My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 100. Mendung


__ADS_3

Dalam hidup, terkadang tuk bisa merasa lebih baik, kamu hanya harus menerima kenyataan bahwa kamu tak akan selalu merasa baik.


Kebahagiaan adalah jalan sedangkan kesedihan adalah ujian. Hidup adalah seberapa ikhlas kita menjalani kenyataan.


 Bukanlah kesabaran jika masih mempunyai batas dan bukanlah keikhlasan jika masih merasakan sakit.


Tuhan tidak menjanjikan langit selalu biru, tapi ia selalu menghadirkan pelangi setelah badai berlalu.


Ada hari dimana kita harus berhenti sebentar menengok ke belakang, lalu bersyukur.


Intinya yang selalu sabar dan ikhlas akan menerima kebahagiaan yang lebih.



Dua hari setelah sadar dan tragedi percobaan bunuh diri yang dilakukan sendiri oleh Cyrin , Farrel dan kedua pihak keluarga besar mereka harus menerima kenyataan pahit . Menerima kenyataan jika Cyrin menderita PTSD (post-traumatic stress disorder) dengan tingkatan yang lebih tinggi dari sebelumnya .



Sejak kejadian dua hari sebelumnya , Cyrin terpaksa harus dipindahkan ke ruang isolasi  seorang diri karena keadaan emosional yang tidak stabil .



Dan pagi ini dokter Rasya menemui kedua keluarga besar pasiennya untuk membahas mengenai apa yang diderita pasien yang belum cukup dua bulan lalu juga pernah Ia rawat .



" Selamat pagi Pak Ibrahim , Pak Bimo , Pak Farrel , Pak Jatmika , dan Ibu . "  Dokter tampan dan masih muda itu menyapa keluarga pasiennya .



" Saya harap kita semua sehat dan bisa kuat dalam menerima dan menghadapi apapun . " Ucapnya .



Sebenarnya baru kali ini Dokter Rasya menemukan keluarga pasien yang seperti ini . Rasanya mereka semua merasa punya tempat terdekat  dengan pasien. Sudah sangat jelas jika pasien ini memiliki banyak cinta di sekelilingnya .



Dan setelah berkonsultasi bersama pasien beberapa kali kemarin, Ia akhirnya tau apa alasan pasiennya dikelilingi begitu banyak cinta , karena dia wanita yang istimewa .



Kembali ke penjelasan oleh Dokter Rasya .


Bukan hal yang baru jika Cyrin di diagnosis menderita PTSD (post-traumatic stress disorder) atau gangguan stres pascatrauma . Hal itu diawali dengan peristiwa penculikan dan pelecehan yang dialami Cyrin saat di London . Berlanjut pada amnesia yang Ia derita sebagai respon dirinya untuk pertahanan diri . Hingga lebih dari sebulan lalu , Aurora dengan sengaja membangkitkan kenangan trauma yang di kubur Cyrin.



Sehingga sebulan yang lalu Cyrin harus dirawat dan dinyatakan menderita PTSD dalam tingkat yang masih rendah/awal .



Namun kala itu hadirnya Farrel sebagai pria yang Ia cintai membuatnya merasa aman , sehingga gejala yang timbul seperti kecemasan , emosional , dan perilaku negatif lainnya masih dalam tahap terkontrol .



Hilangnya Cyrin walaupun kurang dari 24 jam , tetap menjadi perhatian dokter Rasya untuk mengetahui penyebab pasiennya kembali menderita penyakit yang sama bahkan dalam kasus yang jauh lebih berat . Apa lagi dari hasil tes darahnya , ada kandungan beberapa obat berbahaya .



Hari ini adalah konseling pertama Cyrin . Tanpa Cyrin tau keluarga terdekatnya berada di balik kaca buram  .



Cyrin masuk ditemani dua orang perawat .



Ibu Hindun dan Mama Anin tak kuasa menahan air matanya melihat tangan Cyrin yang disedekapkan dan di ikat  untuk mencegah tindakan nekatnya seperti malam itu .



~~~~~~~~ **ruang konseling** :



Dokter Rasya : " Cyrinda  , kita bertemu lagi . Bagaimana kabarmu ? "



Cyrin : ( Menggeleng )  " Ikatan ini sungguh menyesakkan . "



Dokter Rasya : " Maafkan aku . Aku janji akan melepasnya jika kau bisa bekerja sama . "



Cyrin : " ..........( Cyrin diam ) Ya  , tentu saja . "



Dokter Rasya : "  Bagaimana kabar Farrel ? "


__ADS_1


Cyrinda  : "  Jangan sebut namanya , katanya kalau kau menyebut nama itu pria itu akan membunuhmu. "



( Ekspresi datarnya seketika berubah . Wajahnya merah , tangannya yang sengaja di sedekapkan dan diikat oleh perawat mulai memberontak )



Dokter Rasya : " Dia siapa ? Dan siapa yang ? membunuh? "



Cyrinda : " Dia ... dia itu .... heeemmm dia ... "



( Cyrinda mulai cemas , awalnya kaki bergetar pelan lama-lama semakin kuat )



Dokter Rasya : " Apa dia menyakitimu ? "



Cyrinda : "  Tidak , dia yang menolongku . Katanya Farrel menyuruh orang menculikku  dan membunuhku , Farrel jahat dan menakutkan . Untung dia menolongku , memberiku obat dan membawaku ke rumah  sakit .



( Seketika seluruh orang yang ada di dalam ruangan saling pandang . Mereka mengerti sekarang , apa yang terjadi .)



Dokter Rasya :  " Bukan Farrel yang menyuruh org jahat itu .  Kamu diculik malam itu dan Farrel yang mencarimu . "



Cyrinda : " Tidak mungkin . Seorang dokter tidak akan berbohong . "  ( ucapnya tanpa sadar )



Dokter Rasya : " Aku juga dokter  , dan aku juga tidak akan berbohong bukan ? "



Cyrinda  :  ( Diam tak menjawab apapun , melihat keluar jendela yang menampakkan langit mendung dan tetesan rintik rintik hujan )



Dokter Rasya : " Kata Farrel kau sangat suka langit jika mulai mendung . "




" Karena ......... ( dokter Rasya sengaja diam ) "



Cyrinda : " Karena aku tak suka matahari yang teriknya bisa menyengat kulitku . "



Dokter Rasya : "  Apa hanya itu ? "



( Cyrin berdiri dan melangkah menuju jendela )



( Dokter Rasya paham dengan yang ingin dilakukan Cyrin , Ia membuka ikatan tali di tangan Cyrin )



( Cyrin menegadahkan tangannya keluar jendela  , menampung tetesan rintik air hujan . )



Cyrinda : " Karena walaupun mendung itu gelap  , tapi air hujan yang Ia turunkan jernih . Bahkan kadang ada keindahan pelangi yang Ia tinggalkan sebagai ucapan perpisahan yang manis  . "



( Farrel menitikkan air mata melihat Cyrin mengingat semua yang Ia katakan tentang istimewanya awan yang mendung )



Dokter Rasya : " Maukah kau berjalan-  jalan di luar , di bawah rintik rintik hujan ,dengan memakai payung  . Jika mau , akan ku minta Farrel menemanimu . "



Cyrinda : " Tidak,  terimakasih. "



Dokter Rasya :   " Rin  , Jika saat ini kamu mendengar sesuatu , ku mohon lawanlah , itu bukan dirimu . Mereka mempengaruhimu dengan obat ."

__ADS_1



" Inilah dirimu  . "


( Memberi Cyrin undangan pernikahan yang seharusnya sudah akan di sebar seminggu lagi)



Cyrinda : " Apa kau tak mengikatnya lagi ? "



( Cyrin mengangkat tangannya )


( Dokter Rasya meletakkan sebuket bunga Freesia titipan Farrel )



Dokter Rasya : " Tidak perlu . Aku tau kau masih dirimu Rin , kemarin kau hanya sangat terkejut . "



" Berusahalah Rin , banyak cinta yang menantimu di luar sana . "


( mata Dokter Rasya dengan sengaja melirik ke kaca buram yang menjadi perhatian keluarganya)



( Cyrin menatap kepada kaca buram , walau Ia tak melihat apapun disana tapi ada kepedihan dihatinya . Air mata mengalir dipipinya , tangannya menggenggam erat kertas tebal persegi berwarna peach . )



( Cyrin beranjak kembali ke ruang rawatnya,  di bantu dua perawat . Sebelum bayangannya menghilang di balik pintu , Farrel sempat melihat Cyrin menghirup aroma bunga Freesia yang sangat Ia sukai . )



Setelah Cyrin pergi , kedua keluarga itu dipersilahkan keluar .


" Bagaimana  menurut dokter kondisi adik saya ? " tanya Bimo


" Tidak perlu terlalu hawatir  . " Ujar Dokter Rasya .


" Sejauh ini kulihat Cyrin masih  dirinya yang dulu . Hanya untuk hal- hal yang menyangkut Farrel dan percintaannya. " Papar Dokter Rasya .


"  Ku rasa pertanyanku akhirnya terjawab . Dengan penyalah gunaan obat dan kemampuan tenaga yang terlatih , ku rasa sangat mungkin jika orang ini memang hanya menargetkan rusaknya hubungan kalian ," sambungnya .



Setelah sesi konseling usai , para orang tua besama Daffin menuju ke sebuah hotel untuk melakukan pers confrence mengenai pernikahan putra putri  mereka yang diundur karena masalah kesehatan .



Mereka sengaja tampil berempat untuk menampik isu retaknya hubungan putra putri mereka . Ditambah dengan resmi dibukanya kantor cabang Al-Amin Grup di Jakarta untuk mengalihkan  pemberitaan sebelumnya yang sempat mempengaruhi harga saham dua perusahaan .



Sedang di rumah sakit tempat Cyrin di rawat , Farrel masih setia menatap dari balik kaca buram,  wanita yang dicintainya nampak sangat kesepian seorang diri .


Terlihat sesekali Cyrin menghela napasnya , sambil mengatur satu per satu tangkai bunga Freesia ke dalam pot bunga plastik .


Hati Farrel menghangat kala  Cyrin dengan ragu membuka undangan pernikahan mereka namun akhirnya Ia tersenyum .


Tapi , jika Cyrin tiba-tiba saja kembali histeris saat tidur membuat hati Farrel hancur ,


" Tuhan jika memang  saat  ini engkau tengah menguji cinta kami, maka ku mohon biarkan aku menggantikan posisinya . " Batin Farrel .


.


.


.


.


.


.


.


Jangan biarkan satu awan hitam nan gelap menutupi seluruh langitmu. Jangan karena sebuah masalah, kamu lupa kamu bisa bahagia kapan saja


Mendung mungkin membuatmu merenung. Tapi mendung akan membuatmu sadar bahwa kesedihan akan mendekatkanmu pada kebahagiaan."


"Mendung bukan waktu untuk bersedih. Mendung adalah waktu untuk beristirahat. "


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


**** cerita diatas adalah fiktif belaka (termasuk konseling untuk PTSD)


__ADS_2