My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 32 . Kuda


__ADS_3

" Rin... bangun Rin ... udah sampai . "


Farrel membangunkan Cyrin dengan lembut .


" Hooaamm.... udah sampai yah Mas ? " Tanya Cyrin dengan suara serak khas orang bangun tidur.


" Sudah dari 30 menit yang lalu . " Jawab Farrel.


" Sepertinya aku kelelahan karena sejak tadi terus menggerutu pada Mas Farrel dalam hati . " Batin Cyrin .


" Ya udah turun yuk... Mama dan Papa udah nungguin untuk makan siang . " Ajak Farrel .


Farrel lalu turun dari mobil lebih dulu kemudian berjalan memutari mobil untuk membukakan pintu bagi Cyrin .


" Makasih Mas . " Ucap Cyrin dengan senyum manisnya saat turun dari mobil .


Cyrin mengamati pemandangan yang terpampang di hadapannya kini .


" Waahh indah sekali . Kita lagi di kebun teh yah Mas ? " tanyanya .


" Iya , Mama dan Papa sudah sejak kemarin berada di sini . " Jelas Farrel .


Cyrin mengikuti langkah Farrel menuju ke sebuah saung yang cukup besar . Dari kejauhan Cyrin bisa melihat di sana sudah ada Mama dan Papa Farrel . Dan ada tiga orang lain yang belum dikenal Cyrin .



" Siang semuanya . " Sapa Farrel .


Seketika semua orang berbalik menatap ke arah Farrel dan Cyrin .


" Akhirnya bisa ketemu kamu juga Rel . " Ucap seorang pria paruh baya yang belum Cyrin kenal .


" Iya nih , kapan kamu nikahnya kalau setiap hari kerjaan mulu yang di apelin . " sambung seorang wanita paruh baya yang juga Cyrin belum tahu siapa .


" Iya Om , maaf yah kerjaan lagi banyak banyaknya . Jadi gak sempat nemuin Om dan Tante . " Jawab Farrel ramah .


" Apalagi waktu waktu seperti sekarang , makin sibuk aku Tante . Makin banyak yang mau diurusin . " Lanjut Farrel lalu berbalik menatap Cyrin yang berdiri di belakangnya .


Sontak saja semua pandangan kini mengarah pada Cyrin .


Cyrin segera menyapa , " Siang Om , Tante  . " Sapa Cyrin ramah sambil mencium punggung tangan Mama dan Papa Farrel .


Cyrin masih tidak peka jika kini Ia menjadi pusat perhatian karena ucapan Farrel barusan .


" Hai Cyrin .... udah lama gak ketemu , tante udah kangen mau obrolin resep masakan lagi sama kamu . " sambut Mama Anin .


" Kenalin , ini Cyrinda... teman dekat Farrel . " Ucap Mama Anin mengenalkan Cyrin .


Sontak saja wajah Cyrin merona karena itu .


" Rin ini kenalin Tante Friska dan Om Soni . Pemuda yang tampan itu sepupu Farrel , anak mereka namanya Richi . "  Ucap Mama Anin .


Cyrin juga ikut menyalami Om Soni dan Tante Friska . Sementara Cyrin mengulurkan tangannya untuk menjabat Richi .


Tentu saja hal itu disambut gembira oleh Ritchi , bahkan dengan sengaja Ritchi menahan jabatan tangan mereka agar tak cepat terlepas .


Farrel yang menyadari itu segera bertindak , Ia melepas jabatan tangan keduanya . Kemudian menuntun Cyrin untuk duduk di kursi sebelahnya .


" Makan dulu yuk... sekalian ngobrol . " Ajak Tante Friska .


Di meja sudah terhidang banyak makanan . Farrel meminta bantuan Cyrin mengambilkan beberapa lauk untuknya karena posisi lauk yang cukup jauh dari tempatnya duduk .


__ADS_1


Sontak saja hal itu menjadi perhatian bagi Mama Anin dan Tante Friska .


" Sepertinya bentar lagi Mbak Anin akan punya mantu nih . " Ucap Tante Friska .


" Doain aja yah Fris ... semoga yang kali ini udah pas untuk Farrel . Kalau aku sih udah cocok banget , apalagi anaknya suka masak .... sehobi sama aku . " Jawab Mama Farrel sambil sesekali menepuk lengan Cyrin .


Sebenarnya Cyrin kurang paham hal apa yang di bahas oleh keduanya , jadi Cyrin hanya ikut tersenyum saja .


Farrel rasanya ingin tertawa melihat ekspresi Cyrin yang sangat lucu menurutnya .


Ketiga wanita berbeda usia itu masih asik mengobrol soal resep resep masakan , sedang Farrel hanya mengamati wajah Cyrin dari jauh .


" Bang , jadi dia pacar kamu ? " Tanya Ritchi .


" Belum . Doain aja bisa segera . "


" Syukurlah kamu akhirnya bisa move on dari cinta pertama mu itu . "


" Siapa yang move on . Sejak 6 tahun lalu tanpa aku sadarin ternyata aku belum sepenuhnya berhasil move on dari dia . "  Ucap Farrel sambil menunjuk ke arah Cyrin dengan dagunya .


" Whaattt ??? Jadi dia itu cinta pertama kamu Bang ? " Tanya Ritchi .


Farrel mengangguk .


" Sumpah , akhirnya aku percaya pepatah kalau jodoh tak akan kemana . Cepetan deh Bang kamu halalin, sebelum keduluan orang lain lagi bisa patah hati lagi kamu . "


Farrel memikirkan ucapan Ritchi . Sepertinya memang benar , sejak dulu dia belum pernah benar benar bisa melupakan rasa cintanya pada Cyrin .


Saat bersama Aurora pun dulu dia jalani agar dia bisa melupakan Cyrin .


Sekarang wanita itu hadir kembali di kehidupannya , bahkan kini mereka berdua lebih dekat . Apa dia harus kembali memperjuangkan perasaannya pada Cyrin .


Pertanyaan dan kemungkinan terus saja muncul di kepala Farrel .


Karena tak ada respon , Ia akhirnya menggoyangkan lengan Farrel .


" Eh Rin... kok kamu di sini ? bukannya tadi ada Ritchi . " Tanya Farrel bingung . Seingatnya tadi dia sedang mengobrol  bersama Ritchi .


" Ritchi udah pergi dari tadi  , katanya dia mau menunggang kuda . "


" Kita juga dong Mas . Jalan jalan yuk ... udah jauh jauh kemari sayang kalau gak nikmatin pemandangannya . " Bujuk Cyrin .


" Ya udah ayo  . "


Mereka berduapun pergi berjalan jalan ke arah kebun teh . rencananya mereka akan menyusul Ritchi ke tempat untuk menunggang kuda .


" Memangnya kamu berani sama kuda ? " tanya Farrel .


" Berani . Kan ada Mas juga yang jagain . "


" Dasar kamu yah .... tapi benar juga pasti Mas jagain kok . " Balas Farrel sambil mengacak rambut Cyrin .


" Ihh... Mas , kok di berantakin sih rambutku . Jadi jelek nih aku nanti . " Protes Cyrin .


" Biarin. Biar gak ada pria lain lagi yang suka sama kamu . "


Cyrin cemberut membuat Farrel semakin gemas. Wanita itu bahkan mempercepat langkahnya memberi jarak antara dirinya dengan Farrel .


" Rin... jangan cepat cepat dong jalannya . Tungguin Mas . "


" Gak mau . "


" Ya udah tapi kalau ada ular jangan minta tolong sama aku yah . "

__ADS_1


Farrel mencoba menakuti Cyrin .


Dans sepertinya berhasil . Cyrin berlari kembali mendekat ke Farrel .


" Sepertinya dia percaya ucapanku . Hehehe memangnya ini lagi di hutan ,  banyak ular . Dia percaya percaya saja . " Batin Farrel .


Setelah berjalan cukup jauh , mereka tiba di tempat yang menyewakan kuda .


Mereka harus menunggu sebentar karena semua kuda sedang di sewa oleh pengunjung lain .


" Mas fotoin Cyrin dong . " Pinta Cyrin .


" Okey , pakai ponsel aku saja . " Balas Farrel .



Setelah menunggu beberapa saat Ritchi kembali dengan menunggangi kuda .


" Rin , kita pakai kuda bekas Ritchi aja yuk . " Ajak Farrel .


" Kita ? " tanya Cyrin memastikan .


" Iya kita berdua . Kan kudanya cuma ada satu . Kalau masih mau nungguin takutnya lama . Gak masalah kan Rin ?


" Hemm ,, gimana yah  Mas ... tapi ... "


" Tapi .... ? " Tanya Farrel


" Ya udah deh Mas , Ayo kita langsung berdua aja . "


Setelah mendapat pengarahan dari joki kuda itu, Farrel kemudian membantu Cyrin naik lebih dulu . Setelah dirasa Cyrin nyaman dengan posisi duduknya lantas Ia ikut naik dan duduk tepat di belakang Cyrin .


Jantung keduanya berdetak lebih cepat dari biasanya . Berada dalam posisi sedekat ini belum pernah terpikirkan sama sekali bagi mereka berdua .


Sepanjang perjalanan mengitari kebun teh wajah Cyrin terus merona , sedang Farrel rasanya seluruh tubuhnya terasa kaku .


" Sepertinya aku benar benar masih memiliki rasa pada wanita ini . " Batin Farrel .


" Sepertinya aku memiliki rasa pada pria ini . " Batin Cyrin


.


.


.


.


.


" Saat yang tak ternilai adalah ketika orang yang Anda cintai, menatap mata Anda untuk memberi tahu Anda bahwa mereka telah jatuh cinta dengan Anda."


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2