
Sementara di ruangan terbesar di gedung perusahaan Wiguna , Nino sudah tak sabar ingin mendengar laporan dari Alvin mengenai hasil penyelidikannya pada Cyrin .
" Jadi apa hal penting yang ingin kamu sampaikan mengenai Cyrin ? " tanya Nino tak sabar .
" Sebaiknya Pak Nino jangan sampai terkejut setelah mendengar hal ini . Jadi Nona Cyrin dulu saat di London sempat mengalami penculikan . " ujar Alvin .
" Penculikan ? " tanya Nino .
" Iya . Ia di culik oleh seorang pria yang terobsesi padanya . Pria itu sudah menguntit Nona Cyrin lebih dari setahun , sejak Ia di tolak . Nona Cyrin di culik selama 5 hari , dan di siksa secara fisik karena saat diculik Nona Cyrin tetap menolak cinta pria itu . " ujar Alvin .
" Bre**s*k .... di mana pria itu sekarang ? " tanya Nino dengan emosi berapi api .
" Dia sudah di penjara . Sebaiknya Pak Nino tidak perlu memikirkan penculik itu . Dia sudah menerima hukumannya sekarang . Ada hal lain yang lebih menarik . " ujar Alvin membuat Nino penasaran .
" Saat ini Nona Cyrin menderita Amnesia disosiatif . " sambungnya .
" Hah ?? Amnesia katamu ? Jelaskan secara rinci , jangan setengah setengah . " Perintah Nino.
" Iya , Nona Cyrin Amnesia disosiatif . Dia melupakan kejadian penculikan itu karena trauma . Bahkan dia dulu sempat melupakan semua pria yang pernah menyatakan cinta atau dekat dengannya . " ujar Alvin .
" Menurut teman teman kampusnya , dulu Cyrin termasuk wanita aneh . Dia selalu menghindari pria . Dia sering ketakutan jika ada pria yang menatapnya intens . Tapi seiring waktu keadaannya membaik . Keluarganya juga merahasiakan hal ini dari nona Cyrin . Mereka katakan penyebab Cyrin amnesia adalah karena kecelakaan . " lanjut Alvin .
Nino menghirup dan menghembuskan napas panjang .
" Kasihan Cyrin . Ternyata di balik senyum , semangat dan sikapnya yang periang dia mengalami kejadian yang membuatnya sampai trauma . " ujar Nino .
" Pantas saja saat pertama kembali bertemu dengannya dia tidak langsung mengenaliku . Kupikir dia sengaja karena tak ingin dekat denganku lagi . Cyrin memang pernah bilang jika dulu dia pernah kecelakaan . "
" Iya Pak . Itulah mengapa keluarganya sangat mendukung saat Cyrin diketahui memiliki hubungan dengan Pak Farrel dari Jatmika . " ujar Alvin .
" Maaf harus mengatakannya Pak , tapi beberapa hari yang lalu mereka sudah lamaran dan 3 bulan lagi akan segera menikah . "
Nino menyandarkan kepalanya ke sandaran kursinya .
" Aku sudah tahu . Eyang dan Mamaku sudah memberitahu hal itu . "
Nino kembali mengingat nasihat Eyangnya , jika perasaan cinta tidak bisa dipaksakan . Ada banyak cara mencintai, salah satunya dengan mengikhlaskan dia , membuatnya bahagia walau bukan bersama diri kita .
" Lalu bagaimana sekarang Pak ? Apa rencana Pak Nino ? " tanya Alvin .
" Vin ... sebenarnya aku masih tidak terima jika Cyrin bersama pria lain . Aku sungguh mencintainya sudah sejak lama . " ujar Nino .
" Tapi , setelah mengetahui apa yang terjadi pada Cyrin aku jadi berpikir kembali . Bukannya suatu hal yang baik jika akhirnya Ia bisa lepas dari traumanya , walaupun pria itu mungkin bukan diriku . "
Alvin menatap takjub karena ucapan bosnya . Cinta memang bisa merubah pikiran seseorang .
Nino yang awalnya sangat berambisi memiliki Cyrin akhirnya bisa merelakan wanita yang dicintainya untuk bahagia .
" Ternyata benar ungkapan jika cinta tidak selamanya memiliki . " ujar Alvin .
Nino tertawa .
" ha...ha...ha... berhenti menatapku seperti itu Alvin . Aku tidak perlu di kasihani . Aku akan bahagia saat melihat dia juga bahagia . "
Tanpa keduanya sadari , sejak tadi Aurora sudah berada di luar ruangan Nino . Wanita itu mendengar semua pembicaraan Alvin dan Nino .
