My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 51 . Undangan ulang tahun


__ADS_3

Pagi itu Cyrin sudah siap dengan dress kantornya berwarna salem untuk berangkat bekerja saat ponselnya tiba tiba berbunyi .


" Halo Mas , " sapanya  .


" Kamu beneran jari berangkat ke kantor hari ini ? " Tanya Farrel dari seberang telepon .


" Iya Mas . Aku bahkan udah siap . "


" Ya udah, bentar lagi Aku nyampe di apartemen kamu . Aku anterin ke kantor yah , sekalian kita mampir sarapan dulu . " Pinta Farrel .


" Baiklah Mas . Cyrin tungguin Mas di lobby saja yah . "


Setelah sambungan telepon terputus , Cyrin segera menyiapkan barang barang yang perlu Ia bawa ke dalam tasnya .


Setelah itu Ia bergegas turun ke lobby untuk menunggu Farrel .



Benar saja tak butuh waktu lama , dari dalam lobby Ia melihat mobil Farrel sudah berhenti dengan sempurna di depan pintu . Ia pun segera berdiri menghampiri mobil Farrel dengan senyum merekah di wajahnya .


" Pagi Mas . " Sapanya setelah memastikan Farrel sudah kembali ke kursinya , karena pria itu tadi yang membukakan pintu mobil untuknya .


" Pagi Rin . Gimana keadaan kamu  ? Kamu yakin udah beneran bisa bekerja lagi hari ini ? "


" Iya Mas , tenang aja . Lagian aku kemarin itu bukannya sakit, tapi kelelahan aja . " Sanggah Cyrin .


" Tapi tetap saja kalau kamu sampai pingsan lagi karena kelelahan , Aku tetap saja akan sangat hawatir . "


Cyrin hanya tersenyum saja .


" Ya udah , kita sarapan dulu yah . Setelah itu baru aku antar ke kantor , nanti pulangnya aku jemput lagi . "


Mengikuti ucapan Farrel , mobilnya kini sudah dilajukan menuju salah satu resrauran untuk sarapan dan setelah itu barulah dirinya mengantarkan sang pujaan hati ke kantor .



Hari di kantor Cyrin berjalan seperti biasa . Awal pagi mereka akan briefing , kemudian kembali ke pekerjaan masing masing .



Yang berbeda siang ini , Cyrin menerima paket makan siang cukup banyak yang di bawa oleh kurir .



Cyrin menghela napasnya , " ternyata dia benar benar memperhatikan jam makanku . " Batin Cyrin setelah membaca pesan yang dikirimkan oleh Farrel .



" Waahh... makanan segini banyak dari siapa Rin ? " Tanya Marsha .



" Biasalah , dari Farrel . Makan siang bareng yuk . "



Setelah mengambil satu kotak untuk dirinya , Cyrin juga membagikan beberapa kotak yang masih ada pada Marsha , Byanca , Pak Angga , juga beberapa teman lainnya kecuali Olla yang dengan tegas menolak pemberian Cyrin .



Cyrin , Byanca , dan Marsha berjalan menuju rooftop gedung .



Perusahaan Wijaya memang memiliki rooftop yang difungsikan bagi karyawan yang ingin istriahat lebih santai .


Karena cuaca yang mendung , mereka bertiga memutuskan untuk makan siang di sana .



![](contribute/fiction/3200397/markdown/14234181/1635901526989.jpg)



Saat berjalan menuju rooftop , ketiganya berpapasan dengan Nino yang sebenarnya hendak menemui Cyrin dan mengajak wanita itu makan siang .



" Siang Pak Nino , Pak Alvin . " Sapa ketiganya bersamaan .



Sebelum menjawab Nino sudah kecewa lebih dulu saat melihat ketiganya membawa kotak makan siang yang sama .



" Siang . Kalian baru akan makan siang ? " Tanyanya basa basi tanpa menyampaikan niat sesungguhnya .


__ADS_1


" Iya Pak . Rencananya sih mau makan di rooftop aja . " Jawab Byanca jujur .



" Oh yah ... nikmati waktu dan makan siang kalian kalau begitu . " Ucapnya dengan memendam kekecewaan karena rencananya untuk makan siang bersama Cyrin gagal .



Setelah bayangan ketiga wanita itu tidak terlihat lagi , Nino hendak mengubah tujuannya menjadi restauran terdekat untuk makan siang bersama Alvin saja .



Namun sayang, langkahnya kurang cepat . Olla sudah lebih dulu melihat dirinya .



" Kak Nino.. Kak.. tungguin . " Panggil Olla sambil meraih lengan Nino untuk mencegah pria itu berjalan menjauhinya .



" Sudah berapa kali ku peringatkan padamu , jangan memanggilku seperti itu saat di kantor . " Tegur Nino .



" Maaf Kak. Lagian tidak ada orang lain juga kok . "



Nino menatap Alvin lalu tatapannya kembali pada Olla , " Jadi Alvin ? Apa menurutmu dia bukan manusia ? "



Alvin hanya bisa menerima saja namanya diikut ikutkan dalam perdebatan dua orang di hadapannya .



Olla tertawa , " hehehe , Iya . Maaf, Maaf yah PAK Nino . Aku tak akan mengulanginya lagi . "



" Tapi kalau boleh ku tebak pasti Pak Nino tadi mau ngajakin Cyrin makan siang yah ? Telat Pak .... kiriman makan siang dari kekasihnya sudah lebih dulu sampai . "



Tebakan Olla yang benar makin membuat Nino kesal sebab tahu makanan yang dibawa Cyrin tadi dari Farrel .




" Dari pada Bapak makan siang berdua saja dengan Pak Alvin , aku ikut aja yah . Please , soalnya hanya aku yang tidak kebagian makan siang dari Cyrin . Sepertinya dia benar benar tak suka padaku . " Ucap Olla berbohong .



" Makan sianglah sendiri saja . Aku sudah tidak mood . " Ucap Nino kesal lalu kembali masuk ke dalam lift menuju kembali ke ruangannya .



Olla hanya bisa mendengus sebal karena Ia gagal lagi untuk makan siang bersama sang pujaan hati .



Sedang Alvin hanya bisa pasrah saja . " Sepertinya siang ini aku akan melewatkan makan siangku lagi . " Batin Alvin .



Waktu terus berlalu tak terasa sore haripun tiba . Jam pulang kantor sudah tiba .


Cyrin ditemani oleh Byanca dan Marsha menunggu kedatangan Farrel di lobby perusahaan .


Pria itu memang sudah meminta maaf saat mengabari jika Ia akan sampai lebih lama karena terjebak macet .


" Rin .... belum pulang ? " Tanya Nino yang menghampiri ketiga wanita itu .


" Belum Pak . "


" Aku antarin aja gimana ?  Kamu mau kan ? " Tawar Nino .


Belum sempat Cyrin menolak , dari kejauhan sudah terdengar suara Olla .


" Tidak bisa . Bukannya Kak Nino sudah janji untuk menemaniku membeli gaun . " Sela Olla dengan manjanya .


Nino mengerutkan alisnya . Ia sebenarnya ingin membantah ucapan Olla , hanya saja wanita itu terus saja menggenggam lengannya seolah meminta pria itu untuk diam .


" Eh , ini untuk kalian . Ku harap kalian bisa hadir . " Ucap Olla memberi undangan ulang tahun pada ketiganya .


" Terimakasih . Akan kami usahakan yah . " Balas Cyrin ramah.


Tak lama setelah itu bertepatan dengan sebuah mobil yang berhenti tepat di depan lobby .

__ADS_1


Lalu keluarlah Farrel yang memberikan senyum sangat manis pada Cyrin .


" Ya udah , saya permisi pulang lebih dulu yah Pak Nino , Olla . " Ucap Cyrin diikuti oleh Byanca dan Marsha yang juga ikut berpamitan .


Nino hanya bisa melihat Cyrin yang masuk ke mobil Farrel yang pintunya sudah lebih dulu di buka oleh pria itu .


Setelah mobil yang Ia amati pergi , Nino lalu berbalik menatap tajam pada Olla .


" Apa apaan kamu Olla , sejak kapan aku berjanji untuk menemanimu membeli gaun ? "


" Kak Nino harusnya jangan marah padaku , tapi berterimakasihlah . Bukannya Kak Nino akan terlihat menyedihkan saat permintaan Kakak untuk mengantar Cyrin di tolak karena Ia sudah ada janji dengan pria lain . "


Nino terdiam , ucapan Olla ada benarnya juga .


Tanpa memperdulikan Olla lagi, Ia sudah hendak pergi menuju parkiran mobilnya .


" Kak , tunggu sebentar . Aku ingin menawarkan kerja sama pada kakak . " Ucap Olla dengan manjanya .


" Kerja sama apa ? "


" Bukannya aku rela jika kakak ingin mendekati Cyrin . Tapi aku hanya tidak ingin kakak terlihat menyedihkan saja . " ucap Olla .


" Aku juga wanita Kak , aku tahu bagaimana cara mendekati Cyrin tanpa perlu terlihat menyedihkan . "


" Bagaimana caranya ? " tanya Nino penasaran .


" Traktir aku makan malam , lalu aku akan beritahu semuanya . "


Nino berpikir sejenak . " Oke ,ayo sekarang saja . " Ajak Nino yang sudah tak sabar ingin mendengar rencana Olla .




Sementara di sebuah supermarket yang tak jauh dari apartemen Cyrin , Farrel dan Cyrin sedang menikmati waktu mereka berdua .



Keduanya sedang berbelanja bahan makanan , karena malam ini Cyrin memutuskan untuk memasak makan malam untuk mereka .



Sambil sesekali saling bercanda dan saling menjahili , keduanya terlihat seperti pasangan yang sangat berbahagia .



Buktinya saat seseorang wanita paruh baya yang juga sedang mengantri di kasir menegur keduanya .



" Ahh.. kalian berdua sangat serasi . Melihat keromantisan kalian berdua mengingatkanku pada saat awal awal pernikahanku dengan suamiku . " Ucap Ibu itu .



Cyrin sudah berniat akan menjelaskan kebenarannya jika mereka bukan pasangan suami istri seperti tebakan wanita paruh baya itu , tapi Ia kalah cepat dengan Farrel .



" Terimakasih Bu . Doakan yah Bu semoga kami terus bahagia seperti ini . " Ucap Farrel yang membuat tiba tiba saja pipi Cyrin terasa panas .



Wajah wanita itu kembali merona , sedang Farrel yang melihatnya hanya tersenyum saja sambil berusaha menahan tawanya .



.


.


.


.


.


"*Jadilah alasan seseorang tersenyum. Jadilah alasan mengapa seseorang merasa dicintai dan percaya pada kebaikan orang lain*."


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2