My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 101 . Bunga Freesia


__ADS_3

Hari ini adalah hari ke tiga Cyrin dirawat di ruang isolasi . Tiga hari ini yang Ia lakukan hanya memandangi pasien lainnya yang berlindung di bawah teduhnya pohon yang rindang dari balik jendela kamarnya .


Entah apa yang telah terjadi padanya hingga Ia harus berakhir di tempat yang bahkan tidak pernah terpikirkan olehnya .


Kadang Ia ingin menyangkal keberadaannya di tempat ini, mengapa keluarganya membiarkan mereka mengurung dirinya di sini , di ruang isolasi rumah sakit jiwa .


Tapi ketidak mampuannya mengingat apa yang terjadi dan bagaimana Dokter Rasya sebagai orang yang paling Ia percayai saat ini selalu memintanya menemukan dirinya sendiri.


Dua hari yang lalu Dokter Rasya memberi Cyrin sebuah undangan pernikahan . Saat pertama kali melihatnya Ia pikir pasangan pemilik undangan ini telah mencuri ide undangan pernikahan impiannya . Undangan berwarna putih gading dengan corak berwarna kuning , sama seperti bunga kesukaannya bunga Freesia .


Mengingat bunga Freesia , Cyrin segera beralih pada pot bunga berbahan plastik tempatnya meletakkan 6 bay bunga freesia dua hari yang lalu .


“ Yah …. Layu lagi , “ sesalnya .


Seakan tidak yakin pada hasil kerja netranya , Ia mengendus berkali-kali bunga yang telah layu itu.


Satu-satunya batang bunga freesia yang tersisa, hari ini juga harus sudah layu .


“ Selamat pagi Cyrinda , “ sapa seorang dokter muda dan tampan .


Nampak senyum manis mengembang di wajah cantik Wanita itu , “ Pagi juga Dokter Rasya . “ Balasnya .


“ Ada apa dengan wajahmu tadi ? Apa terjadi sesuatu ? “ tanya Dokter Rasya .


“ Aku hanya mengasihani nasib bunga ini , jika tidak terkurung di tempat ini mungkin bunga bisa bertahan hingga berminggu-minggu di tgam mynkj, “ cicitnya sembari menunjukkan bunga yang telah layu di tangannya .


“ Semua bunga akan layu setelah beberapa hari dipetik , “ Ujarnya .


“ Sudah ku duga akan terjadi hal seperti ini , makanya ku bawakan ini agar kau tak terlalu sedih . “


Dokter Rasya memberi Cyrin beberapa batang bunga lavender yang diikat dengan pita membuatnya nampak sangat cantik .


“ Wah, terimakasih dokter .” Sahutnya .


“ Tapi jika nanti kau ingin memberiku bunga lagi tolong berikan bunga Freesia saja yah . Kali ini ku janji akan membuatnya bertahan lebih lama ,bahkan bisa sampai berminggu-minggu . “ Ujarnya .


Dokter Rasya sengaja membust raut wajah tak percaya .


“ Hei dokter…. apa kau meragukanku ? Kamu tau aku ini memiliki sebuah kebun bunga, walaupun tidak besar tapi di kebun itu hanya kutanami dengan Bunga Freesia . “ Tuturnya dengan bangga .


“ Dan juga di kamar kami bahkan sudah tidak lagi menggunakan pewangi ruangan , kami menggantinya dengan wangi bunga freesia . “ Jelas Cyrin dengan bersemangat tanpa menyadari ada sesuatu yang berbeda yang telah Ia ucapkan .


“ Bagaimana cara membuatnya bertahan lebih lama ? Mungkin aku bisa membantu menyiapkannya untukmu ,” tawarnya .


“ Sangat mudah, bahkan di pantry juga ada . “ Ujar Cyrin .


“ Pertama-tama kau harus memberiku bunga , lalu mengganti vas bunga ini dengan yang baru . “ Kesalnya melihat botol plastic yang lebih mirup dengan botol air minum murid TK .


“ Hahahahahahahaha , “ Dokter Rasya tertawa .


“ Gantilah vas nya dengan bahan anti bakteri . Setelah itu airnya akan ku ganti setiap hari dan ku berikan makanan bunga . Jika sedang kehabisan atau aku lupa membelinya , biasanya Farrel akan membuatkan gantinya dari air dan sirup gula , “ paparnya tanpa jeda .


Dokter Rasya , mengangguk menunjukkan ketertarikannya pada setiap penjelasan Cyrin . Dokter Rasya mengerti Cyrin butuh teman untuk bercerita , tidak mudah berada di tempat ini sendirian .


“ Jelas sekali jika kau sangat menyukai bunga Freesia , mengapa ? tanya Dokter Rasya .

__ADS_1


Cyrin bungkam cukup lama .


Dokter Rasya mengamati wajah Cyrin seperti sedang berusaha menggali ingatannya. Ia sudah bersiap dengan pengalihan lain jika Cyrin masih belum bisa merespon pertanyaannya .


“ Entahlah , apa mungkin karena bunganya cantik , “ ucapnya tak yakin .


“ Menurutku bukan . Masih ada bunga lain yang lebih cantik dari bunga Freesia, misalnya tulip, anggrek, atau lily of the valley . “ Jelas Dokter Rasya .


Ucapan Dokter Rasya barusan seperti sedang mempengaruhi Cyrin untuk bekerja lebih keras menggunakan otaknya .


“ Auuchhh … “ Ia meringis saat jarinya tergores sesuatu dari batang bunga Lavender . Fokusnya teralihkan karena ingin mencari alasan apa yang membuatnya begitu tergila-gila dengan bunga Freesia .


“ Kau baik- baik saja ?” Tanya dokter Rasya .


“ Ya… bukan apa-apa . Tidak terluka kok .” Jawabnya .


“ Sudah tidak perlu terlalu pikirkan pertanyaanku . “ Ucapnya .


Cyrin mengangguk setuju, tapi tidak dengan raut wajah yang Ia tampilkan .


“ Ayo Cyrin , aku yakin kamu bisa .” Dalam batinnya Dokter Rasya menyemangati Cyrin .


Sebenarnya tanpa Cyrin sadari jika Dokter Rasya tengah melakukan terapi konsultasi padanya . Selama di dalam ruang isolasi , Dokter Rasya mengamati besarnya ketertarikan Cyrin pada bunga itu. Dan Farrel , tunangan pasiennya membenarkan dugaannya . Ada sebuah cerita di balik bunga Freesia.


Dokter Rasya berharap dengan kenangan bunga freesia , bisa membuat Cyrin tidak menyangkal kehadiran Farrel di hidupnya .


“ Dokter… dokter… “ panggil Cyrin berulang saat dokternya itu tengah melamun .


“Ehh maaf , ada apa ? “ jawabnya .


“ Dokter, aku ingin tanya padamu . Apakah saat kau membeli bunga kau memikirkan maknanya ? “ Tanya Cyrin .


Dokter Rasya menggeleng lalu mengangguk .Ia bingung menjawab apa, karena bunga itu bukan darinya .


“ Jawaban apa itu dokter ? “ Tanyanya .


“ Maksudku , hemm… karena bunga lavender itu harum sangat pas menggantikan bunga Fresiamu yang sudah layu .” Ujarnya beralasan .


“ Syukurlah jika begitu , “ balas Cyrin lega .


“ Kau tau bunga Lavender bermakna pengabdian dan cinta . “ Sambungnya .


Sontak saja Dokter Rasya menoleh dengan senyum sinis pada kaca buram di salah satu sisi ruangan ini.


Cyrin merasa pandangannya tiba-tiba buram , kepalanya pusing , suara samar-samar seorang pria terdengar saat Cyrin memejamkan matanya .


“ Bunga ini sama seperti dirimu , Anggun walau sedang dalam tekanan . Aku selalu percaya kamu bisa .”


“ Cyrin … Cyrinda … Cyrin …. Apa kau baik-baik saja , hei… fokuslah . “


Teriak Dokter Rasya menarik Cyrin untuk sadar dari lamunannya .


“ Dokter , baru saja aku terbayang suara seorang pria yang memberitahuku arti bunga Freesia . “ Cyrin mengakuinya .


“ Apakah hal itu menakutimu ? “ selidik Dokter Rasya .

__ADS_1


Cyrin menggeleng , “ tidak , itu menenangkanku . “


Dokter Rasya beranjak keluar dari ruang rawat Cyrin .


“ Bersiaplah untuk bertemu Ayah dan Ibu mu siang nanti . “ Peringatnya sebelum keluar.


“ Dokter , “ panggilan Cyrin membuat Dokter Rasya berhenti melangkah .


“ Kapan aku bisa bertemu dengannya ? “ tanya Cyrin.


Kening Dokter Rasya mengernyit tak paham siapa yang dimaksud Cyrin .


“ Dia , Yang memberiku bunga Freesia dan bunga lavender . “ Ujarnya sambil menoleh dan tersenyum manis pada kaca buram . Cyrin tahu jika selama ini Ia diawasi lewat kaca itu .


“ Wahh… kau tega sekali , kau membuatku malu . “


“ Sabar yah, sebentar lagi . Dia yang kau maksud itu pasti sangat senang sekarang karena hari ini kau menyebut Namanya bahkan lebih dari sekali . “ Balasnya menggoda Cyrin .




Sementara di balik kaca buram , Farrel yang memperhatikan interaksi Dokter Rasya dengan tunangannya menitikkan air mata haru tanpa Ia sadari.



Hari ini adalah hari pertama Cyrin menyebut Namanya tanpa embel embel seorang penjahat .



Bimo yang Bersama Farrel menepuk Pundak sahabatnya , “ Orang itu bisa saja merusak pikirannya, tapi tidak dengan hatinya Rel . Terimakasih telah memilih bertahan . “ Ucap Bimo .


.


.


.


.


.


.


“ *You can’t lead a heart to Love , But You can make it Fall in love* . “


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2