
Kini mereka semua sudah duduk di sofa ruang utama .
" Bagaimana kabar orang tua kamu Nak ? " Tanya Pak Ibrahim .
" Alhamdulillah Baik Pak . Mereka berdua menitipkan salam . Semoga jika waktunya tepat , mereka ingin sekali mengunjungi Solo lagi . " Jawab Farrel .
" Syukurlah . Kami mengerti kok , orang tuamu pasti memiliki banyak kesibukan . " Balas Pak Ibrahim .
" Tidak juga Pak . Papa sudah beberapa tahun terakhir memilih untuk berhenti bekerja , ingin menghabiskan waktu bersama mama lagi alasannya . " ucap Farrel .
" Jadi sekarang kamu yang memimpin perusahaan papa mu ? "
" Iya Pak . " Jawab Farrel sambil mengangguk .
Dalam hati Pak Ibrahim memberikan satu nilai plus bagi Farrel . Menurutnya Farrel memiliki tanggung jawab dan jiwa pemimpin . Ia tahu bagaimana kesuksesan dan berpengaruhnya Jatmika Company bagi perusahaan perusahaan lain . Jika Farrel selama ini bisa memimpin perusahaan itu dengan baik , maka Ia memiliki kepemimpinan dan tanggung jawab yang baik .
Sebenarnya bagi orang tua Cyrin , pekerjaan apapun yang dimiliki oleh kekasih putrinya tidak menjadi masalah . Karena dengan memiliki pekerjaan sama saja pria itu mau bekerja keras dan bisa bertanggung jawab pada putri mereka .
" Jadi Nak Farrel tinggal di Jakarta juga ? " tanya Ibu Hindun .
" Iya Bu . Sejak lulus kuliah , saya kembali ke Jakarta . " Jawab Farrel .
" Wahh Ibu senang loh saat tahu di sana Cyrin dijagain sama Farrel . Ibu jadi tenang . " ucap Ibu Hindun tanpa basa basi .
Farrel tersenyum tulus .
" Iya Pak , Bu , mohon maaf kalau saya datang terlambat meminta izin Bapak dan Ibu . " ucap Farrel mulai menyampaikan maksudnya . Ia sangat bersyukur karena Ibu Hindun tiba tiba membahas Cyrin .
" Beberapa bulan terakhir aku dan Cyrin menjalin hubungan yang cukup dekat . Awalnya aku tak tahu jika Cyrin adalah adik Bimo . " lanjut Farrel .
" Dan seminggu terakhir kami berdua memutuskan berkomitmen untuk menjalin hubungan yang lebih serius . " Ucap Farrel .
Ia menatap kedua orang tua Cyrin secara bergantian .
" Sekali lagi aku minta maaf Pak , Bu .. harusnya aku minta izin kalian lebih dulu sebelum kami menjalin hubungan . Tapi karena tidak ingin berlarut lebih lama , aku kemari untuk meminta restu Bapak dan Ibu . Meminta izin Bapak dan Ibu untuk menjadi pria yang menjalin hubungan dekat dengan Cyrin , Meminta izin Bapak dan Ibu untuk menjaga Cyrin . " Ucap Farrel .
Bapak dan Ibu saling pandang .
" Bimo sudah cerita pada kami semuanya . Bagaimana kisah kalian dulu , dan bagaimana kalian bisa bertemu kembali . " Ibu Hindun yang pertama merespon ucapan Farrel .
" Mungkin Bimo juga sudah menceritakan padamu mengenai kondisi Cyrin saat ini dan apa penyebabnya . Jadi saat mengetahui jika Cyrin membuka hatinya untuk menerima mu di sisinya kami sangat bahagia dan senang . Juga bersyukur , karena ternyata pria itu kamu . " lanjutnya .
Farrel masih diam menunggu lanjutan ucapa Bu Hindun .
" Kalau Bapak , semuanya Bapak percayakan pada Cyrin . Jika setelah sekian lama , Cyrin akhirnya berhasil membuka hati , dan dia memilihmu maka Bapak tentu mengizinkannya . " Ucap Pak Ibrahim .
" Sekarang Bapak tanya padamu , seserius apa kamu pada Cyrin ? Apa kamu sudah punya rencana masa depan ? Dan apa ada nama Cyrin di sana ? " Tanya Pak Ibrahim .
Farrel tentu mengerti maksud semua pertanyaan Pak Ibrahum . Seorang Ayah yang kini sedang berusaha melindungi putri satu satunya .
" Bagiku rencana masa depan selalu ada Pak dan seringkali bertambah . Sama seperti saat bertemu dengan Cyrin kembali . Ku yakin jika ini saatnya aku mewujudkan tujuan hidupku untuk membangun tempat pulang , yaitu sebuah keluarga . " Jawab Farrel dengan yakin tanpa ragu .
__ADS_1
Mendengar ucapan Farrel , sudah memberi jawaban dari ketiga pertanyaan Bapak sebelumnya .
" Sepertinya kamu sudah sangat siap Bro ? " tanya Bimo .
" Aku bahkan sangat menantikan hal ini Bim . " balas Farrel .
" Apa yang bisa kamu janjikan pada Bapak ? " tanya Pak Haryono lagi .
Farrel menghirup napas panjang .
" Aku mengerti Pak , jika cinta pertama seorang anak perempuan adalah ayah mereka . Pak , aku berjanji padamu , untuk melengkapi cinta Cyrin . Akan kuberikan semua Cinta yang kumiliki hanya untuknya dengan tulus . Aku akan melanjutkan tugas Bapak , bertanggung jawab , menjaga , dan membahagiakan Cyrin . "
" Aku mungkin tidak bisa menjanjikan jika nantinya jalan kami akan mulus mulus saja Pak , mungkin akan ada beberapa hal yang bisa membuat kami goyah . Tapi percayalah padaku Pak... Bu , jika saat itu tiba maka aku akan tetap berusaha untuk menepati janjiku . " Lanjutnya .
" Rel , apa kamu benar benar mencintai putri Ibu ? " tanya Bu Hindun .
" Iya Bu . Aku sudah mencintainya sejak lama . Perasaan ini pernah ku pendam di lubuk hatiku terdalam , karena takdir membuat kami harus berpisah . Namun , setelah kami dipertemukan kembali aku sadar jika Cintaku padanya tak pernah hilang . Bahkan semakin hari , aku semakin mecintainya . " ucap Farrel .
" Bapak dan Ibu tak pernah keberatan dengan semua pilihan Cyrin . Jika Ia memilihmu maka itu akan jadi yang terbaik baginya . Kami mengizinkan kamu dan merestui hubungan kalian berdua . " ucap Pak Ibrahim .
Senyum sumringah nampak di wajah tampan Farrel . Bimo menepuk pundaknya memberi selamat pada sababatnya karena keinginannya bisa terwujud .
" Tapi Nak , jika memang kamu seserius itu dengan Cyrin .... bukannya lebih baik jika kalian membawa hubungan kalian dalam ikatan suci pernikahan . Jika kalian saling mencintai dan sudah yakin satu sama lain , mengapa tidak membangun rumah tangga bersama . Seperti katamu , kalian akan memiliki tempat pulang . Dan juga kalian bisa menghindar dari fitnah . " lanjut Pak Ibrahim .
Bimo sontak membulatkan matanya . Ia tak menyangka jika ayahnya telah berpikir sejauh itu .
Sementara Farrel malah tersenyum sumringah . Ia tak menyangka jika jalannya mendapat restu akan semudah ini .
meyakinkan Cyrin untuk melangkah ke hubungan yang serius lagi . Aku yakin Cyrin akan menerima karena aku percaya bagaimana perasaannya padaku , semoga saja Cyrin juga setuju untuk menyegerakan niatan baik ini . " Jawab Farrel .
Bapak dan Ibu terlihat puas dengan jawaban Farrel . Mereka semakin yakin jika Farrel bisa menjaga dan membahagiaka putri mereka satu satunya .
