My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 35 . Cinta atau Obsesi


__ADS_3

Kini Nino , Alvin ,Cyrin , Byanca , dan Marsha sudah berada di sebuah restauran yang menghidangkan menu makanan Cina .



" Tempatnya sungguh nyaman . " Batin Cyrin .


" Gimana Rin ? Kamu suka tempatnya ? " tanya Nino .


" Iya ... aku suka . " Jawab Cyrin singkat .


Selagi menunggu pesanan mereka di hidangkan tatapan Nino tak pernah lepas dari Cyrin .


Semua orang menyadari itu , termasuk Cyrin . Di tatap seperti itu ,  Ia jadi merasa sedikit tak nyaman .


" Rin .. kemarin acara keluargamu di mana ? " Tanya Nino .


" Ehmm.. kemarin yah ... acaranya di Bogor , di kebun teh . " Jawab Cyrin dengan tergagap .


" Bukan acara sih Pak , hanya kumpul keluarga sederhana saja . " Lanjutnya .


" Aku baru tahu kalau ternyata kamu punya seorang kakak , dan kakakmu ternyata seorang pria . "


" Oh yah ?? Ku kira aku sudah pernah bercerita padamu Pak ... hehehe , sepertinya aku keliru . " Ucap Cyrin .


Nino masih ingin menanyakan sesuatu pada Cyrin namun ponsel wanita itu berbunyi sehingga Nino harus mengurungkan niatnya .


Cyrin sedikit menjauh saat menerima panggilan itu karena setelah Ia periksa panggilan itu dari Farrel .


" Halo Mas , " ucap Cyrin saat menerima panggilan.


" Halo Rin , kamu di mana ? Udah makan malam belum ? "  tanya Farrel .


" Aku lagi di resto nih Mas, mau makan malam bareng temanku . "


" Ohh... telat dong aku . Padahal aku juga pingin ngajak kamu dinner . "


" Maaf yah Mas , besok aja gimana ? "


" Gimana yah Rin , sebenarnya ada yang mau aku omongin sama kamu . Kalau aku ikut gabung sama kamu gimana ? " Usul Farrel .


" Ja.. jangan Mas . Jangan . "


" Kok panik gitu sih ? " Tanya Farrel .


" Jangan jangan kamu makan malam berdua sama teman pria yah ? " duganya .


" Gak gitu Mas . Aku memang makan malam bareng temen temen aku . Tapi ada pria juga . " Jelas Cyrin .


Farrel diam sejenak . Sepertinya Ia curiga akan sesuatu .


" Jangan bilang kalau teman pria kamu itu Nino  ? " tanyanya  .


Dengan ragu Cyrin menjawab " Iya Mas . "


" Kalau aku minta kamu pergi dari sana sekarang gimana  ? Kamu mau gak ? "


" Memangnya kenapa Mas  ? Beri aku alasan . " Cyrin menjawab dengan mengajukan pertanyaan.


" Kalau aku bilang karena aku cemburu gimana ? Kamu percaya ? Kamu mau turuti permintaanku ? "


" Mas jangan gitu dong . Please , kami tidak makan malam berdua . Tapi berlima . Ada Byanca dan Marsha juga . Yang kami obrolin juga soal pekerjaan Mas . Ini sama aja seperti lagi meeting . " Jelas Cyrin .


Farrel terdengar menghela napasnya kasar .


Tidak sepatutnya dia cemburu berlebihan pada Cyrin . Lagian Cyrin sudah jujur dan mereka tak hanya berduaan saja . Pikir Farrel .


" Oke tapi pulangnya aku jemput yah . 45 menit lagi . Oke ? " Tawar Farrel .

__ADS_1


" Oke . Aku akan meminta Byanca membawa mobilku pulang . "


Cyrin kembali ke meja dan ternyata sudah banyak hidangan disana .



" Telepon dari kakak kamu yah Rin ? Maaf aku gak sengaja dengar kamu sebut sebut kata Mas . " Tanya Nino .


Cyrin tak menjawab pertanyaan Nino , Ia hanya tersenyum .


Cyrin tidak bisa menikmati makanannya , sesekali Ia melirik jam di pergelangan tangannya .


Cyrin hanya mengambil sedikit makanan agar dia cepat selesai , dan mempercepat makannya agar  di saat Farrel sampai dia sudah selesai .


" By... ini kunci mobil aku . Kamu bawa dulu yah . Soalnya Farrel mau jemput kemari . " Bisik Cyrin pada Byanca .


Byanca tidak menjawab. Ia hanya menatap Cyrin penuh tanda tanya .


Pasalnya Byanca tahu jika perjanjian antara Cyrin dan Farrel sudah berakhir , lalu untuk apa lagi mereka bertemu . Sampai di jemput segala lagi . Pasti ada hal yang belum di ceritakan oleh sahabatnya itu .


Cyrin seolah paham dengan tatapan Byanca . Ia hanya menganggukkan kepalanya seperti memberi isyarat jika Ia paham yang ingin di tanyakan Byanca dan nanti akan Ia ceritakan semuanya .


30 menit belalu . Cyrin sudah selesai dengan makannya . Farrel mengiriminya pesan jika posisinya sudah dekat hanya sekitar 5 menit lagi dan pria itu akan tiba di sana .


Cyrin hanya membalas jika Ia masih punya waktu 15 menit lagi , tapi tak ada balasan dari Farrel .


Cyrin merasa tak enak jika harus pergi lebih dulu sedangkan Nino masih menikmati makanannya .


Cyrin mulai gugup . Matanya tak berhenti memandangi ponsel untuk melihat pesan atau hanya sekedar melihat waktu .


" Kenapa Rin ? Kok gelisah gitu sih . " Tanya Nino .


" Gak kenapa napa . Aku hanya hawatir pulang kemalaman . "


" Nanti aku antar aja yah . " Usul Nino .


" Tidak perlu . " Jawab Cyrin segera . Sampai sampai semua orang menatap padanya karena nada suaranya yang cukup tinggi .


" Maksudku , tidak perlu . Aku bawa mobil sendiri kok . "


Di saat bersamaan Cyrin menerima pesan jika Farrel sudah tiba dan sedang menunggunya di parkiran .


Cyrin memerhatikan Nino yang masih menikmati makanannya . Sungguh tak sopan jika Ia harus pamit sekarang .


Cyrin terus berdoa agar Nino segera menghentikan aktifitas makannya .


Dan ternyata doa itu langsung dikabulkan . Nino berhenti makan dan pamit untuk ke toilet sebentar .


Cyrin segera merapikan barangnya . " By... Sha.... aku harus pergi duluanya . Mobilku pakai aja . " Pamit Cyrin pada kedua sahabatnya .


Marsha sebenarnya ingin protes , tapi Ia diberi kode oleh Byanca untuk diam .


" Pak Alvin , aku pamit untuk pulang lebih dulu yah Pak . Ada urusan mendadak . " Pamit Cyrin .


" Loh loh ... tungguin Pak Nino bentar yah , takutnya nanti dia nyari kamu . " Jawab Alvin .


" Aku minta tolong Pak Alvin yang sampaikan yah. "


Belum sempat Alvin menjawab , Cyrin sudah berdiri dari duduknya .


" Aku jalan duluan yah . Pak Alvin tolong sampaikan terimakasih atas makan malamnya pada Pak Nino yah . "


Cyrin segera berjalan keluar dari restauran dengan tergesa . Dan benar saja sesuai dugaannya , Ia keluar dari pintu bersamaan dengan Farrel yang baru saja hendak masuk .


" Loh Rin udah di sini aja , padahal aku baru mau jemput ke dalam . " Ucap Farrel .


" Mas please gak usah aneh aneh deh . " Jawab Cyrin .

__ADS_1


" Aneh aneh gimana ? "


" Kan Mas tahu di dalam ada Kak Nino . Memangnya Mas udah akur sama Kak Nino ? Kalau ribut lagi kan gak lucu , ini di tempat umum .  "


Farrel tersenyum , Ia mengelus lembut puncak kepala Cyrin  . " Kepala kamu nih kecil tapi ternyata yang dipikirin banyak banget . " Ucapnya .


" Siapa juga yang mau berantem . Orang Nino nya aja tuh yang sering emosian kalau ketemu aku . " Lanjut Farrel .


" Iya mas emang gak emosian. Tapi memangnya Mas pikir aku gak tahu kalau Mas sengaja nge block kerjasama antara perusahaan Wiguna dengan perusahaan lain . "


" Yeee...  itu hanya peringatan aja . Supaya dia tahu bagaimana sopan santun saat ketemu orang bukan asal tonjok aja . " Elak Farrel .


" Ini kita mau ngobrol disini atau gimana nih ? "


" Oh iya.. sampai lupa . Ya udah yuukk ... " Ajak Farrel sambil menggenggam tangan Cyrin .


Cyrin kembali merona ketika tangannya digenggam lagi oleh Farrel . Apalagi jantungnya mulai lagi berdetak detak lebih cepat dari biasanya .


Baru beberapa langkah , tapi mereka harus berhenti karena seorang pria memanggil nama Cyrin .


Keduanya berbalik dan ternyata pria itu adalah Nino . 


" Rin .. kok kamu pulang duluan ? " Tanyanya lalu menatap tajam pada Farrel .


" Sorry Kak , tadi aku mau pamit tapi kakak masih di toilet . "


Nino memerhatikan tangan Cyrin yang berada dalam genggaman Farrel .


" Jangan jangan yang kamu bilang Mas mu itu dia Rin ? " Tanya Nino .


" Ehmm ... ehhmmm .... " Cyrin bingung harus menjawab apa . Hal itu kan juga Nino sendiri yang menyimpulkan . Ia tidak pernah membenarkan .


" Apa urusannya sama kamu tentang hubunganku dan Cyrin ? " Farrel yang akhirnya menjawab ucapan Nino .


" Saya bertanya pada Cyrin . Kamu sebaiknya diam saja . " Balas Nino mulai terlihat emosi .


Cyrin menyadari itu karena melihat Nino sudah mengepalkan tangannya .


" Kak Nino maaf yah , aku harus pergi lebih dulu .  Masih ada urusan penting . Sampai ketemu besok di kantor Kak , dan terimakasih atas makan malamnya . " Ucap Cyrin lembut .


Nino tersadar setelah mendengar ucapan Cyrin . Dia kan sudah bertekad untuk pelan pelan merebut hati Cyrin , jika dia emosi lagi bisa bisa Cyrin makin menjauh darinya .


" Iya Rin . Kamu hati hati yah . Sampai besok . " balas Nino dengan memaksakan senyumnya .


Nino lalu melihat Cyrin masuk ke dalam mobil yang pintunya telah dibukakan oleh Farrel .


Dengan rasa kecewa dan emosi yang tertahan, Ia hanya bisa melihat Cyrin pergi dengan pria lain .


" Saat ini aku akan mengalah . Tunggu saja sampai aku mendapatkanmu Rin . Tak akan ku biarkan pria manapun mendekatimu . Bahkan walau hanya menatapmu saja tak akan bisa . " Batin Nino .


.


.


.


.


.


 "Aku menginginkanmu seutuhnya, selamanya, kamu dan aku, setiap hari." -The Notebook, Nicholas Sparks


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2