My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 92 . Niat tersembunyi


__ADS_3

 “Ketika kau melakukan sesuatu yang mulia dan indah dan tak seorang pun memperhatikan, jangan bersedih. Karena matahari pun tampil cantik setiap pagi meski sebagian besar penontonnya masih tidur.” - John Lennon



Gelapnya malam kini telah sirna seiring sang surya yang ingin mulai menampilkan pesonanya.


Sungguh pesona yang begitu kuat dan tidak bisa dicegah terbitnya .



Seorang pria yang tengah terlelap mulai terkena bias pesona dari  sinar mentari yang menyeruak lewat celah jendela kamar.



Memaksa pria itu untuk mengerjap-ngerjapkan matanya . Perlahan netranya terbuka dan dengan sendirinya beradaptasi dengan cahaya .



Ia bangun dan duduk di tepi ranjang .



Memindai ruangan yang didominasi warna pastel .  Senyum terbit di wajah tampannya saat menyadari jika semalam Ia menginap di apartemen tunangannya .



Pria itu Farrel .



Setelah drama panjang yang Ia rencanakan telah selesai dalam waktu satu hari, rasanya kini Ia lebih tenang .



Beban pikirannya mengenai  seseorang yang akan menyakiti tunangannya telah menghilang .



Farrel berjalan menuju pintu yang membawanya menuju balkon kamar .



" Udara pagi ini memang paling enak digunakan untuk tidur dan bermalas-malasan . " Gumamnya sambil sesekali melakukan gerakan peregangan .



" Tapi terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja. " Lanjutnya masih bergumam dan berkacak pinggang.



Mengedarkan pandangannya menyaksikan suasana sekitar apartemen yang mulai ramai dengan berbagai aktivitas .



Farrel merentangkan tangannya kesamping ,


" Ayo Farrel , semangat .  Nikmatilah udara pagi , sinar mata hari pagi, dan suasana pagi yang penuh ketenangan agar siap untuk menghadapi tantangan yang telah menanti . "


Ujar Farrel dengan suara yang lebih lantang untuk menyemangati dirinya sendiri .



Hingga suasana pagi Farrel yang penuh ketenangan terusik oleh kehadiran seorang wanita cantik memakai long dress merah , " Mas ... Mas Farrel , " panggilnya .



Farrel berbalik , segera mengembalikan posisi tangannya seperti biasa saat melihat Cyrin berdiri di pintu balkon .



" Sayang , kamu sudah bangun ? Berdiri di situ sejak kapan Yang ? " tanyanya menahan malu .



" Aku bangun sejak subuh , nyiapin sarapan . " Jawab Cyrin .



" Sudah cukup lama aku di sini . Sejak Mas bergerak seperti orang yang sedang kejang-kejang sampai Mas selesai berlatih akting . "


Puas sekali batin Cyrin , pagi ini Ia bisa meledek calon suaminya itu .



Pasalnya setiap orang yang Ia temui , selalu menilai Farrel sempurna tanpa celah .



Orang lain hanya tidak tahu bagaimana bawel , cemburuan , posesif , over protective , dan pagi ini ditambah dengan bakat aktingnya yang buruk .



Farrel tidak terima dengan ledekan Cyrin .


" Enak aja kejang- kejang , itu namanya peregangan sayang . Kamu sih malas olah raga makanya gak tahu ," ujarnya membela diri .



" Terus tadi itu bukan latihan akting , tapi aku lagi , lagi , ehmm lagi ,ehmm .... "


Otak Farrel bekerja keras mencari pembelaan yang tepat .

__ADS_1



" Lagi apa ? Lagi baca puisi ? " sela Cyrin .



" Udah udah Mas , mending sekarang Mas mandi , siap-siap sarapan . Kita harus antar Ibu dan Bapak ke bandara 2 jam lagi . "



Farrel menepuk jidatnya . Mengapa dia lupa alasan dirinya bisa menginap di apartemen tunangannya.



" Astaga , bener kamu sayang . Tunggu di meja makan aja, aku nyusul 15 menit lagi . "



15 menit berlalu dan kini Farrel sudah ikut bergabung dengan Cyrin dan kedua orang tuanya di meja makan .


" Pak ... Bu ... maaf aku kesiangan . Padahal nginap sini niatnya biar bisa bangun lebih pagi nganter Bapak dan Ibu . " Ujar Farrel .


" Gak apa apa Nak . Kami paham . Selama Cyrin di rawat , kamu pasti kurang tidur nungguin dia setiap malam . " Balas Ibu Hindun penuh pengertian .


Farrel tak menjawab , Ia hanya tersenyum sambil mengusap tengkuknya .


Cyrin sangat tahu mengapa Farrel merespon seperti itu . Ia memicingkan matanya menatap Farrel .


Cyrin kembali mengingat saat saat Ia di rawat . Bagaimana tidurnya setiap malam harus terganggu karena tingkah absurd dan mesum calon suaminya itu .


( Bayangin sendiri aja yah readers ... hehehe kalau diceritain nanti part nya nambah kebanyakan. )


Setelah sarapan , Bapak menyusul Istrinya yang lebih dulu ke kamar merapikan kembali barang-barangnya .


Farrel akan kembali ke kamar untuk mengganti pakaiannya . Namun matanya menangkap sesuatu yang mencurigakan .


Farrel mendekat ke arah meja , Ia melihat ada buket bunga besar .


" Siapa yang mengirim dan untuk siapa ? " batinnya .


Pertanyaan macam apa itu , rutuknya pada dirinya sendiri . Tentu saja bunga itu untuk pemilik apartemen  yaitu tunangannya . Tapi pengirimnya masih membuatnya penasaran .


Ia mengambil bunga itu dan membuka kartu ucapannya .


Welcome Home Sayangku


Jangan sakit lagi yah


Aku mencintaimu selalu dan selamanya


Farrel A. Jatmika .


" Pengirimnya .... adalah Aku . " Gumamnya masih tak percaya .


Saat menunggu administrasi rumah sakit selesai , sebuah ide terlintas dibenaknya . Ia mencoba memesan buket bunga secara online .


Namun salahkan Daffin karena dia adalah orang yang selalu diperintah Farrel untuk melakukan hal semacam ini , dan berakibat ketidak tahuan Farrel hingga Ia membuat kesalahan saat memesan . Tanggal yang Ia masukkan adalah tanggal esok hari .


Kemarin Farrel pikir Ia gagal memesan bunga , ternyata Ia berhasil tapi keliru tanggal pengiriman .


Farrel menertawai dirinya sendiri .


" Mas , " panggil Cyrin .


Farrel menoleh dengan buket bunga yang Ia pegang .



" Makasih yah bunganya . Walaupun telat , tapi kemajuan karena Mas sendiri yang memesannya . " Ujar Cyrin dengan pipi yang bersemu .



Mata Cyrin mulai berkaca - kaca saat bayangan Bapak dan Ibunya sudah hilang di balik pintu masuk keberangkatan Bandara Soekarno Hatta .



Farrel merangkul tunangannya ,  mengusap lembut lengan Cyrin agar wanita itu berhenti bersedih .



Farrel meraih ponsel dari saku jaketnya dan mulai menghubungi Daffin .



Entah apa yang mereka bicarakan , Cyrin juga tak bisa mendengar .



" Oke , saya tunggu di depan pintu masuk aja Fin. Cepetan yah . "



Farrel memutus panggilannya dan menyimpan ponsel kembali ke sakunya .



" Mas , Dafiin mau nyusul ke sini ? " tanya Cyrin sedikit mendongakkan kepalanya agar bisa menatap wajah tampan tunangannya .



" Iya sayang . " Jawabnya singkat .

__ADS_1



Cyrin masih memandangi Farrel , mengagumi ketampanan calon suaminya .



Garis wajah tegas , tapi tidak menyeramkan . Rahangnya terlihat kokoh , sungguh manly .


Postur tubuhnya tinggi dengan otot yang tidak belebihan .



" Achhh , aku mengagumi semuanya . Apalagi kacamata hitam yang bertengger di hidungnya, pas sekali .  " Batin Cyrin masih terus memuji Farrel .



Cyrin tak sadar jika Daffin sudah tiba dengan sebuah koper kecil .



" Yang.... ayo , nanti telat . " Ajakan Farrel menyadarkan Cyrin dari lamunannya .



" Mau kemana ? Daffin sejak kapan kamu di sini ? Ngapain bawa koper segala ? " tanyanya .



" Saya baru saja tiba Nona . " Jawab Daffin .


" Koper untuk pakaian saya, Nona . " Lanjutnya .



" Kamu mau pergi kemana ? " Cyrin bertanya lagi.



" Bukan kamu , tapi kita sayang . Kita bertiga akan berangkat ke Surabaya . " Farrel yang menjawab pertanyaan Cyrin .



" Nanti aku jelasinnya . Check-in aja dulu Fin sebelum telat . " Lanjutnya .



Farrel menarik Cyrin dalam rangkulannya . Berjalan bersama menuju counter check-in bandara lalu menuju lounge VIP untuk menanti waktu keberangkatan .



" Jelasin sekarang . " Pinta Cyrin dengan wajah cemberut lengkap dengan bibir mengerucut .


" Iya aku jelasin . Tapi bibirnya biasa aja dong sayang , mau aku nyerang bibir kamu di sini Yang ? " balas Farrel .


Cyrin makin kesal , ia berbalik membelakangi Farrel .


Farrel makin gemas melihat tingkah tunangannya .


Ia lalu mengubah posisi duduknya dengan memeluk perut Cyrin dari belakang .


" Kita akan ke Surabaya sayang . Sehari aja , besok pagi kita balik Jakarta lagi . " Ujar Farrel lembut .


Sebenarnya suaranya kini terasa berat . Ia sedang menahan hasrat yang bergejolak setelah tadi mendaratkan kecupan di pundak terbuka Cyrin .


" Ngapain ? " tanya Cyrin . Sejujurnya Ia juga mulai terganggu dengan kecupan Farrel di pundaknya dan sentuhan tangan Farrel di perutnya .


" Cabang Surabaya buat acara family gathering hari ini untuk menyambut anniversary perusahaan . Aku hadir untuk menyemangati mereka . Tidak semua dari mereka bisa menghadiri pesta yang di Jakarta . " Jelas Farrel.


Cyrin mengangguk menegerti .


" Sekalian ngenalin kamu juga . Mereka harus tahu siapa calon Bu Bos mereka dong . " Lanjutnya menggoda Cyrin .


Sebenarnya ada hal lain yang ingin Farrel sembunyikan dari Cyrin . Saat mendapat kabar dari Surabaya , otak briliannya segera mendapatkan ide .


" Tapi Mas , aku gak bawa persiapan ," keluh Cyrin .


" Apa kamu lupa , apa cabang usahaku yang di Surabaya . " Jawab Farrel .


Jawaban Farrel membungkam Cyrin .


Ya .. ya .. ya ..  tujuan mereka kini adalah JM Mall . Salah satu pusat perbelanjaan besar di Surabaya , dan sudah pasti semua kebutuhan Cyrin ada disana .


.


.


.


.


.


.


"It doesn’t matter if the guy is perfect or the girl is perfect, as long as they are perfect for each other." (Good Will Hunting)


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2