My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 34. Tekad Nino


__ADS_3

Cyrin bangun lebih pagi hari ini , tentu saja dengan hati yang berbunga bunga .


Apalagi setelah melihat setangkai bunga mawar dan sekotak cokelat di atas nakas , hatinya makin berbunga bunga .


Seperti kebanyan wanita lain , saat bangun tidur hal pertama yang Ia lakukan setelah berdoa adalah memeriksa ponselnya .


Yang terbaru adalah pesan dari Farrel yang menanyakan apakah Cyrin ingin di antar ke kantor . Tapi dengan cepat Cyrin membalas pesan itu dan menolak penawaran Farrel .


Bukan karena tak ingin bertemu dengan pria itu , tapi hari ini dia ada janji untuk bertemu klien sehingga dia harus membawa mobilnya sendiri .


Setelah itu Cyrin bergegas untuk bersiap siap . Saat mandi Ia memikirkan untuk memberi Farrel kejutan .


Cyrin menyelesaikan berpakaian dan berias dengan tergesa gesa , lalu Ia segera menuju dapur .


Dengan cekatan Ia membuatkan kotak bekal sarapan untuk Farrel , juga tak lupa untuk Byanca dan Marsha .



Ia berencana untuk membawakan Farrel sarapan sebagai kejutan .


Maka setelah selesai dengan kotak bekalnya , wanita itu segera keluar dari apartemennya .


Tujuan awalnya adalah perusahaan Jatmika , Ia akan menitipkan kotak bekal ini pada security .


Dengan kecepatan sedang Ia melajukan mobilnya. Bersyukur bagi Cyrin karena jalanan tak semacet biasanya .


Saat sampai , Ia menitipkan kotak bekal pada security. Awalnya security itu menolak dengan alasan tidak boleh sembarang menerima barang titipan apalagi untuk CEO mereka . Tapi untung saja security yang kemarin memarkirkan mobil Farrel mengenali Cyrin , Ia akhirnya mau menerima titipan Cyrin .


Cyrin berterimakasih dan segera pergi dari tempat itu , Ia berdoa semoga tidak bertemu Farrel biar hal itu menjadi kejutan .


Setelah itu Cyrin kembali melajukan mobilnya menuju perusahaan Wiguna , tempatnya bekerja.


Sementara di perusahaan Jatmika , mobil Farrel yang dikemudikan oleh Daffin baru saja berhenti di depan pintu lobby . Daffin segera turun dan membukakan pintu mobil untuk bos nya .


Dengan gagahnya Farrel turun dan berjalan masuk lebih dulu .


Saat Daffin memberikan kunci mobil pada security , salah satu diantaranya memberikan sebuah tas bekal . Kata security itu ini titipan dari nona Cyrin.


Mendengar nama Cyrin disebut , Farrel menghentikan langkahnya . Ia berbalik dan mendapati Daffin menenteng sebuah kotak bekal .


" Apa itu ? " Tanyanya .


" Sepertinya kotak bekal . Kata security ini titipan dari Nona Cyrin . "


Farrel segera merebut kotak bekal itu dari tangan Daffin , kemudian Ia lanjut berjalan menuju ruangannya dengan senyum merekah .


Karyawan yang melihat sampai terpesona melihat senyum di wajah sang bos yang jarang sekali mereka bisa lihat .




Cyrin yang juga baru sampai di kantornya saat kini sedang berdiri menunggu lift . Saat tiba tiba ponselnya berbunyi .



Cyrin segera membuka pesan yang masuk , lantas Ia tersenyum melihat Farrel yang mengirimkan foto dirinya yang sedang menikmati makanan yang diberikan Cyrin .



Tanpa Cyrin sadari , Nino sudah berdiri di sampingnya . " Sepertinya kamu lagi bahagia nih . " Tanya Nino mengejutkan Cyrin .



" Eh .. Pak Nino . Iya Pak harus bahagia dong , biar kerjanya juga semangat. " Jawab Cyrin .



Nino memaksakan senyumnya padahal dalam hati Ia sedang kesal . Sekilas tadi Ia melihat jika Cyrin sedang memandangi foto seorang pria di ponselnya . Nino sudah menduga jika pria itu adalah Farrel .



Nino mengikuti Cyrin memasuki lift , membuat beberapa karyawan lain menjadi canggung berada satu lift bersama CEO mereka .



" Gimana kemarin cutinya Rin ? Seru acara keluarganya ? "



Nino sengaja menanyakan hal ini pada Cyrin , Ia ingin melihat respon Cyrin apalagi saat Ia menekankan kata acara keluarga .



" Iya Pak . Tapi ada sedihnya juga sih karena Kakak saya sudah kembali lagi ke Solo . " Jawab Cyrin tanpa ragu .



' Ting '


Terdengar suara lift berbunyi di susul dengan pintu lift terbuka .

__ADS_1



" Permisi Pak Nino , saya duluan . " Pamit Cyrin sopan .



Nino hanya mengangguk . Ia terus merutuki dirinya , sepertinya ucapannya tadi tidak mempengaruhi Cyrin sama sekali .



Beberapa jam berlalu , semua orang di divisi pemasaran sedang sibuk tak terkecuali Cyrin .



" Rin .. ikut saya sebentar . Kita harus meeting dengan para direksi . " Pinta Angga .



Cyrin menghentikan kegiatannya kemudian beranjak menyusul Angga yang sudah jalan lebih dulu .



Agenda meeting kali ini sudah ditebak oleh Cyrin , benar saja saat meeting Angga menyampaikan syarat dari Jatmika Company perihal Cyrin yang harus menjadi salah satu bagian dari tim .



Salah satu direktur menanyakan kedekatan Cyrin dengan CEO Jatmika Company . Walau awalnya bimbang , tapi akhirnya Cyrin mengakui jika Ia memang mengenal dekat secara personal CEO Jatmika Company .



Mendengar itu sebagian besar direksi menyetujui syarat yang di ajukan Jatmika Company dengan alasan keuntungan yang di dapatkan juga mereka akan lebih mudah berkomunikasi dengan pihak Jatmika saat ada seorang di tim yang mengenal secara personal CEO Jatmika .



Nino yang ingin menolak syarat itu , akhirnya tidak bisa berbuat apa apa . Di saat semua orang setuju dengan alasan yang logis , maka Nino tidak bisa menjadi egois karena rasa cemburunya .



Meeting pun akhirnya usai .


" Rin... ikut saya makan siang yuk . " Ajak Nino .



" Yah .. Pak Nino maaf , tapi saya sudah ada janji bertemu  dengan klien setelah ini . "



" Kalau malam nanti bisa gak ? " Ajaknya lagi .



" Hemm .... " Cyrin berpikir sejenak .



Nino yakin Cyrin ragu untuk menerima ajakan makan malam berdua .



" Ajak Byanca dan Marsha juga. Biar makin ramai . " sambung Nino .



Dan benar saja, Cyrin tersenyum lalu menyetujui ajakan Nino .



Nino pun hanya bisa memandangi Cyrin yang berlalu dari hadapannya .



" Rin .. Rin .. semoga aku bisa sabar untuk menarik perhatianmu lagi . Seandainya saja Farrel tidak lagi masuk dalam kehidupanmu, mungkin saat ini kamu sudah jadi milikku . "



Nino merutuki kesalahannya yang tidak menyadari jika Farrel kembali masuk dalam hidup Cyrin .



Dulu semasa SMA Ia ingat jika Cyrin pernah bercerita padanya jika Ia menyukai salah seorang senior di tim basket .



Saat itu mereka berdua tak sengaja lewat dan melihat tim basket sedang latihan .



Nino masih ingat dengan jelas bagaimana pandangan Cyrin kepada Farrel .


Tapi alasan mengapa dulu mereka tidak pernah berpacaran juga Nino tak tahu . Walaupun Ia tahu jika sering kali Farrel menyatakan perasaannya pada Cyrin dan selalu di tolak .

__ADS_1



" Pak.. Pak.. Pak Nino .... "


Alvin menyadarkan Nino dari lamunan soal masa lalunya .



" Pak Nino mikirin apa Pak ? Serius amat . "


tanya Alvin .



" Gak usah banyak tanya . Kamu bookingkan saja restauran yang romantis untuk malam nanti .  Jangan lupa pesan mejanya yang untuk 5 orang yah . " Perintah Nino .



" Wahh.... Pak Nino mau ngedate yah ? " goda Alvin .



Nino hanya tersenyum .



" Tapi kok pesannya untuk 5 orang , Bapak mau double date yah ? " Tanya Alvin lagi .



Sontak saja ucapan itu memancing emosi Nino .



" Lakukan saja apa yang ku perintahkan . Jangan banyak protes , kamu malam nanti ikut juga . "



" Siap Pak . " Ucap Alvin .



Saat Nino hendak masuk ke ruangannya , Ia dihentikan oleh Alvin lagi .



" Pak.. apa makan malam nanti itu adalah kencan buta yah ? " tanya Avin lagi .



" Aaallviiinnn...... diam dan lakukan perintahku sekarang . " Teriak Nino kesal .



Semalam setelah melihat kedekatan Cyrin dan Farrel , Nino sudah bertekad untuk merebut hati Cyrin dari Farrel .



Sebelum ada ikatan pernikahan maka Ia masih punya kesempatan untuk memiliki Cyrin  .



Sekarang tinggal bagaimana caranya merebut perhatian Cyrin kembali . Ia berencana melakukan pendekatan dengan halus dan tidak tergesa gesa .



Ia tak ingin membuat Cyrin tak nyaman dan akhirnya menjauhinya .



" Semoga saja aku berhasil . Wanita istimewa sepertimu memang pantas untuk diperjuangkan . " Batin Nino .



.


.


.


.


.


“*Kamu seperti hujan, turun dan reda tak beraturan, sedangkan aku adalah tanaman yang setia menunggumu turun*.”


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2