
Setelah kembali berperang melewati kemacetan , akhirnya Cyrin dan Farrel telah tiba di perusahaan Jatmika Company .
Farrel berhenti tepat di depan pintu lobby , setelah turun Farrel sedikit berlari memutari bagian depan mobilnya kemudian membukakan pintu untuk Cyrin .
Kemudian Ia memberikan kuncinya pada security sehingga untuk memarkirkan mobilnya.
Dengan Farrel yang menggenggam tangan Cyrin , mereka berjalan memasuki gedung perusahaan Jatmika Company .
Keduanya sukses menarik perhatian karyawan yang ada di sana . Semua karyawan yang berpapasan dengan CEOnya , terpaksa harus sedikit menunduk dan menyapa . Padahal mereka semua sangat ingin melihat wajah wanita cantik yang kini sedang berjalan bersama CEO mereka .
Farrel terus saja mengenggam tangan Cyrin hingga mereka berdua memasuki lift khusus untuk petinggi perusahaan .
Cyrin memaksa melepas tangannya yang digenggam Farrel .
" Loh , kenapa ? Kok di lepas ? "
" Yah Mas yang kenapa ? Kok dari bandara tadi seneng banget genggam tangan aku . "
Farrel tertawa . " Kamu gak ingat tadi kakakmu ngomong apa . Kamu dititipin ke aku . Aku diminta jagain kamu . Makanya aku genggam tangan kamu , takutnya kamu hilang . "
Cyrin cemberut mendengar alasan tak masuk akal Farrel . " Ah itu alasan Mas saja . Memangnya aku anak kecil bisa hilang . Lagian kalau hilang , aku tahu jalan pulang kok . "
Farrel hanya tersenyum , Ia semakin gemas melihat wajah cemberut Cyrin .
" Aku genggam tangan kamu , bukan karena takut kamu hilang . Aku takut kamu di ambil oleh pria lain . Kali ini aku gak akan ngelepasin kamu lagi . " Batin Farrel .
Saat Farrel sedang sibuk dengan pemikirannya , Ia tidak menyadari jika sejak tadi pintu lift sudah terbuka dan Cyrin sudah keluar dari sana .
" Mas... Mas ... Mas... Mas Farrel , kok malah melamun sih . " Tegur Cyrin .
Farrel menggelengkan kepalanya agar Ia bisa pulih dari lamunannya .
" Maaf . " Jawab Farrel singkat .
Ia kemudian berjalan lebih dulu dan diikuti oleh Cyrin dibelakangnya .
Semua karyawan kembali menatap kepada mereka berdua .
Daffin segera berdiri untuk menyambut sang bos .
" Pagi Pak . " Sapa Daffin .
" Pagi Nona Cyrin . " Lanjutnya .
" Mas , aku tunggu di sana saja yah . " Ucap Cyrin sambil menunjuk ke arah sofa besar yang ada di sudut ruangan .
" Whattt ??? Mas ??? Sepertinya aku melewatkan sesuatu . " Batin Daffin .
" Ikut masuk saja , aku hanya sebentar aja kok . "
Dengan terpaksa Cyrin ikut masuk ke ruangan Farrel .
" Duduklah di Sofa Rin , buatlah dirimu senyaman mungkin . " Ucap Farrel meyilahkan Cyrin untuk duduk dan menunggunya .
Cyrin duduk di sofa lalu memainkan ponselnya . Ia membuka sebuah aplikasi sosial media dan begitu menyebalkan bagi Cyrin karena foto yang pertama kali dilihatnya adalah foto Aurora yang sedang berenang sambil menikmati brunch .
__ADS_1
Cyrin terus saja berselancar di dunia maya kadang Ia tersenyum , lalu tiba tiba cemberut , bahkan sesekali Ia menggerutu seorang diri . Saking seriusnya tanpa Ia sadari jika Farrel sejak tadi terus memerhatikan tingkahnya .
" Pak... Pak.... " Tegur Daffin mengembalikan kesadaran bosnya .
" Eh iya , sampai mana tadi Fin ? "
" Soal Wiguna Elektronik , sepertinya penanggung jawabnya sudah diganti . Bukan Nona Cyrin lagi . Karena kemarin seorang pria menghubungi menanyakan progresnya . " Jelas Daffin .
Cyrin yang mendengar Daffin menyebut nyebut namanya dan nama perusahaan tempatnya bekerja segera menoleh . " Betul itu Mas , sekarang Pak Angga yang bertanggung jawab untuk project itu . "
Farrel mengangguk .
" Ya udah , kalian lakukan sesuai S.O.P nya saja . "
" Jika penilaian sesuai S.O.P maka perusahaan Wiguna memang yang paling memenuhi persyaratan dengan penawaran kerja sama paling menarik . " lanjut Daffin .
" Oke . Lanjutkan saja . Tapi minta pihak perusahaan Wiguna untuk memasukkan Cyrin dalam tim mereka . Karena sejak awal dia yang mempresentasikannya , harusnya dia salah satu yang cukup mengerti mengenai project ini . " Perintah Farrel .
" Siap Pak . Segera saya laksanakan . "
" Fin , jika sudah tak ada lagi aku harus pergi sebentar . Kamu atur ulang jadwalku hari ini yah . " Pinta Farrel .
Daffin pamit untuk keluar dari ruangan Farrel untuk melanjutkan pekerjaannya .
" Mas , harusnya gak perlu minta aku untuk ikut dalam tim itu . Sebenarnya aku juga setuju sama pendapat mereka , aku kan masih karyawan baru dan belum berpengalaman untuk mengerjakan project sebesar ini . " Ucap Cyrin ketika mereka tinggal berdua di ruangan .
" Bukan masalah pengalaman Rin . Tapi aku tahu kamu mampu . Jadi jangan berpikir aku memintamu ikut dalam tim karena ada alasan lain , tidak ada alasan lain selain aku yakin padamu kamu mampu . "
" Terimakasih yah Mas . " Balas Cyrin dengan tersenyum .
Entah sejak kapan Cyrin mulai gugup jika berdekatan dengan Farrel .
Seperti saat ini , jantungnya memompa lebih cepat. Bahkan Cyrin sempat berpikir jika mungkin saja Ia memiliki penyakit jantung .
" Atau kamu mau pindah saja bekerja di perusahaanku ? Disini aku akan menempatkanmu di posisi yang lebih baik dari posisimu di Wiguna . " Bujuk Farrel .
Cyrin menggeleng , " Terimakasih , tapi gak perlu mas . Untuk awal aku sudah cukup bersyukur dengan yang ku peroleh saat ini Mas . "
Farrel tersenyum , " Apa lagi yang kurang dari wanita ini . Cantik , lembut , pintar masak , gigih , mandiri . " Batin Farrel .
" Lalu setelah dari sini kamu ingin kemana ? Hari ini aku akan menemanimu kemanapun . " Tanya Farrel .
Cyrin makin bingung pada dirinya , mengapa dia mudah sekali tersipu dengan ucapan ucapan Jackson .
Cyrin yakin kini wajahnya sudah merona .
Belum sempat Cyrin menjawab, ponsel Farrel berbunyi .
" Sebentar yah , "
" Halo Ma .. " Ucap Farrel .
Entah apa yang di ucapkan oleh Mamanya di telepon namun dapat Cyrin simpulkan jika Farrel awalnya menolak permintaan Mamanya tetapi sesaat kemudian dia menerimanya .
Cyrin juga sempat mendengar namanya beberapa kali di sebut .
__ADS_1
" Jadi gimana Rin , ada rencana gak setelah ini ? " tanya Farrel lagi .
" Belum ada sih Mas . "
" Ya udah ikut aku yah . Tadi Mama dan Papa ngajakin ketemuan , aku tolak karena mau nganter kamu . Tapi Mama dan Papa malah minta aku untuk ajak kamu juga . Mama katanya masih ingin ngobrol sama kamu . "
" Gimana , mau ? " tanya Farrel memastikan .
Belum lagi Cyrin sempat menjawab , Farrel sudah menarik tangannya .
Mereka berdua kembali menjadi perhatian oleh karyawan Farrel , karena bos mereka kembali menggenggam tangan Cyrin sejak keluar dari ruangan sampai mereka masuk ke mobil .
Baru saja mereka berdua masuk kedalam mobil , Cyrin menerima telepon dari kakaknya .
" Halo Dek , Mas baru aja nyampe nih . " Ucap Mas Bimo .
" Syukurlah Mas . "
" Kamu dimana ? Masih bareng Farrel ? " Tanya Bimo lagi .
" Iya , malahan sekarang aku diculik lagi sama Mas Farrel . "
" Ha.. ha.. ha.. kalau penculiknya macam Farrel Mas gak akan hawatir . Mas yakin dia gak akan berani macam macam dan akan menjaga tawanannya dengan baik . " Ucap Bimo .
" Ahh... Mas Bimo sama Mas Farrel ngeselin , memang udah pas banget kalian berdua sahabatan . " Sindir Cyrin .
" Ya udah yah Mas Bimo , kami udah mau jalan nih . " Ucap Cyrin lalu menutup sambungan teleponnya .
Farrel mulai melajukan mobilnya setelah memastikan Cyrin mengenakan sabuk pengamannya .
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang tak sengaja melihat kebersamaan mereka saat baru akan naik ke mobil .
.
.
.
.
.
.
"Saat seseorang mencintaimu, mereka tak harus mengatakannya. Kamu akan tahu dari cara mereka memperlakukanmu."
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue