My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 56. Bohong


__ADS_3

Dengan kecepatan cukup tinggi , Cyrin melajukan mobilnya menuju rumah sakit XX untuk menemui Nino .


Selama perjalanan dia terus berdoa agar Nino baik baik saja . Sejauh ini Nino masih salah satu teman yang sangat baik bagi Cyrin . Jujur saja dia sangat hawatir dengan keadaan Nino sekarang .


Ketika sampai di rumah sakit XX , Cyrin segera menghubungi Alvin . Setelah mengetahui dimana letak ruangan Nino , dengan perlahan Cyrin masuk .


" Pagi .... " Ucapnya lembut .


Semua orang di sana berbalik menatap Cyrin . Tatapan setiap orang berbeda beda .  Pak Wiguna menatap Cyrin dengan penuh harap dan rasa terimakasih , sedang istrinya menatap Cyrin dengan perasaan malu karena sempat memiliki niat jahat pada Cyrin .


Sedang Olla yang tak senang dengan kehadiran Cyrin menatap Cyrin dengan penuh kebencian .


" Mau apa kamu kemari ? " tanyanya penuh emosi .


" Aku ingin menjenguk Kak Nino , ku dengar dia mengalami kecelakaan . " Jawab Cyrin .


" Pergilah , kehadiranmu tak diperlukan di sini . " Olla mengusir Cyrin .


Baru saja Cyrin hendak menjelaskan bahwa dia diminta datang oleh Alvin , tapi Pak Wiguna lebih dulu angkat bicara .


" Olla ! Bicaralah lebih sopan . Aku yang memintanya datang karena putraku terus saja mencarinya . " Bentak Pak Wiguna pada Olla .


" Cyrin maafkan kesalahpahaman ini . Terimakasih kamu sudah mau datang . Mari , Nino sudah menunggumu sejak tadi . " Ucap Pak Wiguna berubah lembut .


Cyrin mengikuti langkah Pak Wiguna kebalik tirai dan ternyata di sanalah Nino terbaring lemah di sebuah bangkar . Banyak perlatan medis dan perban yang melekat di tubuhnya .


Cyrin duduk di kursi kecil yang ada di samping bangkar .


" Kak .... Kak Nino , ini aku Cyrin . " ucapnya lembut .


Nino bersusah payah membuka kedua matanya.


" Cy.. rin... apaahh ihtuu kamu ? "


Cyrin berdiri agar wajahnya dapat dilihat oleh Nino .


" Istirahatlah . Semua akan baik baik saja kok . Kak Nino jangan terlalu banyak berpikir yah . "


Nino mengangguk dan memaksakan senyumnya . " Sebentar lagi aku akan di operasi , janjilah padaku untuk ada disini saat aku kembali membuka mataku nanti . " Pinta Nino .


" Tentu saja. Aku berjanji . Kita kan teman , aku akan selalu ada saat Kakak membutuhkanku . "


Ucap Cyrin .


Nino menghela napasnya , " ternyata walaupun aku dalam kondisi seperti ini kamu tetap memberi batasan padaku . " Batin Nino .


Tak lama datanglah beberapa perawat yang akan membawa Nino ke ruang operasi .  Kedua orang tua Nino , Cyrin , Alvin , dan juga Olla segera berpindah tempat menuju ruang tunggu operasi .


Harapan semuanya sama yaitu operasi Nino berjalan lancar dan pria itu bisa segera pulih dan berkumpul kembali bersama mereka .



Sementara di apartemen Cyrin , Farrel yang baru saja tiba terus saja memencet bel namun sejak tadi belum ada tanda tanda pintu akan segera dibuka .



Farrel juga terus berusaha menghubungi ponsel Cyrin namun tak ada jawaban. Setelah cukup lama , Ia mulai panik . Ia hawatir jika sesuatu terjadi lagi pada Cyrin .



Akhirnya Ia menghubungi Bimo dan meminta izinnya untuk membuka pintu apartemen Cyrin .



Setelah pintu berhasil Ia buka , Farrel segera masuk dan memanggil nama Cyrin berulang ulang namun tak ada jawaban .



Ia sempat ke dapur dan melihat beberapa bahan makanan berserakan di meja dapur . Lalu Farrel menuju kamar Cyrin , Ia mengetuk beberapa kali namun tak ada jawaban .



Ia akhirnya memberanikan diri untuk masuk , namun yang dilihatnya kamar Cyrin sudah sangat rapi dan tidak ada tanda tanda jika wanita itu ada di dalam .

__ADS_1



Farrel mulai panik , Ia kembali menghubungi ponsel Cyrin namun tetap tidak ada jawaban .



Farrel lalu menghubungi Byanca dan Marsha , namun keduanya juga tak mengetahui keberadaan Cyrin .



Saat Farrel tanyakan kepada sekuriti apartemen , Ia akhirnya mendapat informasi jika melihat Cyrin pergi dengan tergesa gesa mengendarai mobilnya .



Farrel semakin hawatir , kemana Cyrin sepagi itu bahkan tanpa mengabarinya .



Pria itu akhirnya memutuskan untuk berangkat ke perusahaannya . Ia mencoba berpikir positif jika Cyrin bergegas berangkat kekantor lebih dulu dan meminta Byanca serta Marsha mengabarinya jika sudah tiba di kantor .



Sementara di depan ruangan operasi , semua orang kini sedang menunggu dengan cemas . Beberapa jam telah berlalu namun operasi Nino juga belum selesai  .


Cyrin merasa bersalah karena menurut informasi yang Ia dapat dari Alvin kecelakaannya terjadi karena kurangnya kesadaran Nino akibat pengaruh alkohol . Cyrin mengira jika mungkin saja karena malam itu Nino yang meminum jatah wine miliknya sebelum akhirnya Nino pergi meninggalkan pesta  , dan pada akhirnya Nino menjadi celaka .


Di saat yang sama tiba tiba saja Cyrin teringat akan janjinya pagi itu untuk berangkat bersama Farrel  . Ia segera mengambil ponselnya yang sejak tadi Ia abaikan dan menghubungi Farrel .


" Halo Mas ... " Sapa Cyrin .


" Halo Rin , kamu di mana ? Aku tadi ke apartemenmu tapi kamu gak ada di sana . Kata sekuriti apartemen kamu udah berangkat lebih dulu . " Balas Farrel panjang lebar .


" Iya Mas , maafin Cyrin tadi lupa ngabarin kalau aku berangkat duluan . "


" Gak masalah yang penting kamu sekarang baik baik aja. Kamu kok berangkat ke kantornya lebih pagi ? Apa ada masalah ? " tanya Farrel .


Cyrin terdiam sejenak untuk berpikir , apa Ia harus jujur pada Farrel atau biarkan saja Farrel mengira jika Ia sudah berada di kantor . Cyrin masih ragu untuk jujur karena Ia tahu Farrel pasti tidak suka dengan tindakannya dan bisa saja dia malah cemburu .


" Ehhmmm... anu Mas... aku lupa kalau ada materi presentasi yang harus aku siapkan pagi ini . "


" Tak apa . Selamat bekerja Rin . Sarapan pagi ini yang gagal harus diganti dengan makan malam nanti yah . Hubungi aku jika kamu butuh sesuatu . " Ucap Farrel sebelum memutus sambungan telepon .


Cyrin makin merasa bersalah , belum cukup dengan yang terjadi pada Nino kini Ia harus merasa bersalah lagi karena berbohong pada Farrel .


Sebelum Ia lupa lagi , Cyrin juga mengirim pesan pada kedua sahabatnya tentang dimana dirinya saat ini dan apa yang terjadi sebenarnya agar kedua sahabatnya tidak ikut ikutan menghawatirkan dirinya .




Byanca dan Marsha yang menerima pesan Cyrin mengenai kecelakaan yang menimpa CEO mereka merasa sangat terkejut .



" Padahal baru semalam bertemu di pesta ulang tahun Olla . " Batin keduanya .



Tanpa pikir panjang , Marsha segera menepati janjinya untuk menghubungi Farrel dan memberitahu keberadaan Cyrin .



Farrel yang saat itu baru saja mulai meeting dengan bawahannya merasa sangat kecewa pada Cyrin .



" Mengapa kamu harus berbohong ? " batin Farrel bertanya tanya .



Ia sudah tidak bisa menahannya lagi , " Silahkan lanjutkan rapatnya . Saya ada urusan mendesak dan akan diwakilkan oleh Daffin . Laporan hasil rapat saya tunggu segera di email saya . " Ucap Farrel sebelum akhirnya segera berangkat menuju rumah sakit XX untuk menyusul Cyrin .


__ADS_1


Tak butuh waktu lama untuk Farrel tiba di rumah sakit XX . Ia segera mencari tahu dimana keberadaan Nino , dan dimana keluarga yang menunggunya .



Dengan perlahan Ia memasuki ruang tunggu untuk ruangan operasi . Dari kejauhan Ia bisa melihat Cyrin berada disana dengan posisi duduk membelakanginya sehingga wanita itu tak sadar akan kehadiran Farrel .



Pak Wiguna yang duduk berhadapan dengan Cyrin yang menyadari kehadiran Farrel saat pria itu berjalan mendekat .



" Ehh.. Pak Farrel .... " sapanya ramah sambil berdiri menyambut Farrel dengan mengulurkan tangannya .



Cyrin mendengar nama Farrel disebut segera berbalik . Ia terkejut karena ternyata memang pria itu ada disana dan sedang menatap tajam dan penuh kekecewaan padanya .



Farrel menyambut uluran tangan Pak Wiguna .


" Iya Pak , saya mendengar kabar ini dari Cyrin dan segera kemari untuk menyusulnya . " Balas Farrel .



" Kami mohon maaf Pak jika harus membuat Cyrin dan Bapak menjadi repot . " Ucap Pak Wiguna .



" Oh tak masalah Pak . Cyrin juga tak keberatan kok mengemudi seorang diri untuk datang kemari sepagi tadi . " Balas Farrel sengaja menyindir Cyrin .



Pak Wiguna hanya memaksakan senyumnya . Ia sangat yakin jika Farrel tak menyukai wanitanya datang menemui Nino .



" Mas , kita bicara di luar aja yah . " Pinta Cyrin dengan sedikit berbisik .



" Memangnya apa yang mau kamu bicarakan ? Kita di sini saja , menunggu sampai bos sekaligus teman kamu selesai operasi . " Ucap Farrel juga sambil berbisik dengan sengaja menekankan kata teman .



Cyrin hanya bisa pasrah saja , Ia tahu jika Farrel saat ini pasti marah padanya . Bukan hanya soal dirinya yang gegabah pergi tanpa memberitahunya lebih dulu , tapi ditambah lagi dengan kebohongan yang Ia buat .



" Semoga Mas Farrel bisa mengerti dan mau memaafkanku . " Cyrin berharap dalam hati .



.


.


.


.


.


" Jujur bukan pilihan, tetapi kewajiban. Kebohongan bukan jalan, tetapi hanya menunda kehancuran."


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2