My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 24 . Salah paham


__ADS_3

Dengan langkah yang berat Cyrin menuju ke ruangan Nino .


Alvin membukakan pintu ruangan dan menyilahkan Cyrin masuk .


Wanita itu melihat Nino sedang melamun di kursi kebesarannya , sampai sampai Ia tak menyadari kehadiran Cyrin .


" Permisi Pak ,ada apa memanggil saya ? "


Ucapan Cyrin menyadarkan Nino dari lamunannya .


" Oh yah Rin , silahkan duduk . " Nino meminta Cyrin duduk di Sofa .


Nino beranjak untuk ikut duduk di Sofa tepat di hadapan Cyrin .


" Sebelumnya aku ingin minta maaf padamu atas kejadian pagi tadi . " Ucap Nino membuka pembicaraan di antara mereka .


" Kenapa minta maaf padaku , harusnya Bapak minta maaf pada orang yang bapak pukul . " Balas Cyrin .


Nino membuang napas kasar karena mendengar nada bicara Cyrin yang tak selembut biasanya .


" Jadi ada yang ingin kamu tanyakan ? " Ucap Nino semakin melembutkan ucapannya .


Cyrin menatap lekat pada Nino .


" Mengapa tadi Bapak tiba tiba datang dan memukul Pak Farrel ? Dan apa maksud Bapak tentang kejadian 6 tahun lalu ? " Tanya Cyrin .


" Aku hanya membalas perbuatannya padaku 6 tahun lalu saat kami masih SMA. Bukannya sudah ku katakan  padamu jika dulu kita bertiga bersekolah di tempat yang sama . " Jawab Nino .


" Bukankah itu sikap yang kekanak kanakan , membalas kejadian yang terjadi saat masih SMA . " Cyrin membalas Nino dengan sindiran .


Nino terdiam cukup lama .


" Lalu jika ku katakan aku memukulnya karena aku tak suka melihat kedekatan kalian . Apa pendapatmu ? "


Kini gantian Cyrin yang terdiam .


" Lalu apa Bapak tahu maksud ucapan Pak Farrel soal Bapak yang merebut kekasihnya ? " tanya Cyrin mengalihkan pembicaraan .


" Oh soal itu... kamu masih ingat ceritaku tentang mantan kekasih yang kita ketemui saat berbelanja di Mall ? "  tanya Nino .


" Aurora ? " Ucap Cyrin memastikan .


" Yah dia . Wanita itu yang dimaksud Farrel . Tanpa diduga , aku dan Farrel berkuliah di Harvard . Aurora juga kuliah disana . Hingga wanita itu menjadi kekasih Farrel . Namun karena memang dasarnya wanita itu tak setia , maka dengan mudahnya wanita itu berpaling padaku . " Jelas Nino .


Sungguh di luar dugaan Cyrin . Ia semakin yakin jika Aurora bukan wanita yang baik untuk kakaknya .


" Itulah mengapa aku tak suka kamu dekat dengan Farrel . Aku curiga dia tahu jika aku tertarik padamu , dan menjadikanmu alat untuk membalas dendam padaku . "


Ucapan Nino barusan sangat melukai hati Cyrin . Itu sama dengan dugaannya , mungkinkah Farrel hanya memanfaatkannya saja . Pikir Cyrin .


" Menurutmu mengapa pria brengsek itu meminta 12 pertemuan padamu ? " Tanya Nino pada Cyrin semakin memperkuat prasangka buruk Cyrin pada Farrel .


" Aku sangat yakin dia hanya ingin membalasku saja .  " Lanjutnya .


Nino menyadari ada keraguan di mata Cyrin sehingga Ia rasa ini celah yang bagus untuk Ia masuk dan menggoyahkan Cyrin .


Cyrin terdiam .


Untuk saat ini hanya itu juga alasan yang bisa diterima oleh akal dan hatinya .


" Sudahlah tak perlu di bahas lagi . Saya sedang mendiskusikan ini dengan para direktur , apa mungkin jika kita mundur dari pengajuan  kerja sama dengan Jatmika Company . Jadi kamu tidak perlu lagi bertemu dan dekat denganya . "


Setelah mengucapkan itu , Nino mempesilahkan Cyrin kembali keruangannya .


Cyrin berjalan dengan tak bersemangat . Ia sebenarnya kecewa dengan dugaan jika Farrel hanya memanfaatkannya . Bahkan sebenarnya Ia ragu akan hal tersebut .

__ADS_1


Tapi bagaimana jika Ia sudah merasa nyaman berdekatan dengan Farrel . Ia rasanya tak rela untuk menjauhi Farrel .


" Apa aku harus mendengar penjelasan dari Farrel juga yah ? " Batin Cyrin .


" Tapi aku takut kecewa jika ternyata hal itu benar . "


" Tapi bukankah tak adil jika aku tak memberi kesempatam Farrel menjelaskan semuanya ? "


Batin Cyrin saat ini sedang berperang , ia berjalan dengan lesu kembali ke tempatnya .


Marsha dan Byanca yang menunggu Cyrin untuk mengajaknya makan siang terlihat bingung dengan wajah tertekuk sahabatnya itu .


" Hei.. ada apa ? Kok gak bersemangat gitu ? " tanya Byanca .


" Lagi pusing nih. " Balas Cyrin singkat .


" Yuk ke kantin terus kamu ceritain yah . " Bujuk Byanca .


Cyrin mengangguk dan mengikuti langkah kedua sahabatnya yang kini mengapit lengannya .


Di kantin Cyrin menceritakan semua yang terjadi pada kedua sahabatnya .


" Kok aku gak yakin yah kalau Pak Farrel punya niat seburuk itu . Setahuku dia tak seperti itu . "


" Memangnya kamu mengenalnya ? " tanya Cyrin  .


" Bukankah sudah ku katakan jika dulu dia adalah senior kita di SMA . Jika kamu tak percaya padaku , coba kamu tanyakan saja pada Mas Bimo . " Saran Byanca


Cyrin menepuk jidatnya . " Iya benar.... kenapa aku melupakan mas Bimo yah ? Kemarin saja Farrel juga bilang kok jika Ia mengenal mas Bimo . "


" Bukan hanya kenal lagi Rin , tapi sangat kenal malah . Kamu telepon Mas Bimo gih , dari pada kamu galau seharian ini . " Ucap Byanca .


Cyrin mengangguk dan segera menjauh mencari tempat sepi untuk menghubungi kakaknya.


Cyrin mencoba sekali lagi ,dan akhirnya kini berhasil .


" Halo adekku sayang .... " Sapa Mas Bimo  saat menerima panggilan telepon Cyrin .


" Mas ... kok lama nerima telepon Cyrin . " Rengek Cyrin dengan manjanya .


" Yah kan Mas lagi kerja . Maaf yah ... "


" Ada apa dek ? Tumben tumbenan kamu hubungin Mas "


" Aku mau nanya . Dulu saat SMA,  Mas punya teman namanya Farrel Antoine Jatmika ? " tanya Cyrin .


Sontak saja pertanyaan itu membuat Bimo terkejut . " Bagaimana Cyrin bisa kembali bertanya soal Farrel ? Apa ingatannya sudah kembali ? " Batin Bimo .


" Dari mana kamu tahu ? " Tanya Bimo tergagap .


" Aku bertemu dengannya disini . Aku juga bertemu dengan Nino Alton Wiguna , katanya dia juga dulu seniorku di SMA yah ? Nino itu adalah CEO di perusahaan tempatku bekerja Mas . " Ucap Cyrin menjelaskan .


" Apa ? Jadi kamu bekerja di perusahaan Nino ? " tanya Bimo memastikan .


" Iya . " Jawab ya singkat .


Lalu Cyrin mulai menceritakan pada Bimo bagaimana awalnya Ia bertemu dengan Farrel, mengenai perjanjian 12 pertemuan mereka , sampai pada kejadian tadi tentang Nino yang menghajar Farrel .


Tapi Cyrin tidak menceritakan jika mantan kekasih yang di maksud Farrel dan Nino adalah Aurora . Wanita yang kini menjadi kekasih kakaknya itu .


Ia tak ingin membuat Bimo banyak pikiran , Cyrin ingin mengumpulkan bukti dulu. Setelah itu barulah Ia akan mengatakan semua tentang Aurora pada Mas nya .


Respon Bimo saat dengar cerita Cyrin hanya tertawa .


" Astaga... Farrel Farrel... ternyata anak itu belum berubah. Idenya masih saja aneh aneh . " Ucap Bimo membuat Cyrin bingung .

__ADS_1


" Gini aja Dek , weekend besok tungguin Mas yah di Jakarta . Mas akan ngunjungin kamu , sekalian akan ceritain semua yang ingin kamu tahu . "  Tawar Bimo .


" Yahh gak perlu kesini juga. Cerita di telepon aja boleh kok Mas . "


" Ahh gak seru .. mas juga rindu sama kamu . Apalagi sama Aurora , udah lama Mas gak bertemu dengannya . " Balas Bimo .


" Yah terserah Mas lah. Aku tunggu di weekend yah Mas . Jangan lupa bawain aku oleh oleh masakan Ibu . " Ucap Cyrin sebelum mengakhiri panggilan mereka .


Setelah itu Cyrin memutuskan untuk menghindari Farrel dulu . Ia akan menunggu sampai kakaknya datang , mungkin saja ada cerita di balik semua kejadian ini .


Dari pada menduga duga , lebih baik Cyrin menunggu Mas Bimo menceritakan semuanya . Hanya Mas Bimo yang bisa Ia percaya saat ini jika di bandingkan dengan Farrel dan Nino .


Dan benar saja sesuai dugaan Cyrin. Sorenya saat Ia keluar dari kantor Ia sudah melihat Farrel yang berdiri di samping mobilnya.


" Rin , ayo ikut saya sebentar . Saya harus jelasin semuanya . " Pinta Farrel .


" Maaf Pak  Farrel , saya sedang buru buru. Permisi . " Ucap Cyrin sambil berusaha membuka pintu mobilnya yang dihalangi oleh Farrel .


" Kalau begitu saya ingin kita membahas soal kerja sama kita sekarang . " Farrel terpaksa menggunakan alasan itu .


" Maaf Pak Farrel , jika perihal kerja sama  kita bisa membicarakannya saat masih jam kerja . Permisi. " Ucap Cyrin lalu Ia memaksa membuka pintu mobilnya dan segera masuk kedalam .


Farrel hanya bisa menghela napasnya . Ia menyaksikan dengan kekecewaan mobil Cyrin yang melaju menjauhinya .


" Huffttt..  pasti kamu salah paham . " Batinnya .


Farrel kembali ke mobilnya dengan perasaan kecewa . Baru saja Ia hendak menyalakan mesin mobilnya , tapi Ia merasa ponsel di sakunya bergetar .


Segera Ia keluarkan dan nampaklah nama seseorang yang sudah lama tak berkomunikasi dengannya .


Dengan semangat Ia menerima panggilan tersebut .


" Halo Bimo ... apa kabar ? " Sapa Farrel .


.


.


.


.


.


 "Kadang-kadang, persepsi adalah sebuah perangkap. Dan tafsir kita terhadap sesuatu sering keliru. "


 "Jadi lebih baik mengerti sedikit daripada salah mengerti."


.


.


.


.


.


To be continue .


**** Hai hai readers ... aku kembali lagiiii..... maafkan yah akhir akhir ini sering UPnya telat .


Btw , kalian udah pada bertanya tanya gak , apa sih sebenarnya masa lalu Farrel , Nino , dan Cyrin . Kok Cyrin seperti tidak mengingat mereka semua ?


Sabar sabar sabar , sebentar lagi semua akan terungkap sayang sayangku... jadi tetap dukung aku yah , like , komen , beri rating dan vote juga yah . Terimakasih . Stay healthy semua. ❤❤❤  ****

__ADS_1


__ADS_2