
Dengan langkah yang berat Cyrin menuju ke ruangan Nino .
Alvin membukakan pintu ruangan dan menyilahkan Cyrin masuk .
Wanita itu melihat Nino sedang melamun di kursi kebesarannya , sampai sampai Ia tak menyadari kehadiran Cyrin .
" Permisi Pak ,ada apa memanggil saya ? "
Ucapan Cyrin menyadarkan Nino dari lamunannya .
" Oh yah Rin , silahkan duduk . " Nino meminta Cyrin duduk di Sofa .
Nino beranjak untuk ikut duduk di Sofa tepat di hadapan Cyrin .
" Sebelumnya aku ingin minta maaf padamu atas kejadian pagi tadi . " Ucap Nino membuka pembicaraan di antara mereka .
" Kenapa minta maaf padaku , harusnya Bapak minta maaf pada orang yang bapak pukul . " Balas Cyrin .
Nino membuang napas kasar karena mendengar nada bicara Cyrin yang tak selembut biasanya .
" Jadi ada yang ingin kamu tanyakan ? " Ucap Nino semakin melembutkan ucapannya .
Cyrin menatap lekat pada Nino .
" Mengapa tadi Bapak tiba tiba datang dan memukul Pak Farrel ? Dan apa maksud Bapak tentang kejadian 6 tahun lalu ? " Tanya Cyrin .
" Aku hanya membalas perbuatannya padaku 6 tahun lalu saat kami masih SMA. Bukannya sudah ku katakan padamu jika dulu kita bertiga bersekolah di tempat yang sama . " Jawab Nino .
" Bukankah itu sikap yang kekanak kanakan , membalas kejadian yang terjadi saat masih SMA . " Cyrin membalas Nino dengan sindiran .
Nino terdiam cukup lama .
" Lalu jika ku katakan aku memukulnya karena aku tak suka melihat kedekatan kalian . Apa pendapatmu ? "
Kini gantian Cyrin yang terdiam .
" Lalu apa Bapak tahu maksud ucapan Pak Farrel soal Bapak yang merebut kekasihnya ? " tanya Cyrin mengalihkan pembicaraan .
" Oh soal itu... kamu masih ingat ceritaku tentang mantan kekasih yang kita ketemui saat berbelanja di Mall ? " tanya Nino .
" Aurora ? " Ucap Cyrin memastikan .
" Yah dia . Wanita itu yang dimaksud Farrel . Tanpa diduga , aku dan Farrel berkuliah di Harvard . Aurora juga kuliah disana . Hingga wanita itu menjadi kekasih Farrel . Namun karena memang dasarnya wanita itu tak setia , maka dengan mudahnya wanita itu berpaling padaku . " Jelas Nino .
Sungguh di luar dugaan Cyrin . Ia semakin yakin jika Aurora bukan wanita yang baik untuk kakaknya .
" Itulah mengapa aku tak suka kamu dekat dengan Farrel . Aku curiga dia tahu jika aku tertarik padamu , dan menjadikanmu alat untuk membalas dendam padaku . "
Ucapan Nino barusan sangat melukai hati Cyrin . Itu sama dengan dugaannya , mungkinkah Farrel hanya memanfaatkannya saja . Pikir Cyrin .
" Menurutmu mengapa pria brengsek itu meminta 12 pertemuan padamu ? " Tanya Nino pada Cyrin semakin memperkuat prasangka buruk Cyrin pada Farrel .
" Aku sangat yakin dia hanya ingin membalasku saja . " Lanjutnya .
Nino menyadari ada keraguan di mata Cyrin sehingga Ia rasa ini celah yang bagus untuk Ia masuk dan menggoyahkan Cyrin .
Cyrin terdiam .
Untuk saat ini hanya itu juga alasan yang bisa diterima oleh akal dan hatinya .
" Sudahlah tak perlu di bahas lagi . Saya sedang mendiskusikan ini dengan para direktur , apa mungkin jika kita mundur dari pengajuan kerja sama dengan Jatmika Company . Jadi kamu tidak perlu lagi bertemu dan dekat denganya . "
Setelah mengucapkan itu , Nino mempesilahkan Cyrin kembali keruangannya .
Cyrin berjalan dengan tak bersemangat . Ia sebenarnya kecewa dengan dugaan jika Farrel hanya memanfaatkannya . Bahkan sebenarnya Ia ragu akan hal tersebut .
__ADS_1
Tapi bagaimana jika Ia sudah merasa nyaman berdekatan dengan Farrel . Ia rasanya tak rela untuk menjauhi Farrel .
" Apa aku harus mendengar penjelasan dari Farrel juga yah ? " Batin Cyrin .
" Tapi aku takut kecewa jika ternyata hal itu benar . "
" Tapi bukankah tak adil jika aku tak memberi kesempatam Farrel menjelaskan semuanya ? "
Batin Cyrin saat ini sedang berperang , ia berjalan dengan lesu kembali ke tempatnya .
Marsha dan Byanca yang menunggu Cyrin untuk mengajaknya makan siang terlihat bingung dengan wajah tertekuk sahabatnya itu .
" Hei.. ada apa ? Kok gak bersemangat gitu ? " tanya Byanca .
" Lagi pusing nih. " Balas Cyrin singkat .
" Yuk ke kantin terus kamu ceritain yah . " Bujuk Byanca .
Cyrin mengangguk dan mengikuti langkah kedua sahabatnya yang kini mengapit lengannya .
Di kantin Cyrin menceritakan semua yang terjadi pada kedua sahabatnya .
" Kok aku gak yakin yah kalau Pak Farrel punya niat seburuk itu . Setahuku dia tak seperti itu . "
" Memangnya kamu mengenalnya ? " tanya Cyrin .
" Bukankah sudah ku katakan jika dulu dia adalah senior kita di SMA . Jika kamu tak percaya padaku , coba kamu tanyakan saja pada Mas Bimo . " Saran Byanca
Cyrin menepuk jidatnya . " Iya benar.... kenapa aku melupakan mas Bimo yah ? Kemarin saja Farrel juga bilang kok jika Ia mengenal mas Bimo . "
" Bukan hanya kenal lagi Rin , tapi sangat kenal malah . Kamu telepon Mas Bimo gih , dari pada kamu galau seharian ini . " Ucap Byanca .
Cyrin mengangguk dan segera menjauh mencari tempat sepi untuk menghubungi kakaknya.
Cyrin mencoba sekali lagi ,dan akhirnya kini berhasil .
" Halo adekku sayang .... " Sapa Mas Bimo saat menerima panggilan telepon Cyrin .
" Mas ... kok lama nerima telepon Cyrin . " Rengek Cyrin dengan manjanya .
" Yah kan Mas lagi kerja . Maaf yah ... "
" Ada apa dek ? Tumben tumbenan kamu hubungin Mas "
" Aku mau nanya . Dulu saat SMA, Mas punya teman namanya Farrel Antoine Jatmika ? " tanya Cyrin .
Sontak saja pertanyaan itu membuat Bimo terkejut . " Bagaimana Cyrin bisa kembali bertanya soal Farrel ? Apa ingatannya sudah kembali ? " Batin Bimo .
" Dari mana kamu tahu ? " Tanya Bimo tergagap .
" Aku bertemu dengannya disini . Aku juga bertemu dengan Nino Alton Wiguna , katanya dia juga dulu seniorku di SMA yah ? Nino itu adalah CEO di perusahaan tempatku bekerja Mas . " Ucap Cyrin menjelaskan .
" Apa ? Jadi kamu bekerja di perusahaan Nino ? " tanya Bimo memastikan .
" Iya . " Jawab ya singkat .
Lalu Cyrin mulai menceritakan pada Bimo bagaimana awalnya Ia bertemu dengan Farrel, mengenai perjanjian 12 pertemuan mereka , sampai pada kejadian tadi tentang Nino yang menghajar Farrel .
Tapi Cyrin tidak menceritakan jika mantan kekasih yang di maksud Farrel dan Nino adalah Aurora . Wanita yang kini menjadi kekasih kakaknya itu .
Ia tak ingin membuat Bimo banyak pikiran , Cyrin ingin mengumpulkan bukti dulu. Setelah itu barulah Ia akan mengatakan semua tentang Aurora pada Mas nya .
Respon Bimo saat dengar cerita Cyrin hanya tertawa .
" Astaga... Farrel Farrel... ternyata anak itu belum berubah. Idenya masih saja aneh aneh . " Ucap Bimo membuat Cyrin bingung .
__ADS_1
" Gini aja Dek , weekend besok tungguin Mas yah di Jakarta . Mas akan ngunjungin kamu , sekalian akan ceritain semua yang ingin kamu tahu . " Tawar Bimo .
" Yahh gak perlu kesini juga. Cerita di telepon aja boleh kok Mas . "
" Ahh gak seru .. mas juga rindu sama kamu . Apalagi sama Aurora , udah lama Mas gak bertemu dengannya . " Balas Bimo .
" Yah terserah Mas lah. Aku tunggu di weekend yah Mas . Jangan lupa bawain aku oleh oleh masakan Ibu . " Ucap Cyrin sebelum mengakhiri panggilan mereka .
Setelah itu Cyrin memutuskan untuk menghindari Farrel dulu . Ia akan menunggu sampai kakaknya datang , mungkin saja ada cerita di balik semua kejadian ini .
Dari pada menduga duga , lebih baik Cyrin menunggu Mas Bimo menceritakan semuanya . Hanya Mas Bimo yang bisa Ia percaya saat ini jika di bandingkan dengan Farrel dan Nino .
Dan benar saja sesuai dugaan Cyrin. Sorenya saat Ia keluar dari kantor Ia sudah melihat Farrel yang berdiri di samping mobilnya.
" Rin , ayo ikut saya sebentar . Saya harus jelasin semuanya . " Pinta Farrel .
" Maaf Pak Farrel , saya sedang buru buru. Permisi . " Ucap Cyrin sambil berusaha membuka pintu mobilnya yang dihalangi oleh Farrel .
" Kalau begitu saya ingin kita membahas soal kerja sama kita sekarang . " Farrel terpaksa menggunakan alasan itu .
" Maaf Pak Farrel , jika perihal kerja sama kita bisa membicarakannya saat masih jam kerja . Permisi. " Ucap Cyrin lalu Ia memaksa membuka pintu mobilnya dan segera masuk kedalam .
Farrel hanya bisa menghela napasnya . Ia menyaksikan dengan kekecewaan mobil Cyrin yang melaju menjauhinya .
" Huffttt.. pasti kamu salah paham . " Batinnya .
Farrel kembali ke mobilnya dengan perasaan kecewa . Baru saja Ia hendak menyalakan mesin mobilnya , tapi Ia merasa ponsel di sakunya bergetar .
Segera Ia keluarkan dan nampaklah nama seseorang yang sudah lama tak berkomunikasi dengannya .
Dengan semangat Ia menerima panggilan tersebut .
" Halo Bimo ... apa kabar ? " Sapa Farrel .
.
.
.
.
.
"Kadang-kadang, persepsi adalah sebuah perangkap. Dan tafsir kita terhadap sesuatu sering keliru. "
"Jadi lebih baik mengerti sedikit daripada salah mengerti."
.
.
.
.
.
To be continue .
**** Hai hai readers ... aku kembali lagiiii..... maafkan yah akhir akhir ini sering UPnya telat .
Btw , kalian udah pada bertanya tanya gak , apa sih sebenarnya masa lalu Farrel , Nino , dan Cyrin . Kok Cyrin seperti tidak mengingat mereka semua ?
Sabar sabar sabar , sebentar lagi semua akan terungkap sayang sayangku... jadi tetap dukung aku yah , like , komen , beri rating dan vote juga yah . Terimakasih . Stay healthy semua. ❤❤❤ ****
__ADS_1