
Pagi itu Cyrin sudah siap dengan dress kantornya berwarna salem untuk berangkat bekerja saat ponselnya tiba tiba berbunyi .
" Halo Mas , " sapanya .
" Kamu beneran jari berangkat ke kantor hari ini ? " Tanya Farrel dari seberang telepon .
" Iya Mas . Aku bahkan udah siap . "
" Ya udah, bentar lagi Aku nyampe di apartemen kamu . Aku anterin ke kantor yah , sekalian kita mampir sarapan dulu . " Pinta Farrel .
" Baiklah Mas . Cyrin tungguin Mas di lobby saja yah . "
Setelah sambungan telepon terputus , Cyrin segera menyiapkan barang barang yang perlu Ia bawa ke dalam tasnya .
Setelah itu Ia bergegas turun ke lobby untuk menunggu Farrel .
Benar saja tak butuh waktu lama , dari dalam lobby Ia melihat mobil Farrel sudah berhenti dengan sempurna di depan pintu . Ia pun segera berdiri menghampiri mobil Farrel dengan senyum merekah di wajahnya .
" Pagi Mas . " Sapanya setelah memastikan Farrel sudah kembali ke kursinya , karena pria itu tadi yang membukakan pintu mobil untuknya .
" Pagi Rin . Gimana keadaan kamu ? Kamu yakin udah beneran bisa bekerja lagi hari ini ? "
" Iya Mas , tenang aja . Lagian aku kemarin itu bukannya sakit, tapi kelelahan aja . " Sanggah Cyrin .
" Tapi tetap saja kalau kamu sampai pingsan lagi karena kelelahan , Aku tetap saja akan sangat hawatir . "
Cyrin hanya tersenyum saja .
" Ya udah , kita sarapan dulu yah . Setelah itu baru aku antar ke kantor , nanti pulangnya aku jemput lagi . "
Mengikuti ucapan Farrel , mobilnya kini sudah dilajukan menuju salah satu resrauran untuk sarapan dan setelah itu barulah dirinya mengantarkan sang pujaan hati ke kantor .
Hari di kantor Cyrin berjalan seperti biasa . Awal pagi mereka akan briefing , kemudian kembali ke pekerjaan masing masing .
Yang berbeda siang ini , Cyrin menerima paket makan siang cukup banyak yang di bawa oleh kurir .
Cyrin menghela napasnya , " ternyata dia benar benar memperhatikan jam makanku . " Batin Cyrin setelah membaca pesan yang dikirimkan oleh Farrel .
" Waahh... makanan segini banyak dari siapa Rin ? " Tanya Marsha .
" Biasalah , dari Farrel . Makan siang bareng yuk . "
Setelah mengambil satu kotak untuk dirinya , Cyrin juga membagikan beberapa kotak yang masih ada pada Marsha , Byanca , Pak Angga , juga beberapa teman lainnya kecuali Olla yang dengan tegas menolak pemberian Cyrin .
Cyrin , Byanca , dan Marsha berjalan menuju rooftop gedung .
Perusahaan Wijaya memang memiliki rooftop yang difungsikan bagi karyawan yang ingin istriahat lebih santai .
Karena cuaca yang mendung , mereka bertiga memutuskan untuk makan siang di sana .

Saat berjalan menuju rooftop , ketiganya berpapasan dengan Nino yang sebenarnya hendak menemui Cyrin dan mengajak wanita itu makan siang .
" Siang Pak Nino , Pak Alvin . " Sapa ketiganya bersamaan .
Sebelum menjawab Nino sudah kecewa lebih dulu saat melihat ketiganya membawa kotak makan siang yang sama .
" Siang . Kalian baru akan makan siang ? " Tanyanya basa basi tanpa menyampaikan niat sesungguhnya .
__ADS_1
" Iya Pak . Rencananya sih mau makan di rooftop aja . " Jawab Byanca jujur .
" Oh yah ... nikmati waktu dan makan siang kalian kalau begitu . " Ucapnya dengan memendam kekecewaan karena rencananya untuk makan siang bersama Cyrin gagal .
Setelah bayangan ketiga wanita itu tidak terlihat lagi , Nino hendak mengubah tujuannya menjadi restauran terdekat untuk makan siang bersama Alvin saja .
Namun sayang, langkahnya kurang cepat . Olla sudah lebih dulu melihat dirinya .
" Kak Nino.. Kak.. tungguin . " Panggil Olla sambil meraih lengan Nino untuk mencegah pria itu berjalan menjauhinya .
" Sudah berapa kali ku peringatkan padamu , jangan memanggilku seperti itu saat di kantor . " Tegur Nino .
" Maaf Kak. Lagian tidak ada orang lain juga kok . "
Nino menatap Alvin lalu tatapannya kembali pada Olla , " Jadi Alvin ? Apa menurutmu dia bukan manusia ? "
Alvin hanya bisa menerima saja namanya diikut ikutkan dalam perdebatan dua orang di hadapannya .
Olla tertawa , " hehehe , Iya . Maaf, Maaf yah PAK Nino . Aku tak akan mengulanginya lagi . "
" Tapi kalau boleh ku tebak pasti Pak Nino tadi mau ngajakin Cyrin makan siang yah ? Telat Pak .... kiriman makan siang dari kekasihnya sudah lebih dulu sampai . "
Tebakan Olla yang benar makin membuat Nino kesal sebab tahu makanan yang dibawa Cyrin tadi dari Farrel .
" Dari pada Bapak makan siang berdua saja dengan Pak Alvin , aku ikut aja yah . Please , soalnya hanya aku yang tidak kebagian makan siang dari Cyrin . Sepertinya dia benar benar tak suka padaku . " Ucap Olla berbohong .
" Makan sianglah sendiri saja . Aku sudah tidak mood . " Ucap Nino kesal lalu kembali masuk ke dalam lift menuju kembali ke ruangannya .
Olla hanya bisa mendengus sebal karena Ia gagal lagi untuk makan siang bersama sang pujaan hati .
Sedang Alvin hanya bisa pasrah saja . " Sepertinya siang ini aku akan melewatkan makan siangku lagi . " Batin Alvin .
Waktu terus berlalu tak terasa sore haripun tiba . Jam pulang kantor sudah tiba .
Cyrin ditemani oleh Byanca dan Marsha menunggu kedatangan Farrel di lobby perusahaan .
Pria itu memang sudah meminta maaf saat mengabari jika Ia akan sampai lebih lama karena terjebak macet .
" Rin .... belum pulang ? " Tanya Nino yang menghampiri ketiga wanita itu .
" Belum Pak . "
" Aku antarin aja gimana ? Kamu mau kan ? " Tawar Nino .
Belum sempat Cyrin menolak , dari kejauhan sudah terdengar suara Olla .
" Tidak bisa . Bukannya Kak Nino sudah janji untuk menemaniku membeli gaun . " Sela Olla dengan manjanya .
Nino mengerutkan alisnya . Ia sebenarnya ingin membantah ucapan Olla , hanya saja wanita itu terus saja menggenggam lengannya seolah meminta pria itu untuk diam .
" Eh , ini untuk kalian . Ku harap kalian bisa hadir . " Ucap Olla memberi undangan ulang tahun pada ketiganya .
" Terimakasih . Akan kami usahakan yah . " Balas Cyrin ramah.
Tak lama setelah itu bertepatan dengan sebuah mobil yang berhenti tepat di depan lobby .
__ADS_1
Lalu keluarlah Farrel yang memberikan senyum sangat manis pada Cyrin .
" Ya udah , saya permisi pulang lebih dulu yah Pak Nino , Olla . " Ucap Cyrin diikuti oleh Byanca dan Marsha yang juga ikut berpamitan .
Nino hanya bisa melihat Cyrin yang masuk ke mobil Farrel yang pintunya sudah lebih dulu di buka oleh pria itu .
Setelah mobil yang Ia amati pergi , Nino lalu berbalik menatap tajam pada Olla .
" Apa apaan kamu Olla , sejak kapan aku berjanji untuk menemanimu membeli gaun ? "
" Kak Nino harusnya jangan marah padaku , tapi berterimakasihlah . Bukannya Kak Nino akan terlihat menyedihkan saat permintaan Kakak untuk mengantar Cyrin di tolak karena Ia sudah ada janji dengan pria lain . "
Nino terdiam , ucapan Olla ada benarnya juga .
Tanpa memperdulikan Olla lagi, Ia sudah hendak pergi menuju parkiran mobilnya .
" Kak , tunggu sebentar . Aku ingin menawarkan kerja sama pada kakak . " Ucap Olla dengan manjanya .
" Kerja sama apa ? "
" Bukannya aku rela jika kakak ingin mendekati Cyrin . Tapi aku hanya tidak ingin kakak terlihat menyedihkan saja . " ucap Olla .
" Aku juga wanita Kak , aku tahu bagaimana cara mendekati Cyrin tanpa perlu terlihat menyedihkan . "
" Bagaimana caranya ? " tanya Nino penasaran .
" Traktir aku makan malam , lalu aku akan beritahu semuanya . "
Nino berpikir sejenak . " Oke ,ayo sekarang saja . " Ajak Nino yang sudah tak sabar ingin mendengar rencana Olla .
Sementara di sebuah supermarket yang tak jauh dari apartemen Cyrin , Farrel dan Cyrin sedang menikmati waktu mereka berdua .
Keduanya sedang berbelanja bahan makanan , karena malam ini Cyrin memutuskan untuk memasak makan malam untuk mereka .
Sambil sesekali saling bercanda dan saling menjahili , keduanya terlihat seperti pasangan yang sangat berbahagia .
Buktinya saat seseorang wanita paruh baya yang juga sedang mengantri di kasir menegur keduanya .
" Ahh.. kalian berdua sangat serasi . Melihat keromantisan kalian berdua mengingatkanku pada saat awal awal pernikahanku dengan suamiku . " Ucap Ibu itu .
Cyrin sudah berniat akan menjelaskan kebenarannya jika mereka bukan pasangan suami istri seperti tebakan wanita paruh baya itu , tapi Ia kalah cepat dengan Farrel .
" Terimakasih Bu . Doakan yah Bu semoga kami terus bahagia seperti ini . " Ucap Farrel yang membuat tiba tiba saja pipi Cyrin terasa panas .
Wajah wanita itu kembali merona , sedang Farrel yang melihatnya hanya tersenyum saja sambil berusaha menahan tawanya .
.
.
.
.
.
"*Jadilah alasan seseorang tersenyum. Jadilah alasan mengapa seseorang merasa dicintai dan percaya pada kebaikan orang lain*."
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1