
Jangan salahkan aku yang terus merindukanmu.
Tapi ingatanku, Ia tak pernah berhenti menanyakanmu sepanjang waktu.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡
“Gimana rasanya dipingit? Tidak bertemu Kang mas Farrel 3 hari pasti ngangenin banget yah?” tanya Byanca.
“Gimana yah By, aku jadi kesal sama Mas Farrel kalau ingat masa pingitan,” ucap Cyrin.
“Kesal gimana?” tanya Byanca penasaran.
Pertanyaan Byanca membawa Cyrin untuk mengingat kembali masa pingitan yang Ia jalani selama 3 hari.
¤¤¤¤¤《FLASHBACK ON》¤¤¤¤¤
“Selamat pagi sayangku,” Sapaan lembut seorang pria yang suaranya tak asing lagi.
“Pagi juga Mas.”
Cyrin membalas sapaan yang menyambutnya di hari pertama masa pingitan.
Cyrin sedang meregangkan tubuhnya dengan mata yang masih terpejam.
Namun tiba-tiba tubuhnya terpaku, ketika menyadari sesuatu yang aneh.
“Bukankah hari ini kami mulai dipingit?” Batin Cyrin.
“Lalu, yang menyapanya barusan ......”
Cyrin mengerjapkan matanya, secara naluriah Ia menarik selimutnya hingga menutupi dadanya.
Wanita itu akhirnya bisa bernapas lega ketika melihat sosok Bimo yang berada di kamarnya.
Bimo dengan kesadaran yang belum sempurna, rambutnya acak-acakan, dan sesekali Ia akan menguap.
Bimo berdiri berkacak pinggang di samping tempat tidurnya dengan memegang ponsel yang Ia hadapkan ke arah Cyrin.
Rupanya sumber suara tadi berasal dari panggilan video Farrel di ponsel kakaknya.
“Mas, mengapa menghubungiku di ponsel Mas Bimo?” tanya Cyrin tanpa merubah posisinya.
“Ponselmu tak bisa dihubungi sayang, makanya aku berinisiatif menghubungimu lewat kakak ipar.” Balas Farrel.
“Cih, ini terakhir kalinya aku mau dilibatkan dalam kebucinanmu yang sudah di atas batas tingkat kewajaran.” Gerutu Bimo sambil berdecih.
Panggilan Farrel segera Ia putuskan sepihak, tanpa peduli jika pria itu terus saja berbicara.
“Aku tak menyangka jika cinta benar-benar bisa membuatnya jadi bodoh,” ucap Bimo.
Cyrin membalas decihan kakaknya, “Cih, jangan bilang jika Mas sudah melupakan kejadian semalam. Siapa yang gugup dan akhirnya melupakan apa yang ingin Ia katakan untuk melamar?”
“Kuyakin orang itu adalah orang yang tiba-tiba jadi bodoh karena cinta.” Balas Cyrin menirukan ucapan Bimo.
Bimo tidak menanggapi sindiran adiknya, lebih baik Ia kembali ke kamar dan menghubungi calon istrinya.
“Calon istri.” Berkali-kali Ia mengulang kata-kata itu sambil tersenyum.
“Pak, sepertinya Bimo juga harus segera kita nikahkan. Sebelum Byanca sadar jika anak kita itu mulai aneh.” Ucap Ibu Hindun yang melihat keanehan putranya sejak semalam.
♡♡♡♡♡♡
Baru saja Cyrin mengaktifkan ponselnya yang sejak semalam kehabisan daya, Ia dikejutkan dengan banyak pesan masuk dari Farrel.
Pesan terakhir yang dikirimkan calon suaminya itu adalah sebuah foto dirinya yang hendak berangkat bekerja.
“Huh, tidak adil. Aku sudah dilarang untuk keluar rumah jika tak penting, sedang Mas Farrel masih bebas berkeliaran.” Gerutunya.
“Apa aku protes saja yah? Sekarang keadilan harus ditegakkan,” langkahnya penuh keyakinan menemui Ibunya yang masih sibuk memeriksa nama-nama keluarga yang belum menerima undangan.
“Bu, aku izin pergi sebentar yah. Aku ingin membeli sesuatu.” Ucap Cyrin.
Tatapan tajam Ia dapatkan, “Tidak boleh. Ingat, kamu itu sedang dipingit.”
“Tapi Mas Farrel masih pergi bekerja.” Cicit Cyrin membandingkan dirinya dengan calon suaminya.
“Farrel memang harus tetap bekerja, ribuan orang bergantung hidup padanya.” Ucap Ibu Hindun.
“Lah kamu Rin, memangnya ada yang bergantung padamu sampai kamu harus pergi keluar rumah.” Sambungnya.
Cyrin cemberut, lebih baik Ia kembali ke kamar. Tak ada keadilan yang berhasil Ia tegakkan.
Di kamar Cyrin dibuat makin kesal dengan Farrel yang terus mengirimkan foto-foto aktifitasnya di luar.
Alasannya pria itu tak ingin Cyrin curiga atau salah paham, untuk menjaga kepercayaan katanya.
Sementara Cyrin hanya bisa mengirimkan foto dirinya yang sedang berbaring.
__ADS_1
Foto pertama, Ia sedang rebahan dengan posisi terlentang.
Lalu foto selanjutnya yang Ia kirim 1 jam berselang atas permintaan Farrel, yaitu foto dirinya sedang berbaring dengan posisi menghadap ke kiri.
Tidak berakhir sampai di situ saja, berselang 1 jam kemudian, Farrel lagi-lagi meminta Cyrin mengirimkan foto dirinya.
Alhasil Cyrin mengirim foto dirinya yang masih saja berbaring, tapi kini posisinya Ia menghadap ke sebelah kanan.
Hingga foto ke 5 yang dikirimkan Cyrin hari itu masih dengan pose yang tak jauh berbeda.
Farrel akhirnya berhasil menuntaskan semua pertemuannya yang tertunda, juga pertemuannya yang telah terjadwal untuk seminggu setelah pernikahan.
Semua diselesaikan Farrel hari itu juga, Daffin sampai kelimpungan harus menyediakan materi meeting sebanyak itu.
Drrrttt...... dddrrrrtttt.....
Ponsel Cyrin kembali bergetar.
Dengan malas Cyrin sudah siap-siap berposes jika Farrel masih memintanya mengirimkan foto lagi, namun ternyata dugaannya salah.
Kali ini panggilan video yang Ia terima dari calon suaminya.
“Mas,” sapanya ketus.
“Loh, kok gitu sih Yang nyapanya. Aku kangen tau, tapi kamu sepertinya sedang kesal yah?” tanya Farrel tanpa rasa bersalah.
“Mas, memang gak tau atau pura-pura gak tau aku kesalnya sama siapa?”
Farrel yang ditanya kembali, malah bungkam.
“Apa kamu marah padaku? Salahku apa sayang?” tanya Farrel.
“Mas, aku bosan tau gak sih. Seharian aku dikurung di rumah, Ibu gak bolehin aku pergi kemana-mana.” Keluhnya.
“Sedangkan Mas, boleh-boleh aja tuh. Masih bisa ke kantor, meeting sana sini.” Sambungnya.
“Aku bukannya sengaja sayang, aku itu mau menyelesaikan semua pekerjaanku agar nanti saat kita honey moon tak ada gangguan. Aku mau fokus ngadon Yang,” Jelas Farrel dengan wajah malu-malu.
“Ngadon?” tanya Cyrin tak paham.
“Iya sayang, ngadon. Buat dede......., dede bayi.” Ucap Farrel tanpa filter.
Wajah Cyrin sontak memanas. Lagi-lagi calon suaminya itu membuatnya merona.
“Mas, udahan dulu yah, aku mau bujukin Ibu lagi. Kali aja aku diizinin untuk jogging di sekitaran apartemen.” Ucap Cyrin.
Meski belum mendapat persetujuan Farrel, Cyrin tetap memutuskan sambungan panggilan video dari calon suaminya.
♡♡♡♡♡♡
Kegilaan masa pingitan, tidak hanya berlangsung sehari. Hari kedua bahkan lebih parah.
Sejak pagi Farrel tidak lagi meminta foto calon istrinya. Tapi pria itu malah menghubungi Cyrin tanpa henti.
Di sela-sela pekerjaannya, Ia akan menyempatkan menghubungi calon istrinya dengan dalih jika Ia rindu dan tidak bisa melanjutkan pekerjaannya jika belum melihat wajah cantik milik sang pujaan hati.
Bapak Ibrahim dan Ibu Hindun yang melihat sejoli ini merasa jika masa pingitan zaman now sudah sangat berbeda.
Jika dulu, masa pingitan dibuat agar menanam rasa rindu bagi kedua calon pengantin, membangun rasa percaya satu sama lain, menjauhkan diri dari berbagai macam bahaya, serta untuk melatih kesabaran.
Namun kini masa pingitan sama saja dengan hubungan jarak jauh versi singkat. Karena calon pengantin masih bebas bertemu, meski secara virtual.
“Mas, bukannya aku gak suka kalo Mas sering hubungin aku. Bukannya juga aku gak rindu. Tapi aku jadi gak nyaman Mas, kadang ada hal yang harus ku lakukan dan jadinya itu tertunda karena aku harus menerima panggilan Mas.” Keluh Cyrin.
Ia akhirnya menyampaikan apa yang Ia rasakan selama 2 hari masa pingitannya.
Farrel bungkam cukup lama. Cyrin sampai menggerakkan ponselnya mengira jika panggilannya terganggu jaringan yang tak stabil namun nyatanya Ia salah.
Farrel tak menyangka jika calon istrinya bisa mengatakan semua itu. Di saat maksud Farrel agar dia tidak kesepian saat pingitan, juga agar tidak terjadi kecurigaan yang berakibat kesalah pahaman, namun ternyata calon istrinya malah tak nyaman dengan semuanya.
Akhirnya Farrel memilih untuk memutuskan panggilannya. Dan panggilan itu menjadi panggilan Farrel yang terakhir hari itu.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Cyrin mulai merasa ada sesuatu yang kurang. Sesekali Ia akan memastikan jika tidak ada yang salah dengan ponselnya.
Yah, Cyrin merindukan panggilan Farrel.
Ternyata tanpa panggilan-panggilan itu barulah Cyrin merasa jika dia benar-benar tak bisa jauh dari Farrel.
Cyrin berinisiatif menghubungi Farrel lebih dulu, namun tak dijawab.
“Mas Farrel kemana sih?” gerutunya.
Hingga malam telah semakin larut, barulah sebuah foto masuk diponsel yang tak pernah lepas dari genggamannya.
Foto dari Farrel dengan isi pesan jika dia telah berada di rumah, dan bersiap untuk tidur.
Cyrin juga membalas dengan mengirimkan fotonya.
__ADS_1
Tidak langsung tertidur, Cyrin masih menunggu beberapa saat balasan dari Farrel, namum nihil.
Pria itu tak membalas lagi pesannya. Alhasil, Cyrin terpaksa tidur dengan perasaan yang tak tenang. Menanti kabar balasan dari pria yang sebentar lagi akan menemani setiap malamnya.
♡♡♡♡♡
Drama menghilangnya kebiasaan Farrel ternyata masih berlanjut di hari terkahir pingitan.
Malah semakin parah.
Hari sudah semakin siang, matahari semakin terik.
Cyrin sedang menikmati perawatan pada seluruh tubuhnya, yang tetap dilakukan dirumahnya, terus saja cemberut.
“Calon pengantin kok cemberut?”
Begitulah Ibu Hindun menegur putri bungsunya.
Cyrin terus saja membuka pesan ucapan selamat pagi dari Farrel, pesan pertama dan terakhir.
Hingga sinar matahari telah berganti dengan cahaya bulan, Farrel tak kunjung memberi kabar.
Cyrin yang sudah tak tahan akhirnya menghubungi pria itu, bersyukur kali ini panggilannya dijawab.
“Dimana kamu Mas?” tanya Cyrin saat Ia menyadari suara ribut beberapa pria yang sedang mengobrol.
Pikiran Cyrin sudah travelling. Bayangan jika calon suaminya kini sedang berada di sebuah club malam, menghabiskan malam bersama sahabat-sahabat prianya lewat sebuah pesta yang biasa disebut pesta lajang.
Bayangan wanita-wanita seksi di club malam yang menggoda calon suaminya membuat Cyrin menjadi emosi.
“Aku di ru......” ucapan Farrel disela oleh Cyrin.
“Kamu bener-bener tega yah Mas. Aku dikurung di rumah, bahkan untuk perawatan saja ku lakukan di rumah. Sedangkan kamu enak-enakan berpesta di club.”
“CLUB?” ulang Farrel.
“Siapa yang sedang di club? Aku di rumah Yang. Aku memang sedang berkumpul bersama temanku, tapi bukan di club seperti dugaanmu. Aku di rumah, bahkan disini juga ada Bimo.” Jelas Farrel.
Deg.
Cyrin terpaku, Ia telah salah paham pada calon suaminya. Dan semua terjadi karena kurangnya komunikasi di antara mereka.
“Maafin aku yah Mas.” Ucap Cyrin tiba-tiba.
Farrel bisa mendengar jika wanitanya sedang terisak, dan itu berarti Ia tengah menangis.
Farrel sedikit mejauh dari keramaian, mencari tempat yang lumayan sepi untuk bicara dengan Cyrin.
“Kamu nangis sayang? Kok bisa? Kenapa?” tanya Farrel.
“Aku tau Mas Farrel pasti kesal padaku, makanya sejak kemarin hingga hari ini tidak menghubungiku seperti sebelumnya.” Ucap Cyrin.
“Tidak sayang, Mas tidak kesal. Aku hanya ingin melakukan hal-hal yang membuatmu nyaman. Aku tak ingin kamu terbebani, apalagi jika sampai merasa bosan padaku. Aku gak mau kamu ninggalin aku sayang.” Ucap Farrel jujur.
Ucapan Farrel menyadarkan Cyrin betapa egoisnya dirinya. Bukannya bicara baik-baik dengan calon suaminya kala itu, Ia malah mengatakan jika dirinya bosan berakibat Farrel merasa tak nyaman.
“Maafkan aku Mas, bukan maksudku tak ingin menerima panggilan atau kabar darimu. Aku malah rindu padamu, aku pikir kamu sudah tidak ingin melanjutkan pernikahan kita besok. Aku bahkan berpikir jika kamu akan pergi meninggalkanku.”
Cyrin menyampaikan semua kerisauannya.
“Tidak akan sayang. Semua itu tidak akan pernah terjadi. Aku mencintaimu, bahkan rasanya ingin segera ku bangunkan matahari dari peristirahatannya agar hari esok lebih cepat tiba.”
Tidak hanya meyakinkan Cyrin melalui ucapannya di telepon.
Farrel bahkan mengirimkan sebuket bunga besar untuk kekasihnya.
Air mata membasahi wajah Cyrin saat membaca kartu ucapan yang tersemat pada buket bunga itu,
Teruntuk Cyrinda, calon istriku tercinta.
Ketika aku mengatakan aku mencintaimu, aku tidak mengatakannya dengan santai.
Aku mengatakannya untuk mengingatkanmu bahwa kamu adalah segalanya bagiku, dan hal terbaik yang pernah terjadi padaku dalam hidup.
Kamu memberiku kekuatan untuk melihat ke depan, kamu membuatku tertawa, mengelilingiku dengan cinta. Aku ingin membangun masa depanku denganmu karena kamu adalah kompas hidupku.
Calon istri yang terkasih, aku tidak bisa menjanjikan itu akan sempurna, tetapi aku bisa berjanji itu akan menjadi yang terbaik yang bisa aku lakukan.
Kurang dari 24 jam, maka semuanya akan dimulai. Berawal dari aku dan kamu yang menjadi kita, Aku akan mencintaimu tanpa batas dan melakukan segalanya untukmu istriku, sahabatku, kekasihku.
Setelah esok aku mengucap janji pada Tuhan, maka kita akan menjadi hal yang selalu ada dalam doaku.
Kamu adalah hal terbaik yang pernah aku tunggu-tunggu.
Calon suamimu, Farrel J Antoine.
__ADS_1
¤¤¤¤《Flash back Off》¤¤¤¤
♡♡♡♡♡♡ to be continue ♡♡♡♡♡♡