ucap Cyrin .
Nino masih ingin menanyakan sesuatu pada Cyrin namun ponsel wanita itu berbunyi sehingga Nino harus mengurungkan niatnya .
Cyrin sedikit menjauh saat menerima panggilan itu karena setelah Ia periksa panggilan itu dari Farrel .
" Halo Mas , " ucap Cyrin saat menerima panggilan.
" Halo Rin , kamu di mana ? Udah makan malam belum ? " tanya Farrel .
" Aku lagi di resto nih Mas, mau makan malam bareng temanku . "
" Ohh... telat dong aku . Padahal aku juga pingin ngajak kamu dinner . "
" Maaf yah Mas , besok aja gimana ? "
" Gimana yah Rin , sebenarnya ada yang mau aku omongin sama kamu . Kalau aku ikut gabung sama kamu gimana ? " Usul Farrel .
" Ja.. jangan Mas . Jangan . "
" Kok panik gitu sih ? " Tanya Farrel .
" Jangan jangan kamu makan malam berdua sama teman pria yah ? " duganya .
" Gak gitu Mas . Aku memang makan malam bareng temen temen aku . Tapi ada pria juga . " Jelas Cyrin .
Farrel diam sejenak . Sepertinya Ia curiga akan sesuatu .
" Jangan bilang kalau teman pria kamu itu Nino ? " tanyanya .
Dengan ragu Cyrin menjawab " Iya Mas . "
" Kalau aku minta kamu pergi dari sana sekarang gimana ? Kamu mau gak ? "
" Memangnya kenapa Mas ? Beri aku alasan . " Cyrin menjawab dengan mengajukan pertanyaan.
" Kalau aku bilang karena aku cemburu gimana ? Kamu percaya ? Kamu mau turuti permintaanku ? "
" Mas jangan gitu dong . Please , kami tidak makan malam berdua . Tapi berlima . Ada Byanca dan Marsha juga . Yang kami obrolin juga soal pekerjaan Mas . Ini sama aja seperti lagi meeting . " Jelas Cyrin .
Farrel terdengar menghela napasnya kasar .
Tidak sepatutnya dia cemburu berlebihan pada Cyrin . Lagian Cyrin sudah jujur dan mereka tak hanya berduaan saja . Pikir Farrel .
" Oke tapi pulangnya aku jemput yah . 45 menit lagi . Oke ? " Tawar Farrel .
__ADS_1
" Oke . Aku akan meminta Byanca membawa mobilku pulang . "
Cyrin kembali ke meja dan ternyata sudah banyak hidangan disana .
" Telepon dari kakak kamu yah Rin ? Maaf aku gak sengaja dengar kamu sebut sebut kata Mas . " Tanya Nino .
Cyrin tak menjawab pertanyaan Nino , Ia hanya tersenyum .
Cyrin tidak bisa menikmati makanannya , sesekali Ia melirik jam di pergelangan tangannya .
Cyrin hanya mengambil sedikit makanan agar dia cepat selesai , dan mempercepat makannya agar di saat Farrel sampai dia sudah selesai .
" By... ini kunci mobil aku . Kamu bawa dulu yah . Soalnya Farrel mau jemput kemari . " Bisik Cyrin pada Byanca .
Byanca tidak menjawab. Ia hanya menatap Cyrin penuh tanda tanya .
Pasalnya Byanca tahu jika perjanjian antara Cyrin dan Farrel sudah berakhir , lalu untuk apa lagi mereka bertemu . Sampai di jemput segala lagi . Pasti ada hal yang belum di ceritakan oleh sahabatnya itu .
Cyrin seolah paham dengan tatapan Byanca . Ia hanya menganggukkan kepalanya seperti memberi isyarat jika Ia paham yang ingin di tanyakan Byanca dan nanti akan Ia ceritakan semuanya .
30 menit belalu . Cyrin sudah selesai dengan makannya . Farrel mengiriminya pesan jika posisinya sudah dekat hanya sekitar 5 menit lagi dan pria itu akan tiba di sana .
Cyrin hanya membalas jika Ia masih punya waktu 15 menit lagi , tapi tak ada balasan dari Farrel .
Cyrin merasa tak enak jika harus pergi lebih dulu sedangkan Nino masih menikmati makanannya .
Cyrin mulai gugup . Matanya tak berhenti memandangi ponsel untuk melihat pesan atau hanya sekedar melihat waktu .
" Kenapa Rin ? Kok gelisah gitu sih . " Tanya Nino .
" Gak kenapa napa . Aku hanya hawatir pulang kemalaman . "
" Nanti aku antar aja yah . " Usul Nino .
" Tidak perlu . " Jawab Cyrin segera . Sampai sampai semua orang menatap padanya karena nada suaranya yang cukup tinggi .
" Maksudku , tidak perlu . Aku bawa mobil sendiri kok . "
Di saat bersamaan Cyrin menerima pesan jika Farrel sudah tiba dan sedang menunggunya di parkiran .
Cyrin memerhatikan Nino yang masih menikmati makanannya . Sungguh tak sopan jika Ia harus pamit sekarang .
Cyrin terus berdoa agar Nino segera menghentikan aktifitas makannya .
Dan ternyata doa itu langsung dikabulkan . Nino berhenti makan dan pamit untuk ke toilet sebentar .
Cyrin segera merapikan barangnya . " By... Sha.... aku harus pergi duluanya . Mobilku pakai aja . " Pamit Cyrin pada kedua sahabatnya .
Marsha sebenarnya ingin protes , tapi Ia diberi kode oleh Byanca untuk diam .
" Pak Alvin , aku pamit untuk pulang lebih dulu yah Pak . Ada urusan mendadak . " Pamit Cyrin .
" Loh loh ... tungguin Pak Nino bentar yah , takutnya nanti dia nyari kamu . " Jawab Alvin .
" Aku minta tolong Pak Alvin yang sampaikan yah. "
Belum sempat Alvin menjawab , Cyrin sudah berdiri dari duduknya .
" Aku jalan duluan yah . Pak Alvin tolong sampaikan terimakasih atas makan malamnya pada Pak Nino yah . "
Cyrin segera berjalan keluar dari restauran dengan tergesa . Dan benar saja sesuai dugaannya , Ia keluar dari pintu bersamaan dengan Farrel yang baru saja hendak masuk .
" Loh Rin udah di sini aja , padahal aku baru mau jemput ke dalam . " Ucap Farrel .
" Mas please gak usah aneh aneh deh . " Jawab Cyrin .
__ADS_1
" Aneh aneh gimana ? "
" Kan Mas tahu di dalam ada Kak Nino . Memangnya Mas udah akur sama Kak Nino ? Kalau ribut lagi kan gak lucu , ini di tempat umum . "
Farrel tersenyum , Ia mengelus lembut puncak kepala Cyrin . " Kepala kamu nih kecil tapi ternyata yang dipikirin banyak banget . " Ucapnya .
" Siapa juga yang mau berantem . Orang Nino nya aja tuh yang sering emosian kalau ketemu aku . " Lanjut Farrel .
" Iya mas emang gak emosian. Tapi memangnya Mas pikir aku gak tahu kalau Mas sengaja nge block kerjasama antara perusahaan Wiguna dengan perusahaan lain . "
" Yeee... itu hanya peringatan aja . Supaya dia tahu bagaimana sopan santun saat ketemu orang bukan asal tonjok aja . " Elak Farrel .
" Ini kita mau ngobrol disini atau gimana nih ? "
" Oh iya.. sampai lupa . Ya udah yuukk ... " Ajak Farrel sambil menggenggam tangan Cyrin .
Cyrin kembali merona ketika tangannya digenggam lagi oleh Farrel . Apalagi jantungnya mulai lagi berdetak detak lebih cepat dari biasanya .
Baru beberapa langkah , tapi mereka harus berhenti karena seorang pria memanggil nama Cyrin .
Keduanya berbalik dan ternyata pria itu adalah Nino .
" Rin .. kok kamu pulang duluan ? " Tanyanya lalu menatap tajam pada Farrel .
" Sorry Kak , tadi aku mau pamit tapi kakak masih di toilet . "
Nino memerhatikan tangan Cyrin yang berada dalam genggaman Farrel .
" Jangan jangan yang kamu bilang Mas mu itu dia Rin ? " Tanya Nino .
" Ehmm ... ehhmmm .... " Cyrin bingung harus menjawab apa . Hal itu kan juga Nino sendiri yang menyimpulkan . Ia tidak pernah membenarkan .
" Apa urusannya sama kamu tentang hubunganku dan Cyrin ? " Farrel yang akhirnya menjawab ucapan Nino .
" Saya bertanya pada Cyrin . Kamu sebaiknya diam saja . " Balas Nino mulai terlihat emosi .
Cyrin menyadari itu karena melihat Nino sudah mengepalkan tangannya .
" Kak Nino maaf yah , aku harus pergi lebih dulu . Masih ada urusan penting . Sampai ketemu besok di kantor Kak , dan terimakasih atas makan malamnya . " Ucap Cyrin lembut .
Nino tersadar setelah mendengar ucapan Cyrin . Dia kan sudah bertekad untuk pelan pelan merebut hati Cyrin , jika dia emosi lagi bisa bisa Cyrin makin menjauh darinya .
" Iya Rin . Kamu hati hati yah . Sampai besok . " balas Nino dengan memaksakan senyumnya .
Nino lalu melihat Cyrin masuk ke dalam mobil yang pintunya telah dibukakan oleh Farrel .
Dengan rasa kecewa dan emosi yang tertahan, Ia hanya bisa melihat Cyrin pergi dengan pria lain .
" Saat ini aku akan mengalah . Tunggu saja sampai aku mendapatkanmu Rin . Tak akan ku biarkan pria manapun mendekatimu . Bahkan walau hanya menatapmu saja tak akan bisa . " Batin Nino .
.
.
.
.
.
"Aku menginginkanmu seutuhnya, selamanya, kamu dan aku, setiap hari." -The Notebook, Nicholas Sparks
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue