My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 104. Hati dan logika


__ADS_3

Waktu terus berjalan maju , Sang Surya datang dan pergi tanpa bisa dicegah terus menerus , berulang-ulang . Satu bulan telah berlalu sejak penangkapan Olla dan Tomi . Sudah satu bulan juga , kehidupan seorang Farrel Antoine Jatmika hanya berkisar rumah - perusahaan - rumah sakit .


Banyak pihak yang menyayangkan batalnya pernikahan yang ditunggu - tunggu dalam dunia bisnis . Banyak pihak juga yang tentu hendak mengambil keuntungan dari kesulitan ini , tapi Tuhan selalu punya cara melindungi hati Farrel .


Benar jika waktu tak akan berhenti dan menunggumu untuk bangkit , tapi hidup juga tidak akan terus menuntutmu untuk berjalan maju , ada kalanya diperlukan langkah mundur  untuk mengingat berkat- berkat yang telah kita terima .


Itulah yang Farrel lakukan kini . Setiap terjaga di pagi hari , setidaknya ada satu berkat yang akan Ia ingat .  Farrel juga manusia biasa , semua cobaan yang menimpanya tentu saja menjadi beban yang menekan jiwa dan raganya .


Baginya beruntung dia memiliki Cyrin dengan kondisi seperti sekarang , hal itu memotivasinya untuk jadi lebih kuat demi wanita yang Ia cintai .


Farrel yang sudah selesai bersiap dengan setelan jas berwarna dark grey kini ikut bergabung dengan kedua orang tuanya untuk sarapan .


" Pagi Ma .... , " sapanya dan tak lupa satu kecupan Ia daratkan di pipi sang Ibu .


" Pagi Pa .... , " lanjutnya .


" Udah pada rapi , mau kemana ? " tanyanya .


" Loh , kami mau ke rumah sakit . Hari ini jadwalnya kami untuk bertemu Cyrin , " jawab Papa Jatmika .


" Iya... Mama udah gak sabar , kangen banget tau gak... hampir sebulan loh mama gak ngobrol dengan anak kesayangan Mama . "


Farrel sebenarnya baru tahu mengenai hal ini . Sudah 2 minggu dia kembali ke perusahaan , jadi tidak bisa lagi terus menerus mengawasi Cyrin .


Tapi setiap pagi sebelum bekerja , jam istirahat makan siang dan saat pulang kantor , Farrel selalu ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan Cyrin .


Dan fakta mengejutkan baru Ia dengar pagi ini . " Sykurlah jika Cyrin sudah bisa bertemu dengan orang lain lagi , tapi Dokter Rasya gak ngomong apa-apa sama aku . "


" Mungkin lupa kali Rel ,  tapi setahu Mama dari Jeng Hindun Cyrin sudah menerima keluarganya yang datang membesuk , " ungkap Mama Anin .


Fakta baru yang sangat bagus mengenai perkembangan kesehatan Cyrin . Walau Ia bingung mengapa Ia tidak tahu apapun .



Sementara itu pagi ini Cyrin tengah menyisir rambutnya . Jika biasanya Ia akan menguncir , hari ini surai panjangnya Ia biarkan tergerai bebas .



Menggunakan sweater putih , Ia terus memandang ke kaca buram berbentuk persegi panjang yang menyatu dengan salah satu sisi dinding ruangan ini .



![](contribute/fiction/3200397/markdown/14234181/1642192113675.jpg)



" Bu .... apa dia sudah ada di balik sana ? " tanyanya pada Ibu yang sebulan ini setia menemaninya .



" Sepertinya belum , tadi sempat Ibu lihat belum ada siapa - siapa di sana , " jawabnya .



" Hari ini jadwalnya kamu bertemu dengan calon mertua mu kan ? " tanya Bu Hindun .



Cyrin menunduk lesu , tangannya meraih undangan pernikahannya bersama Farrel yang akhirnya batal .


" Apa masih boleh aku menyebut mereka calon mertuaku ? Apa mereka mau menerimaku dengan kondisi  seperti ini  sebagai menantu ? "



" Husssstt , kamu itu ngomong apa sih . Kamu itu sakit sayang , dan sakit bukan suatu aib . Bahkan sakit itu bisa jadi penggugur dosa jika kamu ikhlas dan bertawakkal dalam menjalaninya  . " Ujar Bu Hindun .



" Ibu gak mau kamu berkecil hati lagi , seharusnya kamu bersyukur keadaan kamu masih lebih baik dari pasien lain di sini . " Lanjut Bu Hindun sambil menatap taman lewat jendela  . Di sana banyak sekali pasien lain yang kondisinya lebih memprihantinkan  .



" Pagi ... , " sapa Dokter Rasya .


Obrolan Ibu dan putrinya itu akhirnya terhenti .



" Pagi juga dok  , " balas Cyrin . " Dok , apa ..... "



Dokter Rasya segera menyela ucapan Cyrin , " Belum . Pak Farrel belum datang . Tapi dia sudah menghantuiku di telepon . "



Cyrin tertawa , " Maksud dokter ? "



" Dia marah karena tidak tahu soal kamu yang mulai bertemu dengan orang terdekat . Dia bertanya siapa- siapa saja yang telah kamu temui . " ujar Dokter  Rasya .



" Ha.. ha.. dia memang selalu begitu , pemaksa . " celetuk Cyrin .



" Oh yah  ? Apa ada ingatan baru lagi ? " tanya Dokter Rasya .


__ADS_1


Cyrin mengangguk , wajahnya tiba-tiba saja bersemu merah .



Dokter Rasya mendekat , duduk di sisi brangkar.


" Apakah ingatan itu tidak boleh diceritakan  ? " tanyanya , berbisik dengan kedua alisnya naik turun .



Wajah Cyrin makin merona , " Sssstttttt ... jangan sampai Ibu tau . " Peringat Cyrin membuat dokter Rasya tertawa .



Yah begitulah keadaan Cyrin selama sebulan ini , kondisinya mengalami kemajuan yang baik . Semakin baik setiap harinya .



Jika dulu Ia selalu bersemangat menanti datangnya senja , dan terkadang mengutuk gelapnya malam yang mengganti langit jingga keemasan menjadi langit gelap dengan cahaya bintang .



Namun kini setiap hari Ia tidak sabar menunggu saat malam tiba. Rasanya Ia ingin meminta matahari untuk segera pulang beristirahat , agar malam dan cahaya bulan bintang bisa segera menggantikan tugasnya .



Semuanya berawal dari malam itu  , ketika Ia memberanikan dirinya untuk melangkah keluar dari pintu yang mengurungnya dalam ruangan sempit di pikirannya  .



**¤¤¤¤** ***Flash back ssatu bulan yang lalu*** **¤¤¤**



*Hari ini adalah hari pertama Cyrin menerima Ibu nya untuk menemani di ruangan . Tidak buruk ternyata , Ia memiliki teman mengobrol , teman makan bersama , yang pasti tidak se sunyi biasanya* .



*Namun di hatinya tetap terasa ada kehampaan disana ,sepertinya hatinya bukan membutuhkan keramaian , dia butuh orang yang tepat* .



*Hati seorang Ibu tentu bisa membaca perasaan darah dagingnya ,  Bu Hindun tentu tahu jika putrinya masih butuh satu hal untuk membantunya cepat sembuh* .



*Malampun tiba , Cyrin tengah berbaring memunggungi Ibunya yang sedang berkirim pesan pada suaminya* .



" *Rin , kamu percaya pada Ibu kan* ? "




" *Ibu tau kamu belum tidur ,  Ibu hanya memberitahu agar kamu tidak terlalu terkejut* . "



" *Ibu akan memanggil pria itu masuk .  Kamu jangan takut ,  tetaplah seperti ini saja cukup dengarkan apa yang Ia ucapkan* . "



" *Ibu yang jamin dia tidak akan melukaimu . Dia pria yang sangat mencintaimu , pria selain Bapak dan Mas mu  yang bahkan mau merelakan hidupnya untuk kamu Nak . Percaya pada Ibu , dulu kamu juga seperti itu padanya* . "


*Ujar Bu Hindun* .



*Bu Hindun sadar , apa yang Ia lakukan kali ini sangat beresiko . Tapi hati kecilnya mengatakan jika Farrel  lah yang putrinya butuhkan* .



*Cyrin mulai menegang , tatkala Ia mendengar suara seorang pria bicara dengan Ibunya*  .



" *Apa dia sudah tidur ? " tanya pria itu* .


" *Sudah . " Jawab Ibu* .


" *Apa benar tak apa Bu  seperti ini ? " tanyanya lagi* .


" *Jika tidak di coba , kita tak akan tau* . "



*Lalu Cyrin bisa mendengar derap langkah yang semakin mendekat . Ada butiran peluh terasa mengalir dari keningnya .



Tapi Ia mencoba untuk bertahan , Ia menguatkan dirinya . Mengikuti ucapan sang Ibu  ,  jika tidak mencoba maka tak akan pernah tau* .



" *Sayang ... , " ucap Farrel dengan suara lembut dan sangat pelan* .



*Deg* ... !

__ADS_1



" *Perasaan apa ini ? Kenapa jantungku berdebar? " batin Cyrin* .



" *Aku merindukanmu sayang , cepatlah kembali. " lirih Farrel* .



*Entah bagaimana , tapi Cyrin merasa kegelisahannya sedikit demi sedikit menghilang*.



*Rasa sesak di dadanya juga mulai menghilang* .



" *Apa benar selama ini aku sudah di bodohi oleh pikiran ku sendiri . " Batin Cyrin* .



*Malam itu Farrel tak banyak bicara , Ia terus saja mengusap surai panjang Cyrin . Dan secara ajaib tindakan sederhana itu membuat Cyrin lebih tenang* .



*Perlahan - lahan rasa kantuk menderanya , rasa yang sudah lama tidak Ia rasakan   . Ketenangan itu membuat Cyrin perlahan memejamkan matanya* .



*Sebelum benar - benar terpejam , Ia sempat mendengar pria itu berbisik padanya* ,



" *Sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu. Tak akan pernah berubah . Nikmati waktu sendirimu sayangku . Jangan pikirkan hal lain , cukup pikirkan hal-hal yang membuatmu bahagia . Walau kau tak melihatku , percayalah aku yang akan selalu melihat ke arahmu karena kamu akan selalu jadi porosku* . "



*Bulir air mata mengalir dari kelopak mata Cyrin yang terpejan* .



" *Pria itu memiliki cinta yang begitu besar untuknya , tapi mengapa di ingatannya pria itu adalah pria yang jahat* . "



*Perang antara batin dan logika Cyrin terjadi malam itu , hingga Farrel memberikan kecupan dikepalanya , di surai yang sejak tadi Ia usap lembut* .



" *Tidurlah sayang , besok banyak hal yang harus dilakukan . " Ucapnya , lalu derap langkah kakinya mulai menjauh hingga menghilang di balik pintu yang tertutup* .



" *Ya sepertinya pria itu benar , besok banyak hal yang harus ku lakukan .  " batinnya sebelum mulai memasuki alam mimpi* .



Cahaya mentari bahkan menembus kaca jendela untuk menyorot mata Cyrin yang masih terpejam .


Cahayanya sungguh mengganggu , dengan tak rela Ia terbangun . Mendudukkan diri di brangkar , melihat Ibunya tengah menatap keluar jendela .


" Bu .... " panggilnya .


Ibu Hindun menoleh .


" Tolong sampaikan pada Mas Bimo ,aku ingin bertemu dengannya . " Pinta Cyrin .


Senyum terukir di wajah teduh wanita yang telah melahirkannya .


" Baik , Ibu akan minta Mas mu ke Jakarta segera . "


Netra kami bertemu , ku lihat matanya berkaca - kaca karena permintaan sederhana dariku .


" Terimakasih Bu . "


Hanya itu yang bisa ku ucapkan padanya . Pada Ibu  , yang mengerti peasaan anaknya tanpa harus anaknya sampaikan .


.


.


.


" Tuhan ,  terimakasih telah menitipkanku terhadap malaikatmu yang kusebut Ibu . Ibu yang selalu mendengar apa yang ku katakan bahkan memahami apa yang belum katakan . Sehebat itulah Ia . "


.


.


.


.


To be continue


Jangan bosan-bosan dukung cerita ini yah readers kesayangan ... maafkan cerita ini yang memang sengaja othor tambahin bawang menjelang akhirnya ... ✌✌✌


Nih.... aku juga mau rekomendasiin karya othor favorit aku .... baca deh, ku yakin kalian juga pasti akan suka ... cuzzz segera mampir yah


__ADS_1


__ADS_2