
Dengan kecepatan cukup tinggi , Cyrin melajukan mobilnya menuju rumah sakit XX untuk menemui Nino .
Selama perjalanan dia terus berdoa agar Nino baik baik saja . Sejauh ini Nino masih salah satu teman yang sangat baik bagi Cyrin . Jujur saja dia sangat hawatir dengan keadaan Nino sekarang .
Ketika sampai di rumah sakit XX , Cyrin segera menghubungi Alvin . Setelah mengetahui dimana letak ruangan Nino , dengan perlahan Cyrin masuk .
" Pagi .... " Ucapnya lembut .
Semua orang di sana berbalik menatap Cyrin . Tatapan setiap orang berbeda beda . Pak Wiguna menatap Cyrin dengan penuh harap dan rasa terimakasih , sedang istrinya menatap Cyrin dengan perasaan malu karena sempat memiliki niat jahat pada Cyrin .
Sedang Olla yang tak senang dengan kehadiran Cyrin menatap Cyrin dengan penuh kebencian .
" Mau apa kamu kemari ? " tanyanya penuh emosi .
" Aku ingin menjenguk Kak Nino , ku dengar dia mengalami kecelakaan . " Jawab Cyrin .
" Pergilah , kehadiranmu tak diperlukan di sini . " Olla mengusir Cyrin .
Baru saja Cyrin hendak menjelaskan bahwa dia diminta datang oleh Alvin , tapi Pak Wiguna lebih dulu angkat bicara .
" Olla ! Bicaralah lebih sopan . Aku yang memintanya datang karena putraku terus saja mencarinya . " Bentak Pak Wiguna pada Olla .
" Cyrin maafkan kesalahpahaman ini . Terimakasih kamu sudah mau datang . Mari , Nino sudah menunggumu sejak tadi . " Ucap Pak Wiguna berubah lembut .
Cyrin mengikuti langkah Pak Wiguna kebalik tirai dan ternyata di sanalah Nino terbaring lemah di sebuah bangkar . Banyak perlatan medis dan perban yang melekat di tubuhnya .
Cyrin duduk di kursi kecil yang ada di samping bangkar .
" Kak .... Kak Nino , ini aku Cyrin . " ucapnya lembut .
Nino bersusah payah membuka kedua matanya.
" Cy.. rin... apaahh ihtuu kamu ? "
Cyrin berdiri agar wajahnya dapat dilihat oleh Nino .
" Istirahatlah . Semua akan baik baik saja kok . Kak Nino jangan terlalu banyak berpikir yah . "
Nino mengangguk dan memaksakan senyumnya . " Sebentar lagi aku akan di operasi , janjilah padaku untuk ada disini saat aku kembali membuka mataku nanti . " Pinta Nino .
" Tentu saja. Aku berjanji . Kita kan teman , aku akan selalu ada saat Kakak membutuhkanku . "
Ucap Cyrin .
Nino menghela napasnya , " ternyata walaupun aku dalam kondisi seperti ini kamu tetap memberi batasan padaku . " Batin Nino .
Tak lama datanglah beberapa perawat yang akan membawa Nino ke ruang operasi . Kedua orang tua Nino , Cyrin , Alvin , dan juga Olla segera berpindah tempat menuju ruang tunggu operasi .
Harapan semuanya sama yaitu operasi Nino berjalan lancar dan pria itu bisa segera pulih dan berkumpul kembali bersama mereka .
Sementara di apartemen Cyrin , Farrel yang baru saja tiba terus saja memencet bel namun sejak tadi belum ada tanda tanda pintu akan segera dibuka .
Farrel juga terus berusaha menghubungi ponsel Cyrin namun tak ada jawaban. Setelah cukup lama , Ia mulai panik . Ia hawatir jika sesuatu terjadi lagi pada Cyrin .
Akhirnya Ia menghubungi Bimo dan meminta izinnya untuk membuka pintu apartemen Cyrin .
Setelah pintu berhasil Ia buka , Farrel segera masuk dan memanggil nama Cyrin berulang ulang namun tak ada jawaban .
Ia sempat ke dapur dan melihat beberapa bahan makanan berserakan di meja dapur . Lalu Farrel menuju kamar Cyrin , Ia mengetuk beberapa kali namun tak ada jawaban .
Ia akhirnya memberanikan diri untuk masuk , namun yang dilihatnya kamar Cyrin sudah sangat rapi dan tidak ada tanda tanda jika wanita itu ada di dalam .
__ADS_1
Farrel mulai panik , Ia kembali menghubungi ponsel Cyrin namun tetap tidak ada jawaban .
Farrel lalu menghubungi Byanca dan Marsha , namun keduanya juga tak mengetahui keberadaan Cyrin .
Saat Farrel tanyakan kepada sekuriti apartemen , Ia akhirnya mendapat informasi jika melihat Cyrin pergi dengan tergesa gesa mengendarai mobilnya .
Farrel semakin hawatir , kemana Cyrin sepagi itu bahkan tanpa mengabarinya .
Pria itu akhirnya memutuskan untuk berangkat ke perusahaannya . Ia mencoba berpikir positif jika Cyrin bergegas berangkat kekantor lebih dulu dan meminta Byanca serta Marsha mengabarinya jika sudah tiba di kantor .
Sementara di depan ruangan operasi , semua orang kini sedang menunggu dengan cemas . Beberapa jam telah berlalu namun operasi Nino juga belum selesai .
Cyrin merasa bersalah karena menurut informasi yang Ia dapat dari Alvin kecelakaannya terjadi karena kurangnya kesadaran Nino akibat pengaruh alkohol . Cyrin mengira jika mungkin saja karena malam itu Nino yang meminum jatah wine miliknya sebelum akhirnya Nino pergi meninggalkan pesta , dan pada akhirnya Nino menjadi celaka .
Di saat yang sama tiba tiba saja Cyrin teringat akan janjinya pagi itu untuk berangkat bersama Farrel . Ia segera mengambil ponselnya yang sejak tadi Ia abaikan dan menghubungi Farrel .
" Halo Mas ... " Sapa Cyrin .
" Halo Rin , kamu di mana ? Aku tadi ke apartemenmu tapi kamu gak ada di sana . Kata sekuriti apartemen kamu udah berangkat lebih dulu . " Balas Farrel panjang lebar .
" Iya Mas , maafin Cyrin tadi lupa ngabarin kalau aku berangkat duluan . "
" Gak masalah yang penting kamu sekarang baik baik aja. Kamu kok berangkat ke kantornya lebih pagi ? Apa ada masalah ? " tanya Farrel .
Cyrin terdiam sejenak untuk berpikir , apa Ia harus jujur pada Farrel atau biarkan saja Farrel mengira jika Ia sudah berada di kantor . Cyrin masih ragu untuk jujur karena Ia tahu Farrel pasti tidak suka dengan tindakannya dan bisa saja dia malah cemburu .
" Ehhmmm... anu Mas... aku lupa kalau ada materi presentasi yang harus aku siapkan pagi ini . "
" Tak apa . Selamat bekerja Rin . Sarapan pagi ini yang gagal harus diganti dengan makan malam nanti yah . Hubungi aku jika kamu butuh sesuatu . " Ucap Farrel sebelum memutus sambungan telepon .
Cyrin makin merasa bersalah , belum cukup dengan yang terjadi pada Nino kini Ia harus merasa bersalah lagi karena berbohong pada Farrel .
Sebelum Ia lupa lagi , Cyrin juga mengirim pesan pada kedua sahabatnya tentang dimana dirinya saat ini dan apa yang terjadi sebenarnya agar kedua sahabatnya tidak ikut ikutan menghawatirkan dirinya .
Byanca dan Marsha yang menerima pesan Cyrin mengenai kecelakaan yang menimpa CEO mereka merasa sangat terkejut .
" Padahal baru semalam bertemu di pesta ulang tahun Olla . " Batin keduanya .
Tanpa pikir panjang , Marsha segera menepati janjinya untuk menghubungi Farrel dan memberitahu keberadaan Cyrin .
Farrel yang saat itu baru saja mulai meeting dengan bawahannya merasa sangat kecewa pada Cyrin .
" Mengapa kamu harus berbohong ? " batin Farrel bertanya tanya .
Ia sudah tidak bisa menahannya lagi , " Silahkan lanjutkan rapatnya . Saya ada urusan mendesak dan akan diwakilkan oleh Daffin . Laporan hasil rapat saya tunggu segera di email saya . " Ucap Farrel sebelum akhirnya segera berangkat menuju rumah sakit XX untuk menyusul Cyrin .
__ADS_1
Tak butuh waktu lama untuk Farrel tiba di rumah sakit XX . Ia segera mencari tahu dimana keberadaan Nino , dan dimana keluarga yang menunggunya .
Dengan perlahan Ia memasuki ruang tunggu untuk ruangan operasi . Dari kejauhan Ia bisa melihat Cyrin berada disana dengan posisi duduk membelakanginya sehingga wanita itu tak sadar akan kehadiran Farrel .
Pak Wiguna yang duduk berhadapan dengan Cyrin yang menyadari kehadiran Farrel saat pria itu berjalan mendekat .
" Ehh.. Pak Farrel .... " sapanya ramah sambil berdiri menyambut Farrel dengan mengulurkan tangannya .
Cyrin mendengar nama Farrel disebut segera berbalik . Ia terkejut karena ternyata memang pria itu ada disana dan sedang menatap tajam dan penuh kekecewaan padanya .
Farrel menyambut uluran tangan Pak Wiguna .
" Iya Pak , saya mendengar kabar ini dari Cyrin dan segera kemari untuk menyusulnya . " Balas Farrel .
" Kami mohon maaf Pak jika harus membuat Cyrin dan Bapak menjadi repot . " Ucap Pak Wiguna .
" Oh tak masalah Pak . Cyrin juga tak keberatan kok mengemudi seorang diri untuk datang kemari sepagi tadi . " Balas Farrel sengaja menyindir Cyrin .
Pak Wiguna hanya memaksakan senyumnya . Ia sangat yakin jika Farrel tak menyukai wanitanya datang menemui Nino .
" Mas , kita bicara di luar aja yah . " Pinta Cyrin dengan sedikit berbisik .
" Memangnya apa yang mau kamu bicarakan ? Kita di sini saja , menunggu sampai bos sekaligus teman kamu selesai operasi . " Ucap Farrel juga sambil berbisik dengan sengaja menekankan kata teman .
Cyrin hanya bisa pasrah saja , Ia tahu jika Farrel saat ini pasti marah padanya . Bukan hanya soal dirinya yang gegabah pergi tanpa memberitahunya lebih dulu , tapi ditambah lagi dengan kebohongan yang Ia buat .
" Semoga Mas Farrel bisa mengerti dan mau memaafkanku . " Cyrin berharap dalam hati .
.
.
.
.
.
" Jujur bukan pilihan, tetapi kewajiban. Kebohongan bukan jalan, tetapi hanya menunda kehancuran."
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue