
Farrel mulai melajukan mobilnya setelah memastikan Cyrin mengenakan sabuk pengamannya .
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang tak sengaja melihat kebersamaan mereka saat baru akan naik ke mobil .
Dia adalah Olla .
Hari ini Angga harus ke Jatmika Company karena ingin memastikan progres pengajuan kerja sama . Namun , karena bertepatan dengan Olla yang juga minta di dampingi untuk bertemu klien jadilah Angga pergi ke Jatmika Company bersama Olla .
" Bukannya itu Cyrin yah Pak Angga ? "
Olla menunjuk ke arah sebuah mobil dimana Seorang pria baru saja menutup pintunya .
" Mana mungkin sih , Cyrin sedang cuti karena acara keluarga . Masa acara keluarganya di Jatmika Company sih .... " balas Angga .
" Tapi beneran Pak , saya lihat Cyrin masuk ke mobil yang pintunya dibukain sama pria tadi . " Olla masih bersikukuh .
" Nah itu lebih gak mungkin lagi . Memangnya kamu tahu , siapa pria tadi ? "
Olla menggeleng .
" Dia itu CEO perusahaan ini . Namanya Pak Farrel Antoine Jatmika . "
" Waahh ternyata CEO perusahaan ini masih muda dan sangat tampan . Andaikan hatiku belum milik Kak Nino , mungkin aku akan mengejar CEO tampan tadi . Hehehe " Batin Olla .
" Tapi bukankah pria itu adalah pria yang dipukul oleh Kak Nino tempo hari ? " Batin Olla .
" Huussssttt ... malah ngelamun lagi . "
" Olla ... olla... ayo masuk . " Tegur Angga karena Olla melamun sedang pintu lift sudah terbuka sejak tadi .
Mereka berdua kini sedang menemui manajer perencanaan produk dari Jatmika Company . Di tengah tengah meeting , Daffin masuk ke ruangan dan ikut bergabung .
Sang manajer memperkenalkan Daffin .
" Maaf Pak Angga, Bu Olla . Perkenalkan ini Pak Daffin , sekertaris Pak Farrel CEO Jatmika . "
Daffin tersenyum .
Sungguh Olla terpesona oleh senyuman Daffin ,
" Gila nih perusahaan , bos nya tampan banget , eh sekertarisnya juga gak kalah tampannya . " Batinnya .
" Selamat pagi semua . Saya disini ingin menyampaikan pesan dari Pak Farrel . Jika kerja sama ini di setujui oleh kedua belah pihak , maka beliau meminta agar Nona Cyrin juga menjadi bagian dalam tim dari perusahaan Wiguna . " Ucap Daffin tegas .
" Tapi Pak ... " Angga berniat menyela hanya saja di hentikan oleh Daffin .
" CEO kami meminta itu sebagai syarat Pak . Alasannya karena sejak awal Nona Cyrin yang bertanggung jawab , jadi dia cukup mengetahui soal project ini . Tolong jawaban dari perusahaan Wiguna segera , karena project ini harus rampung sebelum ulang tahun perusahaan kami . " Lanjut Daffin .
Mendengar hal itu , Olla semakin yakin jika Cyrin memiliki hubungan dengan CEO Jatmika . Dan wanita yang di lihatnya tadi benar Cyrin .
Segera Olla mengirimkan pesan singkat pada Nino .
" Kak... kamu tahu siapa yang kutemui di Jatmika Company ? Aku melihat Cyrin masuk ke mobil milik CEO Jatmika . Wahhh , ternyata jangkauan Cyrin bagus juga yah kak . Alasan Cuti acara keluarga , tau taunya malah berdua duaan dengan seorang CEO . "
__ADS_1
Begitulah isi pesan singkat yang Olla kirimkan pada Nino .
Nino yang sedang sibuk memeriksa laporan dari cabang cabang perusahaannya di kota lain , dengan malas membuka pesan dari Olla .
Betapa terkejutnya Nino . Ia pikir Cyrin akan marah pada Farrel , ternyata rencananya tak berhasil .
Tapi Nino sedikit ragu , bisa saja Olla hanya ingin membuatnya salah paham pada Cyrin .
Nino segera mencari nama Cyrin di phonebook ponselnya .
Tuutt ...tuuut...
Butuh beberapa kali nada tunggu sebelum Cyrin menjawab panggilan itu .
" Halo Pak " .... sapa Cyrin di seberang telepon .
" Halo Rin. Kenapa Pak lagi sih , kita kan tidak sedang di kantor . " Balas Nino .
" Tapi ini masih jam kantor Pak . "
" Tapi kamu sedang cuti Cyrinda , jadi jam kantor tidak berlaku untukmu . Kamu lagi dimana ? " tanya Nino tanpa basa basi lagi .
" Oke Oke .. aku nyerah deh . Aku lagi di jalan nih Kak . " Jawab Cyrin .
Farrel yang sedang menyetir di samping Cyrin sesekali menengok ke arah wanita itu karena penasaran siapa yang menghubunginya .
" Eeheemm " Farrel berdeham.
Cyrin menoleh padanya . Wanita itu sampai meletakkan jari telunjuknya di bibir Farrel mengisyaratkan agar pria itu diam .
" Iiyaa Kak . Aku lagi sama Mas ku . " Ucap Cyrin sedikit berbisik .
Cyrin malu jika Farrel mendengar Ia menyebut ' Mas ku ' , tapi Cyrin juga tidak ingin Nino tahu jika Ia sedang jalan bersama Farrel . Cyrin tahu betapa Nino tidak menyukai Farrel .
Farrel ternyata mendengar ucapan Cyrin barusan , Ia tersenyum lalu menggenggam tangan Cyrin yang masih betah berada di depan bibirnya .
Sungguh rasanya Cyrin sangat malu saat ini .
Setelah panggilan telepon Nino berakhir , Farrel menggoda Cyrin .
" Jadi aku sekarang Mas kamu nih ? " goda Farrel .
Wajah Cyrin merona . " Apaan sih Mas , biasa aja kok . "
" Lagian siapa yang nelepon sih , mau tahu banget kamu lagi bareng siapa ? " Tanya Farrel .
Tanpa mereka sadari tangan Farrel masih menggenggam salah satu tangan Cyrin sehingga Ia menyetir dengan satu tangan .
" Hemmm ... yang nelepon tadi itu Kak Nino . " Jawab Cyrin dengan ragu dan terpaksa .
Sontak saja Farrel menjadi kesal .
Ia melepaskan tangan Cyrin, kemudian kembali fokus mengemudi .
__ADS_1
Cyrin menyadari perubahan raut wajah Farrel ,
" Mas ... Mas marah yah ? Cyrin ada salah ? " Tanyanya lembut .
" Menurut kamu ? " Farrel menoleh pada wanita cantik di sampingnya .
" Kenapa tak jujur pada Nino jika kamu sedang bersama ku. Kenapa harus mengelak dengan bilang kamu bersama Mas mu . Kamu takut Nino cemburu kalau tahu kamu jalan sama aku ? Kamu takut Nino marah sama kamu kalau tahu kamu bareng aku ? " ucap Farrel kesal .
Cyrin merasa aneh dengan respon Farrel .
" Kenapa Mas Farrel jadi kesal ? Kok rasanya aku seperti sedang ketahuan selingkuh sih . "
" Bukan gitu Mas , tapi kan memang hubungan antara Mas Farrel dan Kak Nino sedang tak baik . Lagian aku izin cuti dengan alasan acara keluarga Mas . Kalau ketahuan jalan sama Mas , berarti ketahuan aku bohong dong dengan alasan cutiku . Kamu bisa ngerti kan mas ? "
Farrel tak menjawab. Pria itu berusaha tetap fokus pada jalanan di depannya .
Cyrin juga akhirnya memilih diam , Ia tak ingin semakin memperkeruh suasana .
Sudah sekitar 40 menit saling diam , Cyrin kembali bertanya pada Farrel .
" Mas ini kita tujuannya kemana sih Mas ? "
Farrel tak menjawab .
" Huhh... dasar tukang ngambek . Cemburuan . Belum jadi pacar aja sudah cemburuan gini , gimana kalau udah jadi pacar . " Batin Cyrin .
" Wait .... wait .... wait ... tadi aku bilang apa ? PACAR ? Apa aku berharap bisa pacaran dengan Mas Farrel ? " batin Cyrin kembali berperang .
Ia menggeleng gelengkan kepalanya dengan tujuan agar pikiran pikiran aneh tentang dirinya dan Farrel bisa menghilang .
Farrel melirik sekilas tingkah Cyrin , pria itu berusaha menahan senyumnya .
" Ahh ... makin gemas sama wanita ini . Di umpetin dimana yah biar dia gak di gangguin pria lain lagi ? " Batin Farrel membuat pria itu ke sulitan menahan senyumnya .
.
.
.
.
"Cinta melihat melalui teleskop, sedangkan cemburu, melihat melalui mikroskop." Josh Billings
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue