
Dalam perjalanan hidup , akan selalu ada pertemuan .
Pertemuan itu adalah sebuah takdir , takdir yang membawa kita pada takdir yang lain .
Pertemuan juga merupakan salah satu bukti jika Tuhan tidak pernah salah .
Jadi tak perlu meragukan kapan, dimana , dan dengan siapa pertemuan itu terjadi. Cukup nikmati , dan selalu berbuat baik dalam setiap pertemuan .
Ini adalah kisah seorang Farrel Antoine Jatmika , tentang pertemuan , cinta pertamanya, dan bunga Fresia.
♡♡♡♡♡♡♡♡
Untuk ke 9 kalinya , Farrel kembali menyandang status sebagai murid baru pindahan .
Bukan karena Ia sering terlibat masalah atau karena alasan yang negatif , tapi Ia hanyalah anak tunggal dari orang tua yang sedang merintis usahanya , membangun cabang bisnis mereka .
Dan kali ini kota yang dijadikan tujuannya untuk membangun usaha adalah kota Solo .
Seperti yang sebelumnya , Farrel kembali lagi melakukan perkenalan diri yang sudah sangat Ia hapal .
Reaksi dari teman-temannya yang wanita juga selalu sama dan Farrel hanya bisa tersenyum menanggapi mereka .
Farrel menduduki bangku yang masih dihuni oleh seorang siswa pria saja .
“ Hai , saya Bimo , “ sapanya sembari mengulurkan tangan untuk berjabat tangan .
“ Hai , Farrel , “ Jawabnya singkat dan menyambut uluran tangan teman sebangkunya yang Bernama Bimo .
Hingga saat bel istirahat tiba , Bimo mengajaknya untuk berkeliling sekolah dan berakhir di kantin .
Bimo sesekali memeriksa ponselnya lalu membalas pesan yang sejak tadi terus masuk , “ dari pacar yah ? “ terka Farrel .
“ Bukan , adikku . Hari minggu besok akan ada peresmian taman bunga yang baru di dekat alun-alun kota , sejak bunga pertama ditanam dia tak henti-hentinya terus berceloteh jika akan kesana saat peresmiannya , “ Ujar Bimo .
“ Adikmu usia berapa ? “ tanya Farrel .
“ 15 tahun, kelas 2 SMP . “ Jawab Bimo singkat .
“ Pasti dia wanita yang lemah lembut , biasanya wanita yang menyukai bunga seperti itu , “ ujar Farrel.
“ Adikku ada di bagian luar biasanya Rel , dia bukan lemah lembut tapi sangat manja dan menyebalkan, “ ungkapnya .
“ Bolehkah aku ikut bergabung bersama kalian ? “ tanya Farrel .
“ Tentu , bergabunglah . Tapi malam nanti bisakah kau beistriahat ? Siapkan tenagamu , karena kita akan menghadapi dua gadis paling manja dan menyebalkan yang pernah ku kenal . “ Ucap Bimo .
Farrel tertawa , mengundang beberapa pasang mata yang kini menatap ke arah mereka .
“ Rel , apa di sekolahmu yang dulu kamu memiliki banyak pacar ? “ tanya Bimo .
Farrel menggeleng , “ aku bahkan belum pernah pacaran . “
“ Bahkan dekat dengan teman wanita terbilang jarang . Aku tak biasa memulai pertemuan . Khawatir jika kenyamanan tumbuh disana , sedang aku harus terus berpindah-pindah mengikuti orang tuaku . “ Paparnya .
Bimo hanya menganggukkan kepalanya tanpa berkomentar .
“ Bagaimana denganmu ? Kulihat cukup banyak teman wanita yang memandang kearahmu ,” tanya Farrel .
Bimo mengerdarkan padangannya ke area sekitarnya , “ Hemmm , tebakanmu benar . Bahkan sepertinya hari ini jumlah yang memandang naik jadi dua kali lipat . “ Jawab Bimo sungguh percaya diri .
Dan ku yakin itu karena sekarang objek tatapan mereka menjadi dua , kau dan aku . “ Kekehnya .
__ADS_1
♡♡♡♡♡♡
Hari yang mereka janjikan tiba .
Farrel yang tiba lebih dulu tidak menyangka jika pengunjung taman yang datang sebanyak ini . Ia menjadi bingung bagaimana caranya untuk bertemu Bimo .
Berkali – kali Ia menghubungi ponselnya Bimo , namun tak ada jawaban .
Merasa menunggu Bimo selama 30 menit sudah cukup lama , akhirnya Farrel memutuskan untuk melangkahkan kakinya masuk ke areal taman .
Para pengunjung harus puas memandang ke elokan Bunga-bunga yang sedang bermekaran dari kejauhan karenauntuk menjaga kelestariannya pengelola taman kota memberi pagar pembatas yang cukup tinggi .
Ada kolam air mancur di tengah- tengah taman , dan sekelilingnya diberi rumput buatan sehingga para pengunjung bisa duduk bersantai di sana memandangi sekeliling taman yang penuh beraneka ragam bunga .
Kekaguman Farrel harus teralihkan oleh suara yang cukup memekikkan telinga .
Farrel mencari sumber suara itu, dan melihat ada keramaian sisi kiri taman .
Entah mengapa kakinya melangkah menuju keramaian itu , sungguh seperti bukan seorang Farrel yang sebenarnya sering menghindari kermaian .
“ Wah sepertinya sedang ada lomba ,” gumam Farrel .
Dan benar kini diatas panggung persegi panjang yang Farrel kira berukuran 5 X 4 meter , sedang berdiri 3 orang wanita . Ketiganya sedang berlomba membuat buket bunga . Sorak sorai pengunjung yang menjadi penonton dadakan acara ini terdengar riuh .
Entah mengapa Farrel betah berdiri disana , sangat lucu baginya ekspresi ketika peserta yang sudah paruh baya itu semakin dikejar waktu .
Lombapun akhirnya berakhir , satu peserta telah dipilih menjadi pemenang .
Lalu pembawa acara kembali mengumumkan jika masih ada lomba lagi , yaitu lomba menebak arti bunga .
Dari kejauhan Farrel seperti melihat sosok Bimo bersama seorang wanita.
“ Bimo… bimo ….,” teriaknya dari jarak yang tidak terlalu jauh . Tapi beberapa penonton tiba-tiba saja menghalangi pandangan Bimo dan Farrel bertemu .
Saat Farrel ingin beranjak , langkah kakinya seakan kaku . Bukannya menjauh , pria itu malah mematung di tempatnya .
Hatinya tiba-tiba saja terasa berdesir pada pertemuan yang sungguh tidak disengaja ini .
“ Apakah aku telah tertarik saat pertama kali melihat sosok gadis remaja bertubuh mungil , dengan rambut panjang tergerai dan poni menutup seluruh keningnya . “ Gumamnya dalam hati .
MC , menyambut gadis itu . Coba kenalan dulu dong , “ pinta MC .
“ Hai , kenalkan aku Cyrinda Gayatri. Aku 15 tahun , dan aku seorang pelajar kelas 2 SMP . “ Ucapnya.
“ Suaranya merdu , “ batinku .
“ Oke Cyrinda , apakah kau penyuka bunga ? “ tanya MC dan gadis itu menggeleng .
“ Apakah kau banyak mengetahui jenis-jenis bunga ? “ tanya MC lagi dan gadis itu kembali menggeleng .
“ Lalu mengapa kau ikut lomba ini ? Kamu taukan jenis lombanya ? “ tanya MC meyakinkan gadis itu .
“ Aku ingin hadiah . Kulihat yang pemenang sebelumnya mendapatkan hadiah buket bunga mawar . Aku juga ingin hadiah itu , akan kuberikan pada Ibu ku yang hari ini berulang tahun . “ Jelasnya .
Penonton menyoraki Cyrin , memberikan semangat dan doa semoga niat tulus remaja itu bisa terkabul.
MC mulai membacakan pertanyaan pertama . Ia mengambil setangkai mawar merah , mawar putih , dan setangkai lagi bunga matahari .
“ Coba Cyrin , kamu sebutkan arti atau makna dari ketiga bunga ini ,” pinta MC .
Tanpa ragu , gadis itu mengambil mikrofon yang digunakan MC .
__ADS_1
“ Bunga yang merah ini berarti bunga yang pemberani , bunga yang putih ini berarti suci , sedang bunga yang berbentuk matahari ini artinya kehangatan . “ Jawabnya dengan lantang dan sangat yakin .
“ What ? memangnya dia kini sedang melihat bendera pakai berani dan suci ? Dan apa lagi maksudnya bunga matahari itu kehangatan , ckckck “ Farrel sungguh tak habis pikir , Ia sampai berdecak .
Penonton lain juga terus menyoraki gadis itu , ada beberapa yang menertawai , bahkan ada yang dengan keras mencemoohnya .
Tapi sungguh kuat mental gadis itu , dia tetap bertahan di sana dengan senyum tak pernah pudar , tak berubah masih sama seperti saat pertama kali akan naik .
Farrel berniat menghampiri gadis itu , namun saat berhasil menerobos kerumunan, gadis itu sudah tidak lagi berada di panggung .
Farrel mengitari tempat sekitar , dan netranya akhirnya menangkap sosok gadis yang Ia cari sedang duduk di taman rumput .
“ Hai , “ sapa Farrel .
Gadis itu tersenyum namun tak membalas sapaan .
“ Aku tadi menonton mu saat ikut lomba . “ Ucap Farrel .
Kini Ia hanya mengangguk .
“ Ini untukmu , “ Farrel memberi seikat bunga Fresia putih padanya yang sempat Ia beli pada lapak yang tak jauh dari tempatnya kini .
“ Untukku ? “ tanyanya .
“ Bukannya kau ingin memberi Ibumu Bunga ? berilah ini padanya . “ Ucap Farrel.
Gadis itu mengamati bunga yang kini telah berpindah tangan .
“ Biasanya aku lihat orang memberi bung a pada orang tersayangnya itu adalah bunga mawar . Apa tak masalah jika aku memberi bunga ini ? “ tanyanya .
“ Kupikir arti bunga ini lebih bagus , Anggun meski dalam tekanan . “ Ucap Farrel .
“ Ku yakin Ibumu bersifat seperti itu , “ Farrel meyakinkan .
“ Karena kamu pasti tak jauh berbeda dari Ibumu ,” gumamnya dalam hati .
“ Baiklah , aku terima bunga ini . Terimakasih yah , “ ucapnya kini dengan senyuman .
“ Bisakah aku meminta nomor ponselmu ? “ pinta Farrel .
“ Kita baru pertama kali bertemu . Aku akan memberinya dipertemuan kedua kita , jika memang ini takdir , aku yakin pertemuan ini adalah sebuah rancangan indah menuju pertemuan selanjutnya .” Ucapnya .
“ Aku pergi dulu yah , terimakasih bunganya . Ini akan jadi bunga kesukaanku mulai saat ini . “ Ucap gadis itu sambil terus berjalan menjauh .
Farrel menghela napasnya panjang melihat sosok gadis yang Ia kagumi untuk pertama kalinya ,
“ Ada sepasang mata yang tak saling kenal, bertemu dan saling sapa , Ada sapa yang hangat, ada senyum yang manis, ada tawa yang terngiang . Kebersamaan yang sesaat ini terasa lebih berarti . Romansa dan rasa yang kau tumpahkan dalam pertemuan singkat ini terasa sangat sederhana, tapi anehnya aku menyukainya . Pertemuan pertama kita membawaku terhanyut dalam cinta pertamaku . Dan cinta pertama itu adalah dirimu , Cyrinda Gayatri . “ Batin Farrel .
Sementara di tempat lain seorang gadis yang tengah membawa seikat bunga Fresia , segera memberi bunga Itu pada sang Ibu .
“ Selamat ulang tahun Bu , Seikat bunga Fresia untuk seorang Ibu yang selalu Anggun . “ Ucapnya ceria.
“ Terimakasih Nak , “ Balas sang Ibunda .
Ibu mengambil secarik kertas yang ada , dan membaca pesan didalamnya , Ia pikir akan menemukan ucapan selamat namun ternyata bukan .
Kertas itu berisi tulisan tangan :
Mawar Merah artinya I Love You .
Mawar Putih artinya Kesucian , kepolosan , dan muda .
__ADS_1
Bunga Matahari , artinya Semangat dan Optimisme .