My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 53 . Hanya saat bersamaku


__ADS_3

Setelah bayangan Aurora tak terlihat lagi dari balik pintu , Cyrin segera melepaskan tangan Farrel dari pinggangnya . Kemudian dengan cemberut wanita itu duduk di sofa sambil melipat kedua tangannya di dada .


" Hufftt... sepertinya akan panjang nih urusannya . " Batin Farrel .


Farrel mengikuti duduk di samping Cyrin .


" Kamu baik baik aja ? " tanyanya lembut .


Cyrin menoleh mebatap Farrel .


" Menurut Mas ? "


Farrel diam ditanya balik seperti itu . Pertanyaan yang menjebak andalan wanita , pikirnya .


" Menurut Mas apa aku baik baik saja  saat aku lihat sendiri orang yang aku suka ku dapati sedang berduaan dengan mantan kekasihnya ? " Cyrin tak menyadari apa yang baru saja Ia ucapkan .


" Maaf Rin . Bukan mau aku berduaan dengan dia , tapi dia sendiri yang daa..... " Farrel tiba tiba saja menghentikan ucapannya .


" Tunggu sebentar .... " Lanjutnya .


Ia lantas tersenyum membuat Cyrin bingung dan bertambah kesal .


" Tadi kamu bilang , orang yang kamu suka  ? Hemmm... hemmm .... coba jelasin maksud kamu itu apa ? " Tanya Farrel menggoda Cyrin .


Cyrin yang menyadari menjadi malu . Pipinya tiba tiba memanas dan merona .


Dengab terbata bata dia menjawab pertanyaan Farrel sambil memikirkan alasan yang bagus untuk mengelak


" Memangnya aku ngomong seperti itu ? Mas pasti salah dengar . " Elaknya .


" Rin... telinga aku masih berfungsi dengan baik . Aku juga belum cukup tua untuk mulai pikun dengan ucapan kamu yg baru aja . " Sanggah Farrel .


" Ayo ngaku ajaa.... lagian gak masalah ,  Aku senang kok menjadi orang yang kamu suka . "


Cyrin menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang merona.


" Udah ah Mas godainnya . Kapan kita perginya nih . " Ucap Cyrin mengalihkan pembicaraan .


Farrel melihat jam di pergelangan tangannya , " Sudah hampir waktu makan siangnya . " Gumamnya  .


" Ya udah , aku rapiin meja dulu yah lalu kita berangkat. " Ucapnya sambil mencubit salah satu pipi Cyrin dengan gemas .


Baru saja Farrel hendak berdiri , ia langsung kembali duduk dan menggenggam kedua tangan Cyrin .


" Oh iya , soal wanita tadi . Percaya sama Mas , bukan aku yang ajak dia ketemuan tapi dia yang memaksa menemuiku . Dan tadi aku berani sumpah tidak terjadi apapun yang kamu hawatirkan . "


Cyrin menggeleng . " Mas tidak harus menjelaskan apapun ke aku . Aku kan bukan si... "


Farrel meletakkan telunjuknya di bibir Cyrin .


" Huusssttt... itu karena aku tidak mau kamu salah paham . Kamu tahu perasaanku ke kamu kan ? " Ucap Farrel lembut .


" Lagian aku ini kan orang yang kamu suka . " Lanjutnya kembali menggoda Cyrin .


" Arrrgghhh Mas, mulai lagi deh ..... " Cyrin merajuk sambil melepaskan genggaman tangan Farrel membuat pria itu tertawa .


Farrel lantas berdiri menuju meja kerjanya , menandatangani dua berkas lagi lalu menyusun map map itu dengan rapi .


" Tapi Mas , memang tadi omongin apa aja dengan Aurora ? "


Farrel berjalan ke arah Cyrin , mengulurkan tangannya yang segera di raih oleh Cyrin .


" Kita omonginnya sambil makan siang aja yah . Aku gak mau kamu telat makan hanya karena bahas wanita gak penting itu . " Ucap Farrel lalu berjalan keluar ruangannya dengan menggandeng tangan Cyrin .


Daffin hanya bisa tersenyum  melihat wajah bahagia yang terpancar dari wajah sang bos .


" Kalau suasana hatinya bagus terus seperti itu , kan aku juga bisa kerja dengan tenang . " Batinnya .




Saat makan siang bersama Cyrin di salah satu restauran yang ada di sebuah pusat perbelanjaan besar , Farrel menceritakan semua yang dibicarakan Aurora padanya  .



" Dasar .... Aurora itu emang bener bener yah . Terus maunya dia apa ? Apa urusannya dia dengan hubungan kita berdua Mas . " Geram Cyrin .



" Udah.. udah .. gak usah emosi gitu . Di tanggapin juga malah buang buang tenaga kamu . Yang terpenting apapun omongan dia gak akan ada pengaruhnya sama sekali pada kita berdua . Kita tetap harus menghormati dia sebagai kekasih Bimo . "



" Tapi Mas , aku curiga loh soal hubungan Aurora dan Pak Pratama . Mas masih ingatkan waktu di pesta gimana gak sukanya istri Pak Pratama saat Aurora datang . " Ucap Cyrin .



" Maksudmu Pak Pratama yang pemilik PH itu ? "



Cyrin mengangguk . " Lagian aku juga pernah sekali mendapatinya sedang berbelanja berduaan dan terlihat sangat mesra . "



" Oh yah ? Dimana ? "



" Waktu itu aku sedang menemani Kak Nino berbelanja  dan aku bertemu mereka . Saat ku tanya mereka berdua mengaku sebagai paman dan ponakan , tapi saat di pesta kelihatannya istri Pak Pratama tidak akrab dengan Aurora bahkan terlihat membencinya. "



Farrel kesal mengetahui fakta jika Cyrin pernah menemani Nino berbelanja .

__ADS_1


" Ohh.. jadi kamu dan Nino sering belanja bareng . "



Cyrin sadar jika ucapannya barusan membuat Farrel tak suka .


" Bukan sering , tapi pernah . Hanya sekali saja . " Belanya .



" Hem.. hem... " Farrel hanya berdeham namun wajahnya masih cemberut .



" Aku akan mencari tahu hubungan keduanya . " tekad Cyrin .



" Untuk apa ? "



" Yah untuk aku tunjukkan pada Mas Bimo lah . Mas Bimo gak akan percaya kalau aku cuma ngomong tanpa bukti . Jadi akau akan diam diam selidikin ini sendiri . "Jawab Cyrin dengan tekad yang kuat .



" Tidak tidak.. aku tidak setuju . Bimo sudah dewasa , dia akan tahu yang baik atau buruk untuknya . Kamu gak usah ikut ikutan , bisa bahaya untukmu jika ketahuan sedang menyelidiki mereka . " Ucap Farrel menjelaskan ketidak setujuannya .



" Terserah Mas , tapi aku akan tetap mencari buktinya . Kak Nino juga setuju dengan pemikiranku saat ku bilang padanya jika aku mencurigai hubungan keduanya . "



Farrel makin kesal saat Cyrin kembali lagi membahas Nino .



" Ya sudah jika itu maumu . Tapi kamu tidak perlu menyelidikinya sendiri . Aku akan meminta anak buahku yang melakukannya . Kamu diam saja , tidak perlu melakukan hal hal yang membuatku hawatir . " putus Farrel akhirnya mengalah .



" Beneran Mas mau bantuin ? "



Farrel mengangguk .



" Yeeeaayyy... aku senang sekali . Makasih yah Mas ku saya.... "


Cyrin segera menutup bibirnya yang hampir saja kelepasan bicara lagi .




" Gak ada . Makannya udah kan Mas , ayo buruan kita ke butik . " pinta Cyrin .



Keduanya lalu berjalan menuju salah satu store pakaian mewah di Mall tersebut dengan tangan Farrel yang terus menggenggam tangan Cyrin  .



Cyrin lalu mencoba beberapa pakaian sedang Farrel dengan setia menunggu wanita itu .


" Yang ini bagaimana Mas ? " tanya Cyrin .



Farrel menggeleng , " Tidak , terlalu terbuka . "



Cyrin kembali lagi ke dalam fitting room untuk mencoba pakaian yang lain . Tak berapa lama Ia kembali keluar , " Kalau yang ini gimana ? "



Farrel menggeleng , " Tidak , atasannya terlalu terbuka . "



Cyrin kembali lagi ke dalam fitting room untuk mencoba pakaian yang lain . Tak berapa lama Ia kembali keluar , " Kalau yang ini gimana ? " masih dengan pertanyaan yang sama .



Farrel menggeleng , " Tidak , belahan di bagian roknya terlalu tinggi  . "



Cyrin cemberut . Cyrin kembali lagi ke dalam fitting room untuk mencoba pakaian yang lain . Tak berapa lama Ia kembali keluar , " Kalau yang ini gimana ? "



Farrel kembali menggeleng , " Tidak , bagian belakangnya terlalu terbuka . "



Begitu seterusnya sampai kira kira hampir tujuh kali Cyrin keluar masuk Fitting room .



Dan Farrel terus konsisten menggeleng tak setuju dengan alasan yang tak jauh berbeda .

__ADS_1



" Bagian dadanya terlalu rendah . "



" Bagian pundaknya terlalu lebar . "



" Roknya sangat pendek . "



" Pakaian ini bahannya sangat tipis . "



Seperti itulah komentar komentar Farrel .



Hingga akhirnya Cyrin mulai menyerah .


" Bagaimana jika Mas saja yang memilihkan untukku ? "



" Aku ? Bagaimana jika kamu tak suka ? " Tanya Farrel .



" Terserahlah . Lagian semua yang ku suka Mas tidak setuju . " Ucap Cyrin dengan cemberut .



Farrel menahan tawanya . Ia lalu mulai berdiri dan memilih milih pakaian .



Cukup lama hingga Ia kembali membawa sebuah dress mini berwarna hitam berlengan panjang .



" Cobalah ", ucapnya .



Dengan malas Cyrin kembali ke fitting room dan mencoba dress yang dipilihkan Farrel .



Sebelum keluar Ia tersenyum melihat tampilannya di cermin .



" Bagaimana Mas ? " tanyanya .



Farrel menatap Cyrin dengan terkesima . Ia mendekat dan mengajak Cyrin kembali bercermin , " kamu memang paling cocok mengenakan sesuatu yang sederhana karena kecantikanmu sudah sangat berlebihan . " Pujinya .



Cyrin sampai merona mendengar pujian Farrel . Pelayan di toko itu juga merasa sangat kagum dengan sikap Farrel .



" Ya udah Mbak , kami ambil yang ini yah . Sekalian baju yang tadi dia coba juga semuanya dibungkus . " Ucap Farrel sambil memberikan baju yang baru saja di coba Cyrin .



" Loh loh kok yang tadi dibeli juga Mas , katanya gak suka . " Ucap Cyrin bingung .



" Siapa bilang aku gak suka . Aku suka , sangat suka malah melihat kamu memakainya. Tapi janji kamu boleh memakainya hanya saat ada aku . " Ucap Farrel sambil mengedipkan sebelah matanya .



Bukan hanya Cyrin yang dibuat melayang dengan sikap Farrel , tapi para pelayan di store itu juga tak henti hentinya mengangumi Farrel .



.


.


.


.


.


" *Jangan mencintai seseorang karena bunga, sebab bunga akan mati saat musim berganti. Cintai dia seperti ujung kuku. Akan selalu tumbuh meski selalu dikikis*. "


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


\*\*\*\* holaaa readerskuu... maap emak emak ini baru bisa UP UP lagi ,heheh lg sibuk dgn kegiatan sekolah bocah yang sudah mulai tatap muka , maklum lah yah emak juga ikutan kembali jadi anak TK . hehehe .... enjoy reading yaahhhhh semuanya , jangan lupa like dan komennya 😘 \*\*\*\*


__ADS_2