
“Ketika kau melakukan sesuatu yang mulia dan indah dan tak seorang pun memperhatikan, jangan bersedih. Karena matahari pun tampil cantik setiap pagi meski sebagian besar penontonnya masih tidur.” - John Lennon
Gelapnya malam kini telah sirna seiring sang surya yang ingin mulai menampilkan pesonanya.
Sungguh pesona yang begitu kuat dan tidak bisa dicegah terbitnya .
Seorang pria yang tengah terlelap mulai terkena bias pesona dari sinar mentari yang menyeruak lewat celah jendela kamar.
Memaksa pria itu untuk mengerjap-ngerjapkan matanya . Perlahan netranya terbuka dan dengan sendirinya beradaptasi dengan cahaya .
Ia bangun dan duduk di tepi ranjang .
Memindai ruangan yang didominasi warna pastel . Senyum terbit di wajah tampannya saat menyadari jika semalam Ia menginap di apartemen tunangannya .
Pria itu Farrel .
Setelah drama panjang yang Ia rencanakan telah selesai dalam waktu satu hari, rasanya kini Ia lebih tenang .
Beban pikirannya mengenai seseorang yang akan menyakiti tunangannya telah menghilang .
Farrel berjalan menuju pintu yang membawanya menuju balkon kamar .
" Udara pagi ini memang paling enak digunakan untuk tidur dan bermalas-malasan . " Gumamnya sambil sesekali melakukan gerakan peregangan .
" Tapi terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja. " Lanjutnya masih bergumam dan berkacak pinggang.
Mengedarkan pandangannya menyaksikan suasana sekitar apartemen yang mulai ramai dengan berbagai aktivitas .
Farrel merentangkan tangannya kesamping ,
" Ayo Farrel , semangat . Nikmatilah udara pagi , sinar mata hari pagi, dan suasana pagi yang penuh ketenangan agar siap untuk menghadapi tantangan yang telah menanti . "
Ujar Farrel dengan suara yang lebih lantang untuk menyemangati dirinya sendiri .
Hingga suasana pagi Farrel yang penuh ketenangan terusik oleh kehadiran seorang wanita cantik memakai long dress merah , " Mas ... Mas Farrel , " panggilnya .
Farrel berbalik , segera mengembalikan posisi tangannya seperti biasa saat melihat Cyrin berdiri di pintu balkon .
" Sayang , kamu sudah bangun ? Berdiri di situ sejak kapan Yang ? " tanyanya menahan malu .
" Aku bangun sejak subuh , nyiapin sarapan . " Jawab Cyrin .
" Sudah cukup lama aku di sini . Sejak Mas bergerak seperti orang yang sedang kejang-kejang sampai Mas selesai berlatih akting . "
Puas sekali batin Cyrin , pagi ini Ia bisa meledek calon suaminya itu .
Pasalnya setiap orang yang Ia temui , selalu menilai Farrel sempurna tanpa celah .
Orang lain hanya tidak tahu bagaimana bawel , cemburuan , posesif , over protective , dan pagi ini ditambah dengan bakat aktingnya yang buruk .
Farrel tidak terima dengan ledekan Cyrin .
" Enak aja kejang- kejang , itu namanya peregangan sayang . Kamu sih malas olah raga makanya gak tahu ," ujarnya membela diri .
" Terus tadi itu bukan latihan akting , tapi aku lagi , lagi , ehmm lagi ,ehmm .... "
Otak Farrel bekerja keras mencari pembelaan yang tepat .
__ADS_1
" Lagi apa ? Lagi baca puisi ? " sela Cyrin .
" Udah udah Mas , mending sekarang Mas mandi , siap-siap sarapan . Kita harus antar Ibu dan Bapak ke bandara 2 jam lagi . "
Farrel menepuk jidatnya . Mengapa dia lupa alasan dirinya bisa menginap di apartemen tunangannya.
" Astaga , bener kamu sayang . Tunggu di meja makan aja, aku nyusul 15 menit lagi . "
15 menit berlalu dan kini Farrel sudah ikut bergabung dengan Cyrin dan kedua orang tuanya di meja makan .
" Pak ... Bu ... maaf aku kesiangan . Padahal nginap sini niatnya biar bisa bangun lebih pagi nganter Bapak dan Ibu . " Ujar Farrel .
" Gak apa apa Nak . Kami paham . Selama Cyrin di rawat , kamu pasti kurang tidur nungguin dia setiap malam . " Balas Ibu Hindun penuh pengertian .
Farrel tak menjawab , Ia hanya tersenyum sambil mengusap tengkuknya .
Cyrin sangat tahu mengapa Farrel merespon seperti itu . Ia memicingkan matanya menatap Farrel .
Cyrin kembali mengingat saat saat Ia di rawat . Bagaimana tidurnya setiap malam harus terganggu karena tingkah absurd dan mesum calon suaminya itu .
( Bayangin sendiri aja yah readers ... hehehe kalau diceritain nanti part nya nambah kebanyakan. )
Setelah sarapan , Bapak menyusul Istrinya yang lebih dulu ke kamar merapikan kembali barang-barangnya .
Farrel akan kembali ke kamar untuk mengganti pakaiannya . Namun matanya menangkap sesuatu yang mencurigakan .
Farrel mendekat ke arah meja , Ia melihat ada buket bunga besar .
" Siapa yang mengirim dan untuk siapa ? " batinnya .
Pertanyaan macam apa itu , rutuknya pada dirinya sendiri . Tentu saja bunga itu untuk pemilik apartemen yaitu tunangannya . Tapi pengirimnya masih membuatnya penasaran .
Ia mengambil bunga itu dan membuka kartu ucapannya .
Welcome Home Sayangku
Jangan sakit lagi yah
Aku mencintaimu selalu dan selamanya
Farrel A. Jatmika .
" Pengirimnya .... adalah Aku . " Gumamnya masih tak percaya .
Saat menunggu administrasi rumah sakit selesai , sebuah ide terlintas dibenaknya . Ia mencoba memesan buket bunga secara online .
Namun salahkan Daffin karena dia adalah orang yang selalu diperintah Farrel untuk melakukan hal semacam ini , dan berakibat ketidak tahuan Farrel hingga Ia membuat kesalahan saat memesan . Tanggal yang Ia masukkan adalah tanggal esok hari .
Kemarin Farrel pikir Ia gagal memesan bunga , ternyata Ia berhasil tapi keliru tanggal pengiriman .
Farrel menertawai dirinya sendiri .
" Mas , " panggil Cyrin .
Farrel menoleh dengan buket bunga yang Ia pegang .
" Makasih yah bunganya . Walaupun telat , tapi kemajuan karena Mas sendiri yang memesannya . " Ujar Cyrin dengan pipi yang bersemu .
Mata Cyrin mulai berkaca - kaca saat bayangan Bapak dan Ibunya sudah hilang di balik pintu masuk keberangkatan Bandara Soekarno Hatta .
Farrel merangkul tunangannya , mengusap lembut lengan Cyrin agar wanita itu berhenti bersedih .
Farrel meraih ponsel dari saku jaketnya dan mulai menghubungi Daffin .
Entah apa yang mereka bicarakan , Cyrin juga tak bisa mendengar .
" Oke , saya tunggu di depan pintu masuk aja Fin. Cepetan yah . "
Farrel memutus panggilannya dan menyimpan ponsel kembali ke sakunya .
" Mas , Dafiin mau nyusul ke sini ? " tanya Cyrin sedikit mendongakkan kepalanya agar bisa menatap wajah tampan tunangannya .
" Iya sayang . " Jawabnya singkat .
__ADS_1
Cyrin masih memandangi Farrel , mengagumi ketampanan calon suaminya .
Garis wajah tegas , tapi tidak menyeramkan . Rahangnya terlihat kokoh , sungguh manly .
Postur tubuhnya tinggi dengan otot yang tidak belebihan .
" Achhh , aku mengagumi semuanya . Apalagi kacamata hitam yang bertengger di hidungnya, pas sekali . " Batin Cyrin masih terus memuji Farrel .
Cyrin tak sadar jika Daffin sudah tiba dengan sebuah koper kecil .
" Yang.... ayo , nanti telat . " Ajakan Farrel menyadarkan Cyrin dari lamunannya .
" Mau kemana ? Daffin sejak kapan kamu di sini ? Ngapain bawa koper segala ? " tanyanya .
" Saya baru saja tiba Nona . " Jawab Daffin .
" Koper untuk pakaian saya, Nona . " Lanjutnya .
" Kamu mau pergi kemana ? " Cyrin bertanya lagi.
" Bukan kamu , tapi kita sayang . Kita bertiga akan berangkat ke Surabaya . " Farrel yang menjawab pertanyaan Cyrin .
" Nanti aku jelasinnya . Check-in aja dulu Fin sebelum telat . " Lanjutnya .
Farrel menarik Cyrin dalam rangkulannya . Berjalan bersama menuju counter check-in bandara lalu menuju lounge VIP untuk menanti waktu keberangkatan .
" Jelasin sekarang . " Pinta Cyrin dengan wajah cemberut lengkap dengan bibir mengerucut .
" Iya aku jelasin . Tapi bibirnya biasa aja dong sayang , mau aku nyerang bibir kamu di sini Yang ? " balas Farrel .
Cyrin makin kesal , ia berbalik membelakangi Farrel .
Farrel makin gemas melihat tingkah tunangannya .
Ia lalu mengubah posisi duduknya dengan memeluk perut Cyrin dari belakang .
" Kita akan ke Surabaya sayang . Sehari aja , besok pagi kita balik Jakarta lagi . " Ujar Farrel lembut .
Sebenarnya suaranya kini terasa berat . Ia sedang menahan hasrat yang bergejolak setelah tadi mendaratkan kecupan di pundak terbuka Cyrin .
" Ngapain ? " tanya Cyrin . Sejujurnya Ia juga mulai terganggu dengan kecupan Farrel di pundaknya dan sentuhan tangan Farrel di perutnya .
" Cabang Surabaya buat acara family gathering hari ini untuk menyambut anniversary perusahaan . Aku hadir untuk menyemangati mereka . Tidak semua dari mereka bisa menghadiri pesta yang di Jakarta . " Jelas Farrel.
Cyrin mengangguk menegerti .
" Sekalian ngenalin kamu juga . Mereka harus tahu siapa calon Bu Bos mereka dong . " Lanjutnya menggoda Cyrin .
Sebenarnya ada hal lain yang ingin Farrel sembunyikan dari Cyrin . Saat mendapat kabar dari Surabaya , otak briliannya segera mendapatkan ide .
" Tapi Mas , aku gak bawa persiapan ," keluh Cyrin .
" Apa kamu lupa , apa cabang usahaku yang di Surabaya . " Jawab Farrel .
Jawaban Farrel membungkam Cyrin .
Ya .. ya .. ya .. tujuan mereka kini adalah JM Mall . Salah satu pusat perbelanjaan besar di Surabaya , dan sudah pasti semua kebutuhan Cyrin ada disana .
.
.
.
.
.
.
"It doesn’t matter if the guy is perfect or the girl is perfect, as long as they are perfect for each other." (Good Will Hunting)
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue