My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 107 . Salah Paham


__ADS_3

Jika segala kesulitan yang terjadi dalam hidup akan sebanding dengan semua berkat yang akan diberikan Tuhan , maka bagi Cyrin memiliki seorang Farrel sebagai kekasihnya adalah salah satu berkat itu .


Farrel Antoine Jatmika , seorang pria yang berharga dalam kehidupan Cyrin setelah Bapak dan Kakaknya .


Farrel bisa mengerti masa lalu Cyrin , mempercayai Cyrin sebagai masa depannya , dan menerima Cyrin apa adanya .


Cyrin saat ini baru saja lepas dari keadaan yang memaksanya meletakkan segala harapannya pada titik nol . Dan semoga hal itu bisa membuat Cyrin lebih menghargai apa yang Ia punya . Tapi apa hal itu juga mempengaruhinya dalam mengambil keputusan .




Melihat sikap dingin Farrel seperti saat ini sungguh membuat Cyrin gusar .



Sambil menunggu Farrel yang masih membersihkan tubuhnya di kamar mandi , Cyrin masuk ke walk-in closet dan menyiapkan pakaian rumahan yang biasa Farrel gunakan .



Setelah itu Ia memilih untuk membuka jendela dan duduk di sana , memandang taman di halaman belakang yang sudah lama tak ia kunjungi .



“ Kenapa duduk disitu ? kamu bisa sakit , angin malam tidak baik untuk tubuhmu , “ peringat Farrel .


Cyrin tersenyum saat menyadari Farrel mengenakan pakaian yang Ia siapkan tadi .



Pria itu mendekat kearah Cyrin , mengikuti kekasihnya menengok ke taman belakang dan benar seperti dugaannya tak ada apa- apa yang bisa dilihat .



“ Kamu bahkan gak bisa lihat apa – apa dari sini , “ ucap Farrel .



“ Ya , aku memang tidak bisa melihat apa – apa . Aku mecoba untuk mengingatnya . “ Jawab Cyrin .



Farrel menutup kembali jendela sehingga Cyrin terpaksa harus berdiri dan pindah dari tempatnya duduk .



Farrel memeluknya , kedua netra mereka bertemu , “ Apa kamu benar sudah baik-baik saja sekarang ? “ tanya Farrel .



“ Ya , tentu saja . Dan ini semua berkatmu . “



Kening Farrel mengernyit , “ karena ku ? kamu yakin ? aku bahkan tak tau apa- apa tentang kondisimu , “ ucap Farrel .


Dan ucapan itu sukses menyidir Cyrin .



Cyrin yang sangat merindukan Farrel dengan berani berjinjit dan mendekatkan wajah mereka . Hembusan napas masing- masing bisa mereka rasakan .



“ Maafkan aku Mas , aku tau kesalahanku."



Setelah mengucapkan permohonan maafnya Cyrin mengecup bibir Farrel . Keduanya tidak bisa berbohong jika mereka saling merindukan , bibir keduanya saling menyapa , menyampaikan kerinduan yang tidak bisa dimengerti jika hanya lewat kata .



Hingga Farrel lebih dulu mengakhiri kegiatan mereka . Tidak hanya pagutan , Farrel bahkan melepaskan pelukannya pada tubuh Cyrin .



Ia beranjak untuk duduk di sofa , “ kenapa menciumku setelah meminta maaf ? “



“ Jangankan menyalahkanmu , aku bahkan belum mengatakan apapun . “ Ucap Farrel .


__ADS_1


Cyrin tertawa , “ Apa sekarang untuk menciummu harus memiliki alasan ? “



Farrel menggeleng , “ tentu saja tidak . Hanya saja aku tidak ingin kamu melakukannya karena merasa bersalah . “



Cyrin masih berdiri ditempatnya , namun pandangannya Ia alihkan keluar jendela .



Farrel mendegus , “ dasar keras kepala . “ gumamnya .



“ Bagaimana jika kamu duduk disini dan bicarakan apa yang ingin kamu katakan padaku . Jika itu memang ada , “ pinta Farrel .



Cyrin mengikuti saran Farrel , kini mereka duduk bersebelahan di sofa .



“ Apa Mas marah padaku karena tak jujur soal kesembuhanku ? “ tanya Cyrin tanpa basa-basi lagi .



“ Tidak , aku hanya kecewa , “ jawab Farrel jujur .



“ Aku kecewa , kupikir hubungan kita sudah sejauh itu untuk saling memahami . Namun sepertinya belum sampai disitu , mungkin kita masih harus belajar untuk lebih saling mempercayai , “ sambungnya .



“ Aku punya alasan sampai aku merahasiakannya , maukah Mas mendengarkan penjelasanku ? “ pinta Cyrin .



“ Pernahkah aku menolak mendengarkan ? “ pertanyaan balik Farrel bagai sebuah sindiran untuk Cyrin .




“ Aku sungguh bersyukur saat itu , semuanya berjalan baik-baik saja .Semuanya hanya kecemasanku saja yang beelebihan . Dan sejak malam itu ingatanku perlahan-lahan kembali sedikit demi sedikit . Setiap malam , setelah Mas menemuiku aku menjadi lebih tenang . Dan akhirnya Dokter Rasya mengatakan jika aku sudah sembuh. “



“ Namun salahku karena aku terlalu takut mengecewakanmu Mas . Aku takut bagaimana jika saat kita bertemu dan aku belum bisa menerima kontak fisik yang lebih jauh , dan kamu akan kecewa . “ Sesalnya .



Farrel tertawa , “ Apa? Jadi itu alasanmu ? sungguh sekarang aku menjadi marah padamu. “



“ Apa penilaianmu padaku seperti itu ? Apa yang sudah kita lakukan sampai kamu berpikir aku akan kecewa ? Apa aku pernah menuntutmu hal yang berlebihan hingga kamu menilaiku serendah itu ? “ Farrel mencecar Cyrin dengan segala pertanyaan yang menyudutkan wanita itu .



Jujur saja kini Farrel sangat tersinggung .


Seandainya saja yang dikatakan Cyrin karena dia butuh waktu sendiri dulu atau dia belum siap , maka Farrel akan memahaminya .



“ Jawab Aku Cyrinda ? apa sejak kita bersama aku pernah memaksamu melakukan hal yang tidak kau inginkan ? Bagaimana jika Bapak , Ibu , atau Bimo tau alasanmu seperti ini , apa yang akan mereka pikirkan tentangku ? “ lanjut Farrel masih mencecar Cyrin .



“ Sejak tau jika kamu sudah sembuh dari orang lain , aku coba memahami mungkin kamu masih ingin waktu sendiri . Aku memberi mu waktu Cyrinda . Aku coba mengalah , aku menekan kekecewaanku  saat ku pikir aku mungkin tidak sebegitu berartinya bagimu , aku menghilangkan semua prasangka ku  dengan rasa syukurku karena kamu kini sudah baik-baik saja , berharap hubungan kita setelahnya akan jadi lebih baik . ” Ucapan Farrel sungguh membuat Cyrin makin merasa bersalah .



“ Tapi saat mengetahui alasanmu yang sebenarnya , sungguh itu alasan konyol Cyrinda . Bukan hanya tidak menghargaiku sebagai pasanganmu , kamu bahkan menilaiku serendah itu . “ Ucap Farrel , dan sangat jelas ada kekecewaan di setiap kata yang Ia ucapkan .



“ Mas bukan seperti itu maksudku . Sepertinya ucapanku tadi telah Mas salah artikan . Tidak pernah sekalipun aku menilai rendah pada Mas . Aku juga tidak pernah berpikir seburuk itu pada kamu Mas . Kecemasanku itu adalah aku takut bisa saja aku bersikap buruk saat merespon , aku hanya ingin memastikan jika aku sudah benar baik-baik saja . Itu saja . “ Jelas Cyrin .


__ADS_1


“ Oh , jadi sekarang kamu sudah berhasil memastikannya jadi kamu akhirnya datang padaku ? Pada siapa kamu memastikannya ? Pada Nino ? atau Pada Dokter itu ? Sedang aku dengan bodohnya masih berdiri di balik kaca buram , mengamati setiap gerakanmu , memastikan kamu aman di dalam sana .” Balas Farrel .



“ Apa semua yang kulakukan untukmu masih belum cukup untuk membuktikan jika aku akan mencintaimu , menerimamu dalam keadaan apapun ? Atau kamu mungkin masih meragukan cintaku Rin ? “ tanya Farrel .



Cyrin terisak , Ia tak menyangka jika Farrel menanggapi maksudnya secara berlebihan seperti ini .



“ Cyrin ,  ku yakin kini kamu juga masih belum bisa terlalu banyak pikiran . Sebaiknya kita akhiri saja pembicaraan malam ini , aku juga cukup lelah . “ Ucap Farrel .



“ Maaf , aku sangat lelah tidak bisa mengantarmu . Akan kuminta supir untuk mengantarmu . “ Ucap Farrel .



“ Aku tidak mau pulang . Aku tidak akan pulang sampai kesalah pahaman kita selesai . “ Tolak Cyrin .



Farrel menghela napasnya , “ Rin , please… Aku sangat lelah . Aku harus istirahat . “



Farrel beranjak berbaring di tempat tidurnya , namun Cyrin masih tetap diam di sofa . Ia tidak akan mau pulang sebelum Farrel berhenti salah paham .



“ Rin , jangan keras kepala . Ku mohon pulanglah dan beristirahat . “ Pinta Farrel sekali lagi .



Tapi Cyrin tetap bersikeras tidak mau bergerak sedikitpun . Farrel sempat memejamkan matanya , setelah 20 menit Ia membuka matanya dan melihat Cyrin masih setia duduk di tempat yang sama .



Farrel menghela napasnya sekali lagi , “ Rin , kemarilah . Sudah malam , kamu juga harus istirahat , “



Senyum mengembang di wajah Cyrin , Ia lalu ikut naik ke tempat tidur dan berbaring menghadap Farrel .



“ Apa tidak masalah jika Mama dan Papa melihatku tidur disini ? “ tanya Cyrin .



“ Bukankah mereka sudah tau jika aku sering tinggal di apartemenmu dulu . Lagian kita tidak berbuat apa-apa kita hanya tidur .” Jawab Farrel .



Farrel berbalik membelakangi Cyrin , sejujurnya dia masih marah dan sangat kecewa dengan alasan yang diberikan wanita itu .



Tapi cinta memang selalu membuat seseorang menjadi bodoh , seperti Farrel yang sangat sulit menolak pada Cyrin .



.


.


.


.


.


"  *Saat kamu menghargai perasaan seseorang, kamu menumbuhkan kebahagiaan yang tidak terlupakan bagi orang lain*."


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2