My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 81 . Antara Nino dan Aurora


__ADS_3

Sementara di ruangan terbesar di gedung perusahaan Wiguna , Nino sudah tak sabar ingin mendengar laporan dari Alvin mengenai hasil penyelidikannya pada Cyrin .


" Jadi apa hal penting yang ingin kamu sampaikan mengenai Cyrin ? " tanya Nino tak sabar .


" Sebaiknya Pak Nino jangan sampai terkejut setelah mendengar hal ini . Jadi Nona Cyrin dulu saat di London sempat mengalami penculikan . " ujar Alvin .


" Penculikan ? " tanya Nino .


" Iya . Ia di culik oleh seorang pria yang terobsesi padanya . Pria itu sudah menguntit Nona Cyrin lebih dari setahun , sejak Ia di tolak . Nona Cyrin di culik selama 5 hari , dan di siksa secara fisik karena saat diculik Nona Cyrin tetap menolak cinta pria itu . " ujar Alvin .


" Bre**s*k .... di mana pria itu sekarang  ? " tanya Nino dengan emosi berapi api .


" Dia sudah di penjara . Sebaiknya Pak Nino tidak perlu memikirkan penculik itu . Dia sudah menerima hukumannya sekarang . Ada hal lain yang lebih menarik . " ujar Alvin membuat Nino penasaran .


" Saat ini Nona Cyrin menderita Amnesia disosiatif . " sambungnya .


" Hah ?? Amnesia katamu ? Jelaskan secara rinci , jangan setengah setengah . " Perintah Nino.


" Iya , Nona Cyrin Amnesia disosiatif . Dia melupakan kejadian penculikan itu karena trauma . Bahkan dia dulu sempat melupakan semua pria yang pernah menyatakan cinta atau dekat dengannya . " ujar Alvin .


" Menurut teman teman kampusnya , dulu Cyrin termasuk wanita aneh . Dia selalu menghindari pria . Dia sering ketakutan jika ada pria yang menatapnya intens . Tapi seiring waktu keadaannya membaik . Keluarganya juga merahasiakan hal ini dari nona Cyrin . Mereka katakan penyebab Cyrin amnesia adalah karena kecelakaan . " lanjut Alvin .


Nino menghirup dan menghembuskan napas panjang .


" Kasihan Cyrin . Ternyata di balik senyum , semangat dan sikapnya yang periang dia mengalami kejadian yang membuatnya sampai trauma . "  ujar Nino .


" Pantas saja saat pertama kembali bertemu dengannya dia tidak langsung mengenaliku . Kupikir dia sengaja karena tak ingin dekat denganku lagi . Cyrin memang pernah bilang jika dulu dia pernah kecelakaan . "


" Iya Pak . Itulah mengapa keluarganya sangat mendukung saat Cyrin diketahui memiliki hubungan dengan Pak Farrel dari Jatmika . "  ujar Alvin .


" Maaf harus mengatakannya Pak , tapi beberapa hari yang lalu mereka sudah lamaran dan 3 bulan lagi akan segera menikah . "


Nino menyandarkan kepalanya ke sandaran kursinya .


" Aku sudah tahu . Eyang dan Mamaku sudah memberitahu hal itu . "


Nino kembali mengingat nasihat Eyangnya , jika perasaan cinta tidak bisa dipaksakan . Ada banyak cara mencintai, salah satunya dengan mengikhlaskan dia , membuatnya bahagia walau bukan bersama diri kita .


" Lalu bagaimana sekarang Pak ? Apa rencana Pak Nino ? " tanya Alvin .


" Vin ... sebenarnya aku masih tidak terima jika Cyrin bersama pria lain . Aku sungguh mencintainya sudah sejak lama .  " ujar Nino .


" Tapi , setelah mengetahui apa yang terjadi pada Cyrin aku jadi berpikir kembali . Bukannya suatu hal yang baik jika akhirnya Ia bisa lepas dari traumanya , walaupun pria itu mungkin bukan diriku . "


Alvin menatap takjub karena ucapan bosnya . Cinta memang bisa merubah pikiran seseorang .


Nino yang awalnya sangat berambisi memiliki Cyrin akhirnya bisa merelakan wanita yang dicintainya untuk bahagia .


" Ternyata benar ungkapan jika cinta tidak selamanya memiliki . " ujar Alvin .


Nino tertawa .


" ha...ha...ha... berhenti menatapku seperti itu Alvin . Aku tidak perlu di kasihani . Aku akan bahagia saat melihat dia juga bahagia . "


Tanpa keduanya sadari , sejak tadi Aurora sudah berada di luar ruangan Nino . Wanita itu mendengar semua pembicaraan Alvin dan Nino .


Ia segera masuk ke ruangan tanpa mengetuk atau permisi lagi .

__ADS_1


" Nino .... kita perlu bicara . " ujarnya ketus .


" Aurora ? Sejak kapan kamu disitu ? " balas Nino juga tidak ramah .


" Nona Aurora , seharusnya jika Anda ingin bertemu dengan bos saya Anda harus buat janji dulu . Dan harusnya Anda tahu sopan santun saat masuk ke ruangan orang lain . " ujar Alvin menyidir Aurora .


" Diam kau Alvin . Pergilah , aku ingin bicara berdua dengan Nino . " balas Aurora .


Alvin baru akan membalas ucapan kasar Aurora tapi Nino memberinya kode untuk keluar .


" Jelaskan padaku apa maksudmu dengan merelakan Cyrin ? "


Aurora langsung saja bertanya pada Nino saat Alvin sudah keluar .


" Jadi kamu benar benar menguping ? Cihh.... dasar tidak tahu sopan santun . " ujar Nino meremehkan Aurora .


" Sekarang itu bukan hal yang penting . Jawab saja pertanyaanku . " bentak Aurora .


" Tidak perlu ku jelaskan padamu . Harusnya kamu sudah tahu maksud dari apa yang ku katakan . Jadi sekarang kamu pergi dari sini karena kita tidak punya urusan apa apa lagi . "


Nino mengusir Aurora , tapi wanita itu tidak bergeming .


" Nino , jangan menyerah dulu . Kita bisa memanfaatkan trauma wanita itu . " ujar Aurora melembut .


" Wanita itu punya nama asal kau tahu . " balas Nino ketus .


" Oke . Maaf . Maksudku , bagaimana jika kita membuat Cyrin mengingat traumanya . Dia pasti akan meninggalkan Farrel . Dan kamu bisa kembali mendekatinya dari awal , seperti layaknya super hero . "


Aurora menjelaskan rencananya sambil sesekali berseringai licik .


" Bagus sekali rencanamu . Sangat bagus jika berjalan sesuai itu ,tapi bagaimana jika nantinya hal itu malah menyakiti Cyrin ? "


" Ku katakan padamu untuk mendekatinya dari awal lagi kan . " Jawab Aurora .


" Berhentilah Aurora . Jangan berani berani kau mengganggu atau menyakiti Cyrin . "


Nino memperingati  Aurora .


" Ciiihhhh.... ternyata kamu lemah Nino . Pantas saja Farrel selalu selangkah lebih maju darimu . "  ejek Aurora  .


" Terserah apa katamu jal*ng . " Teriak Nino .


" Aku tidak peduli dengan Farrel atau siapapun . Yang ku pedulikan hanya kebahagiaan Cyrin . "


" Awas saja jika kau berani macam - macam . Aku tidak akan tinggal diam . Aku akan menghancurkanmu . "  Ancam Nino .


" Sekarang pergi dari sini . Jangan pernah aku melihat wajahmu , bahkan bayanganmu jangan pernah tunjukkan di hadapanku . "


Setelah di usir oleh Nino , Aurora pergi dengan perasaan marah .


" Jika Nino tidak mau melakukannya , aku yang akan melakukannya . Akan ku balas kau Cyrin . Akan ku buat kau menerima pembalasan karena sudah merebut apa yang seharusnya ku miliki . "


Batin Auroa .



__ADS_1


Setelah pertemuannya dengan Aurora , Nino merasa tidak tenang .



Ia tahu Aurora itu adalah wanita yang nekat . Aurora akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan .


Apalagi kata Alvin , Aurora sudah putus dengan Bram . Aurora pasti menyimpan dendam yang besar pada Cyrin .



" Alvin.... Alvin.... " teriak Nino dari dalam ruangannya .



" Ada apa Pak ? " tanya Alvin .



" Hubungi Farrel . Buat janji dengannya , aku harus segera bicara dengannya berdua . Katakan ini hal penting menyangkut Cyrin . " perintah Nino .



" Baik Pak . "



" Tapi Bapak tidak berubah pikiran kan ? " tanya Alvin ragu .



" Tentu saja Alvin . Ini mengenai Aurora . Sepertinya dia berencana menyakiti Cyrin . " ujar Nino nampak gusar .



Alvin mengangguk mengerti . Ia segera pamit untuk segera menghubungi dan membuat janji temu dengan Farrel .



.


.


.


.


.


"*Cinta memang tak harus memiliki, tapi kesadaran manusia yang hilang saat jatuh cinta membuat hal itu serasa sulit." Damar Pramudito Nurjati*


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2