My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 103 . Misi Daffin


__ADS_3

“ Menuruti emosi dan hawa nafsu hanya akan merugikan dan penyesalan adalah hadiah yang pasti akan diterima."



Flashback ,


Hari saat  Cyrin ditemukan .



Setelah mengantar Farrel ke rumah sakit tempat Nona Cyrin di rawat ,  Daffin bergegas kembali ke rumah yang selama ini Ia jadikan markasnya bersama para adik yang Ia latij menjadi seorang hacker .



Daffin merasa ada yang aneh pada penculikan tunangan bosnya itu . Fakta jika Cyrin  dilepaskan dalam kurun waktu kurang 24 jam . Kemudian Luka di tubuh Cyrin bukanlah luka yang bisa meyebabkan hal yang sangat berbahaya .


Bisa Ia simpulkan jika tujuan orang yang menculik Cyrin tidak ingin membunuh atau membahayakan nyawanya , hanya seperti ingin menggertak .



Apalagi melihat fakta dia melepaskan Cyrin di depan salah satu rumah sakit, itu artinya dia ingin agar Cyrin segera ditemukan dan mendapat pertolongan medis .



Beruntunglah tunangan bosnya itu bukanlah seseorang yang memiliki circle pertemanan yang luas . Sehingga tidak akan menyulitkan Daffin mengecek semuanya .



Daffin yakin penculikan kali ini tidak berhubungan dengan Farrel , penculiknya sangat berhati-hati dalam bertindak , Semuanya dia atur dengan sangat rapi . Yang Daffin Yakini jika penculiknya sudah berada di pesta malam itu .



Daffin kembali membuka CCTV rekaman . Hingga dirinya mendapati sesuatu yang aneh .



Bukankah pria yang pingsan itu adalah rekan kantor Cyrin oleh sebabnya Dia akan memulai dari saat rombongan teman kantor Cyrin hadir .



Ada sesuatu yang menarik perhatian Daffin , pria yang pingsan itu bahkan tidak terlihat masuk ke dalam hotel Ia bahkan tidak keluar dari mobilnya , lalu mengapa saat  Ia ditemukan  berada diluar mobilnya .  Tak lama setelah itu , seorang wanita mendekat ke arah mobil , walaupun wajahnya tidak nampak , namun gaun yang dikenakannya sangat mudah untuk dikenali oleh Daffin .



“ Yap ….. aku menemukanmu tikus kecil . “ gumam Daffin .



Ia segera melaporkan pada Farrel via telepon ,



“ Permisi Pak Bos, saya sudah mencurigai seseorang Pak . “ Ujar Daffin di telepon .



“ Fin , Maaf tapi kali ini ku serahkan semua padamu , lakukan saja sepert biasanya .” Jawab Farrel .



Daffin bisa mengerti , Bosnya itu pasti sedang banyak pikiran .



“ Baiklah ayo kita mulai dengan si Kutu Tomi ,” gumamnya .



Dengan langkah santai , Daffin memasuki sebuah rumah yang dari luar nampak seperti rumah biasa .



Lokasi di tengah-tengah perumahan warga turut membantu untuk menghindari kecurigaan .



“ Di maka kutu itu ? “ tanya Daffin pada beberapa remaja . Jika dilihat dari tampilan mereka yang bersih dan rapih , tidak akan ada yang menyangka jika mereka bisa saja melakukan penculikan atau pembunuhan jika itu adalah perintah .



“ Di kamar Kak ,” jawab mereka serempak .


Setelah Daffin berlalu mereka kembali melanjutkan permainan game yang tadi terhenti saat Daffin datang .



Daffin melihat Tomi yang sudah terikat dengan beberapa lebam diwajahnya .

__ADS_1



“ Bagaimana kabar mu? Mereka tidak merusak pita suara mu kan ? karena itu yang kini sangat kubutuhkan .” Ujar Daffin.



“ Aku tidak akan bicara apapun , sekalipun nyawaku taruhannya . “ Balasnya .



“ Itu artinya kau mau Olla , anak mantan majikanmu yang kau cintai yang menanggung semuanya ? jangan kira saya tidak tau semuanya . Hal seperti itu sangat mudah bagiku .”Ancam Daffin .



“ Tidak , tolong hukum saya saja. Saya akan mengakui semua perbuatan ini . “ Pintanya sambil memohon.



“Tapi tuanku menginginkan semuanya di hukum . Kalian mengusik orang yang salah . “ Ujar Daffin .



Pilihannya ada padamu , “ Kau bisa menyelamatkan nyawamu dan nyawa wanita itu dengan mengaku, atau tetap diam dan biarkan anak buahku yang menghukumnya , ku yakin mereka senang. Anak – anak seumuran mereka libidonya cukup tinggi , benar bukan ?” lanjutnya .



Setelah lama berpikir akhirnya Tomi mau untuk diserahkan ke kantor polisi . Dia akan mengaku sebagai pemilik ide dan yang melakukan penculikan .



“ Dasar bodoh , dia kira Olla dapat obat seperti itu dengan cara yang legal . “ Batin Daffin .



Keesokan hatinya .


Setelah selesai dengan urusan Tomi , kini Daffin akan memancing Olla dengan bantuan Nino . Dengan berpura-pura sedang mengawasi Nino , pesan Daffin mengenai apa yang dilakukan Olla akhirnya sampai pada Nino karena asistennya yang ceroboh , Alvin .


“ Cepat tanggap juga si Nino , “ Batin Daffin saat melihat Nino mengumpulkan bukti dari klinik tempat Olla mendapatkan obat dan berkonsultasi dengan seorang dokter .


“ Wahh , aku menghemat banyak uang dan waktu nih . “ batinnya sambil terkekeh .



Dua hari melakukan pekerjaannya dengan sukses , kini saatnya Farrel yang menghubungi Nino .




Dan benar saja , malam itu Nino segera menghubungi Farrel , membeberkan semua bukti yang sebenarnya Farrel sudah ketahui .



Farrel menceritakan pada Nino mengenai rencana Daffin untuk menjerat Olla , karena pernyataan Tomi pasti akan meringankan wanita itu .



Setelah saling berpendapat , akhirnya tercetuslah rencana untuk membuat barang bukti berada pada Olla dan Nino yang akan melakukannya



Begitu juga dengan skenario jika Nino adalah korban jebakan Farrel sehingga Ia mengungkap fakta yang Ia ketahui .



**FLASHBACK OFF**



Hari penangkapan


Olla sedang gelisah dikamarnya , setelah melihat berita di media online jika seorang penculik dengan insial TM sudah tertangkap dan kini polisi memburu pelaku lainnya .


Foto TM di berita itu diburamkan sehingga Olla tidak bisa memastikan apakah dia adalah Tomi mantan supir ayahnya atau bukan .


“ Apa aku kabur aja yah ? kalau kabur ke luar negeri aku harus ke mana yah ? “ batinnya .


Olla sedang mencari-cari negara terjauh mana dan terlama yang bisa menerimanya tanpa VISA .




Setelah polisi melakukan penyadapan atas percakapan Farrel dan Nino  , dimana dari keterangan Nino jika Ia sempat melihat obat serupa di dalam tas yang di duga tersangka inisial OL.


__ADS_1


Ditambah dengan pengakuan pelaku penculikan dengan inisial TM , yang mengatakan perbuatannya Ia lakukan untuk membalaskan dendam OL pada korban .



Akhirnya setelah penyidikan yang Panjang , keluarlah surat penangkapan Olla . Daffin bisa bernapas lega , malam ini usahanya selama tiga hari terakhir akhirnya ada hasilnya .



Polisi segera menuju kediaman orang tua Olla , Ketika membunyikan bel yang menyambut mereka adalah salah seorang pelayan .



Karena saat itu petugas mengenakan pakaian bebas, jadi pelayan tadi tidak tahu jika yang datang adalah petugas yang sebentar lagi akan membawa nona mereka .



Orang tua Olla terlihat menuruni tangga dan menemui petugas . Dari semua orang yang ada disana , Ia mengenali seseorang yaitu asisten dari Jatmika Company .



Betapa terkejutnya Orang tua Olla  saat mengetahui siapa yang menemui mereka dan tujuan mereka. Ibu Olla sampai pingsan karena menghalangi petugas yang hendak mencari putrinya di kamar .


Olla yang tengah sibuk dikamarnya berkemas , terkejut Ketika beberapa pria masuk ke kamarnya dan mengatakan jika Ia di tangkap .


Olla berteriak histeris membela diri , saat melewati ayahnya dapat Ia lihat ibunya yang tengah pingsan . “ Tolong aku Pa … tolong aku … aku tidak bersalah , “ teriaknya bahkan setelah dimasukkan ke dalam monil polisi .



Rasanya belum cukup dengan penangkapan putrinya , kini Ia dikejutkan dengan surat yang diberikan oleh pengacara yang datang bersama Daffin .



Tertulis jelas jika rumah yang Ia tempati telah menjadi jaminan yang digunakan istrinya untuk mengikuti investasi berlian yang ternyata penipuan .



“ Tolong setelah tanda tangani suratnya , segera Anda kosongkan rumah ini . “ Tutur Daffin



“ Bos saya tidak suka mengusik , tapi jika sekali anda mengusiknya yah seperti inilah yang tyerjadi . “ Lanjut Daffin .



“ Harusnya Anda lebih memperhatikan kelakuan putri Anda dibanding dengan wanita-wanita simpanan anda , uuupppssss ,” ucapnya seperti seseorang yang telah salah berucap .



Daffin meninggalkan rumah yang menjadi hadiahnya dari Farrel karena telah menyelesaikan tugasnya dengan baik .



“ Kau mau juga rumah seperti ini ? “ tanya Daffin pada pengacara yang bersamanya .



“ Siapa yang akan menolak jika diberi , “ jawabnya .



“ Gampang , cukup pastikan saja orang-orang tadi mendapatkan hukuman seberat-beratnya . “ Saran Daffin sebelum masuk ke mobil .



Setelah melapor pada Farrel , malam ini Ia akhirnya bisa tidur nyenyak , pikirnya .


.


.


.


.


.


"*Tidak ada jalan pintas menuju tempat yang layak*."


"*Untuk hari esok yang luar biasa, selesaikan semua pekerjaanmu hari ini*!"


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2