
Setelah mengantarkan Cyrin pulang , Farrel segera melajukan mobilnya menuju apartemen miliknya .
Sepanjang perjalanan senyum tak pernah lepas dari wajah tampan pria itu . Farrel sangat senang melihat Cyrin tersenyum bahagia hanya dengan hadiah hadiah sederhana darinya . Sungguh berbeda dengan kebanyakan wanita yang Ia kenal dulu .
" Sepertinya aku harus mulai mencari momen yang tepat untuk melamarnya . "
Yah melamar . Farrel selama ini tidak lagi terpikirkan untuk menjalin hubungan sebatas pacaran dengan Cyrin . Ia sudah sangat yakin untuk menjadikan wanita itu pendamping hidupnya .
Dalam pikiran dan hatinya , dia sudah mantap untuk langsung melamar Cyrin . Farrel berpikir mereka sudah sama sama dewasa , dan Ia ingin menjalani hubungan yang lebih serius di banding hanya sekedar pacaran saja .
" Aku akan menghubungi Bimo untuk meminta sarannya , juga untuk bertemu dengan orang tua Cyrin lebih dulu . " Batin Farrel mengatur rencana kedepannya .
Sementara di sebuah rumah sakit , Tuan dan Nyonya Wiguna sedang berlari dengan paniknya setelah mendapat kabar dari kepolisian mengenai kecelakaan yang menimpa putra mereka .
Setelah mengetahui jika Nino sedang dalam penanganan dokter di UGD , kedua paruh baya itu segera menuju kesana .
Dengan cemas mereka menunggu dokter selesai memeriksa keadaan Nino . Tak lama datanglah Alvin lalu disusul Olla yang datang bersama kedua orang tuanya .
" Bagaimana keadaan Pak Nino ? " Tanya Alvin .
" Kami belum tahu , dokter masih memeriksanya . " Jawab Pak Wiguna .
Sementara Mama Nino menatap tajam pada Olla . Ia menyalahkan Olla atas kejadian yang menimpa putranya .
" Olla , kamu ikut saya . " Perintah Nyonya Wiguna .
Dengan terpaksa Olla mengikuti langkah Mama Nino menjauh dari kerumunan orang .
" Olla , kamu harus bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa putraku . Aku akan melaporkan pada polisi jika kamu yang menaruh obat itu di dalam minuman Nino . "
" Tante , sebaiknya tante jangan bertindak gegabah . Menurut tante jika polisi sampai meneruskan pemeriksaan , maka nama tante juga akan ikut terseret . Karena rencana ini awalnya adalah rencana kita berdua untuk mempermalukan Cyrin . " Ancam Olla .
" Dasar kamu wanita gila . "
" Tante baru tahu ? Aku memang wanita gila . Aku sudah gila karena terlalu mencintai putra tante . " Tantang Olla .
" Pergi kamu . Jangan coba coba mendekati Nino lagi . "
" Tante jangan macam macam denganku yah . Tante pikir aku tak tahu jika tante memiliki affair dengan sekertaris Om Wiguna ? Tante mau aku bocorkan semuanya ? " ancam Olla .
Mama Nino terlihat terkejut mendengar ancaman Olla .
" Sebaiknya tante harus tetap berada di pihakku jika tak ingin hancur . " Ancam Olla sekali lagi sebelum berlalu meninggalkan Mama Nino yang geram terhadapnya .
" Awas saja ... dasar wanita ular . Bisa bisanya aku dulu mendukungnya untuk menjadi istri Nino . " Gumam Mama Nino pada dirinya sendiri .
Setelah menunggu cukup lama , dokter yang memeriksa Nino segera menemui keluarga pasien .
" Pasien atas nama Nino sudah kami tangani semaksimal mungkin . Ada cedera pada bagian kepala , dada , dan juga kakinya . " Jelas dokter pada Tuan Wiguna .
__ADS_1
" Cedera pada kepala dan kakinya tidak terlalu parah dan sudah mendapatkan penanganan. Tapi yang cedera pada dadanya harus segera dilakukan tindakan operasi untuk menghentikan pendarahan . " Lanjut dokter .
" Tapi operasi saat ini masih belum dapat dilakukan karena ternyata dalam darah pasien terdapat kandungan obat yang bertentangan dengan obat bius yang akan diberikan . Jadi kami sedang berusaha untuk menetralkan dulu pengaruh obat tersebut . Jadi sebaiknya sambil menunggu Bapak bisa mengurus administrasi untuk persiapan operasi nanti . " Ucap Dokter menjelaskan keadaan Nino .
" Tapi apakah putra saya sudah sadar Dok ? " Tanya Pak Wiguna .
" Saat ini belum sadar . Tapi berdoa saja semoga pasien bisa segera sadar . " Ucap Dokter sebelum meninggalkan keluarga Nino .
" Alvin , tolong kamu urus semua administrasinya . Juga tolong kamu cari tahu apakah Nino memang mengonsumsi obat ? Seingatku saat acara tadi sebelum Nino menghilang Ia memang hanya sempat meminum segelas wine . " Perintah Pak Wiguna .
" Baik Pak . Segera saya laksanakan . " Ucap Alvin kemudian berlalu untuk melaksanakan perintah Tuan Wiguna .
Setelah 1 jam menunggu dengan diliputi kecemasan , akhirnya Nino mulai sadar .
Awalnya dia terus mengigau dengan memanggil manggil nama Cyrin . Bahkan saat Ia membuka matanya yang pertama kali Ia cari adalah Cyrin .
" Nino... tenanglah Nak , kamu akan baik baik saja . " Ucap Pak Wiguna menenangkan putranya .
" Aa..ku ... i..ngin ..ber..te..mu Cyrin , Pah " Pinta Nino .
" Cyrin ? " Ulang Pak Wiguna .
Sontak saja Olla yang mendengar permintaam Nino segera keluar dari ruangan dengan menahan kesal .
" Sialan... bisa bisanya dalam keadaan seperti itu , Kak Nino masih mencari wanita sial itu . " Geram Olla .
Sementara Pak Wiguna yang mendengar permintaan putranya segera meminta Alvin bicara berdua di luar ruangan .
" Alvin , apa wanita yang dimaksud Nino adalah wanita yang datang bersama Pak Farrel saat pesta tadi ? " Tanya Pak Wiguna .
" Benar Pak . Dia adalah wanita yang dimaksud Pak Nino . "
" Ada hubungan apa Nino dengannya ? "
" Saya tidak berhak menjelaskannya Pak . Sebaiknya Bapak tanya langsung saja pada Pak Nino . " Tolak Alvin .
" Lalu bagaimana sekarang , Nino terus saja mencari wanita itu ? "
" Aku akan coba menghubunginya Pak dan memintanya untuk datang . "
" Tapi apakah itu tak akan menjadi masalah dengan Pak Farrel ? Aku hanya tak ingin bermasalah dengan orang sepertinya apalagi soal wanita , kelihatannya Pak Farrel sangat mencintai wanita itu . "
__ADS_1
" Semoga saja tidak akan menjadi masalah . Ini hanya sebatas kunjungan dari bawahan pada bos nya saja . " Ucap Alvin menenangkan Pak Wiguna .
" Baiklah , tolong kamu urus semuanya . " pinta Pak Wiguna kemudian kembali kedalam ruangan Nino .
Setelah itu Alvin segera menghubungi ponsel Cyrin , namun sayang walaupun Alvin sudah mencoba berkali kali tapi tak ada jawaban dari wanita itu .
Alvin melihat jam yang ada di ponselnya . " Wajar saja jika tak ada jawaban dari Cyrin , ini masih pukul 3 dini hari . Pasti dia masih tidur . " Batin Alvin .
Ia akhirnya memutuskan untuk mengirimkan pesan pada Cyrin untuk segera menghubunginya setelah membaca pesannya .
Setelah itu Alvin kembali kedalam kamar dan Ia semakin merasa prihatin pada bosnya yang kini terbaring lemah dan terus mengigaukan nama Cyrin
" Semoga Cyrin cepat membaca pesanku . " Batin Alvin berharap .
Seperti biasa saat bangun pagi , Cyrin langsung mengecek ponselnya .
Ada beberapa panggilan tak terjawab dari Alvin . Ia pun juga sudah membaca pesan Alvin .
Segera wanita itu mencoba menghubungi Alvin namun ponsel pria itu tidak dapat dihubungi .
" Mungkin saja dia belum bangun . " Batin Cyrin .
" Tapi apa yah yang ingin disampaikan Pak Alvin sampai menelponku berkali kali ? " Cyrin kembali bertanya pada dirinya sendiri .
Kemudian Cyrin segera bangun dan bergegas ke kamar mandi setelah memberikan pelukan pada boneka beruang besar pemberian Farrel juga pada bantal yang diberikan Farrel semalam .
Setelah bersiap dengan busana setelan berwarna birunya , dia segera ke dapur untuk menyiapkan sarapan .
Ia baru akan mengetikkan pesan teks pada Farrel jika Ia akan membuat sarapan untuk mereka berdua saat layar ponselnya menampilkan panggilan masuk dari Alvin .
Segera Cyrin menjawab panggilan tersebut .
" Halo, selamat pagi Pak Alvin . " Sapanya ramah .
" Pagi Cyrin . Maaf mengganggumu sejak semalam , tapi bisakah kamu ke rumah sakit XX sekarang ? "
" Rumah sakit XX ? Memangnya ada apa dan siapa yang sakit ? " tanya Cyrin .
" Semalam Pak Nino mengalami kecelakaan , dan sebentar lagi dia akan di operasi . Namun sejak semalam dia terus saja mencarimu . Dia ingin sekali bertemu denganmu . "
" Apa ? Pak Nino kecelakaan ? " tanya Cyrin yang masih tak percaya .
" Baiklah. Aku akan segera kesana . " Lanjut Cyrin tanpa menunggu lagi jawaban dari Alvin .
Cyrin segera bergegas ke rumah sakit dan melupakan semua bahan bahan makanan yang telah Ia keluarkan dari kulkas . Bahkan Ia juga lupa jika tadi Ia akan mengirim pesan pada Farrel .
.
.
.
.
.
.
"Semua orang pasti punya harapan. Kamu berharap padanya, tapi dia berharap pada sosok lain. Sebab jika dia berharap padamu, pasti dia bisa mencintaimu."
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1