My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 36 . Hadiah ke dua


__ADS_3

Setelah memastikan Cyrin telah duduk dengan nyaman di dalam mobilnya , Farrel segera melaju meninggalkan restauran .


Farrel masih sempat melihat ke arah Nino yang menatap kepergian mereka dari kaca spion mobil .


Saat tadi Cyrin masuk ke mobil sebenarnya Ia sedikit terkejut melihat di kursi belakang ada boneka beruang yang sangat besar berwarna kuning lengkap dengan madu di pelukannya .


Cyrin sudah ingin menanyakan pada Farrel , apa boneka itu untuknya . Pasalnya sejak dulu dia sangat menyukai karakter kartun Winnie The Pooh  .


Tapi Cyrin mengurungkan niatnya bertanya karena malu jika andai saja boneka itu untuk orang lain .


Sesekali Cyrin melihat ke arah kursi belakang lewat spion tengah .


Farrel yang menyadari hal itu tentu saja tersenyum .


" Kenapa Rin ? Kok kayaknya gelisah gitu , masih  mikirin Nino yah ? "


" Tidak . Kenapa harus mikirin Kak Nino . "


" Lalu mikirin apa dong ? Dari tadi kok diam saja . "


" Emmmm..... Mas juga suka sama Winnie The Pooh yah ? "


" Apa ? Winnie the ... apa ? Mas gak tahu Rin yang kamu maksud . "


" Loh kok gak tau sih . Terus ngapain beli bonekanya yang sebesar itu . " Ucap Cyrin sambil menoleh menatap boneka beruang itu .


" Ohh jadi itu nama bonekanya . Itu bukan untuk aku Rin . Tapi untuk orang lain . "


" Oohhh..... "  Jawab Cyrin singkat . Pupus sudah harapannya bisa memiliki boneka itu .


Cyrin bahkan berniat akan mencari boneka yang serupa besok . Lumayan untuk menemaninya tidur , pikir Cyrin .


" Kok cuma oohh doang sih Rin  ? " Tanya Farrel .


" Terus aku harus bilang apa dong Mas ? "


Farrel makin sulit menahan senyumnya .


" Memangnya kamu suka Rin sama boneka itu ? "


" Hemmm .... " Cyrin menjawab dengan dehaman .


" Kok gak di jawab Rin ? "


" Udah aku jawab tadi . Aku bilang hemmm hemm . " Ucap Cyrin .


Farrel menghentikan mobilnya karena bertepatan dengan lampu merah .


" Syukur deh kalau kamu suka , karena boneka itu memang untuk kamu . " Ucap Farrel .


Cyrin menoleh pada Farrel . Ia mencari kebohongan pada raut wajah Farrel .


" Serius Mas ? "


" Iya ... memangnya untuk siapa lagi . " Balas Farrel .


Tanpa aba aba Cyrin segera menarik boneka beruang besar itu ke pangkuannya .


Ia memeluk boneka beruang itu sambil tersenyum .


Farrel jadi makin gemas melihat tingkah Cyrin barusan . Senyumnya dan caranya memeluk boneka itu masih sama dengan 6 tahun lalu saat Farrel juga memberikan hadiah yang sama .


" Gimana Rin , suka ? " Tanya Farrel yang mulai melajukan mobilnya lagi setelah lampu sudah berubah menjadi hijau .


" Suka banget . Mas ternyata tahu juga kalau aku suka sama boneka ini . "


" Tentu aku tahu dong . Entah kamu ingat atau tidak , tapi dulu aku juga pernah ngasih kamu boneka yang sama . "


" Oh yahh ? Kapan Mas ? Waktu aku ulang tahun yah ? "  tanya Cyrin penasaran .


Farrel menggeleng . " Bukan . "


" Aku ngasih kamu boneka seperti ini , saat aku menyatakan perasaanku padamu yang kedua kalinya . "


" Oh... pantas saja Mas , di kamarku yang di Solo ada boneka yang sama . Sebesar ini juga . Kupikir aku yang membelinya karena aku memang menyukai karakter kartu itu , ternyata itu dari Mas . " Ucap Cyrin .


Cyrin mencoba mengingat ingat lagi tentang ucapan Farrel , namun semakin Ia mencoba mengingat kepalanya terasa mulai sakit lagi .

__ADS_1


Farrel menyadari hal itu dari raut wajah Cyrin yang seperti meringis .


" Udah... gak perlu dipaksain ingat . " Ucapnya sambil mengelus lembut lengan Cyrin dan sontak saja Cyrin kembali merona .


" Untung saja disini gelap , jadi Farrel tidak melihat pipiku yang pasti sudah memerah . " Batin Cyrin .


Farrel merasa agak kesulitan mengemudi karena pandanganya pada kaca spion sebelah kiri terhalang oleh boneka beruang besar yang masih dipangku Cyrin .


" Rin ... bonekanya bisa pindahin ke belakang lagi gak ? Aku agak sulit mengemudinya . "


Cyrin segera memindahkan boneka itu kembali ke kursi belakang .


Setelah beberapa menit mobil Farrel akhirnya tiba di depan lobby apartemen Cyrin .


" Mas tadi udah makan malam ? " tanya Cyrin  saat mereka berada di lift .


Farrel menggeleng .


" Mas mau aku masakin makan malam gak  ? " Tawar Cyrin .


" Memangnya gak merepotkan ? Tadi aja kamu udah buatin bekal . "


Cyrin menggeleng . " Gak ngerepotin , Mas kan tahu aku suka masak . "


Akhirnya keduanya berjalan beriringan dengan Farrel yang menggendong boneka beruang besar menuju ke unit apartemen Cyrin .


" Bonekanya aku taruh di sofa yah Rin . " Teriak Farrel .


Pria itu juga ikut mendudukkan dirinya di samping boneka besar .


" Ahh... astaga sampai lupa soal mawarnya . "


Farrel kemudian pamit sebentar untuk turun ke bawah mengambil sesuatu yang Ia lupa tampa mengunci pintu agar Ia bisa masuk kembali dengan mudah  . Sementara Cyrin meneruskan kegiatannya di dapur memasak untuk Farrel .


Tak lama setelah itu Farrel sudah kembali ke apartemen namun hal itu tidak disadari Cyrin .


Bahkan karena seriusnya memasak , Cyrin sampai tak menyadari jika Farrel kini berdiri di belakangnya .


" Rin.... " Panggilnya .


Cyrin berbalik dan terkejut Farrel berada sangat dekat dengannya .



Cyrin tersenyum manis sambil menerima bunga itu .


Senyuman Cyrin rasanya menghipnotis Farrel . Hingga tak bisa Ia tahan lagi  , pria itu dengan berani mengecup kening Cyrin .


Sudah pasti Cyrin terkejut . Rasanya Ia ingin marah tapi degupan jantungnya seperti meredam emosinya . Yang ada Ia malah malu dan akhirnya menunduk .


Farrel melihat tak ada penolakan dari Cyrin .


" Rin.. maaf . " Ucapnya tapi Ia sama sekali tak berpindah dari posisinya .


Cyrin mengangkat wajahnya dan menatap Farrel .  Tanpa mereka berdua sadari , posisi wajah mereka semakin dekat .


Sedikit lagi bibir mereka akan menyatu namun ...............


Ting tong... ting tong....


Suara bel apartemen menggagalkan semuanya .


Kesadaran Cyrin seolah kembali . Saking terkejutnya Ia segera memalingkan wajahnya ,


" sepertinya ada yang datang , aku lihat dulu yah . "


Cyrin kemudian segera berlalu menuju pintu untuk melihat siapa yang datang .


Farrel mengikuti langkah Cyrin di belakangnya .


" Siapa Rin ? " tanyanya .


" Byanca dan Marsha . "


" Ya udah kalau gitu aku pulang saja yah . "


" Loh kok gitu . Mas makan aja dulu . Masakannya udah jadi kok . "

__ADS_1


Mau tak mau Farrel harus mengikuti ucapan Cyrin . Ia berjalan kembali ke meja makan  dan menunggu Cyrin membuka pintu untuk kedua sahabatnya .


" Kamu lagi ngapain Rin , lama banget buka pintunya . " Ucap Marsha dengan manjanya .


Byanca yang menyadari jika ada sepatu pria disana ,menatap curiga pada Cyrin .


" Rin.. jangan jangan kamu lagi ........ " Ucap Byanca sambil menunjuk sepatu Farrel .


Cyrin mengetahui apa yang hendak diucapkan Byanca segera menghentikan ucapan sahabatnya itu .


" Gila... yah enggak lah . Aku lagi masak untuk Mas Farrel . "


" Ayo masuk , aku kenalin . " Ucap Cyrin .


" Mas ?! " Ucap Byanca dan Marsha bersamaan dan saling berpandangan .


Mereka berdua mengikuti langkah Cyrin menuju meja makan dan melihat di sana sudah ada Farrel .


" Mas ,kenalin ini sahabat sahabat aku di kantor . Yang ini Marsha dan yang ini Byanca . " Ucap Cyrin mengenalkan mereka .


Ketiganya saling berjabat tangan .


Lain halnya dengan Marsha yang sampai terbengong melihat salah satu ciptaan Tuhan yang sungguh indah , Byanca malah terlihat lebih santai .


" Kak Farrel masih ingat aku gak ? Aku sahabat Cyrin sejak SMA. " Ucap Byanca .


Farrel mengingat ingat .


" Ohh iya , aku ingat . Kalian berdua kan kemana mana selalu berdua . "


Cyrin dan Byanca tersenyum .


Cyrin menghidangkan makanan untuk Farrel . Awalnya Farrel merasa canggung karena hanya dirinya yang makan , sedang ketiga wanita itu menolak karena baru saja sudah makan malam bersama Nino .


Tapi karena masakan Cyrin yang memang sangat enak , lama kelamaan Farrel akhirnya sangat menikmati makan malamnya .


Setelah itu , keempatnya melanjutkan dengan mengobrol . Farrel ternyata mudah sekali akrab dengan kedua sahabat Cyrin , terutama Byanca.


Mereka sesekali saling meledek . Byanca meledek Farrel yang terus di tolak oleh Cyrin , sedang Farrel meledek Byanca yang sering curi curi pandang pada Bimo .


Cukup lama mengobrol , malam semakin larut . Farrel akhirnya pamit untuk pulang. Pria itu juga menawarkan untuk mengantar Byanca dan Marsha pulang . Tapi kedua wanita itu memilih untuk menginap saja , dengan alasan ingin menginterogasi seseorang .


Dan benar saja , malam itu Cyrin seperti di sidang oleh kedua sahabatnya .


Alhasil , dengan menahan kantuk Cyrin menceritakan semua yang terjadi padanya dan Farrel . Mulai dari bertemu Bimo , cerita masa lalunya dengan Farrel dan Nino , saat mereka pergi ke kebun teh ,hadiah dari Farrel , sampai kejadian malam ini .


Semua Cyrin ceritakan tanpa mengurangi hal apapun .


Kedua sahabatnya itu sangat antusias dan mendukung hubungannya dengan Farrel .


Setelah puas mengobrol , ketiganya kemudian tertidur .


Sementara pada salah satu kamar di sebuah rumah mewah , Nino sedang marah marah meluapkan semua emosinya .


Belum cukup Cyrin pergi dengan Farrel saat mereka sedang makan malam , tadi Nino meminta Alvin untuk mengantarnya ke apartemen Cyrin . Dan yang Ia dapati malah mobil Farrel yang masih terparkir disana .


" Sial... sial.... sial.... sepertinya Farrel sudah lebih dekat dengan Cyrin . Aku tidak boleh kalah . Aku harus bergerak lebih cepat mendekati Cyrin . " Ucap Nino dengan penuh emosi .


.


.


.


.


.


" Cinta selalu saja misterius. Jangan diburu-buru, atau kau akan merusak jalan ceritanya sendiri." - Tere Liye


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2