
Setelah melewati beberapa jam pesta yang di hadiri Farrel dan Cyrin akhirnya usai .
Malam ini Cyrin cukup lelah karena sepanjang pesta Ia harus terus tersenyum saat Farrel mengenalkan dirinya pada rekan bisnis yang Ia temui .
Namun syukurnya mereka kini sudah berada di dalam mobil dan melaju menuju apartemen Cyrin .
" Kamu capek ? " Tanya Farrel .
" Sedikit . Tapi tak apa karena aku senang menemani Mas . "
Farrel mengusap lembut puncak kepala Cyrin .
Entah dorongan dari mana hingha Ia dengan berani memajukan wajahnya mendekat ke wajah Cyrin .
Wajah keduanya semakin dekat , namun hembusan nafas dari Farrel membuat kesadaran Cyrin kembali . Segera Ia menoleh ke arah samping sehingga Farrel hanya berhasil mengecup pipinya saja .
Daffin yang menjadi saksi peristiwa tadi , berusaha sekuat tenaga untuk menahan tawanya .
Cyrin wajahnya sudah merah merona karena malu sedangkan Farrel rasanya tak sanggup untuk menatap Cyrin , Ia terlalu malu .
Alhasil sepanjang sisa perjalanan diisi dengan keheningan di kursi belakang . Sedang Daffin yang mengemudi terus saja berusaha menahan tawanya melihat kecanggungan keduanya .
Hari minggu pagi sudah biasa diisi Farrel dengan berolah raga di pusat gym yang ada di gedung apartemennya .
Pagi ini dia ditemani oleh Daffin . Awalnya dia ingin mengajak Cyrin juga ,hanya saja wanita itu menolak dengan alasan siang nanti akan pergi girls time dengan kedua sahabatnya .
" Lagi banyak pikiran yah Pak ? " tanya Daffin .
" Hemmm.... "
" Ada apa Pak ? Mungkin saya bisa bantu . "
Farrel menghentikan kegiatannya yang sedang berolah raga dengan barbel .

Ia kemudian duduk dan menyeka keringatnya dengan handuk .
" Fin , menurut kamu aneh gak sih kalau saya ngasih kue ulang tahun untuk Cyrin padahal dia tidak sedang berulang tahun ? "
__ADS_1
Daffin juga ikut menghentikan kegiatannya yang sedang latihan dengan menggunakan Rowing Machine .
" Memang cukup aneh Pak jika memberi kue ulang tahun pada orang yang tidak berulang tahun. Kenapa tidak beri kue yang lain saja pak ? "
" Karena saat dulu saya menyatakan perasaan saya pada Cyrin yang ketiga kalinya bertepatan dengan hari ulang tahunnya . Makanya saya memberinya kue ulang tahun saat itu . " Jelas Farrel .
" Ohh , kalau alasannya itu sepertinya tidak masalah . Berikan saja kue ulang tahun . Tapi dengan ucapan yang berbeda . " Saran Daffin .
" Hemm... benar juga katamu . Setelah ini temani saya beli kuenya yah . Kita kirim saja ke apartemennya biar jadi surprise dan tidak mengganggu waktunya bersama kedua sahabatnya . "
" Tapi Pak , apa cara ini tidak kelamaan Pak . Saya hawatir Nona Cyrin keburu di rebut pria lain . " Komentar Daffin .
" Makanya kamu harus membantuku segera mendapatkan barang barang yang ku butuhkan . "
Ucap Farrel sebelum Ia pergi ke ruang ganti meninggalkan Daffin yang hanya bisa menerima takdirnya sebagai sekertaris bos yang sedang jatuh cinta .
Sementara di apartemen Cyrin , siang ini dia kembali dilema apakah harus pergi menemui Nino dan menjelaskan semuanya . Atau Ia tidak perlu menemui Nino namun langsung saja menghindarinya .
" Kenapa lagi Rin ? " Tanya Byanca yang bisa menebak wajah ragu sahabatnya .
" Apa sudah benar jika aku menjelaskan semuanya pada Pak Nino ? "
" Tentu saja Rin . Lagian kan kamu menjelaskan semuanya dan memintanya untuk tidak mengharapkan hal yang lebih darimu . Bukan berarti kamu memintanya menjauhimu . " Ucap Byanca .
Wajah Cyrin masih terlihat ragu .
" Apa masih ada hal lain yang mengganggu pikiranmu ? "
" Aku hawatir Farrel tahu aku bohong By . Aku bilangnya akan pergi bersama kalian berdua . "
" Tidak perlu terlalu dipikirkan . Lagian kamu bertemu Pak Nino kan di Mall , tempat umum . Tidak ada yang perlu dicurigai . " Byanca terus menenangkan Cyrin .
Tak lama bel apartemen berbunyi , Cyrin segera beranjak keluar kamar dan membuka pintu .
Cyrin cukup bingung karena yang datang adalah seorang kurir yang mengantarkan kue ulang tahun .
" Maaf mungkin anda salah alamat . Disini tidak ada yang memesan kue ulang tahun . " Tolak Cyrin dengan sopan .
" Tapi alamatnya sudah sesuai Non. Pengirimnya atas nama Farrel untuk Cyrinda Gayatri . " Jelas sang kurir .
" Oh kalau seperti itu sudah betul . " Ucap Cyrin lalu menerima box berisi kue ulang tahun itu . Beserta sebuah buket bunga berisi 3 tangkai mawar merah .
Cyrin segera meletakkan di meja makan . Byanca dan Marsha yang baru saja keluar dari kamar bingung melihat ada kue ulang tahun .
" Loh , siapa yang ulang tahun ? " Tanya Marsha .
__ADS_1
Cyrin menggeleng , " ini dari Farrel . Mungkin dia salah mengira tanggal ulang tahunku . "
" Baca dulu aja kartu ucapannya . " Ujar Byanca .
Cyri membuka amplop kecil yang berisi kartu ucapan . Ia mulai membaca dengan suara yang bisa di dengar oleh kedua sahabatnya .
Dear Cyrinda ,
Pasti kamu bingung kenapa aku mengirimkanmu kue ulang tahun .
Dulu saat aku menyatakan perasaanku padamu yang ketiga kalinya , saat itu bertepatan dengan hari ulang tahunmu .
Itulah alasannya mengapa aku memberimu kue ulang tahun untuk mengingatkan mu pada momen itu .
Hari itu aku ditolak lagi olehmu , namun ku harap yang sekarang kamu bisa memikirkan kembali perasaanmu yang sebenarnya padaku .
With Love , Farrel .
" Aaahhaaa..... benar juga . Aku ingat saat itu . Kak Farrel memang pernah memberi kue ulang tahun padamu . Sudah tidak di ragukan lagi , Kak Farrel sungguh masih menyayangimu . " ucap Byanca .
" Astaga... tak ku sangka , Pak Farrel seromantis itu yah ... " sambung Marsha .
Cyrin makin merona mendengar komentar kedua sahabatnya .
" Tolong bantu foto aku dengan kue ini . Aku ingin mengirimnya pada Farrel . "
Marsha segera melakukan permintaam Cyrin .
Setelah itu , Cyrin segera pamit pada kedua sahabatnya untuk pergi ke Mall tempatnya janjian dengan Nino .
.
.
.
.
.
.
"Tak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan seseorang yang selalu membuatmu bahagia dan berarti lebih dari siapapun."
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue