
Hari ini begitu tak henti-hentinya rasa syukur terucap dari bibir Farrel .
Berdasarkan hasil konsultasi Cyrin mengalami begitu banyak kemajuan , beberapa ingatan tanpa Ia sadari mulai kembali Ia buka . Pertemuannya dengan Bapak dan Ibu juga berjalan dengan baik . Oleh karena itu , mulai malam ini Ibu Hindun sudah diizinkan untuk menemani putrinya . Cyrin tidak akan terlalu kesepian lagi .
Malam ini Byanca , Marsha , dan Nino datang lagi menjenguk Cyrin . Bersamaan dengan Dokter Rasya yang memberitahu pada Farrel perkembangan Cyrin .
“ Sebenarnya , ini adalah dampak dari hilangnya ingatan Cyrin di masa lalu . Yang seharusnya dilakukan adalah menyembuhkan traumanya bukan menyembunyikannya . Inilah yang dimanfaatkan Pelaku dengan menggunakan obat dan juga faktor pemicunya yah penculikan itu . “ Jelas Dokter Rasya .
“ Ini yang membuat Cyrin melupakan memorinya yang lain , karena memori lamanya memaksa untuk maju . “ Sambungnya .
“ Setelah dilakukan pengecekan dan tes laboratorium , obat yang digunakan mungkin salah satu dari obat ini , “ ujar Dokter Rasya sambil mengeluarkan beberapa obat-obatan dari sakunya .
“ Sudah kuberikan juga datanya pada polisi . “
Setelah Dokter Rasya pergi , Farrel mengajak Nino untuk minum kopi . Saat tadi Dokter Rasya mengeluarkan dugaan contoh obat yang Ia gunakan , Hanya Nino yang menunjukkan ekpresi wajah datar, seakan dia menjaga raut wajahnya tetap tenang. Apa lagi pertanyaannya yang menanyakan perlunya resep dokter atau tidak . Semua orang tau jika untuk pembelian obat seperti itu tentu harus dengan resep dokter.
Keduanya kini duduk saling berhadapan di salah satu meja pada kantin rumah sakit . Tak ada yang saling bicara , Farrel tersenyum bahkan seperti hendak tertawa .
“ Katakan saja langsung Rel , apa yang kau inginkan ? “ Ujar Nino .
“ Sepertinya kau sudah menduganya . “
“ Tentu saja , bahkan untuk makanmu saja kau enggan meninggalkan ruang sempit itu . Sekarang mengapa tiba-tiba kau mengajakku minum kopi . “ terang Nino .
“ Jadi , apa ada yang ingin kau sampaikan ? “ tanya Farrel .
“ Aku hanya ingin memastikan sesuatu terlebih dahulu . Setelah itu aku janji akan memberitahu semuanya , “ jelasnya .
Farrel mengangguk , “apakah kau juga mencurigai Olla ? “tanya Farrel .
“ Bagaimana kau bisa berpikir Olla . Setahuku kau bahkan tak kenal dengannya ,” ujar Nino .
“ Sepertinya kau lupa siapa Aku . Seminggu sudah cukup bagiku bersabar , aku bahkan tak peduli jika harus menghabisi orang lain walau dia tidak bersalah jika kesabaranku habis . “ nada ancaman terdengar dalam suara Farrel yang berat .
“ Baiklah , dihari kejadian malam itu Olla tiba-tiba merasa sakit perut . Dia izin untuk pulang lebih awal . Entah apa dia lupa , jika dia berangkat bersamaku . Saat mengetahui kabar dari Daffin , tujuan utamaku adalah kediaman Olla . Aku sebenarnya ingin melabraknya malam itu saat melihatnya masuk ke dalam rumah dengan mobil, tapi tak ingin dia curiga dan berakhir kabur aku buat seolah olah aku tidak mencurigainya . “
Nino menceritakan dengan jelas akhirnya, misteri bagaimana awalnya hingga Olla Ia ikut mencurigai Olla .
__ADS_1
“ Semalam aku menemukan bungkusan obat yang sama dengan yang ditunjukkan dokter tadi, Ada pada tas warna hiaju yang Olla gunakan malam itu .” Ujar Nino.
“ Sepertinya Olla mengetahui informasi
penyakit Cyin dari mantanmu , Aurora .” Ucap Nino .
“ Dugaanmu salah kali ini , tanyakan pada Alvin kenapa dia begitu ceroboh meletakkan berkas sepenting itu, ckckckck .” tangkas Farrel .
Setelah mendapatkan informasi yang Ia inginkan, Farrel mengeluarkan ponselnya yang ternyata tersambung dengan Daffin . “ Bagaimana Fin apa sudah cukup ? “ tanya Farrel untuk memastikan jika pernyataan Nino sudah cukup untuk polisi melakukan penangkapan pada Olla .
“ Apa kau menjebakku Rel ? “ tanya Nino .
“ Aku hanya ingin keadilan ditegakkan untuk Cyrin . “ Balas Farrel .
“ Tapi Olla , dia sudah seperti adikku . Ku pikir aku bisa membujuknya untuk menyerahkan diri . “ sesal Nino .
“ Maaf Nino , perbuatannya hampir saja menghilangkan nyawa Cyrin . Bahkan saat ini mentalnya masih sangat tertekan . “ ujar Farrel.
Nino juga mengeluarkan alat perekam yang Ia simpan di dalam sakunya . Mereka berdua saling berpandangan , sambil menahan tawa .
“ Dengan begini aku tidak akan menjadi calon tunangan yang tega melaporkan tunangannya sendiri . “ ujar Nino disertai tawa .
“ Seandainya semalam kau tidak menghubungiku , mungkin Olla akan akan habis ditanganku .” ungkap Nino .
“ Daffin sudah lama tau jika Alvin mengikutinya . Ternyata dia mudah sekali terhasut . Menunggu polisi menemukan bukti terlalu lama , kenapa tidak kita buat saja ,” kelakar Farrel , mengundang tawa Nino sebagai persetujuannya .
Saat keduanya kembali ke ruangan , Farrel memberi kode pada Bimo bahwa semua rencana mereka sudah selesai .
Marsha bersidekap dengan wajah cemberut . “ Dari mana saja sih Yang ? Kalau sudah semalam ini kita tak akan dapat tiketnya . “ celetuk Marsha saat Nino baru saja duduk disampingnya .
Nino terlihat menelan salivanya , wajahnya memerah saat netra yang lain kini menuju padanya dan Marsha . “ Sayang , sepertinya ocehanmu barusan sudah memberitahu mereka tentang hubungan kita . “ jelas Nino .
Marsha yang baru sadar dengan kesalahannya , hanya bisa bersembunyi di balik punggung Nino .
“ Sungguh terlalu kau Marshamersedes , kalian berpacaran dan backstreet ,” sindir Byanca .
" Iya , apa kalian merasa masih anak SMA ? " sindir Bimo ikut menimpali .
__ADS_1
“ By, aku hanya merasa jika tidak seharusnya kami berbahagia sementara Cyrin , “ Marsha tidak melanjutkan ucapannya .
“ Tidak perlu sungkan . Kalian mengenal Cyrin , dia akan ikut Bahagia jika orang yang Ia sayang juga Bahagia . “ Tugkas Farrel .
“ Kalian harus Bahagia , jadi saat Cyrin kembali kita semua akan Bahagia Bersama-sama .” Ucap Farrel .
Wajahnya seketika berubah bersemangat , ketika mendapat kode dari Ibu Hindun .
Dengan senyum merekah , segera Ia berlari keluar dari ruang tunggu tempatnya selama ini mengamati gerak gerik Cyrin dari balik kaca .
Sementara di kediaman orang tua Olla , polisi bersama Daffin sedang melakukan proses penangkapan
Betapa terkejutnya keluarga Olla saat tau apa yang dilakukan putrinya , dan lebih tidak menyangka lagi jika saksinya adalah Nino , calon tunangan putrinya .
.
.
.
.
.
" Tak seorang pun dalam hidup ini sangat kuat. Semua orang merasakan kesedihan, tapi terkadang dia mampu untuk pura-pura tersenyum.”
" Tak semua tawa berarti bahagia. Tetapi sering kali tawa adalah penutup hati yang tengah terluka.”
__ADS_1
" Bangkitlah dari kesedihan, karena kesedihan adalah proses yang harus dilalui untuk menuju kebahagiaan."