My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 61 . Hari pertama jadian


__ADS_3

Setelah menikmati makan siang bersama , Farrel mengantar Cyrin ke perusahaan Wiguna untuk kembali bekerja lalu Ia pun kembali ke perusahaannya untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda .


Sebelum Ia lupa , Farrel segera menghubungi Bimo untuk memberitahu mengenai hubungannya dengan Cyrin .


" Waaahhh gerak cepat juga yah Bro , syukurlah sekarang Cyrin sudah ada yang jagain disana . " Respon Bimo ketika mendengar berita yang disampaikan sahabatnya itu .


" Hahahaha... soalnya banyak saingan . Aku harus ekstra waspada nih jagain adikmu . " Ucap Farrel .


" Eh Bim , aku berani berjanji jika aku jalanin hubungan sama Cyrin ini dengan serius . Jadi ku pikir apa boleh jika aku bertemu dengan Om dan Tante ? Setidaknya mereka harus tahu jika aku adalah orang terdekat Cyrin saat ini . " Lanjutnya   .


" Boleh aja kok . Ibu dan Bapak pasti setuju jika kamu orangnya . Mereka udah kenal kamu dari lama ditambah sikap kamu yang seperti ini aku yakin membuat mereka bisa percayain Cyrin sama kamu . " Ucap Bimo menyetujui usulan Farrel .


" Kamu omongin aja ke Cyrin , kapan kalian bisa ke Solo nemuin Bapak sama Ibu . " Lanjut Bimo .


" Gimana yah Bim , aku sih berharap kalau Om dan Tante merestui hubungan kami . Tapi kemungkinan terburuknya jika tidak seperti harapan , aku gak mau Cyrin tahu dan malah jadi kepikiran . Makanya aku rencana nemuin Om dan Tante sendirian , menurut kamu gimana ? " Farrel meminta pendapat sahabatnya .


" Gila... baru aja jadian udah bucin aja kamu sama si Cyrin . Hehehehhe " Ejek Bimo


" Bukannya kamu yang paling tahu kalau aku udah bucinin adikmu bahkan dari zaman bucin belum terkenal " balas Farrel dengan bercanda juga .


" Gini aja nih , minggu depan ulang tahun perusahaanku . Kamu datang aja lebih dulu ke Solo nemuin Bapak sama Ibu , jadi nanti pas Cyrin pulang malah jadi kejutan untuk dia . Gimana menurutmu ? " usul Bimo .


" Good idea , aku setuju aja . Tolong kamu aturin yah Bim . Sekalian tolong tanyain Om dan Tante apa bersedia menemuiku . " Pinta Farrel .


" Sipp..  kamu tenang aja . Nanti aku kabarin waktu dan tempatnya yah . " Ucap Bimo sebelum mereka mengakhiri panggilan telepon .


Farrel bersyukur karena ada Bimo yang mendukung dan bisa Ia andalkan . Farrel memang berencana menjalin hubungan serius dengan Cyrin , bahkan tak pernah terlintas di benaknya untuk menjalin hubungan pacaran lebih dulu Ia maunya ingin langsung melamar dan menikahi Cyrin saja .


Tapi karena keadaan dan persaingan yang ketat , Farrel akhirnya memilih untuk menjalin hubungan pacaran lebih dulu sambil Ia mempersiapkan langkah seriusnya lagi setelah ini .


Farrel akhirnya harus berhenti memikirkan sang pujaan hati saat melihat tumpukan berkas di mejanya .


" Huuuhh.... ayoo kerja... kerja .... semangat Rel . Semakin cepat kerjaan kamu selesai , semakin cepat juga kamu bisa bertemu Cyrin . Ahh... tuh kan aku jadi kangen lagi ... " Ucap Farrel menyemangati dirinya sendiri .



Berbeda dengan Farrel yang saat ini memikirkan Cyrin dengan berjuta juta kerinduan , Cyrin kini tengah merutuki sikap sang kekasih .



" awas saja kalau nanti ketemu ... " Gerutu Cyrin dalam hati .



Pasalnya kini Cyrin disalahkan karena rapat dengan Jatmika Company yang tidak berjalan lancar akibat ketidak hadirannya .



Sudah berkali kali Cyrin jelaskan jika Ia diminta oleh Pak Nino ke rumah sakit , tapi anggota tim yang lain tidak mau mengerti .



Mereka baru berhenti menyalahkan Cyrin saat Alvin bergabung dalam rapat dan memberikan penjelasan .



" Sekarang ini jadi tanggung jawab kamu untuk membuat jadwal meeting kembali dengan Jatmika Company . " Ucap ketua tim produksi dengan ketus pada Cyrin .



" Baik Pak , akan saya usahakan sesegera mungkin . " Balas Cyrin .



Rapat akhirnya berlanjut dengan membahas hal hal yang dikoreksi dan diminta perbaikan oleh klien mereka yang tak lain adalah Farrel , kekasihnya .

__ADS_1



Hingga tak terasa jika jam pulang kantor telah tiba. Rapat mereka harus berakhir . Saat sedang bersiap untuk pulang , Cyrin baru ingat jika tadi mobilnya Ia tinggalkan di perusahaan Farrel .



" Astaga , kok bisa sampai lupa . Aku pulangnya gimana ini .... apa nebeng Byanca aja yah . " Gumam Cyrin .



Seperti mengetahui apa yang sedang ada dipikirannya kini ponsel Cyrin berdering dengan nama Farrel yang nampak di layarnya .



" Halo Mas .... aku baru aja mau hubungin Mas , eh Mas telepon duluan . " Ucap Cyrin saat menerima panggilan Farrel .



" Oh yah... itu tandanya kita udah sehati sayang . "



Ucapan receh Farrel barusan ternyata bisa juga membuat Cyrin merona .



" Ahh bisa bisanya Mas aja tuh . " Balas Cyrin .



" Memangnya ada apa ? Kamu udah pulang Yang ? " Tanya Farrel .



" Nah itu dia , sekarang aku udah mau pulang tp baru ingat kalau mobilku tadi ditinggal di perusaahaan Mas . Tapi gak masalah kok Mas , aku pulang bareng Byanca aja . "




Tanpa membuang waktu lagi Cyrin segera berpamitan pada Byanca dan Marsha yang sejak tadi menunggu Cyrin selesai menelepon .



" Loh ... gak jadi bareng nih ? " tanya Byanca .



" Gak jadi ... Mas yayangku udah jemput tuh . "



" Mas yayang ? " Byanca dan Marsha masih berusaha mencerna ucapan Cyrin .



Saat keduanya telah mengerti barulah mereka saling pandang sambil tersenyum .



" Wooiii Rin.... utang cerita kamu sama kita berdua . " teriak Byanca membuat beberapa orang memperhatikan interaksi mereka .



Cyrin tak menjawab hanya mengangkat tangannya dan mengacungkan jempolnya tanda setuju .

__ADS_1



Dari kejauhan Cyrin sudah bisa melihat mobil pria yang belum genap sehari berstatus sebagai pacarnya .


Farrel yang melihat Cyrin semakin mendekat kearah mobilnya segera turun dan membukakan pintu . Perlakuan sederhana Farrel dan wajah tampannya yang selalu membuat Cyrin terpesona membuat wanita itu lupa jika tadi dia berniat memarahi Farrel saat bertemu .


" Mas kok gak bilang mau jemput ? " pertanyaan pertama yang dilontarkam Cyrin saat Farrel baru menyusulnya masuk kedalam mobil .


" Lohh emangnya harus bilang bilang kalau mau jemput pacar sendiri yah ? " Farrel malah balik bertanya .


" Ya gak gitu juga sih Mas , kan bisa aja aku gak lagi di kantor tapi Mas malah jemput kemari . "


" Ohh kalau gitu kamu harus rajin rajin ngabarin kamu lagi di mana , biar Mas tahu dan gak hawatir sama kamu . " Ucap Farrel menanggapi alasan Cyrin .


" Yeeyy dasar pacar posesif . " Ejek Cyrin .


" Kalau pacarnya secantik kamu memang harus posesif sayang . Bahaya , yang mau jadi saingan banyak soalnya . " Balas Farrel malah membuat Cyrin merona .


" Ahhh.. ternyata Mas raja gombal , aku baru tahu . "


Keduanya lalu tertawa bersama di sela sela macetnya jalanan kota Jakarta di saat jam jam seperti ini .


Tawa mereka terhenti saat ponsel Cyrin berdering , dan ternyata yang menghubungi Cyrin  adalah Tante Rani .


Cukup lama Cyrin membiarkan ponselnya berdering .


" Kok gak diterima Yang ? Memangnya dari siapa ? " Tanya Farrel penasaran . Mode pacar posesif lagi On nih .


" Hemm.. dari Tante Rani , Mamanya Pak Nino . " Jawab Cyrin jujur .


Raut wajah Farrel seketika berubah. Cyrin juga menyadari hal itu .


" Terima aja Yang , aku juga penasaran dia maunya apa . "


Dengan izin Farrel akhirnya Cyrin menerima panggilan Tante Rani . Dan benar dugaan Farrel , Tante Rani meminta Cyrin untuk mampir ke rumah sakit untuk menemaninya karena dia sendirian menunggui Nino .


Farrel mengangguk memberi Cyrin kode agar menyetujui permintaan Tante Rani . Lalu panggilan mereka terputus dengan Cyrin yang masih tak mengerti dengan keputusan Farrel .


" Mas memangnya ngizinin aku ke rumah sakit lagi ? " tanya Cyrin .


" Izinin kok . Jenguk orang yang lagi sakit itu pahalanya gede sayang . Tapi kamu kesananya harus bareng aku , itu baru boleh . " Jawab Farrel lalu Ia memutar balik arah mobilnya menuju rumah sakit tempat Nino di rawat .


Dalam hati Cyrin hanya berdoa semoga disana tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan .


Sedang Farrel kini sedang berusaha menyembunyikan kekesalannya . " Sepertinya aku harus cepat cepat Go Public nih , mulai dari si Nino sepertinya seru . " Batin Farrel .


.


.


.


.


.


"So it's not gonna be easy. It's going to be really hard; we're gonna have to work at this everyday, but I want to do that because I want you. I want all of you, forever, everyday. You and me ... every day."


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2