" Tenanglah , Bapak dan Ibu akan membantumu untuk meyakinkan anak itu . Benar kan Pak ? " Ucap Bu Hindun .
Pak Ibrahim mengangguk . " Kita bicarakan lagi nanti setelah acara ulang tahun perusahaan . Kamu datangkan Rel ? "
" Iya Pak . Semoga rencana memberi kejutan pada Cyrin akan berhasil . " Jawab Farrel .
Mereka semua mengangguk setuju . Bahkan kedua orang tua Cyrin yang memberi ide untuk mengerjai putrinya . Mereka sudah tak sabar ingin mengetahui reaksi Cyrin besok saat mereka menjalankan rencana ini .
" Sudah .... sudah.... udahan yah pembicaraan seriusnya . Suasananya tegang banget , Ibu jadi ngeri . " Ucap Bu Hindun mencairkan suasana .
Ketiga pria berbeda usia disana jadi tertawa .
" Ibu permisi siapin makanan untuk makan siang dulu . Farrel makan disini yah , Ibu udah belanja banyak tadi . "
Farrel mengangguk , " Iya Bu . Aku juga kangen banget masakan Ibu . "
Kini tinggal tiga pria yang saling mengobrol di ruang utama kediaman keluarga Al Amin .
Pembahasan mereka tak jauh jauh seputar bisnis . Apalagi perusahaan Farrel belum pernah sama sekali memiliki proyek di Solo . Farrel jadi tertarik untuk lebih mengetahui peluang bisnis di kota ini .
__ADS_1
Cukup lama mereka mengobrol , Pak Ibrahim menyadari ponsel Farrel yang terus bergetar .
Ia segera undur diri untuk melihat pekerja yang sedang membuat kandang burung di halaman belakang rumahnya .
" Cyrin yah Rel ? " tanya Bimo .
" Iya . Aku harus gimana nih ? " tanya Farrel .
" Telepon balik aja , tapi kamu bilang aja lupa karena sibuk . Dia pasti makin kesal . "
Bimo tertawa membayangkan bagaimana adiknya akan sangat kesal .
Farrel mengikuti saran Bimo . Dan benar saja , Cyrin terdengar sangat kesal . Apa lagi saat Farrel buru buru memutuskan sambungan telepon . Bukan apa apa , hampir saja Cyrin bisa mendengar suara Bu Hindun yang mengajak mereka makan siang bersama .
--------- FLASH BACK OFF ---------
Farrel kini sudah berada di hotel . Hotel yang sama tempat acara ulang tahun perusahaan milik keluarga Cyrin akan diadakan hari Minggu.
Farrel merebahkan badannya , menatap langit langit kamar hotelnya . " Kangen banget ama Cyrin , dia langi ngapain yah sekarang . " Batin Farrel .
" Kalau bukan ngikutin rencana Bimo , mungkin aku udah bisa menatap wajah cantik Cyrin walau cuma lewat ponsel . " geruru Farrel .
Disamping rasa rindu yang coba Ia tahan , hari ini Ia merasa harus lebih banyak bersyukur .
Niat awalnya ingin menemui orang tua Cyin untuk meminta izin pacaran . Ternyata kedua orang tua Cyrin bahkan memberi restu keduanya melangkah ke tahap yang lebih serius lagi , yaitu pernikahan .
Sungguh Farrel rasanya sangat bahagia . Ia masih tak menyangka jika Ia masih begitu di percaya dikeluarga Cyrin dan Bimo .
Farrel bertekad akan berusaha untuk terus menepati janjinya pada kedua orang tua Cyrin . Ia tidak akan mengecewakan mereka .
" Semoga Cyrin juga setuju untuk meresmikan hubungan kami . Ku yakin dia mencintaiku dan mau hidup bersama denganku selamanya . " Batin Farrel .
.
.
.
.
.
"Ketika dua insan sepakat untuk menjadi satu, maka tidak ada penghalangan yang bisa mematahkan semangat untuk bersama."
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue