My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 102. Cerita di balik skenario


__ADS_3

Hari ini begitu tak henti-hentinya rasa syukur terucap dari bibir Farrel .


Berdasarkan hasil konsultasi Cyrin mengalami begitu banyak kemajuan , beberapa ingatan tanpa Ia sadari mulai kembali Ia buka . Pertemuannya dengan Bapak dan Ibu juga berjalan dengan baik . Oleh karena itu , mulai malam ini Ibu Hindun sudah diizinkan untuk menemani putrinya . Cyrin tidak akan terlalu kesepian lagi .


Malam ini Byanca , Marsha , dan Nino datang lagi menjenguk Cyrin . Bersamaan dengan Dokter Rasya yang memberitahu pada Farrel perkembangan Cyrin .


“ Sebenarnya , ini adalah dampak dari hilangnya ingatan Cyrin di masa lalu . Yang seharusnya dilakukan adalah menyembuhkan traumanya bukan menyembunyikannya . Inilah yang dimanfaatkan Pelaku dengan menggunakan obat dan juga faktor pemicunya yah penculikan itu . “ Jelas Dokter Rasya .


“ Ini yang membuat Cyrin melupakan memorinya yang lain , karena memori lamanya memaksa untuk maju . “ Sambungnya .


“ Setelah dilakukan pengecekan dan tes laboratorium , obat yang digunakan mungkin salah satu dari obat ini , “ ujar Dokter Rasya sambil mengeluarkan beberapa obat-obatan dari sakunya .


“ Sudah kuberikan juga datanya pada polisi . “


Setelah Dokter Rasya pergi , Farrel mengajak Nino untuk minum kopi . Saat tadi Dokter Rasya mengeluarkan dugaan contoh obat yang Ia gunakan , Hanya Nino yang menunjukkan ekpresi wajah datar, seakan dia menjaga raut wajahnya tetap tenang. Apa lagi pertanyaannya yang menanyakan perlunya resep dokter atau tidak . Semua orang tau jika untuk pembelian obat seperti itu tentu harus dengan resep dokter.


Keduanya kini duduk saling berhadapan di salah satu meja pada kantin rumah sakit . Tak ada yang saling bicara , Farrel tersenyum bahkan seperti hendak tertawa .


“ Katakan saja langsung Rel , apa yang kau inginkan ? “ Ujar Nino .


“ Sepertinya kau sudah menduganya . “


“ Tentu saja , bahkan untuk makanmu saja kau enggan meninggalkan ruang sempit itu . Sekarang mengapa tiba-tiba kau mengajakku minum kopi . “ terang Nino .


“ Jadi , apa ada yang ingin kau sampaikan ? “ tanya Farrel .


“ Aku hanya ingin memastikan sesuatu terlebih dahulu . Setelah itu aku janji akan memberitahu semuanya , “ jelasnya .


Farrel mengangguk , “apakah kau juga mencurigai Olla ? “tanya Farrel .


“ Bagaimana kau bisa berpikir Olla . Setahuku kau bahkan tak kenal dengannya ,” ujar Nino .


“ Sepertinya kau lupa siapa Aku . Seminggu sudah cukup bagiku bersabar , aku bahkan tak peduli jika harus menghabisi orang lain walau dia tidak bersalah jika kesabaranku habis . “ nada ancaman terdengar dalam suara Farrel yang berat .


“ Baiklah , dihari kejadian malam itu Olla tiba-tiba merasa sakit perut . Dia izin untuk pulang lebih awal . Entah apa dia lupa , jika dia berangkat bersamaku . Saat mengetahui kabar dari Daffin , tujuan utamaku adalah kediaman Olla . Aku sebenarnya ingin melabraknya malam itu saat melihatnya masuk ke dalam rumah dengan mobil, tapi tak ingin dia curiga dan berakhir kabur aku buat seolah olah aku tidak mencurigainya . “


Nino menceritakan dengan jelas akhirnya, misteri bagaimana awalnya hingga Olla Ia ikut mencurigai Olla .

__ADS_1


“ Semalam aku menemukan bungkusan obat yang sama dengan yang ditunjukkan dokter tadi, Ada pada tas warna hiaju yang Olla gunakan malam itu .” Ujar Nino.


“ Sepertinya Olla mengetahui informasi


penyakit Cyin dari mantanmu , Aurora .” Ucap Nino .


“ Dugaanmu salah kali ini , tanyakan pada Alvin kenapa dia begitu ceroboh meletakkan berkas sepenting itu, ckckckck .” tangkas Farrel .


Setelah mendapatkan informasi yang Ia inginkan, Farrel mengeluarkan ponselnya yang ternyata tersambung dengan Daffin . “ Bagaimana Fin apa sudah cukup ? “ tanya Farrel untuk memastikan jika pernyataan Nino sudah cukup untuk polisi melakukan penangkapan pada Olla .


“ Apa kau menjebakku Rel ? “ tanya Nino .


“ Aku hanya ingin keadilan ditegakkan untuk Cyrin . “ Balas Farrel .


“ Tapi Olla , dia sudah seperti adikku . Ku pikir aku bisa membujuknya untuk menyerahkan diri . “ sesal Nino .


“ Maaf Nino , perbuatannya hampir saja menghilangkan nyawa Cyrin . Bahkan saat ini mentalnya masih sangat tertekan . “ ujar Farrel.


Nino juga mengeluarkan alat perekam yang Ia simpan di dalam sakunya . Mereka berdua saling berpandangan , sambil menahan tawa .


“ Dengan begini aku tidak akan menjadi calon tunangan yang tega melaporkan tunangannya sendiri . “ ujar Nino disertai tawa .


“ Seandainya semalam kau tidak menghubungiku , mungkin Olla akan akan habis ditanganku .” ungkap Nino .


“ Daffin sudah lama tau jika Alvin mengikutinya . Ternyata dia mudah sekali terhasut . Menunggu polisi menemukan bukti terlalu lama , kenapa tidak kita buat saja ,” kelakar Farrel , mengundang tawa Nino sebagai persetujuannya .


Saat keduanya kembali ke ruangan , Farrel memberi kode pada Bimo bahwa semua rencana mereka sudah selesai .


Marsha bersidekap dengan wajah cemberut . “ Dari mana saja sih Yang ? Kalau sudah semalam ini kita tak akan dapat tiketnya . “ celetuk Marsha saat Nino baru saja duduk disampingnya .


Nino terlihat menelan salivanya , wajahnya memerah saat netra yang lain kini menuju padanya dan Marsha . “ Sayang , sepertinya ocehanmu barusan sudah memberitahu mereka tentang hubungan kita . “ jelas Nino .


Marsha yang baru sadar dengan kesalahannya , hanya bisa bersembunyi di balik punggung Nino .


“ Sungguh terlalu kau Marshamersedes , kalian berpacaran dan backstreet ,” sindir Byanca .


" Iya , apa kalian merasa masih anak SMA ? " sindir Bimo ikut menimpali .

__ADS_1


“ By, aku hanya merasa jika tidak seharusnya kami berbahagia sementara Cyrin , “ Marsha tidak melanjutkan ucapannya .


“ Tidak perlu sungkan . Kalian mengenal Cyrin , dia akan ikut Bahagia jika orang yang Ia sayang juga Bahagia . “ Tugkas Farrel .


“ Kalian harus Bahagia , jadi saat Cyrin kembali kita semua akan Bahagia Bersama-sama .” Ucap Farrel .


Wajahnya seketika berubah bersemangat , ketika mendapat kode dari Ibu Hindun .


Dengan senyum merekah , segera Ia berlari keluar dari ruang tunggu tempatnya selama ini mengamati gerak gerik Cyrin dari balik kaca .




Sementara di kediaman orang tua Olla , polisi bersama Daffin sedang melakukan proses penangkapan



Betapa terkejutnya keluarga Olla saat tau apa yang dilakukan putrinya , dan lebih tidak menyangka lagi jika saksinya adalah Nino , calon tunangan putrinya .



.


.


.


.


.


" Tak seorang pun dalam hidup ini sangat kuat. Semua orang merasakan kesedihan, tapi terkadang dia mampu untuk pura-pura tersenyum.”



" Tak semua tawa berarti bahagia. Tetapi sering kali tawa adalah penutup hati yang tengah terluka.”

__ADS_1



" Bangkitlah dari kesedihan, karena kesedihan adalah proses yang harus dilalui untuk menuju kebahagiaan."


__ADS_2