
Cyrin sudah menata hidangan makan malam hasil masakannya .
" Dari aromanya saja sudah sangat menggugah selera . " Puji Farrel .
" Mas berlebihan . Aku hanya memasak seadanya saja . " Ucap Cyrin .
Keduanya lalu larut dalam makan malam yang sangat menyenangkan . Makan malam santai , sambil mengobrol dan bercanda .
Cyrin juga memberitahu Farrel tentang undangan ulang tahun dari Olla , dan dengan semangat Farrel mengajukan diri untuk menemani wanita itu ke pesta ulang tahu Olla .
Bahkan Farrel sudah berjanji untuk menemani Cyrin membeli pakaian untuk di gunakan ke pesta itu .
Lain halnya dengan Nino dan Olla yang juga kini sedang makan malam di sebuah restauran . Wajah bahagia hanya terpancar dari wajah Olla saja , Ia rasanya tak bisa menghentikan senyumnya karena berhasil makan malam berdua dengan pujaan hatinya .
" Sebaiknya kamu jangan bohong dengan ucapanmu kalau kamu punya saran untukku dalam mendekati Cyrin . " Ancam Nino .
" Astaga Kak , mana mungkin aku berani bohong padamu . Aku akan mengatakannya setelah kita selesai makan . " Ucap Olla sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya .
" Tidak perlu menunggu selesai . Kamu bisa mengatakannya sekarang . "
" Baik .. baiklah . " Olla akhirnya mengalah .
" Kakak tahu , setiap perempuan itu tidak suka didesak . Cara kakak untuk mendekati Cyrin itu terlalu jelas dan mudah ditebak . Apalagi Kak Nino terlalu sering berusaha mendekatinya secara terang terangan . Jika terus seperti itu wanita biasanya akan merasa tidak nyaman dan berakhir menjauhi sang pria . " Ucap Olla .
Nino cukup setuju dengan ucapan Olla .
" Lalu aku harus apa ? "
" Mudah saja . Kakak bermain tarik ulur saja . Sudah cukup sejauh ini kakak terus mendekati Cyrin . Sekarang Kakak buat dia penasaran dengan perasaan kakak padanya . " Jawab Olla .
" Caranya ? " Tanya Nino lagi .
Olla meletakkan sendok dan garpu yang sejak tadi dipegangnya .
" Begini, di pesta ulang tahunku nanti kan kakak sudah berjanji untuk menjadi pasanganku . Malam itu kakak bersikaplah sedikit acuh pada Cyrin . Jangan terlalu memberikan perhatian padanya . Aku yakin Cyrin akan penasaran karena perubahan sikap kakak . Dan yang terjadi Ia akan terus memikirkan hal itu , sama saja dia akan memikirkan diri kakak . " Usul Olla .
" Aku tidak yakin bisa bersikap tidak peduli padanya . "
" Tenang saja . Ada aku . Aku akan membantu kakak melakukannya nanti . " Ucap Olla sambil menyembunyikan senyumnya saat Nino akhirnya setuju dengan rencananya .
Tanpa curiga Nino menyetujui rencana Olla . Ia hanya berharap semoga rencana ini bisa berhasil dan dia bisa mendapatkan kembali perhatian Cyrin seperti saat sebelum Farrel hadir kembali di hidupnya .
Hari hari terus berlalu dan sesuai janjinya kemarin , hari ini Farrel akan menemani Cyrin membeli pakaian yang akan Ia gunakan ke acara ulang tahun Olla .
Namun sayang karena pekerjaan , paginya Farrel masih lebih dulu harus ke perusahaannya . Akhirnya diputuskan jika Cyrin akan datang menyusulnya ke perusahaan Jatmika dan mereka akan berangkat setelah pekerjaan Farrel selesai .
Cyrin sudah siap dengan tampilan casualnya dengan baju tanpa lengan dan celana jeans membuat dirinya terlihat lebih muda dari usianya .

Ia memilih untuk menaiki taksi menuju gedung perusahaan Farrel . Walaupun ini kali kedua dia kesana dan bukan dalam rangka urusan bisnis , tapi dia tetap saja merasa canggung . Dia hanya hawatir saja jika ada karyawan Farrel yang berpikir yang tidak benar apalagi mengaitkan hubungan kerja sama perusahaan Wiguna dan perusahaan Jatmika dengan hubungan pribadinya bersama Farrel .
Sementara di depan ruangan Farrel sedang terjadi perdebatan antara Daffin dengan seorang wanita cantik yang tak lain adalah Aurora .

Aurora memang sengaja menyempatkan untuk menemui Farrel saat baru saja pulang dari lokasi syuting .
Walaupun sudah diminta untuk membuat janji temu lebih dulu , dengan memaksa Aurora berhasil membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Farrel .
Farrel yang sedang fokus menandatangani berkas mendongakkan kepalanya melihat apa yang terjadi .
__ADS_1
" Ada keributan apa ini ? " Tanya Farrel .
" Maaf Pak . Tapi nona ini memaksa untuk menemui Bapak tanpa ada janji sebelumnya . " Ucap Daffin .
