
Sementara di sebuah kamar rawat VVIP rumah sakit sangat ramai dengan kehadiran beberapa orang jajaran direksi dan manager dari perusahaannya sedang menjenguk Nino .
Namun di samping itu semua , yang membuatnya kecewa karena satu sosok yang Ia harapkan kehadirannya nyatanya malah tidak ada di antara orang orang tersebut .
Siapa lagi kalau bukan Cyrin .
Mama Nino tentu saja menyadari kekecewaan putranya , oleh sebab itu beliau berinisiatif menghubungi Cyrin dan memintanya datang ke rumah sakit .
Kini Mama Nino yang bernama Mama Rani tinggal menunggu saja kedatangan Cyrin yang tentu akan membuat putranya kembali bersemangat .
Dua puluh menit kemudian , pintu ruang rawat Nino terbuka . Dengan perlahan Cyrin masuk ke dalam tanpa ingin menarik perhatian namun usahanya gagal karena kini semua mata tertuju padanya .
" Bukannya kamu karyawan di salah satu bagian marketing yah ? " Tanya salah satu direksi .
" Selamat sore , benar Pak saya Cyrinda dari bagian marketing . " jawab Cyrin sopan .
" Dia ini loh karyawan marketing yang dapetin kerja sama dengan Jatmika . " Celoteh salah satu direksi yang lain .
Yang lainnya hanya ikut ber Oh saja tanpa memberi komentar .
" Cyrin ini teman dekat Nino . " Sambar Mama Rani tanpa berpikir jika ucapannya barusan membuat semua orang disana berpikir ada suatu hubungan antara Nino dan Cyrin .
" Duduk sini dulu Rin , kamu pasti masih capek baru pulang dari kantor . " Lanjut Mama Rani sambil menepuk sofa yang kosong di sampingnya .
Walaupun merasa canggung , dengan sopan Cyrin menuruti permintaan Mama Rani .
Mama Rani sangat senang , karena Ia bisa melihat perubahan raut wajah putranya yang menjadi lebih bersemangat .
Berselang lima menit kemudian , pintu ruang rawat Nino kembali terbuka . Namun kini yang masuk adalah Alvin . Namun semua mata disana kini terfokus pada sosok pria yang ikut masuk bersama Alvin .
Benar , dia adalah Farrel .
" Silahkan masuk Pak . " Ucap Alvin ramah .
Nino sangat terkejut dengan kehadiran Farrel . Ia sangat yakin jika pria itu kemari tentu saja bukan karena ingin menjenguk dirinya .
Mama Rani dan beberapa direksi yang mengenali siapa dirinya segera bangkit dan menghampiri Farrel .
Segera mereka menyambut Farrel dengan berjabat tangan dan basa basi menanyakan kabar .
" Wah... Pak Farrel sampai repot repot menjenguk CEO kami , sungguh suatu kehormatan bagi kami . " Ucap salah satu direksi .
Farrel yang di ajak bicara tidak menanggapi karena matanya sedang mengedarkan pandangan mencari sosok Cyrin .
Saat akhirnya Ia melihat Cyrin yang duduk manis di sofa barulah Ia tersenyum dan merespon ucapan orang tersebut .
" Terimakasih penerimaan kalian yang sangat baik . Tapi kali ini saya datang bukan sebagai CEO Jatmika kok , bukan soal kerjaan . Jadi kita bersikap santai saja . " Jawab Farrel ramah .
Beberapa direksi dan Mama Rani menyambut ucapan Farrel dengan tawa . Mama Rani yang sudah tahu jika Cyrin juga sebenarnya dekat dengan Farrel merasa waspada akan kehadiran Farrel saat ini . Apalagi setelah melihat putranya yang tak senang dengan kehadiran Farrel .
" Saya kemari hanya menemani kekasih saya menjenguk atasannya . " Lanjut Farrel sambil menatap lembut pada Cyrin .
Cyrin yang di tatap Farrel kini mulai merona . Di tambah lagi kini semua pandangan orang di ruangan itu mengarah padanya .
" Ke...ka.. sih ? " Ulang Mama Rani .
" Iya tante . Ini Mas Farrel , kekasih Cyrin . " Ucap Cyrin malu malu .
Nino sudah tak bisa menjaga raut wajahnya agar tetap tenang .
Sangat jelas terlihat jika saat ini pria itu tengah marah bercampur kecewa .
Ia juga sedikit malu karena belum lima menit yang lalu Mamanya memperkenalkan Cyrin sebagai teman dekatnya , dan sekarang wanita itu malah mengakui pria lain sebagai kekasih .
Sontak saja suasana di ruangan menjadi canggung . Sedikit terdengar bisik bisik dari beberapa orang yang ada disana .
" Maaf yah , kami menjenguk tidak membawa apa apa . Soalnya kata Cyrin dia hanya akan mampir sebentar . " lanjut Farrel .
Salah seorang direksi akhirnya tertawa canggung untuk menghentikan keheningan yang terjadi .
__ADS_1
" Wah..... ternyata Pak Farrel selain cakap dalam berbisnis juga termasuk pria yang perhatian yah , mau nemenin kekasihnya menjenguk atasannya . " ucap direksi tersebut .
" Biasa aja Pak . Kalau punya kekasih seperti Cyrin ini memang harus di jagain dan ekstra hati hati . Soalnya banyak pria lain yang suka coba coba ambil kesempatan . " Ucap Farrel sambil melirik pada Nino .
Mama Rani masih terdiam . Ia masih berusaha menerima kebenaran yang baru saja Ia dengar .
" Maaf semuanya , terimakasih sudah datang menjenguk dan mendoakan saya . Tapi mohon maaf sekali lagi , kepala saya sedikit sakit . Saya izin beristirahat dulu . " Ucap Nino berusaha terdengar sopan sebelum akhirnya mengubah posisinya dari duduk menjadi berbaring .
Mama Rani dengan sigap membantu putranya kembali berbaring . Ia hanya bisa menggenggam tangan putranya seolah ingin memberikan dukungan semangat padanya .
" Kalau begitu kami semua permisi dulu Pak Nino , Nyonya Rani . Silahkan Bapak beristirahat , semoga lekas pulih Pak . " Ucap salah satu direksi diikuti dengan semuanya berdiri kemudian menyalami Mama Rani juga Farrel .
" Sayang , sepertinya bosmu mau istirahat . Kita juga balik yuk , gak enak gangguin orang sakit yang mau istirahat . " Bisik Farrel pada Cyrin tapi suaranya masih bisa di dengar jelas oleh Nino yang kini berbaring membelakangi mereka .
Mama Rani dan Alvin kembali setelah mengantar semua orang sampai di depan pintu .
" Tante ... saya juga harus pamit sekarang . Maaf tidak bisa lama menemani tante . " pamit Cyrin .
" Iya , tak masalah kok . Terimakasih yah sudah bersedia mampir . " Balas Mama Rani berusaha menyembunyikan kekecewaannya .
" Terimakasih juga Pak Farrel sudah bersedia menjenguk putra saya . " Lanjutnya yang kini menatap pada Farrel .
Farrel hanya membalas dengan senyuman saja . Keduanya lalu beranjak keluar kamar sesegera mungkin meninggalkan kekecewaan bagi Nino dan juga Mamanya .
" Langsung balik atau mau mampir makan malam dulu nih Yang ? " tanya Farrel pada Cyrin yang sejak awal perjalanan meninggalkan rumah sakit malah diam .
Cyrin tak menanggapi .
" Yang ... ditanya kok malah diam sih . " lanjut Farrel .
Farrel tentu menyadari perubahan sikat kekasihnya namun Ia tetap mengikuti permintaan Cyrin .
Farrel kini memarkirkan mobilnya di parkiran sebuah supermarket . Sebelum Cyrin berhasil turun , Ia sudah menahan wanita itu dengan menggenggam tangannya .
" Kalau Mas ada salah kamu ngomong dong sayang . Jangan diam gini , mas jadi bingung . "
Cyrin masih diam .
" Baru hari pertama loh Yang , mas udah berantem aja . " sambungnya .
" Ohh jadi Mas menyesal ? "
" Bukan gitu sayang . Tuh kan malah salah ngomong lagi . " jawab Farrel segera .
__ADS_1
" Mas tadi kok langsung bilang sih kalau kita pacaran . "
" Yah aku kan hanya bilang yang sebenarnya . " balas Farrel .
" Iya , tapi aku hanya hawatir mereka salah paham . Mereka semua tahu jika aku adalah marketing yang memenangkan proyek dengan perusahaan Jatmika . Pasti mereka kini meragukan hasil yang aku capai , aku hawatir mereka berpikir ini semua karena aku ada hubungan dengan Mas . " Jelas Cyrin .
" Gak akan . Lagian Wiguna juga terpilih setelah melalui proses seleksi . Produk yang kalian buat memang adalah produk dengan klasifikasi produk terbaik diantara semua perusahaan yang ikut bersaing saat itu . "
" Tapi tetap aja . Aku malah hawatir kalau kredibilitas Mas dan perusahaan Mas malah akan diragukan karena hal ini . " Lanjut Cyrin .
" Ululu... jadi sayangku ini hawatirin aku yah . Tenang saja , itu tidak akan terjadi . Bukannya sombong , tapi perusahaan perusahaan itu yang membutuhkan perusahaan Mas untuk bekerja sama dengan mereka . Mereka akan melakukan segala cara untuk bisa berhasil . Sekarang malah Mas jadi ikut hawatirin kamu . Jangan sampai mereka malah ingin memanfaatkan kamu dan hubungan kita untuk kepentingan perusahaan kalian . " Ucap Farrel .
" Hemm.. tenang aja Mas , aku akan tetap bersikap profesional kok . "
" Aku juga . Jadi kamu sekarang gak usah mikir yang macam macam . Turun yuk , udah gak marah kan ? Kalau gitu kamu masakin aku dong. " pinta Farrel dengan manja .
" Oke . Siap laksanakan Mas Bos . " ucap Cyrin bersemangat .
Namun sebelum turun dari mobil , Farrel berhasil memberikan kecupan di kening lalu turun ke bibir Cyrin .
Walaupun bukan ciuman pertama lagi tapi hal itu masih membuat Cyrin kembali merona . Farrel makin gemas melihat wajah cantik Cyrin yang nampak tersipu malu .
Keduanya lalu berbelanja bersama , menikmati waktu kebersamaan mereka . Walaupun hanya dengan melakukan hal sederhana seperti itu tapi jika mereka lakukan berdua rasanya tetap membuat mereka sangat bahagia .
.
.
.
.
.
.
"*I'm not the same since i met u, the days turned longer the nights turned colder and u will always have a special place in my heart just for you. I do love you*!"
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue .