My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 109 . Kisah kenangan fresia


__ADS_3

Dalam perjalanan hidup , akan selalu ada pertemuan .


Pertemuan itu adalah sebuah takdir , takdir yang membawa kita pada takdir yang lain .


Pertemuan juga merupakan salah satu bukti jika Tuhan tidak pernah salah .


Jadi tak perlu meragukan kapan, dimana , dan dengan siapa pertemuan itu terjadi. Cukup nikmati , dan selalu berbuat baik dalam setiap pertemuan .


Ini adalah kisah seorang Farrel Antoine Jatmika , tentang pertemuan , cinta pertamanya, dan bunga Fresia.


♡♡♡♡♡♡♡♡


Untuk ke 9 kalinya , Farrel kembali menyandang status sebagai murid baru pindahan .


Bukan karena Ia sering terlibat masalah atau karena alasan yang negatif , tapi Ia hanyalah anak tunggal dari orang tua yang sedang merintis usahanya , membangun cabang bisnis mereka .


Dan kali ini kota yang dijadikan tujuannya untuk membangun usaha adalah kota Solo .


Seperti yang sebelumnya , Farrel kembali lagi melakukan perkenalan diri yang sudah sangat Ia hapal .


Reaksi dari teman-temannya yang wanita juga selalu sama dan Farrel hanya bisa tersenyum menanggapi mereka .


Farrel menduduki bangku yang masih dihuni oleh seorang siswa pria saja .


“ Hai , saya Bimo , “ sapanya sembari mengulurkan tangan untuk berjabat tangan .


“ Hai , Farrel , “ Jawabnya singkat dan menyambut uluran tangan teman sebangkunya yang Bernama Bimo .


Hingga saat bel istirahat tiba , Bimo mengajaknya untuk berkeliling sekolah dan berakhir di kantin .


Bimo sesekali memeriksa ponselnya lalu membalas pesan yang sejak tadi terus masuk , “ dari pacar yah ? “ terka Farrel .


“ Bukan , adikku . Hari minggu besok akan ada peresmian taman bunga yang baru di dekat alun-alun kota , sejak bunga pertama ditanam dia tak henti-hentinya terus berceloteh jika akan kesana saat peresmiannya , “ Ujar Bimo .


“ Adikmu usia berapa ? “ tanya Farrel .


“ 15 tahun, kelas 2 SMP . “ Jawab Bimo singkat .


“ Pasti dia wanita yang lemah lembut , biasanya wanita yang menyukai bunga seperti itu , “ ujar Farrel.


“ Adikku ada di bagian luar biasanya Rel , dia bukan lemah lembut tapi sangat manja dan menyebalkan, “ ungkapnya .


“ Bolehkah aku ikut bergabung bersama kalian ? “ tanya Farrel .


“ Tentu , bergabunglah . Tapi malam nanti bisakah kau beistriahat ? Siapkan tenagamu , karena kita akan menghadapi dua gadis paling manja dan menyebalkan yang pernah ku kenal . “ Ucap Bimo .


Farrel tertawa , mengundang beberapa pasang mata yang kini menatap ke arah mereka .


“ Rel , apa di sekolahmu yang dulu kamu memiliki banyak pacar ? “ tanya Bimo .


Farrel menggeleng , “ aku bahkan belum pernah pacaran . “


“ Bahkan dekat dengan teman wanita terbilang jarang . Aku tak biasa memulai pertemuan . Khawatir jika kenyamanan tumbuh disana , sedang aku harus terus berpindah-pindah mengikuti orang tuaku . “ Paparnya .


Bimo hanya menganggukkan kepalanya tanpa berkomentar .


“ Bagaimana denganmu ? Kulihat cukup banyak teman wanita yang memandang kearahmu ,” tanya Farrel .


Bimo mengerdarkan padangannya ke area sekitarnya , “ Hemmm , tebakanmu benar . Bahkan sepertinya hari ini jumlah yang memandang naik jadi dua kali lipat . “ Jawab Bimo sungguh percaya diri .


Dan ku yakin itu karena sekarang objek tatapan mereka menjadi dua , kau dan aku . “ Kekehnya .

__ADS_1


♡♡♡♡♡♡


Hari yang mereka janjikan tiba .


Farrel yang tiba lebih dulu tidak menyangka jika pengunjung taman yang datang sebanyak ini . Ia menjadi bingung bagaimana caranya untuk bertemu Bimo .


Berkali – kali Ia menghubungi ponselnya Bimo , namun tak ada jawaban .


Merasa menunggu Bimo selama 30 menit sudah cukup lama , akhirnya Farrel memutuskan untuk melangkahkan kakinya masuk ke areal taman .


Para pengunjung harus puas memandang ke elokan Bunga-bunga yang sedang bermekaran dari kejauhan karenauntuk menjaga kelestariannya pengelola taman kota memberi pagar pembatas yang cukup tinggi .


Ada kolam air mancur di tengah- tengah taman , dan sekelilingnya diberi rumput buatan sehingga para pengunjung bisa duduk bersantai di sana memandangi sekeliling taman yang penuh beraneka ragam bunga .


Kekaguman Farrel harus teralihkan oleh suara yang cukup memekikkan telinga .


Farrel mencari sumber suara itu, dan melihat ada keramaian sisi kiri taman .


Entah mengapa kakinya melangkah menuju keramaian itu , sungguh seperti bukan seorang Farrel yang sebenarnya sering menghindari kermaian .


“ Wah sepertinya sedang ada lomba ,” gumam Farrel .


Dan benar kini diatas panggung persegi panjang yang Farrel kira berukuran 5 X 4 meter , sedang berdiri 3 orang wanita . Ketiganya sedang berlomba membuat buket bunga . Sorak sorai pengunjung yang menjadi penonton dadakan acara ini terdengar riuh .


Entah mengapa Farrel betah berdiri disana , sangat lucu baginya ekspresi ketika peserta yang sudah paruh baya itu semakin dikejar waktu .


Lombapun akhirnya berakhir , satu peserta telah dipilih menjadi pemenang .


Lalu pembawa acara kembali mengumumkan jika masih ada lomba lagi , yaitu lomba menebak arti bunga .


Dari kejauhan Farrel seperti melihat sosok Bimo bersama seorang wanita.


“ Bimo… bimo ….,” teriaknya dari jarak yang tidak terlalu jauh . Tapi beberapa penonton tiba-tiba saja menghalangi pandangan Bimo dan Farrel bertemu .


Saat Farrel ingin beranjak , langkah kakinya seakan kaku . Bukannya menjauh , pria itu malah mematung di tempatnya .


Hatinya tiba-tiba saja terasa berdesir pada pertemuan yang sungguh tidak disengaja ini .


“ Apakah aku telah tertarik saat pertama kali melihat sosok gadis remaja bertubuh mungil , dengan rambut panjang tergerai dan poni menutup seluruh keningnya . “ Gumamnya dalam hati .


MC , menyambut gadis itu . Coba kenalan dulu dong , “ pinta MC .


“ Hai , kenalkan aku Cyrinda Gayatri. Aku 15 tahun , dan aku seorang pelajar kelas 2 SMP . “ Ucapnya.


“ Suaranya merdu , “ batinku .


“ Oke Cyrinda , apakah kau penyuka bunga ? “ tanya MC dan gadis itu menggeleng .


“ Apakah kau banyak mengetahui jenis-jenis bunga ? “ tanya MC lagi dan gadis itu kembali menggeleng .


“ Lalu mengapa kau ikut lomba ini ? Kamu taukan jenis lombanya ? “ tanya MC meyakinkan gadis itu .


“ Aku ingin hadiah . Kulihat yang pemenang sebelumnya mendapatkan hadiah buket bunga mawar . Aku juga ingin hadiah itu , akan kuberikan pada Ibu ku yang hari ini berulang tahun . “ Jelasnya .


Penonton menyoraki Cyrin , memberikan semangat dan doa semoga niat tulus remaja itu bisa terkabul.


MC mulai membacakan pertanyaan pertama . Ia mengambil setangkai mawar merah , mawar putih , dan setangkai lagi bunga matahari .


“ Coba Cyrin , kamu sebutkan arti atau makna dari ketiga bunga ini ,” pinta MC .


Tanpa ragu , gadis itu mengambil mikrofon yang digunakan MC .

__ADS_1


“ Bunga yang merah ini berarti bunga yang pemberani , bunga yang putih ini berarti suci , sedang bunga yang berbentuk matahari ini artinya kehangatan . “ Jawabnya dengan lantang dan sangat yakin .


“ What ? memangnya dia kini sedang melihat bendera pakai berani dan suci ? Dan apa lagi maksudnya bunga matahari itu kehangatan , ckckck “ Farrel sungguh tak habis pikir , Ia sampai berdecak .


Penonton lain juga terus menyoraki gadis itu , ada beberapa yang menertawai , bahkan ada yang dengan keras mencemoohnya .


Tapi sungguh kuat mental gadis itu , dia tetap bertahan di sana dengan senyum tak pernah pudar , tak berubah masih sama seperti saat pertama kali akan naik .


Farrel berniat menghampiri gadis itu , namun saat berhasil menerobos kerumunan, gadis itu sudah tidak lagi berada di panggung .


Farrel mengitari tempat sekitar , dan netranya akhirnya menangkap sosok gadis yang Ia cari sedang duduk di taman rumput .


“ Hai , “ sapa Farrel .


Gadis itu tersenyum namun tak membalas sapaan .


“ Aku tadi menonton mu saat ikut lomba . “ Ucap Farrel .


Kini Ia hanya mengangguk .


“ Ini untukmu , “ Farrel memberi seikat bunga Fresia putih padanya yang sempat Ia beli pada lapak yang tak jauh dari tempatnya kini .


“ Untukku ? “ tanyanya .


“ Bukannya kau ingin memberi Ibumu Bunga ? berilah ini padanya . “ Ucap Farrel.


Gadis itu mengamati bunga yang kini telah berpindah tangan .


“ Biasanya aku lihat orang memberi bung a pada orang tersayangnya itu adalah bunga mawar . Apa tak masalah jika aku memberi bunga ini ? “ tanyanya .


“ Kupikir arti bunga ini lebih bagus , Anggun meski dalam tekanan . “ Ucap Farrel .


“ Ku yakin Ibumu bersifat seperti itu , “ Farrel meyakinkan .


“ Karena kamu pasti tak jauh berbeda dari Ibumu ,” gumamnya dalam hati .


“ Baiklah , aku terima bunga ini . Terimakasih yah , “ ucapnya kini dengan senyuman .


“ Bisakah aku meminta nomor ponselmu ? “ pinta Farrel .


“ Kita baru pertama kali bertemu . Aku akan memberinya dipertemuan kedua kita , jika memang ini takdir , aku yakin pertemuan ini adalah sebuah rancangan indah menuju pertemuan selanjutnya .” Ucapnya .


“ Aku pergi dulu yah , terimakasih bunganya . Ini akan jadi bunga kesukaanku mulai saat ini . “ Ucap gadis itu sambil terus berjalan menjauh .


Farrel menghela napasnya panjang melihat sosok gadis yang Ia kagumi untuk pertama kalinya ,


“ Ada sepasang mata yang tak saling kenal, bertemu dan saling sapa , Ada sapa yang hangat, ada senyum yang manis, ada tawa yang terngiang . Kebersamaan yang sesaat ini terasa lebih berarti . Romansa dan rasa yang kau tumpahkan dalam pertemuan singkat ini terasa sangat sederhana, tapi anehnya aku menyukainya . Pertemuan pertama kita membawaku terhanyut dalam cinta pertamaku . Dan cinta pertama itu adalah dirimu , Cyrinda Gayatri . “ Batin Farrel .


Sementara di tempat lain seorang gadis yang tengah membawa seikat bunga Fresia , segera memberi bunga Itu pada sang Ibu .


“ Selamat ulang tahun Bu , Seikat bunga Fresia untuk seorang Ibu yang selalu Anggun . “ Ucapnya ceria.


“ Terimakasih Nak , “ Balas sang Ibunda .


Ibu mengambil secarik kertas yang ada , dan membaca pesan didalamnya , Ia pikir akan menemukan ucapan selamat namun ternyata bukan .


Kertas itu berisi tulisan tangan :


Mawar Merah artinya I Love You .


Mawar Putih artinya Kesucian , kepolosan , dan muda .

__ADS_1


Bunga Matahari , artinya Semangat dan Optimisme .


__ADS_2