" Seharusnya kamu tahu siapa aku . " Ketus Aurora pada Daffin .
" Memangnya kamu siapa ? Kali ini aku akan membiarkanmu , karena melihat kamu sebagai kekasih sahabatku Bimo . Tapi jika lain kali kamu bersikap tidak sopan , maka aku tak segan segan mengusirmu . " Ucap Farrel tegas .
" Biarkan dia masuk Fin . Kamu boleh keluar . " Ucap Farrel .
Walaupun terkejut dengan ucapan Farrel , Aurora tetap mempertahankan sikap angkuhnya.
Ia berjalan masuk dan segera duduk di kursi yang di tunjuk Farrel .
Farrel masih sempat menandatangani berkas dan membuat Aurora menunggu . Selagi menunggu wanita itu terus memperhatikan gerak gerik Farrel.
Sungguh Ia sangat terpesona dengan pria itu . Ia melihat ke sekeliling ruangan Farrel yang sangat lekat dengan kesan mewah .
" Sungguh menyesal aku dulu menghianatinya . Mengapa dulu aku tak mencari tahu siapa dia sebenarnya . " Sesal Aurora .
Aurora masih sibuk dengan pikirannya saat Farrel sudah duduk di sofa yang berada di hadapannya .
" Aku hanya ingin menanyakan hubunganmu dengan Cyrin , apa kamu benar benar serius dengannya ? "
" Apa urusannya denganmu ? " Farrel mulai kesal .
" Ku rasa jika memang kamu serius padanya , aku tak akan sanggup . Kamu tahu kan aku adalah kekasih kakaknya . Kita akan sering bertemu dan aku tak sanggup jika harus melihatmu bermesraan bersama Cyrin . "
Farrel berdecih . " Alasanmu tak masuk akal . "
" Entah kamu percaya atau tidak , tapi aku sungguh menyesali perbuatanku dulu. Sebenarnya sampai kini aku masih terus memikirkanmu. Tak ku sangka kita dipertemukan kembali . "
" Berhentilah bicara omong kosong . " Ucap Farrel .
" Aku bahkan tak pernah berharap untuk bertemu denganmu lagi . Simpan saja penyesalanmu sendiri , aku sudah tak peduli . " Lanjut Farrel .
" Mengenai hubunganku dengan Cyrin adalah urusan kami . Yang perlu kamu tahu aku sangat serius dengannya . Aku mencintainya . "
Aurora seakan tak patah semangat . Ia malah dengan berani berpindah posisi duduk ke samping Farrel . Namun Farrel bergerak menjauhkan dirinya .
" Apa kamu masih sangat marah padaku ? Aku benar benar minta maaf . Apa yang harus ku lakukan untuk mendapatkan maafmu ? " Ucap Aurora .
__ADS_1
Bersamaan dengan itu Cyrin yang baru saja sampai segera masuk ke dalam ruangan Farrel karena di depan Ia tidak melihat siapapun .
Cyrin cukup terkejut melihat pemandangan yang menyambutnya .
" Mas .... " Sapanya .
" Cyrin ... kamu sudah datang . " Ucap Farrel yang segera berdiri dan menghampiri Cyrin
Cyrin berjalan melewati Farrel , Ia bahkan tak menghiraukan Farrel yang menyambutnya .
" Sedang apa kamu di sini ? " Tanyanya pada Aurora .
" Ku rasa aku tak harus memberitahumu alasan aku menemui Farrel . " Jawab Aurora dengan angkuhnya .
" Tentu saja aku harus tahu . Kamu itu kekasih kakakku , untuk apa kamu menemui pria lain jika bukan karena alasan yang penting . Dan yang kamu temui itu bahkan Mas Farrel , sahabat kekasihmu . "
Aurora mulai terpancing emosinya . Ia ikut berdiri dan menatap Cyrin tajam . " Aku punya hubungan yang jauh lebih dekat dengan Farrel yang kamu tidak tahu . "
Cyrin tertawa . " Mengapa kamu sangat bangga saat hanya menjadi mantan kekasihnya ? "
Aurora cukup terkejut , Ia tak menyangka jika Cyrin tahu masa lalunya dengan Farrel .
Farrel yang merasa kini suasana sudah semakin tak terkendali segera ikut bersuara .
" Aurora pergilah . Ini terahir kalinya ku harap kamu menemuiku seorang diri . " Ucap Farrel sambil melingkarkan mesra tangannya di pinggang Cyrin .
Aurora yang sudah emosi segera pergi meninggalkan tempat itu dengan suasana hati yang buruk .
Setelah bayangan Aurora tak terlihat lagi dari balik pintu , Cyrin segera melepaskan tangan Farrel dari pinggangnya . Kemudian dengan cemberut wanita itu duduk di sofa sambil melipat kedua tangannya di dada .
" Hufftt... sepertinya akan panjang nih urusannya . " Batin Farrel .
.
.
.
.
.
"*Pasangan paling bahagia di dunia ini tidak pernah memiliki sifat yang sama. Mereka hanya saling memahami dengan baik tentang perbedaan yang mereka miliki*."
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue