
Jika segala kesulitan yang terjadi dalam hidup akan sebanding dengan semua berkat yang akan diberikan Tuhan , maka bagi Cyrin memiliki seorang Farrel sebagai kekasihnya adalah salah satu berkat itu .
Farrel Antoine Jatmika , seorang pria yang berharga dalam kehidupan Cyrin setelah Bapak dan Kakaknya .
Farrel bisa mengerti masa lalu Cyrin , mempercayai Cyrin sebagai masa depannya , dan menerima Cyrin apa adanya .
Cyrin saat ini baru saja lepas dari keadaan yang memaksanya meletakkan segala harapannya pada titik nol . Dan semoga hal itu bisa membuat Cyrin lebih menghargai apa yang Ia punya . Tapi apa hal itu juga mempengaruhinya dalam mengambil keputusan .
Melihat sikap dingin Farrel seperti saat ini sungguh membuat Cyrin gusar .
Sambil menunggu Farrel yang masih membersihkan tubuhnya di kamar mandi , Cyrin masuk ke walk-in closet dan menyiapkan pakaian rumahan yang biasa Farrel gunakan .
Setelah itu Ia memilih untuk membuka jendela dan duduk di sana , memandang taman di halaman belakang yang sudah lama tak ia kunjungi .
“ Kenapa duduk disitu ? kamu bisa sakit , angin malam tidak baik untuk tubuhmu , “ peringat Farrel .
Cyrin tersenyum saat menyadari Farrel mengenakan pakaian yang Ia siapkan tadi .
Pria itu mendekat kearah Cyrin , mengikuti kekasihnya menengok ke taman belakang dan benar seperti dugaannya tak ada apa- apa yang bisa dilihat .
“ Kamu bahkan gak bisa lihat apa – apa dari sini , “ ucap Farrel .
“ Ya , aku memang tidak bisa melihat apa – apa . Aku mecoba untuk mengingatnya . “ Jawab Cyrin .
Farrel menutup kembali jendela sehingga Cyrin terpaksa harus berdiri dan pindah dari tempatnya duduk .
Farrel memeluknya , kedua netra mereka bertemu , “ Apa kamu benar sudah baik-baik saja sekarang ? “ tanya Farrel .
“ Ya , tentu saja . Dan ini semua berkatmu . “
Kening Farrel mengernyit , “ karena ku ? kamu yakin ? aku bahkan tak tau apa- apa tentang kondisimu , “ ucap Farrel .
Dan ucapan itu sukses menyidir Cyrin .
Cyrin yang sangat merindukan Farrel dengan berani berjinjit dan mendekatkan wajah mereka . Hembusan napas masing- masing bisa mereka rasakan .
“ Maafkan aku Mas , aku tau kesalahanku."
Setelah mengucapkan permohonan maafnya Cyrin mengecup bibir Farrel . Keduanya tidak bisa berbohong jika mereka saling merindukan , bibir keduanya saling menyapa , menyampaikan kerinduan yang tidak bisa dimengerti jika hanya lewat kata .
Hingga Farrel lebih dulu mengakhiri kegiatan mereka . Tidak hanya pagutan , Farrel bahkan melepaskan pelukannya pada tubuh Cyrin .
Ia beranjak untuk duduk di sofa , “ kenapa menciumku setelah meminta maaf ? “
“ Jangankan menyalahkanmu , aku bahkan belum mengatakan apapun . “ Ucap Farrel .
__ADS_1
Cyrin tertawa , “ Apa sekarang untuk menciummu harus memiliki alasan ? “
Farrel menggeleng , “ tentu saja tidak . Hanya saja aku tidak ingin kamu melakukannya karena merasa bersalah . “
Cyrin masih berdiri ditempatnya , namun pandangannya Ia alihkan keluar jendela .
Farrel mendegus , “ dasar keras kepala . “ gumamnya .
“ Bagaimana jika kamu duduk disini dan bicarakan apa yang ingin kamu katakan padaku . Jika itu memang ada , “ pinta Farrel .
Cyrin mengikuti saran Farrel , kini mereka duduk bersebelahan di sofa .
“ Apa Mas marah padaku karena tak jujur soal kesembuhanku ? “ tanya Cyrin tanpa basa-basi lagi .
“ Tidak , aku hanya kecewa , “ jawab Farrel jujur .
“ Aku kecewa , kupikir hubungan kita sudah sejauh itu untuk saling memahami . Namun sepertinya belum sampai disitu , mungkin kita masih harus belajar untuk lebih saling mempercayai , “ sambungnya .
“ Aku punya alasan sampai aku merahasiakannya , maukah Mas mendengarkan penjelasanku ? “ pinta Cyrin .
“ Pernahkah aku menolak mendengarkan ? “ pertanyaan balik Farrel bagai sebuah sindiran untuk Cyrin .
“ Aku sungguh bersyukur saat itu , semuanya berjalan baik-baik saja .Semuanya hanya kecemasanku saja yang beelebihan . Dan sejak malam itu ingatanku perlahan-lahan kembali sedikit demi sedikit . Setiap malam , setelah Mas menemuiku aku menjadi lebih tenang . Dan akhirnya Dokter Rasya mengatakan jika aku sudah sembuh. “
“ Namun salahku karena aku terlalu takut mengecewakanmu Mas . Aku takut bagaimana jika saat kita bertemu dan aku belum bisa menerima kontak fisik yang lebih jauh , dan kamu akan kecewa . “ Sesalnya .
Farrel tertawa , “ Apa? Jadi itu alasanmu ? sungguh sekarang aku menjadi marah padamu. “
“ Apa penilaianmu padaku seperti itu ? Apa yang sudah kita lakukan sampai kamu berpikir aku akan kecewa ? Apa aku pernah menuntutmu hal yang berlebihan hingga kamu menilaiku serendah itu ? “ Farrel mencecar Cyrin dengan segala pertanyaan yang menyudutkan wanita itu .
Jujur saja kini Farrel sangat tersinggung .
Seandainya saja yang dikatakan Cyrin karena dia butuh waktu sendiri dulu atau dia belum siap , maka Farrel akan memahaminya .
“ Jawab Aku Cyrinda ? apa sejak kita bersama aku pernah memaksamu melakukan hal yang tidak kau inginkan ? Bagaimana jika Bapak , Ibu , atau Bimo tau alasanmu seperti ini , apa yang akan mereka pikirkan tentangku ? “ lanjut Farrel masih mencecar Cyrin .
“ Sejak tau jika kamu sudah sembuh dari orang lain , aku coba memahami mungkin kamu masih ingin waktu sendiri . Aku memberi mu waktu Cyrinda . Aku coba mengalah , aku menekan kekecewaanku saat ku pikir aku mungkin tidak sebegitu berartinya bagimu , aku menghilangkan semua prasangka ku dengan rasa syukurku karena kamu kini sudah baik-baik saja , berharap hubungan kita setelahnya akan jadi lebih baik . ” Ucapan Farrel sungguh membuat Cyrin makin merasa bersalah .
“ Tapi saat mengetahui alasanmu yang sebenarnya , sungguh itu alasan konyol Cyrinda . Bukan hanya tidak menghargaiku sebagai pasanganmu , kamu bahkan menilaiku serendah itu . “ Ucap Farrel , dan sangat jelas ada kekecewaan di setiap kata yang Ia ucapkan .
“ Mas bukan seperti itu maksudku . Sepertinya ucapanku tadi telah Mas salah artikan . Tidak pernah sekalipun aku menilai rendah pada Mas . Aku juga tidak pernah berpikir seburuk itu pada kamu Mas . Kecemasanku itu adalah aku takut bisa saja aku bersikap buruk saat merespon , aku hanya ingin memastikan jika aku sudah benar baik-baik saja . Itu saja . “ Jelas Cyrin .
__ADS_1
“ Oh , jadi sekarang kamu sudah berhasil memastikannya jadi kamu akhirnya datang padaku ? Pada siapa kamu memastikannya ? Pada Nino ? atau Pada Dokter itu ? Sedang aku dengan bodohnya masih berdiri di balik kaca buram , mengamati setiap gerakanmu , memastikan kamu aman di dalam sana .” Balas Farrel .
“ Apa semua yang kulakukan untukmu masih belum cukup untuk membuktikan jika aku akan mencintaimu , menerimamu dalam keadaan apapun ? Atau kamu mungkin masih meragukan cintaku Rin ? “ tanya Farrel .
Cyrin terisak , Ia tak menyangka jika Farrel menanggapi maksudnya secara berlebihan seperti ini .
“ Cyrin , ku yakin kini kamu juga masih belum bisa terlalu banyak pikiran . Sebaiknya kita akhiri saja pembicaraan malam ini , aku juga cukup lelah . “ Ucap Farrel .
“ Maaf , aku sangat lelah tidak bisa mengantarmu . Akan kuminta supir untuk mengantarmu . “ Ucap Farrel .
“ Aku tidak mau pulang . Aku tidak akan pulang sampai kesalah pahaman kita selesai . “ Tolak Cyrin .
Farrel menghela napasnya , “ Rin , please… Aku sangat lelah . Aku harus istirahat . “
Farrel beranjak berbaring di tempat tidurnya , namun Cyrin masih tetap diam di sofa . Ia tidak akan mau pulang sebelum Farrel berhenti salah paham .
“ Rin , jangan keras kepala . Ku mohon pulanglah dan beristirahat . “ Pinta Farrel sekali lagi .
Tapi Cyrin tetap bersikeras tidak mau bergerak sedikitpun . Farrel sempat memejamkan matanya , setelah 20 menit Ia membuka matanya dan melihat Cyrin masih setia duduk di tempat yang sama .
Farrel menghela napasnya sekali lagi , “ Rin , kemarilah . Sudah malam , kamu juga harus istirahat , “
Senyum mengembang di wajah Cyrin , Ia lalu ikut naik ke tempat tidur dan berbaring menghadap Farrel .
“ Apa tidak masalah jika Mama dan Papa melihatku tidur disini ? “ tanya Cyrin .
“ Bukankah mereka sudah tau jika aku sering tinggal di apartemenmu dulu . Lagian kita tidak berbuat apa-apa kita hanya tidur .” Jawab Farrel .
Farrel berbalik membelakangi Cyrin , sejujurnya dia masih marah dan sangat kecewa dengan alasan yang diberikan wanita itu .
Tapi cinta memang selalu membuat seseorang menjadi bodoh , seperti Farrel yang sangat sulit menolak pada Cyrin .
.
.
.
.
.
" *Saat kamu menghargai perasaan seseorang, kamu menumbuhkan kebahagiaan yang tidak terlupakan bagi orang lain*."
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue