
Setelah sekian lama , pagi ini Cyrin akan berangkat sendiri ke kantor tanpa diantar Farrel .
Karena tak ingin merasa bosan selama perjalanan , akhirnya Ia menghubungi Marsha untuk mengajaknya berangkat bersama .
" Pagi Cyrin yang cantiknya gak bisa lagi diungkapkan dengan kata kata " , sapa Marsha pada Cyrin saat Ia masuk kedalam mobil .
" Pagi juga Marsha yang cantiknya gak tertandingi " , balas Cyrin mengikuti cara Marsha menyapanya .
Kedua wanita itu tertawa karena ucapan konyol mereka sendiri .
" Kemana Pak CEO ? Tumben gak bareng , lagi berantem yah ? " Tanya Marsha .
" Mas Farrel sedang keluar kota , ada kerjaan . "
" Oohhh... lah gak jadi ikut ke Solo dong ? " tanya Marsha lagi .
Cyrin mengangguk . Raut wajahnya menampakkan kekecewaan . Marsha ingat bagaimana senangnya Cyrin saat cutinya disetujui , Ia ingin mengajak Farrel agar orang tuanya bisa tahu dengan hubungan mereka .
" Minta susulin aja . Kamu kan seminggu di sana . " usul Marsha tak ingin melihat sahabatnya kecewa .
" Bener juga yah... tumben kamu ngomongnya bener . " ucap Cyrin sambil tertawa .
" Aku tuh emang gitu Rin , kalau naik mobil mewah gini otakku jadi selancar jalan tol . "
Kedua sahabat itu kembali tertawa dengan obrolan receh selama perjalan ke tempat mereka bekerja .
Hari sudah semakin siang , pekerjaan membuat sebagian orang sampai tidak memperhatikan waktu lagi .
Tapi tidak bagi Byanca , Marsha , dan Cyrin . Ketiga wanita yang bersahabat kini sedang menikmati makan siang di kantin perusahaan Wiguna . Mereka yakin dibalik pekerjaan yang terselesaikan dengan baik ada perut yang kenyang menjadi salah satu faktor terpenting .
" Loh Rin ... kasian tuh makanan kamu dianggurin . Main ponsel gak bakal bikin kamu kenyang cantikkkkkk . " tegur Byanca yang sudah memperhatian sikap Cyrin yang murung sejak tadi .
" Yeeeehhh si Non malah ngelamun lagi . " lanjut Byanca karena Cyrin ternyata tidak mendengar ucapannya .
" Sssssstttttt ..... lagi galau tuh . Pak CEO keluar kota dari pagi tapi belum ada kabar sampai sekarang . " Bisik Marsha .
Byanca mengangguk mengerti . Ia mengetuk ngetuk meja dengan telunjuknya membuat Cyrin tersadar dari lamunannya .
" Rin .... makan dulu . " tegurnya sekali lagi .
Cyrin mengangguk dan mulai menyuapkan sesendok demi sesendok makanan ke mulutnya.
Tak lama ponsel Cyrin bergetar , wajahnya yang sejak tadi lesu tiba tiba menjadi bersemangat .
" Halo Mas ... " ucapnya saat menerima panggilan telepon .
__ADS_1
Cyrin lantas berdiri , mengambil jarak dari kedua sahabatnya . Hanya beberapa menit wanita itu kembali dengan wajah lesunya .
" Ihh ngeselin . " gerutu Cyrin menarik perhatian kedua sahabatnya .
" Kenapa emangnya ? " Tanya Marsha .
" Katanya Mas Farrel lupa ngabarin karena ketemu sama kliennya . Aku kok jadi curiga yah . "
" Positif thinking aja , Kak Farrel mungkin lagi sibuk . " Byanca coba menenangkan Cyrin .
" Semoga aja . Awas aja kalau Mas Farrel ketahuan bohong . " Ucap Cyrin sambil meletakkan ponsel berlogo buah apel keluaran terbaru ke meja dengan kasar hingga menimbulkan bunyi .
" Rin... Rin..... Jiwa miss queen ku meronta ronta , lihat tuh ponsel sultan tersakiti . "
Ucapan Marsha membuat Cyrin dan Byanca berdecak ...
" Lebay kamu .... " ucap keduanya bersamaan .
Sejak beberapa hari yang lalu saat Bimo memberitahukan kedua orang tuanya jika Cyrin , putri bungsu keluarga mereka telah memiliki seorang kekasih .
Kekhawatiran mengenai trauma yang dialami putri mereka setelah kejadian penculikan di London akhirnya bisa teratasi .
Apalagi setelah mengetahui jika pria yang menjadi kekasih Cyrin adalah Farrel . Sahabat Bimo sejak SMA yang sudah mereka kenal dengan baik , bahkan dulu sudah diseperti saudara kembar Bimo .
Kedua orang tua Cyrin tentu saja menerima permintaan Farrel untuk bertemu dan ikut ambil bagian dalam rencana pria itu memberi kejutan Cyrin .
Pagi tadi Bimo berangkat ke bandara untuk menjemput Farrel atas perintah kedua orang tuanya , Pak Ibrahim Al Amin dan Ibu Hindun .
--- FLASH BACK beberapa jam sebelumnya ---
" Sorry ngerepotin kamu jemput ke bandara . Padahal aku bisa naik taksi ke sana . " Ucap Farel saat sudah dalam perjalanan bersama Bimo .
" Aku juga malas sebenarnya , tapi Bapak dan Ibu udah gak sabar pengen ketemu sama kamu. " balas Bimo bercanda .
Keduanya tertawa . Rasanya sudah lama sekali mereka tidak mengobrol lama seperti sekarang .
" Kamu diam dulu yah , aku kabarin Cyrin dulu . " pinta Farrel .
" Ehh... gak usah dikabarin . Kan mau ngasih kejutan ? Sekalian aja , harus totalitas . " usul Bimo .
" Menurut kamu gitu ? Tapi kamu tanggung jawab yah kalau Cyrin sampai ngambek . " Farrel akhirnya mengikuti saran sahabatnya .
" Iya , aku yang tanggung jawab . Lagian aku udah lebih pengalaman dari kamu soal ngasih kejutan ke pacar . " Ujar Bimo .
Membahas pacar Bimo , Farrel kembali mengingat pertemuannya dengan Aurora beberapa hari yang lalu .
" Pacar kamu , nanti datang juga ? " tanya Farrel ragu .
__ADS_1
Bimo mengangguk , " Iya . Kebetulan dia lagi ada job di Jogja , jadi dia akan datang . "
Farrel tak membalas lagi ucapan Bimo . Ia sibuk dengan pikirannya sendiri .
" Semoga Bimo cepat mengetahui bagaimana tabiat Aurora yang sebenarnya dan wanita itu tidak membuat masalah denganku nanti . " Batin Farrel .
Setelah satu jam perjalanan , mobil Bimo melewati sebuah gerbang lebar dan memasuki sebuah rumah yang tampak familiar bagi Farrel .
" Masih sama seperti dulu . " gumamnya .
Bimo tersenyum mendengar ucapan Farrel barusan .
Mereka berdua turun dari mobil . Farrel mengedarkan pandangannya ke sekeliling halaman rumah yang luas . Taman , kolam ikan , bahkan ayunan semuanya masih sama seperti saat mereka masih SMA .
" Bagaimana dulu aku tidak pernah tahu jika wanita yang ku cintai berada sangat dekat denganku . " batin Farrel sambil tertawa .
" Yuk Rel , udah ditungguin Bapak dan Ibu . " seru Bimo .
Farrel mengikuti langkah Bimo .
" Assalamualaikum ... " Teriak Bimo .
" Waalikumsalam .... Bim kamu kebiasaan kalau masuk rumah udah seperti masuk hutan , teriak teriak gitu . " tegur Ibu Hindun dengan aksen jawa .
" Wah , ini Farrel ? Beneran Farrel yang dulu sukanya minta Ibu buatin kue serabi ? " Ucap Ibu Hindun dengan tatapan penuh rindu pada Farrel .
Farrel segera mengambil tangan Ibu Hindun dan mencium punggung tangannya .
" Iya Bu , ini Farrel . Ibu bagaimana kabarnya ? Sehat ? " sapa Farrel lembut .
" Alhamdulillah sehat . Sudah lama tidak ketemu kamu , kenapa tidak pernah main kemari lagi ? Ibu kira kamu udah lupa . " ucap Bu Hindun .
Belum sempat menjawab , seorang pria paruh baya menyela ucapan istrinya . " Ibu ini gimana toh , ada tamu kok malah di ajak ngobrol di depan pintu . "
" Astaga Bapak... Ibu sampai lupa . Maaf yah Nak Farrel . " balas Ibu sambil tertawa .
" Ayo masuk Nak Farrel . " ajaknya .
Farrel lebih dulu menyalami Bapak Ibrahim Al Amin , ayah Cyrin dan Bimo . Farrel juga mencium punggung tangan beliau sebagai tanda hormatnya .
Pak Ibrahim kemudian berjalan lebih dulu , mengarahkan semuanya untuk berkumpul di ruang utama .
Farrel mengikuti langkah Pak Ibrahim bersama Bimo . Bimo menepuk pundak Farrel sekali , niatnya mungkin untuk memberi semangat dan dukungan bagi sahabatnya . Tapi bedanya Farrel menjadi lebih panik setelah itu , Ia merasa Bimo seperti berkata pasrahkan saja semuanya .
.
.
.
.
.
"Ketika kamu bisa mendapat restu, maka kamu akan mendapatkan cinta seutuhnya."
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue