
Cyrin dan Tante Rani bergegas menuju ruang pemulihan tempat terakhir Nino berada .
Namun sayang saat sampai disana , Nino sudah dipindahkan ke ruang rawat VVIP .
Tante Rani segera berhambur memeluk putranya sambil menitikkan air mata saat melihat putranya sudah kembali membuka mata setelah operasi .
" Nino... syukurlah kamu sudah sadar . " Ucap Tante Rani .
" Cyrin ... dimana Cyrin ? Katanya mama pergi bersamanya , ku mohon jangan menyakitinya lagi . " Ucap Nino dengan suara yang masih lemah .
Cyrin yang mendengar namanya disebut sebut berjalan mendekat kearah Nino .
" Kak Nino... aku disini . Istirahatlah , Kak Nino masih dalam masa pemulihan . " Ucap Cyrin .
" Iya benar kata Cyrin , kamu tidak usah banyak pikiran . Mama sudah tidak ada masalah lagi dengan Cyrin . Benarkan Rin ? " Ucap Tante Rani untuk menenangkan Nino .
" Iya benar Kak . Aku dan Tante Rani sudah meluruskan kesalah pahaman diantara kami . " Sambung Cyrin .
Nino berusaha tersenyum . " Syukurlah . Aku juga senang kamu ada disini saat ini . "
" Aku kan sudah berjanji . Istirahatlah , Kak Nino perlu banyak istirahat . "
Nino mengangguk lalu kembali memejamkan matanya .
Olla merasa kesal karena semua orang di tempat itu seperti mengabaikannya .
Niatnya untuk membalas Cyrin semakin besar karena menurutnya semua itu terjadi karena kehadiran Cyrin .
Sementara di ruangan CEO yang ada di gedung Jatmika Company , Farrel tidak bisa fokus saat bekerja .
Rasanya semua pekerjaan yang di lakukan bawahannya memiliki kekurangan atau kesalahan yang semakin membuatnya kesal .
" Daffin ... Daffin.... " Teriak Farrel dari dalam ruangannya .
Daffin yang samar samar mendengar teriakan bosnya segera masuk ke ruangan sang Bos .
Saat Ia masuk , yang Ia dapati adalah tatapan tajam dari Farrel .
" Pak Farrel memanggil saya ? "
" Apakah ada orang lain yang bernama Daffin di perusahaan ini ? " Jawab Farrel ketus .
" Memangnya apa yang kamu kerjakan , harus berapa kali aku berteriak memanggil agar kamu masuk kemari ? " Lanjutnya .
" Maaf Pak , tapi jujur teriakan Bapak tidak terdengar jelas dari dalam ruangan ini . Sebaiknya Bapak gunakan saja intercom , saya pasti akan segera tahu jika Bapak memanggil saya . " Jawab Daffin .
" Berani kamu membantah saya ? "
" Maaf Pak , bukan maksud saya untuk ..... "
__ADS_1
Ucapan Daffin segera di hentikan Farrel . " Sudah , berhenti membantahku . Sekarang hubungi perusahaan Wiguna , sampaikan pada mereka aku ingin presentasi produk baru itu besok . Dan tidak ada alasan jika mereka belum selesai . "
" Tapi Pak kemungkinan memang belum selesai , karena menurut jadwal masih dua minggu lagi Pak . " Jelas Daffin .
" Sudah ku katakan aku tidak ingin dibantah . Lakukan perintahku . " Putus Farrel .
" Baik Pak , akan segera saya laksanakan . " Jawab Daffin pasrah .
Daffin sudah akan berbalik keluar dari ruangan sang bos saat langkahnya kembali di hentikan oleh Farrel .
" Dan satu lagi , kamu juga periksa bagaimana perkembangan kondisi Nino di rumah sakit XX . Terakhir yang ku tahu dia masih belum sadar setelah operasi . Dan juga apa Cyrin masih berada di rumah sakit saat ini . Aku mau informasi hal itu secepat mungkin . " Perintah Farrel .
Daffin mengangguk tanda mengerti . Ada dua hal yang akhirnya dipahami Daffin . Pertama , saat ini bosnya sedang dalam mode cemburu karena sang pujaan hati sedang menunggui pria lain di rumah sakit dan itulah yang menjadi penyebab Farrel sangat sensitif hari ini .
Yang kedua , mengenai proyek dengan perusahaan Wiguna yang tiba tiba di percepat tentu saja ada sangkut pautnya dengan mode cemburu sang bos .
Karena tidak ingin membuat Farrel semakin kesal , Daffin segera melakukan perintah Farrel untuk mencari tahu kondisi Nino dan keberadaan Cyrin .
Dengan ragu Daffin masuk kembali ke ruangan sang Bos untuk memberitahu informasi yang Ia dapatkan .
" Permisi Pak , saya sudah mendapatkan informasi yang Bapak butuhkan . "
Farrel tak menjawab hanya menatap Daffin saja .
" Kondisi Pak Nino saat ini sudah sadar pasca operasi dan kini sudah dipindahkan ke salah satu ruang rawat VVIP untuk pemulihannya . "
Jelas Daffin .
" Lalu mengenai Nona Cyrin , ehmm dia masih berada di rumah sakit bersama dengan kedua orang tua Pak Nino dan juga seorang wanita lain . " Sambung Daffin .
Apa yang Farrel barusan dengar makin membuatnya emosi .
" Huhh... tadi katanya dia ingin tetap tinggal di sana karena telah berjanji akan berada disana saat Nino sadar setelah operasi . Tapi lihatlah , walaupun pria itu sudah sadar dia masih tetap berada di sana . Mungkin saja dia membuat janji baru lagi . " Komentar Farrel yang semakin cemburu .
" Mungkin saja Nona Cyrin hanya merasa berempati pada sang bos . Pak Farrel kan tahu bagaimana sifat Nona Cyrin yang sangat peduli pada sesama . " Ucap Daffin berusaha menenangkan Farrel .
__ADS_1
" Jika memang benar seperti yang kamu katakan , maka seharusnya dia sudah menghubungiku kembali setelah kami bertengkar tadi . Tapi yang sekarang terjadi , dia bahkan mengabaikanku untuk menunggui pria lain . " Balas Farrel .
Daffin hanya diam saja . Dia tak ingin mengambil resiko menjadi tempat melampiaskan amarah sang bos .
Segera Ia berlalu keluar dari ruangan Farrel setela Ia memastikan jika tak ada perintah lain lagi untuknya .
Cyrin harus berpamitan pada kedua orang tua Nino untuk kembali ke kantor karena baru saja Ia mendapat telepon dari Pak Angga jika proyek dengan Jatmika Company mengalami masalah .
Setelah 30 menit melalui padatnya jalanan ibukota , kini Cyrin sudah bergabung bersama tim yang sedang mengadakan rapat .
" Jadi baru saja saya mendapat kabar langsung dari sekertaris CEO Jatmika Company jika presentasi produk baru yang harusnya dua minggu lagi dimajukan menjadi besok . " Ucap ketua tim produksi dan pengembangan produk .
" Tapi , kami dari tim pemasaran belum merampungkan untuk materi presentasi strategi pemasaran produk tersebut . " Pak Angga ikut berkomentar .
" Sama halnya dengan kami Pak , kami bahkan baru menyelesaikan rancangan produknya . Mengenai proses produksi bahkan belum kami buat presentasinya sama sekali . " Komentar salah satu tim produksi yang lain .
" Begini saja , hari ini kita lembur untuk mengerjakan presentasinya saja dulu . Mengenai produk yang akan mejadi bahan demo , kita bawa saja material material yang sudah kita uji coba . Kita maksimalkan saja karena kalian tahu betapa pentingnya proyek kali ini untuk perusahaan . " Putus ketua tim yang akhirnya di setujui oleh semua anggota tim
Cyrin sendiri masih bertanya tanya apakah hal ini ada sangkut pautnya dengan pertengkaran mereka pagi tadi .
" Apa Mas Farrel sengaja melakukan semua ini ? " Batin Cyrin .
Hari itu akhirnya Cyrin dan rekan rekannya yang lain harus lembur sampai pukul 12 malam untuk memenuhi permintaan Jatmika Company .
Farrel yang sengaja menempatkan beberapa orang untuk mengikuti Cyrin sejak Ia pergi dari rumah sakit mendapat laporan dari anak buahnya jika Cyrin baru meninggalkan kantor pukul 1 dini hari .
Walaupun merasa kasihan dengan Cyrin yang harus bekerja keras sampai harus pulang larut malam , tapi Farrel merasa lebih tenang karena setidaknya Cyrin tidak berada disisi pria lain .
Yang pasti Ia sudah menempatkan beberapa anak buahnya untuk mengikuti dan menjaga Cyrin kemanapun wanita itu pergi .
Dan 20 menit kemudian akhirnya Farrel merasa makin tenang setelah anak buahnya memberi laporan jika Cyrin sudah masuk ke dalam apartemennya dengan selamat .
Barulah setelah itu Farrel juga bisa memejamkan matanya .
" Sepertinya aku butuh tidur lebih lama. Cemburu juga ternyata butuh tenaga ekstra . " Batin Farrel sebelum akhirnya kedua matanya terpejam dan Ia mulai berlayar ke alam mimpinya .
.
.
.
.
.
.
" Hanya karena seseorang cemburu, bukan berarti dia tak mempercayaimu. Dia hanya takut kehilangan dirimu."
.
.
.
.
.
To be continue.
__ADS_1