My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 52 . Kedatangan Aurora


__ADS_3

Cyrin sudah menata hidangan makan malam hasil masakannya .



" Dari aromanya saja sudah sangat menggugah selera . " Puji Farrel .


" Mas berlebihan . Aku hanya memasak seadanya saja . " Ucap Cyrin .


Keduanya lalu larut dalam makan malam yang sangat menyenangkan . Makan malam santai , sambil mengobrol dan bercanda .


Cyrin juga memberitahu Farrel tentang undangan ulang tahun dari Olla , dan dengan semangat Farrel mengajukan diri untuk menemani wanita itu ke pesta ulang tahu Olla .


Bahkan Farrel sudah berjanji untuk menemani Cyrin membeli pakaian untuk di gunakan ke pesta itu .


Lain halnya dengan Nino dan Olla yang juga kini sedang makan malam di sebuah restauran . Wajah bahagia hanya terpancar dari wajah Olla saja , Ia rasanya tak bisa menghentikan senyumnya karena berhasil makan malam berdua dengan pujaan hatinya .


" Sebaiknya kamu jangan bohong dengan ucapanmu kalau kamu punya saran untukku dalam mendekati Cyrin . " Ancam Nino .


" Astaga Kak , mana mungkin aku berani bohong padamu . Aku akan mengatakannya setelah kita selesai makan . " Ucap Olla sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya .


" Tidak perlu menunggu selesai . Kamu bisa mengatakannya sekarang . "


" Baik .. baiklah . "  Olla akhirnya mengalah .


" Kakak tahu , setiap perempuan itu tidak suka didesak . Cara kakak untuk mendekati Cyrin itu terlalu jelas dan mudah ditebak . Apalagi Kak Nino terlalu sering berusaha mendekatinya secara terang terangan . Jika terus seperti itu wanita biasanya akan merasa tidak nyaman dan berakhir menjauhi sang pria . " Ucap Olla .


Nino cukup setuju dengan ucapan Olla .


" Lalu aku harus apa ? "


" Mudah saja . Kakak bermain tarik ulur saja . Sudah cukup sejauh ini kakak terus mendekati Cyrin . Sekarang Kakak buat dia penasaran dengan perasaan kakak padanya . " Jawab Olla .


" Caranya ? " Tanya Nino lagi .


Olla meletakkan sendok dan garpu yang sejak tadi dipegangnya .


" Begini, di pesta ulang tahunku nanti kan kakak sudah berjanji untuk menjadi pasanganku . Malam itu kakak bersikaplah sedikit acuh pada Cyrin . Jangan terlalu memberikan perhatian padanya . Aku yakin Cyrin akan penasaran karena perubahan sikap kakak . Dan yang terjadi Ia akan terus memikirkan hal itu , sama saja dia akan memikirkan diri kakak . " Usul Olla .


" Aku tidak yakin bisa bersikap tidak peduli padanya . "


" Tenang saja . Ada aku . Aku akan membantu kakak melakukannya nanti . " Ucap Olla sambil menyembunyikan senyumnya saat Nino akhirnya setuju dengan rencananya .


Tanpa curiga Nino menyetujui rencana Olla . Ia hanya berharap semoga rencana ini bisa berhasil dan dia bisa mendapatkan kembali perhatian Cyrin seperti saat sebelum Farrel hadir kembali di hidupnya .




Hari hari terus berlalu dan sesuai janjinya kemarin , hari ini Farrel akan menemani Cyrin membeli pakaian yang akan Ia gunakan ke acara ulang tahun Olla .



Namun sayang karena pekerjaan , paginya Farrel masih lebih dulu harus ke perusahaannya  .  Akhirnya diputuskan jika Cyrin akan datang menyusulnya ke perusahaan Jatmika dan mereka akan berangkat setelah pekerjaan Farrel selesai .



Cyrin sudah siap dengan tampilan casualnya dengan baju tanpa lengan dan celana jeans membuat dirinya terlihat lebih muda dari usianya .



![](contribute/fiction/3200397/markdown/14234181/1635902184730.jpg)



Ia memilih untuk menaiki taksi menuju gedung perusahaan Farrel . Walaupun ini kali kedua dia kesana dan bukan dalam rangka urusan bisnis , tapi dia tetap saja merasa canggung . Dia hanya hawatir saja jika ada karyawan Farrel yang berpikir yang tidak benar apalagi mengaitkan hubungan kerja sama perusahaan Wiguna dan perusahaan  Jatmika dengan hubungan pribadinya bersama Farrel .



Sementara di depan ruangan Farrel sedang terjadi perdebatan antara Daffin dengan seorang wanita cantik yang tak lain adalah Aurora .



![](contribute/fiction/3200397/markdown/14234181/1635902184728.jpg)



Aurora memang sengaja menyempatkan untuk menemui Farrel saat baru saja pulang dari lokasi syuting .



Walaupun sudah diminta untuk membuat janji temu lebih dulu , dengan memaksa Aurora berhasil membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Farrel .



Farrel yang sedang fokus menandatangani berkas mendongakkan kepalanya melihat apa yang terjadi .

__ADS_1



" Ada keributan apa ini ? " Tanya Farrel .



" Maaf Pak . Tapi nona ini memaksa untuk menemui Bapak tanpa ada janji sebelumnya . " Ucap Daffin .



" Seharusnya kamu tahu siapa aku . " Ketus Aurora pada Daffin .



" Memangnya kamu siapa ? Kali ini aku akan membiarkanmu , karena melihat kamu sebagai kekasih sahabatku Bimo . Tapi jika lain kali kamu bersikap tidak sopan , maka aku tak segan segan mengusirmu . " Ucap Farrel tegas .



" Biarkan dia masuk Fin . Kamu boleh keluar . " Ucap Farrel .



Walaupun terkejut dengan ucapan Farrel , Aurora tetap mempertahankan sikap angkuhnya.



Ia berjalan masuk dan segera duduk di kursi yang di tunjuk Farrel .



Farrel masih sempat menandatangani berkas dan membuat Aurora menunggu . Selagi menunggu wanita itu terus memperhatikan gerak gerik Farrel.



Sungguh Ia sangat terpesona dengan pria itu . Ia melihat ke sekeliling ruangan Farrel yang sangat lekat dengan kesan mewah .



" Sungguh menyesal aku dulu menghianatinya . Mengapa dulu aku tak mencari tahu siapa dia sebenarnya . " Sesal Aurora .



Aurora masih sibuk dengan pikirannya saat Farrel sudah duduk di sofa yang berada di hadapannya .




" Aku hanya ingin menanyakan hubunganmu dengan Cyrin , apa kamu benar benar serius dengannya ? "



" Apa urusannya denganmu ? " Farrel mulai kesal .



" Ku rasa jika memang kamu serius padanya , aku tak akan sanggup . Kamu tahu kan aku adalah kekasih kakaknya . Kita akan sering bertemu dan aku tak sanggup jika harus melihatmu bermesraan bersama Cyrin . "



Farrel berdecih . " Alasanmu tak masuk akal . "



" Entah kamu percaya atau tidak , tapi aku sungguh menyesali perbuatanku dulu. Sebenarnya sampai kini aku masih terus memikirkanmu. Tak ku sangka kita dipertemukan kembali . "



" Berhentilah bicara omong kosong . " Ucap Farrel .



" Aku bahkan tak pernah berharap untuk bertemu denganmu lagi . Simpan saja penyesalanmu sendiri , aku sudah tak peduli . " Lanjut Farrel .



" Mengenai hubunganku dengan Cyrin adalah urusan kami . Yang perlu kamu tahu aku sangat serius dengannya . Aku mencintainya . "



Aurora seakan tak patah semangat . Ia malah dengan berani berpindah posisi duduk ke samping Farrel . Namun Farrel bergerak menjauhkan dirinya .



" Apa kamu masih sangat marah padaku ? Aku benar benar minta maaf . Apa yang harus ku lakukan untuk mendapatkan maafmu ? " Ucap Aurora .

__ADS_1



Bersamaan dengan itu Cyrin yang baru saja sampai segera masuk ke dalam ruangan Farrel  karena di depan Ia tidak melihat siapapun .



Cyrin cukup terkejut melihat pemandangan yang menyambutnya .



" Mas .... " Sapanya .



" Cyrin ... kamu sudah datang . " Ucap Farrel yang segera berdiri dan menghampiri Cyrin



Cyrin berjalan melewati Farrel , Ia bahkan tak menghiraukan Farrel yang menyambutnya .



" Sedang apa kamu di sini ? " Tanyanya pada Aurora .



" Ku rasa aku tak harus memberitahumu alasan aku menemui Farrel . " Jawab Aurora dengan angkuhnya .



" Tentu saja aku harus tahu . Kamu itu kekasih kakakku , untuk apa kamu menemui pria lain jika bukan karena alasan yang penting . Dan yang kamu temui itu bahkan Mas Farrel , sahabat kekasihmu . "



Aurora mulai terpancing emosinya . Ia ikut berdiri dan menatap Cyrin tajam . " Aku punya hubungan yang jauh lebih dekat dengan Farrel yang kamu tidak tahu . "



Cyrin tertawa . " Mengapa kamu  sangat bangga saat hanya menjadi mantan kekasihnya ? "



Aurora cukup terkejut , Ia tak menyangka jika Cyrin tahu masa lalunya dengan Farrel .



Farrel yang merasa kini suasana sudah semakin tak terkendali segera ikut bersuara .



" Aurora pergilah . Ini terahir kalinya ku harap kamu menemuiku seorang diri . " Ucap Farrel sambil melingkarkan  mesra tangannya di pinggang Cyrin  .



Aurora yang sudah emosi segera pergi meninggalkan tempat itu dengan suasana hati yang buruk .



Setelah bayangan Aurora tak terlihat lagi dari balik pintu , Cyrin segera melepaskan tangan Farrel dari pinggangnya . Kemudian dengan cemberut wanita itu duduk di sofa sambil melipat kedua tangannya di dada .



" Hufftt... sepertinya akan panjang nih urusannya . " Batin Farrel .



.


.


.


.


.


"*Pasangan paling bahagia di dunia ini tidak pernah memiliki sifat yang sama. Mereka hanya saling memahami dengan baik tentang perbedaan yang mereka miliki*."


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2