My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 71 . Kejutan


__ADS_3

Akhirnya hari ini adalan perayaan ulang tahun perusahaan milik keluarga Cyrin , Al-Amin Garmen .


Perusahaan yang bergerak di industri produksi pakaian , sudah terkenal menjadi perusahaan terbesar selama 3 generasi di kota Solo .


Hingga kini perusahaan itu dipimpin oleh Bimo Al-Amin, putra tertua di keluarga Al-Amin .


Semua orang menyambut bahagia hari ini . Bapak Ibrahim Al Amin juga Ibu Hindun tak sabar menunggu hingga malam tiba . Perayaan ini termasuk salah satu bentuk terimakasihnya pada para pekerja yang selama ini membantu mereka .


Jika biasanya saat perusahaan lain merayakan ulang tahun dengan mengundang klien dan orang orang penting , berbeda dengan Al-Amin selain mengundang klien mereka juga mengundang semua karyawan mereka beserta keluarga tanpa terkecuali . Mulai dari cleaning service , Staff kantor , bahkan buruh pabrik .


Berbeda dengan kedua orang tuanya , Bimo dan Cyrin tidak antusias menantikan perayaan ini .


Jika Cyrin hawatir mengenai perjodohan yang dikatakan orang tuanya .


Lain dengan Bimo . Harusnya hari ini Ia mengenalkan Aurora pada keluarganya sebagai wanita yang akan Ia nikahi . Namun wanita itu menolak dengan alasan belum siap .


Pertengkaran keduanya tak terelakkan lagi .


Bertempat di sebuah kamar president suite hotel kini Aurora dan Bimo sedang beradu argumen .


" Berikan satu alasan padaku mengapa kamu selalu menolak jika ingin ku ajak serius ? " Tanya Bimo menekankan setiap perkataannya pada Aurora .


" Bim ... aku masih harus berkarir . Aku merintisnya sejak lama dan belum siap meninggalkannya . " ujar Aurora .


" Jadi apa kamu lebih siap meninggalkanku ? Jangan jangan kamu tidak pernah serius dengan hubungan kita . "


" Bim .. mana bisa aku meninggalkanmu tapi banyak kontrak yang sudah ku tanda tangani dan masih harus ku selesaikan . Berhenti berpikir aku tidak serius . " ujar Aurora .


" Maaf jika aku akan mengatakan sesuatu yang menyinggung perasaanmu , tapi aku jadi teringat ucapan adikku yang selalu menanyakan pekerjaanmu . Kamu selalu berdalih sibuk dan kontrak , tapi selama ini aku bahkan jarang sekali melihat hasil pekerjaan mu dimana mana . " ujar Bimo .


Aurora mengumpat dalam hati pada Cyrin . Mana mungkin Aurora akan jujur jika kontrak yang dia maksud adalah kontrak dengan daddy daddy yang menjadi sumber uang dan kepuasannya selama ini .


" Sekarang tidak ada pilihan lain , kamu sudah disini . Malam nanti akan ku kenalkan dengan kedua orang tuaku . Jika mereka meminta kita segera menikah maka aku bersedia membayar semua denda  yang timbul dari pembatalan kontrakmu . Aku tidak bisa bersabar lebih lama lagi .  "


Bimo harus bersikap tegas pada wanita ini ,pikirnya .


" Bim ...apa kamu mulai meragukan keseriusanku ? " tanya Aurora . Kini Ia melengkapi perannya dengan tangisan .


" Bukannya aku memang harusnya begitu ? " ujar Bimo .


" Bim .. sudah berapa kali ku katakan padamu . Ambillah kesucianku , kuberikan pada mu mahkotaku agar kamu percaya jika aku tak akan berpaling darimu . Jadikan itu bukti keseriusanku . " pinta Aurora .


Bimo mengusap wajahnya kasar .


" Sejak berkomitmen denganmu aku selalu menghormatimu . Tapi mengapa kamu berkata seolah aku ingin menikahimu hanya karena menginginkan kesucianmu . "


" Cukup Aurora . Istirahatlah . Malam nanti aku akan menjemputmu , jadi bersiaplah . " ujar Bimo .



Malam haripun tiba . Bapak Ibrahim Al Amin beserta istrinya menyambut para tamu dengan rona wajah yang bahagia .



Perhatian para tamu terus tertuju pada kehadiran putri bungsu keluarga Al-Amin yang selama ini tak pernah dikenal publik .



Menurut berita yang beredar jika malam ini , keluarga Al Amin akan memperkenalkan putri penguasa industri garmen di Solo bersama calon suaminya yang juga seorang pengusaha terkenal .



Beragam pujian terlontar untuk Cyrin , terutama memuji kecantikan dan kesantunannya .


Namun siapa sangka dibalik senyumnya , hati wanita itu kini menangis . Ia tak sanggup menjelaskan pada Farrel jika nanti berita soal pria yang akan dijodohkan dengannya sampai ditelinga pria itu .



" Rin , kamu tahu gak Mas kamu kemana ? " bisik Ibu yang dari tadi mencari sosok Bimo .



" Gak tahu . " jawab Cyrin .



Tak berselang lama , sosok yang dicaripun muncul .



Cyrin yang awalnya tersenyum melihat sang kakak tiba tiba raut wajahnya berubah tak suka saat melihat sosok yang datang bersama kakaknya .



" Oh , jadi wanita gila itu sudah mau bertemu keluargaku . Apalagi rencananya kali ini . " Batin Cyrin .



Bimo mengenalkan Aurora pada orang tuanya  . Dan Aurora sungguh memainkan perannya dengan sangat baik .


__ADS_1


Ibunya memuji kecantikan Aurora  , apalagi jika wanita itu bisa berpenampilan lebih tertutup . Tapi tak apa karena jika menjadi istri Bimo , Ibunya yakin Bimo bisa mengarahkan Aurora .



Meja meja yang tersedia sudah hampir terisi , kini acaranya akan segera dimulai .


Cyrin melirik kursi kosong di sampingnya . Kata Ibu , kursi itu untuk calon suami .



" Huhhh, pertemuan pertama saja dia sudah telat . Aku sudah memberimu nilai minus . " Gumam Cyrin .



Wanita itu tak menyadari jika dibelakangnya kini sudah berdiri seorang pria yang mendengar apa yang Ia ucapkan .


" Berapa nilai minus yang akan kamu berikan padaku sayang ? " bisik Farrel .



Cyrin mendengar suara pria yang sangat familiar baginya .



" Mas Farrel . " serunya .



" Pak, Bu , Bim , maaf Farrel telat . " ujarnya sambil menyalami punggung tangan Bapak dan Ibu .



Pandangan Cyrin terus mengikuti Farrel hingga pria itu duduk disampingnya .



" Mas , kok bisa disini ? Bukannya lagi diluar kota  ? " tanya Cyrin tak sabar .



" Kejutan sayang . " ujarnya lembut .



Cyrin beralih menatap Bapak dan Ibunya yang tersenyum padanya .



" Bapak dan Ibu juga ikut ikutan ngerjain aku ? " tanya Cyrin tak percaya .




Manik mata Farrel bertemu dengan Aurora . Ada raut wajah tak suka disana . Namun Farrel berusaha tak peduli .



Hingga acara dimulai dari Bimo sebagai CEO yang membuka acara . Lalu perkenalan Cyrin sebagai putri dan juga pewaris Al-Amin .



Semua rangkaian acara inti sudah selesai , saatnya para tamu menikmati hidangan makan malam .



Farrel dan Cyrin sangat mesra , membuat Aurora geram .



" Rel... Rin.... ,wartawan mau wawancara kalian berdua . Gimana ? " tanya Bimo yang mendapat kabar dari sekertarisnya .



" It's Oke . Selama Cyrin gak terganggu . " jawab Farrel .



Para pemburu berita memang tak akan melewatkan berita ini , desas desus putri bungsu keluarga ini akan menikah memang sudah terdengar beberapa hari yang lalu . 



Namun kehadiran Farrel sosok pengusaha muda sukses yang diduga calonnya akan menjadi topik hangat pemberitaan .



" Memangnya mau wawancara soal apa ? " tanya Cyrin .



" Soal pernikahan kalian lah . " seru Bimo .

__ADS_1



" Pernikahan ? " Cyrin terlihat bingung .



" Bentar Bim , kami perlu ngomong berdua . "


Farrel pamit untuk membicarakan hal ini pada kekasihnya .



Kini mereka berdua berada di salah satu ruangan yang jauh dari kerumunan orang .


" Pernikahan apa Mas ? " tanya Cyrin tak sabar .



" Sayang maafkan aku harusnya aku bertanya padamu lebih dulu . Aku sudah meminta izin pada Bapak dan Ibu untuk membawa hubungan kita ke jenjang yang lebih serius  . Tapi tak kusangka Bapak ingin semuanya lebih cepat . Katanya tak baik berlama lama kita bersama di Jakarta tanpa ikatan . " jelas Farrel .



" Aku juga gak nyangka kalau beritanya akan secepat ini menyebar . Rencananya  , aku ingin melamarmu dulu baru kita publikasikan . "



" Sekarang aku tanya sama kamu , kamu cinta sama aku kan ? " tanya Farrel .



Cyrin mengangguk .



" Kamu mau menjadi istri aku ? Pendamping hidup aku ? " tanya Farrel .



" Aku mau . " jawab Cyrin setelah beberapa saat terdiam .



Farrel memeluk Cyrin , lalu memberikan kecupan dibibirnya .


Akhirnya dia bisa tenang setelah dua hari ini terus cemas jika Cyrin akan menolaknya .



" Mas jangan senang dulu . Cyrin belum maafin Mas karena dua hari ini Mas udah buat Cyrin berpikir macam macam . " ujar Cyrin .



Acara sudah selesai . Ballroom yang tadinya penuh mulai nampak kosong .


Sebentar lagi akan ada sesi wawancara dengan para pemburu berita .


" Mas , aku ngantuk .... " ujar Cyrin manja .


" Sabar yah , setelah wawancara kita pulang . " balas Farrel .


" Aku ke toilet dulu yah . Aku tinggal bentar . "


Farrel lalu berjalan keluar dari ballroom menuju toilet . Tanpa Ia sadari Aurora mengikuti langkah Farrel .


Saat Farrel keluar dari toilet , Aurora segera mencegahnya .


" Kita harus bicara . " Ujar Aurora .


Farrel berdecih . " Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi . "


Farrel sudah akan meninggalkan Aurora , namun wanita itu memeluk lengan Farrel .


Dari kejauhan ada sepasang mata yang sedang menatap kepada Aurora dan Farrel dengan penuh tanda tanya apa yang terjadi antara kedua orang itu  .


.


.


.


.


" Selama dengan orang yang tepat , proses lamaran seperti apapun tak akan jadi masalah ."


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2