
Setelah bayangan Aurora tak terlihat lagi dari balik pintu , Cyrin segera melepaskan tangan Farrel dari pinggangnya . Kemudian dengan cemberut wanita itu duduk di sofa sambil melipat kedua tangannya di dada .
" Hufftt... sepertinya akan panjang nih urusannya . " Batin Farrel .
Farrel mengikuti duduk di samping Cyrin .
" Kamu baik baik aja ? " tanyanya lembut .
Cyrin menoleh mebatap Farrel .
" Menurut Mas ? "
Farrel diam ditanya balik seperti itu . Pertanyaan yang menjebak andalan wanita , pikirnya .
" Menurut Mas apa aku baik baik saja saat aku lihat sendiri orang yang aku suka ku dapati sedang berduaan dengan mantan kekasihnya ? " Cyrin tak menyadari apa yang baru saja Ia ucapkan .
" Maaf Rin . Bukan mau aku berduaan dengan dia , tapi dia sendiri yang daa..... " Farrel tiba tiba saja menghentikan ucapannya .
" Tunggu sebentar .... " Lanjutnya .
Ia lantas tersenyum membuat Cyrin bingung dan bertambah kesal .
" Tadi kamu bilang , orang yang kamu suka ? Hemmm... hemmm .... coba jelasin maksud kamu itu apa ? " Tanya Farrel menggoda Cyrin .
Cyrin yang menyadari menjadi malu . Pipinya tiba tiba memanas dan merona .
Dengab terbata bata dia menjawab pertanyaan Farrel sambil memikirkan alasan yang bagus untuk mengelak
" Memangnya aku ngomong seperti itu ? Mas pasti salah dengar . " Elaknya .
" Rin... telinga aku masih berfungsi dengan baik . Aku juga belum cukup tua untuk mulai pikun dengan ucapan kamu yg baru aja . " Sanggah Farrel .
" Ayo ngaku ajaa.... lagian gak masalah , Aku senang kok menjadi orang yang kamu suka . "
Cyrin menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang merona.
" Udah ah Mas godainnya . Kapan kita perginya nih . " Ucap Cyrin mengalihkan pembicaraan .
Farrel melihat jam di pergelangan tangannya , " Sudah hampir waktu makan siangnya . " Gumamnya .
" Ya udah , aku rapiin meja dulu yah lalu kita berangkat. " Ucapnya sambil mencubit salah satu pipi Cyrin dengan gemas .
Baru saja Farrel hendak berdiri , ia langsung kembali duduk dan menggenggam kedua tangan Cyrin .
" Oh iya , soal wanita tadi . Percaya sama Mas , bukan aku yang ajak dia ketemuan tapi dia yang memaksa menemuiku . Dan tadi aku berani sumpah tidak terjadi apapun yang kamu hawatirkan . "
Cyrin menggeleng . " Mas tidak harus menjelaskan apapun ke aku . Aku kan bukan si... "
Farrel meletakkan telunjuknya di bibir Cyrin .
" Huusssttt... itu karena aku tidak mau kamu salah paham . Kamu tahu perasaanku ke kamu kan ? " Ucap Farrel lembut .
" Lagian aku ini kan orang yang kamu suka . " Lanjutnya kembali menggoda Cyrin .
" Arrrgghhh Mas, mulai lagi deh ..... " Cyrin merajuk sambil melepaskan genggaman tangan Farrel membuat pria itu tertawa .
Farrel lantas berdiri menuju meja kerjanya , menandatangani dua berkas lagi lalu menyusun map map itu dengan rapi .
" Tapi Mas , memang tadi omongin apa aja dengan Aurora ? "
Farrel berjalan ke arah Cyrin , mengulurkan tangannya yang segera di raih oleh Cyrin .
" Kita omonginnya sambil makan siang aja yah . Aku gak mau kamu telat makan hanya karena bahas wanita gak penting itu . " Ucap Farrel lalu berjalan keluar ruangannya dengan menggandeng tangan Cyrin .
Daffin hanya bisa tersenyum melihat wajah bahagia yang terpancar dari wajah sang bos .
" Kalau suasana hatinya bagus terus seperti itu , kan aku juga bisa kerja dengan tenang . " Batinnya .
Saat makan siang bersama Cyrin di salah satu restauran yang ada di sebuah pusat perbelanjaan besar , Farrel menceritakan semua yang dibicarakan Aurora padanya .
" Dasar .... Aurora itu emang bener bener yah . Terus maunya dia apa ? Apa urusannya dia dengan hubungan kita berdua Mas . " Geram Cyrin .
" Udah.. udah .. gak usah emosi gitu . Di tanggapin juga malah buang buang tenaga kamu . Yang terpenting apapun omongan dia gak akan ada pengaruhnya sama sekali pada kita berdua . Kita tetap harus menghormati dia sebagai kekasih Bimo . "
" Tapi Mas , aku curiga loh soal hubungan Aurora dan Pak Pratama . Mas masih ingatkan waktu di pesta gimana gak sukanya istri Pak Pratama saat Aurora datang . " Ucap Cyrin .
" Maksudmu Pak Pratama yang pemilik PH itu ? "
Cyrin mengangguk . " Lagian aku juga pernah sekali mendapatinya sedang berbelanja berduaan dan terlihat sangat mesra . "
" Oh yah ? Dimana ? "
" Waktu itu aku sedang menemani Kak Nino berbelanja dan aku bertemu mereka . Saat ku tanya mereka berdua mengaku sebagai paman dan ponakan , tapi saat di pesta kelihatannya istri Pak Pratama tidak akrab dengan Aurora bahkan terlihat membencinya. "
Farrel kesal mengetahui fakta jika Cyrin pernah menemani Nino berbelanja .
__ADS_1
" Ohh.. jadi kamu dan Nino sering belanja bareng . "
Cyrin sadar jika ucapannya barusan membuat Farrel tak suka .
" Bukan sering , tapi pernah . Hanya sekali saja . " Belanya .
" Hem.. hem... " Farrel hanya berdeham namun wajahnya masih cemberut .
" Aku akan mencari tahu hubungan keduanya . " tekad Cyrin .
" Untuk apa ? "
" Yah untuk aku tunjukkan pada Mas Bimo lah . Mas Bimo gak akan percaya kalau aku cuma ngomong tanpa bukti . Jadi akau akan diam diam selidikin ini sendiri . "Jawab Cyrin dengan tekad yang kuat .
" Tidak tidak.. aku tidak setuju . Bimo sudah dewasa , dia akan tahu yang baik atau buruk untuknya . Kamu gak usah ikut ikutan , bisa bahaya untukmu jika ketahuan sedang menyelidiki mereka . " Ucap Farrel menjelaskan ketidak setujuannya .
" Terserah Mas , tapi aku akan tetap mencari buktinya . Kak Nino juga setuju dengan pemikiranku saat ku bilang padanya jika aku mencurigai hubungan keduanya . "
Farrel makin kesal saat Cyrin kembali lagi membahas Nino .
" Ya sudah jika itu maumu . Tapi kamu tidak perlu menyelidikinya sendiri . Aku akan meminta anak buahku yang melakukannya . Kamu diam saja , tidak perlu melakukan hal hal yang membuatku hawatir . " putus Farrel akhirnya mengalah .
" Beneran Mas mau bantuin ? "
Farrel mengangguk .
" Yeeeaayyy... aku senang sekali . Makasih yah Mas ku saya.... "
Cyrin segera menutup bibirnya yang hampir saja kelepasan bicara lagi .
" Gak ada . Makannya udah kan Mas , ayo buruan kita ke butik . " pinta Cyrin .
Keduanya lalu berjalan menuju salah satu store pakaian mewah di Mall tersebut dengan tangan Farrel yang terus menggenggam tangan Cyrin .
Cyrin lalu mencoba beberapa pakaian sedang Farrel dengan setia menunggu wanita itu .
" Yang ini bagaimana Mas ? " tanya Cyrin .
Farrel menggeleng , " Tidak , terlalu terbuka . "
Cyrin kembali lagi ke dalam fitting room untuk mencoba pakaian yang lain . Tak berapa lama Ia kembali keluar , " Kalau yang ini gimana ? "
Farrel menggeleng , " Tidak , atasannya terlalu terbuka . "
Cyrin kembali lagi ke dalam fitting room untuk mencoba pakaian yang lain . Tak berapa lama Ia kembali keluar , " Kalau yang ini gimana ? " masih dengan pertanyaan yang sama .
Farrel menggeleng , " Tidak , belahan di bagian roknya terlalu tinggi . "
Cyrin cemberut . Cyrin kembali lagi ke dalam fitting room untuk mencoba pakaian yang lain . Tak berapa lama Ia kembali keluar , " Kalau yang ini gimana ? "
Farrel kembali menggeleng , " Tidak , bagian belakangnya terlalu terbuka . "
Begitu seterusnya sampai kira kira hampir tujuh kali Cyrin keluar masuk Fitting room .
Dan Farrel terus konsisten menggeleng tak setuju dengan alasan yang tak jauh berbeda .
__ADS_1
" Bagian dadanya terlalu rendah . "
" Bagian pundaknya terlalu lebar . "
" Roknya sangat pendek . "
" Pakaian ini bahannya sangat tipis . "
Seperti itulah komentar komentar Farrel .
Hingga akhirnya Cyrin mulai menyerah .
" Bagaimana jika Mas saja yang memilihkan untukku ? "
" Aku ? Bagaimana jika kamu tak suka ? " Tanya Farrel .
" Terserahlah . Lagian semua yang ku suka Mas tidak setuju . " Ucap Cyrin dengan cemberut .
Farrel menahan tawanya . Ia lalu mulai berdiri dan memilih milih pakaian .
Cukup lama hingga Ia kembali membawa sebuah dress mini berwarna hitam berlengan panjang .
" Cobalah ", ucapnya .
Dengan malas Cyrin kembali ke fitting room dan mencoba dress yang dipilihkan Farrel .
Sebelum keluar Ia tersenyum melihat tampilannya di cermin .
" Bagaimana Mas ? " tanyanya .
Farrel menatap Cyrin dengan terkesima . Ia mendekat dan mengajak Cyrin kembali bercermin , " kamu memang paling cocok mengenakan sesuatu yang sederhana karena kecantikanmu sudah sangat berlebihan . " Pujinya .
Cyrin sampai merona mendengar pujian Farrel . Pelayan di toko itu juga merasa sangat kagum dengan sikap Farrel .
" Ya udah Mbak , kami ambil yang ini yah . Sekalian baju yang tadi dia coba juga semuanya dibungkus . " Ucap Farrel sambil memberikan baju yang baru saja di coba Cyrin .
" Loh loh kok yang tadi dibeli juga Mas , katanya gak suka . " Ucap Cyrin bingung .
" Siapa bilang aku gak suka . Aku suka , sangat suka malah melihat kamu memakainya. Tapi janji kamu boleh memakainya hanya saat ada aku . " Ucap Farrel sambil mengedipkan sebelah matanya .
Bukan hanya Cyrin yang dibuat melayang dengan sikap Farrel , tapi para pelayan di store itu juga tak henti hentinya mengangumi Farrel .
.
.
.
.
.
" *Jangan mencintai seseorang karena bunga, sebab bunga akan mati saat musim berganti. Cintai dia seperti ujung kuku. Akan selalu tumbuh meski selalu dikikis*. "
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue
\*\*\*\* holaaa readerskuu... maap emak emak ini baru bisa UP UP lagi ,heheh lg sibuk dgn kegiatan sekolah bocah yang sudah mulai tatap muka , maklum lah yah emak juga ikutan kembali jadi anak TK . hehehe .... enjoy reading yaahhhhh semuanya , jangan lupa like dan komennya 😘 \*\*\*\*