My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 115. Opening Mhuy-Mhiy Resto


__ADS_3

Berhenti memikirkan sesuatu secara berlebihan.


Cukup sederhanakan syarat untuk bahagia, maka hal kecilpun akan mampu membuatmu bersyukur.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


“Jika ada orang lain yang paling percaya padamu selain dirimu sendiri, maka orang itu adalah aku. “


“Aku percaya jika kamu memiliki hak untuk menerima yang terbaik, setelah semua hal terbaik dari dirimu yang kau berikan.”


“Akan ku wujudkan semua hal terbaik yang pantas untuk kamu terima, janjiku.”


☆ Farrel A Jatmika☆


♡♡♡♡♡


Tanpa ada keraguan dan kekhawatiran, Farrel melangkahkan kakinya memasuki cafe dan menuju ke meja tempat dokter Rasya menunggunya.


“Ada apa dokter? Apa hal yang begitu penting mengenai calon istriku yang ingin anda sampaikan.” Tanya Farrel tanpa basa-basi dan menekankan kata Calon istri pada pria di hadapannya.


“Silahkan duduk dulu Pak,” ucap dokter Rasya ramah.


“Apa Pak Farrel ingin memesan makanan atau minuman lebih dulu?”


“Saya kemari karena Anda menyebut nama calon istri saya. Jika tidak, mungkin saya akan menolak. Masih banyak yang harus saya persiapkan untuk pernikahan kami.”


Nampak sangat jelas wajah tak nyaman dari Farrel untuk duduk berdua dengan pria yang juga menaruh hati pada calon istrinya.


Dari mana Farrel tahu perasaan Rasya?


Jawabannya karena dia juga seorang pria. Di setiap tatapan dokter Rasya pada Cyrin ada pancaran netra yang mendamba dari pria itu.


“Sepertinya Anda sudah menyiapkan banyak hal.” Ucap Dokter Rasya, terdengar ambigu bagi Farrel.


Farrel hanya memicingkan matanya menatap dokter muda di hadapannya.


“Bukankah yang paling penting dari pernikahan adalah kesiapan mental dan kesiapan batin.” Sambung Dokter Rasya.


“Apa sekarang dokter tengah menawarkan jasa sebagai konselor pernikahan?” sarkas Farrel.


“Tentu tidak. Pekerjaan saya di rumah sakit sudah banyak Pak, saya juga belum ada pengalaman soal pernikahan.” Jawab Dokter Rasya.


“Lalu?” tanya Farrel. Pria yang sebentar lagi akan berstatus sebagai seorang suami, mulai merasa tak nyaman.


“Saya ingin bicara sebagai dokter dari Cyrin. Mengingat kasus yang menjadi sumber traumanya, saya hanya ingin tau apa Cyrin sudah benar-benar siap untuk sebuah pernikahan.”


“Haruskah Anda menanyakan hal itu? Sepertinya sudah jauh dari kapasitas Anda sebagai dokter. “ Ucap Farrel sambil mendengus sebal.


“Pak Farrel, kita berdua adalah pria dewasa. Saya hanya khawatir jika setelah pernikahan, bisa saja trauma Cyrin masih membayangi kehidupan kalian. Mungkin benar jika Cyrin sudah bisa berinteraksi dengan orang lain, tapi bagaimana untuk hubungan lainnya yang lebih intim?"


“Saya berharap hal ini tidak terjadi, tapi banyak kemungkinan buruk yang bisa terjadi jika Anda memaksakan pernikahan dipercepat. Yang paling buruk jika Anda mungkin saja menyakiti Cyrin."


Dokter Rasya sepertinya bicara tanpa berpikir lebih dulu. Nasib dari rasa cintanya yang sudah bisa ditebak membuatnya menjadi pria bodoh yang mengucapkan kata-kata yang mencerminkan betapa pecundangnya dirinya.


Ucapannya barusan sukses membuat seorang Farrel Jatmika emosi.

__ADS_1


Pria dengan wajah yang mulai memerah dan tatapan yang tajam menggebrak meja di hadapannya.


Tidak hanya membuat Dokter Rasya terperanjat tapi juga dengan orang-orang di sekitar mereka.


“BERHENTI BICARA OMONG KOSONG!”


Bentak Farrel murka.


Jika tidak mengingat nama baik keluarganya dan juga rencana pernikahan yang sudah di depan mata, mungkin dokter Rasya tidak akan pulang dengan wajah tampan lagi akibat perbuata Farrel.


“Saya tegaskan pada Anda sekali lagi, tolong bersikaplah layaknya dokter dan pasien pada calon istri saya.”


“Terimalah jika cinta Anda tidak berbalas, jangan gunakan cara-cata licik seperti ini. Karena apapun yang Anda katakan tidak akan pernah mengubah apapun.”


“Kami menikah karena cinta, bukan karena paksaan seperti yang Anda katakan. Dan mengenai hal yang tidak seharusnya Anda khawatirkan, itu adalah hal yang sangat pribadi dalam hubungan kami.” Jelas Farrel.


“Kalau memang Anda pria dewasa seperti yang Anda ucapkan, harusnya sudah bisa mengira bagaimana keintiman kami berdua. Sejauh apa hubungan pria dan wanita dewasa, harusnya anda tau dan tidak perlu khawatir.” Lanjut Farrel.


Rasanya tak lengkap jika hanya Farrel yang merasa kesal, Ia sengaja membuat dokter Rasya makin tertekan memikirkan sejauh mana hubungannya dengan Cyrin.


“Mengingat Anda pernah membantu penyembuhan Cyrin, dan juga Cyrin menganggap anda temannya, maka saya anggap hari ini kita tidak pernah bertemu.”


"Jangankan hanya trauma, hal apapun dari dirinya aku bisa terima karena hanya aku tau jika aku satu-satunya pria yang Ia cintai."


Ucap Farrel kemudian berlalu meninggalkan dokter Rasya dengan wajah yang memucat.


¤¤¤¤¤《Flashback Off》¤¤¤¤¤


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


“Akhirhya hari ini tiba.” Batin Cyrin saat pertama kali matanya terjaga untuk hari ini.


Cyrin melirik pria yang tertidur lelap di sisinya semalam.


“Makasih Mas, sudah mendukung semua impianku. Makasih sudah berada di sisiku saat aku benar-benar membutuhkanmu.” Gumam Cyrin sambil mengelus lembut wajah Farrel.


(Jangan panik readers, mereka hanya tidur bersama. Kalau tidur gak bisa ngapa-ngapain yah.. yang bahaya kalau gak tidur, hehehe)


“Kalau berterimakasih yang benar dong,” ledek Farrel.


Pria itu sudah bangun sejak tadi, tapi berpura-pura kembali tertidur, alhasil Ia mendengar semua ucapan Cyrin.


Cyrin yang terkejut sontak saja mendaratkan satu pukulan bantal pada wajah tampan pria yang sebentar lagi menjadi suaminya.


“Mas ngeselin.... Sengaja yah mau buat aku malu.” Ucap Cyrin dengan kesalnya.


“Kok ngucapin terima kasih malu sih, harusnya bilang makasihnya pake cium pipi kanan kiri, bonus cium bibir juga boleh.” Lanjut Farrel terus menggoda kekasihnya.


Cyrin beranjak dari tempat tidur, “Lebih baik aku siap-siap. Bahaya berdekatan dengan om om mes*m.” Ledek Cyrin sambil berlari ke kamar mandinya.


“Om ini bentar lagi jadi suami kamu loh,” teriak Farrel yang diakhiri dengan kekehannya.


Bahagia sekali perasaan Farrel kini. Ia sudah membayangkan bagaimana mereka melewati pagi hari jika sudah sah.


Seketika Farrel menggeleng, menghilangkan bayangan yang dikepalanya tiba-tiba mengarah ke 21+ .

__ADS_1


“Mending aku mandi aja. Bisa jadi om-om mes*m beneran kalau aku terus membanyangkan yang iya iya.” Ucap Farrel seraya berjalan keluar kamar menuju kamar mandi yang ada di luar kamar.


♡♡♡♡♡♡♡


Pembukaan Mhuy Mhiy Resto sedang berlangsung.


Meski tidak mengundang banyak orang karena keterbatasan tempat, tapi Cyrin bersyukur karena hampir semua orang yang Ia undang hadir.


Berita mengenai pembukaan resto Cyrin juga mulai tersebar. Konsep baru yang di tawarkan Cyrin membuat banyak masyarakat menjadi penasaran.


Sejak isu pembuakaan restaurannya beberapa hari yang lalu, restauran sudah mulai kebanjiran reservasi.


“Harapan saya, Anda dan orang terkasih bisa mengenang momen spesial yang kalian lewatkan di restauran kami.” Ucap Cyrin mengakhiri kata sambutannya mendapat riuh tepuk tangan dari para tamu yang hadir.


Para chef yang Ia pekerjakan juga sudah sibuk di dapur melayani permintaan para tamu yang ingin mencicipi menu-menu andalan restaurannya kelak.


Hingga dokter Rasya datang dengan sebuah buket bunga. Bimo yang sudah mendengar cerita dari Farrel berniat mengusirnya, tapi dicegah oleh Farrel.


“Tak perlu risau, dia hanya akan mempermalukan dirinya jika dia nekat menyampaikan hal itu pada Cyrin.” Ucap Farrel.


“Cyrin hanya akan membencinya jika pria itu sampai berani mengatakan hal yang tidak-tidak pada Cyrin.”


Dan benar dugaan Farrel, Dokter Rasya segera pergi setelah menyapa Cyrin.


Waktu terus berlalu, restauran yang tadinya ramai perlahan mulai sepi.


Langit biru telah berganti dengan gelapnya malam, dua insan yang merasa cukup kelelahan kini sedang memulihkan tenaga mereka dengan saling memberikan kehangatan dan kenyamanan lewat pelukan dan ciuman.


“Astaga... Kalian berdua benar-benar yah gak tau tempat.” Ucap Bimo yang tiba-tiba masuk ke ruang kerja Cyrin di resto.


Farrel membantu Cyrin mengancingkan kemejanya yang dua kancing teratasnya baru saja berhasil Ia lepas.


Farrel berdecak, “Kamu juga gak tau waktu banget. Acaranya udah selesai dari tadi.” Gerutu Farrel


“Sorry yah ganggu.” Kekeh Bimo.


“Rin, Mas mau minta tolong.” Lanjutnya.


“Minta tolong apaan Mas?”


“Mas mau ngelamar Byanca,” ucap Bimo penuh keyakinan..


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


“SAH”


Satu kata yang sangat ditunggu oleh pasangan yang baru saja berganti status dari lajang menjadi menikah.


Satu kata yang mengantar sang pria untuk memasuki era baru kehidupannya sebagai suami yang bertanggung jawab atas kebahagiaan lahir dan batin pada wanita yang baru saja sah menjadi istrinya.


Menuntun istrinya dengan baik di dunia agar kelak mereka bisa bersama-sama hingga ke surga.


♡♡♡♡♡♡ to be continue ♡♡♡♡♡♡


Mencintai dirimu memberiku kekuatan,

__ADS_1


Dicintai olehmu memberiku keberanian.


Apa masih ada keraguan untuk menyamakan langkah dan saling menggenggam untuk meraih masa depan bersama? Tentu tidak.


__ADS_2