Ia segera masuk ke ruangan tanpa mengetuk atau permisi lagi .
__ADS_1
" Nino .... kita perlu bicara . " ujarnya ketus .
" Aurora ? Sejak kapan kamu disitu ? " balas Nino juga tidak ramah .
" Nona Aurora , seharusnya jika Anda ingin bertemu dengan bos saya Anda harus buat janji dulu . Dan harusnya Anda tahu sopan santun saat masuk ke ruangan orang lain . " ujar Alvin menyidir Aurora .
" Diam kau Alvin . Pergilah , aku ingin bicara berdua dengan Nino . " balas Aurora .
Alvin baru akan membalas ucapan kasar Aurora tapi Nino memberinya kode untuk keluar .
" Jelaskan padaku apa maksudmu dengan merelakan Cyrin ? "
Aurora langsung saja bertanya pada Nino saat Alvin sudah keluar .
" Jadi kamu benar benar menguping ? Cihh.... dasar tidak tahu sopan santun . " ujar Nino meremehkan Aurora .
" Sekarang itu bukan hal yang penting . Jawab saja pertanyaanku . " bentak Aurora .
" Tidak perlu ku jelaskan padamu . Harusnya kamu sudah tahu maksud dari apa yang ku katakan . Jadi sekarang kamu pergi dari sini karena kita tidak punya urusan apa apa lagi . "
Nino mengusir Aurora , tapi wanita itu tidak bergeming .
" Nino , jangan menyerah dulu . Kita bisa memanfaatkan trauma wanita itu . " ujar Aurora melembut .
" Wanita itu punya nama asal kau tahu . " balas Nino ketus .
" Oke . Maaf . Maksudku , bagaimana jika kita membuat Cyrin mengingat traumanya . Dia pasti akan meninggalkan Farrel . Dan kamu bisa kembali mendekatinya dari awal , seperti layaknya super hero . "
Aurora menjelaskan rencananya sambil sesekali berseringai licik .
" Bagus sekali rencanamu . Sangat bagus jika berjalan sesuai itu ,tapi bagaimana jika nantinya hal itu malah menyakiti Cyrin ? "
" Ku katakan padamu untuk mendekatinya dari awal lagi kan . " Jawab Aurora .
" Berhentilah Aurora . Jangan berani berani kau mengganggu atau menyakiti Cyrin . "
Nino memperingati Aurora .
" Ciiihhhh.... ternyata kamu lemah Nino . Pantas saja Farrel selalu selangkah lebih maju darimu . " ejek Aurora .
" Terserah apa katamu jal*ng . " Teriak Nino .
" Aku tidak peduli dengan Farrel atau siapapun . Yang ku pedulikan hanya kebahagiaan Cyrin . "
" Awas saja jika kau berani macam - macam . Aku tidak akan tinggal diam . Aku akan menghancurkanmu . " Ancam Nino .
" Sekarang pergi dari sini . Jangan pernah aku melihat wajahmu , bahkan bayanganmu jangan pernah tunjukkan di hadapanku . "
Setelah di usir oleh Nino , Aurora pergi dengan perasaan marah .
" Jika Nino tidak mau melakukannya , aku yang akan melakukannya . Akan ku balas kau Cyrin . Akan ku buat kau menerima pembalasan karena sudah merebut apa yang seharusnya ku miliki . "
Batin Auroa .
__ADS_1
Setelah pertemuannya dengan Aurora , Nino merasa tidak tenang .
Ia tahu Aurora itu adalah wanita yang nekat . Aurora akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan .
Apalagi kata Alvin , Aurora sudah putus dengan Bram . Aurora pasti menyimpan dendam yang besar pada Cyrin .
" Alvin.... Alvin.... " teriak Nino dari dalam ruangannya .
" Ada apa Pak ? " tanya Alvin .
" Hubungi Farrel . Buat janji dengannya , aku harus segera bicara dengannya berdua . Katakan ini hal penting menyangkut Cyrin . " perintah Nino .
" Baik Pak . "
" Tapi Bapak tidak berubah pikiran kan ? " tanya Alvin ragu .
" Tentu saja Alvin . Ini mengenai Aurora . Sepertinya dia berencana menyakiti Cyrin . " ujar Nino nampak gusar .
Alvin mengangguk mengerti . Ia segera pamit untuk segera menghubungi dan membuat janji temu dengan Farrel .
.
.
.
.
.
"*Cinta memang tak harus memiliki, tapi kesadaran manusia yang hilang saat jatuh cinta membuat hal itu serasa sulit." Damar Pramudito Nurjati*
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue