My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 57 . HTS


__ADS_3

Empat jam telah berlalu , Farrel dengan setia terus menemani Cyrin menunggu di depan ruang operasi .


" Mas ... " Panggil Cyrin setengah berbisik pada Farrel .


" Hemm .... "


" Mas , kita keluar sebentar yuk . Ada yang mau aku omongin . " Ajak Cyrin .


" Nanti saja . "


Cyrin hanya bisa menghela napasnya . " Huffffftttt "


Tak lama keluarlah dokter yang tadi menangani operasi Nino .


" Keluarga Pak Nino ... " Panggil seorang perawat .


Kedua orang tua Nino , Alvin , Olla juga Cyrin dan Farrel segera berdiri dan menghampiri dokter .


Dokter menjelaskan jika pendarahan Nino sudah berhasil di hentikan . Operasi berhasil dan kini Nino sudah berada di ruang pemulihan setelah operasi .


Semua orang yang menunggui Nino mengucap syukur .


" Operasi sudah selesai dan Nino baik baik saja . Ayo kita pergi . " ajak Farrel .


" Mas.... bisakah aku menunggu sampai Nino sadar ? " Pinta Cyrin .


" Aku sudah berjanji padanya untuk tetap di sini sampai Ia bangun . " Lanjutnya .


" Sepertinya tidak perlu . Banyak orang yang menungguinya kok . Sebaiknya kamu ke kantor atau kamu ikut aku ke perusahaan , aku masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan . "  Farrel menolak dan tetap pada keputusannya untuk mengajak Cyrin pergi .


Cyrin tak terima dengan keputusan sepihak Farrel . Dengan sekuat tenaga Cyrin menarik Farrel keluar dan sedikit menjauh dari ruang tunggu operasi .


" Mas ... sebenarnya ada apa dengan Mas ? Aku tahu Mas tidak menyukai Kak Nino , tapi bagaimanapun dia teman dan juga bos ku . Aku sudah berjanji padanya untuk menunggui sampai dia sadar pasca operasi , kenapa Mas terus memaksaku untuk pergi . " Ucap Cyrin dengan kesal .


" Sekarang bukan hanya soal aku yang tak suka pada Nino . Aku hanya tak ingin nantinya Nino merasa kamu memberinya harapan lebih , jadi sebaiknya jaga jarak saja dengannya . "  Balas Farrel .


" Astaga Mas ... saat keadaan Kak Nino seperti ini Mas masih saja curiga dengannya . Sudah ku katakan jika kami hanya berteman, hanya itu saja . Lagian asal Mas tahu , Nino seperti ini juga karena ada sangkutannya denganku . " Ucap Cyrin yang mulai terpancing emosi .


" Rin sebaiknya kita jangan berdebat di sini , ini rumah sakit . Ayo ..... " Farrel berusaha meraih tangan Cyrin untuk mengajaknya pergi namun Cyrin segera menepis tangannya .


" Mas saja yang pergi , aku akan tetap di sini . Aku akan pergi setelah pamit pada Kak Nino . " Tolak Cyrin .


" Lagian Mas berhentilah bersikap kekanak kanakan . Walaupun kita saling tahu perasaan masing masing , tapi kita tak ada hubungan apapun . Jadi tak ada alasan untukku harus mengikuti perintah Mas . " Ucap Cyrin dengan emosi lalu berbalik meninggalkan Farrel yang berdiri mematung .


Farrel masih tak menyangka jika Cyrin baru saja berkata seperti itu . Bahkan wanita itu juga mengusirnya  .


Karena egonya , Farrel akhirnya pergi meninggalkan rumah sakit dengan perasaan campur aduk . Marah , kecewa , bahkan kini dadanya terasa sesak saat mengingat ucapan Cyrin barusan .


Farrel memilih kembali ke perusahaannya . Dan sesampainya di sana sudah dipastikan jika Daffin dan beberapa karyawan lain akhirnya menjadi pelampiasan emosi sang bos .




Cyrin kembali ke ruang tunggu dengan perasaan yang masih kesal pada Farrel .


Ia kembali duduk di tempatnya tadi meninggalkan tas yang Ia bawa .



Nyonya Wiguna perlahan menghampiri Cyrin .


" Cyrin ... bisa kita bicara sebentar ? "



" Tentu saja bisa Nyonya . Bagaimana jika sambil minum kopi di kantin rumah sakit ? "


__ADS_1


Walaupun bingung dengan perubahan sikap Nyonya Wiguna padanya , Cyrin tetap menerima ajakannya .



Keduanya lalu berjalan bersamaan keluar dari ruang tunggu menuju kantin . Tatapan sinis Olla tak henti mengikuti langkah kedua wanita berbeda usia tersebut hingga bayangan mereka hilang di balik pintu .



Cyrin bergegas menuju tempat memesan kopi dan membiarkan Nyonya Wiguna yang memilih tempat duduk untuk mereka .



Sambil menunggu pesanan kopi mereka , Nyonya Wiguna memulai pembicaraan pada Cyrin .


" Cyrin , sebenarnya saya ingin minta maaf atas sikap saya padamu selama ini . Saya akui sudah bersikap keterlaluan padahal belum mengenalmu . " Ucapnya .



" Tak apa Nyonya saya mengerti kok . Semua Ibu pasti menginginkan yang terbaik bagi putranya . Dan semua Ibu pasti akan melakukan apapun untuk melindungi putranya . " Balas Cyrin .



" Ya betul , tapi tetap saja saya merasa telah bersalah padamu . Saya terlalu mudah percaya pada omongan orang lain . "



" Sebelum Nyonya minta maaf saya telah memaafkan anda . " Jawab Cyrin sambil tersenyum .



Pembicaraan mereka terjeda karena pelayan yang mengantarkan pesanan kopi keduanya .



" Tapi Cyrin terima kasih sekali lagi kamu masih mau datang menemui Nino , sejak semalam dia terus terus memanggil manggil namamu . "




Sontak saja Nyonya Wiguna makin merasa bersalah . Ia masih tak menyangka jika rencananya mencelakai wanita di hadapannya malah membuat putranya celaka .



Ditambah lagi kini Cyrin yang merasa bersalah karena mengira Ia salah satu penyebab Nino kecelakaan . Padahal itu semua bukan salahnya . Yang bersalah adalah Olla dan dirinya yang sudah merencanakan itu .



Nyonya Wiguna terdiam cukup lama . " Tetap saja aku berterimakasih karena kamu sudah mau datang . Sepertinya kehadiranmu sangat berarti bagi Nino . Aku merasa kamu memiliki tempat spesial di hati putraku . "



Cyrin sampai tersedak karena mendengar ucapan Nyonya Wiguna . Ia buru buru menyeka bibirnya .



" Saya dan Kak Nino hanya teman saja kok Nyonya . Selain itu aku menghormati Kak Nino juga sebagai atasan ku . "  Elak Cyrin .



" Bisakah kamu jangan memanggilku Nyonya ? Panggil saja tante Rani . " Pinta Nyonya Wiguna .



" Oh iya yah... lagian kamu juga saat ini sedang berhubungan dengan Pak Farrel kan ? Sayang sekali padahal sejujurnya setelah mengenalmu aku berharap kamu bisa bersama putraku . " Lanjut Nyonya Wiguna .



Cyrin tak menjawab pertanyaan tante Rani . Ia bahkan saat ini bertanya pada dirinya sebenarnya apa hubungannya dengan Farrel . Mengapa Ia merasa sangat bersalah setelah tadi mengucapkan kata kata yang mungkin saja melukai hati pria itu .

__ADS_1



Entahlah mengapa Cyrin tidak menjawab pertanyaan tante Rani . Di dalam hatinya Ia enggan membantah jika dirinya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Farrel .



Walaupun tak pernah ada kata yang menjelaskan mengenai hubungan keduanya , tapi Cyrin bisa merasakan bagaimana kedekatan yang terjalin antara keduanya .



Kini Cyrin mulai merasa bersalah karena kembali telah mengucapkan kata kata yang bisa saja menyakiti perasaan Farrel .



Tapi di sisi lain Ia juga sangat ingin Farrel bisa mengerti posisinya saat ini . Ia tidak ada maksud lain , hanya sebatas rasa empati pada temannya saja .



" Rin.... Cyrin... kok kamu malah melamun ? " tegur tante Rani menyadarkan Cyrin dari lamunannya soal Farrel .



" Eh.. maaf maaf tante . "



" Kamu sudah kopinya ? Papanya Nino barusan telepon , katanya Nino baru saja siuman . " Ucap Tante Rani .



" Syukurlah .... kalau gitu mari kita temui Nino . " Ajak Cyrin .



Sementara dari kejauhan Olla memerhatikan gerak gerik keduanya . Olla sengaja mengikuti mereka , Ia hawatir jika tante Rani sampai membocorkan rahasia mereka .



" Baguslah wanita tua itu tidak menceritakan yang sebenarnya . " Gumam Olla .



Setelah memastikan Tante Rani dan Cyrin sudah pergi , Olla bergegas kembali menuju ruang tunggu . Ia juga berharap menjadi salah satu dari orang yang hadir pertama kali saat Nino siuman .



.


.


.


.


.


" *Perasaan memang tak bisa dipungkiri, hati ini memang cemburu. Tapi kan kubiarkan hanya diam dan membisu, Akan kutunjukkan betapa aku benar-benar memperjuangkanmu* . "


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2