My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 31 . Mas ku cemburu ( lagi )


__ADS_3

Farrel mulai melajukan mobilnya setelah memastikan Cyrin mengenakan sabuk pengamannya .


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang tak sengaja melihat kebersamaan mereka saat baru akan naik ke mobil .


Dia adalah Olla .


Hari ini Angga harus ke Jatmika Company karena ingin memastikan progres pengajuan kerja sama . Namun , karena bertepatan dengan Olla yang juga minta di dampingi untuk bertemu klien jadilah Angga pergi ke Jatmika Company bersama Olla .


" Bukannya itu Cyrin yah Pak Angga ? "


Olla menunjuk ke arah sebuah mobil dimana Seorang pria baru saja menutup pintunya .


" Mana mungkin sih , Cyrin sedang cuti karena acara keluarga . Masa acara keluarganya di Jatmika Company sih .... " balas Angga .


" Tapi beneran Pak , saya lihat Cyrin masuk ke mobil yang pintunya dibukain sama pria tadi . " Olla masih bersikukuh .


" Nah itu lebih gak mungkin lagi . Memangnya kamu tahu , siapa pria tadi ? "


Olla menggeleng .


" Dia itu CEO perusahaan ini . Namanya Pak Farrel Antoine Jatmika . "


" Waahh ternyata CEO perusahaan ini masih muda dan sangat tampan . Andaikan hatiku belum milik Kak Nino , mungkin aku akan mengejar CEO tampan tadi . Hehehe " Batin Olla .


" Tapi bukankah pria itu adalah pria yang dipukul oleh Kak Nino tempo hari ? " Batin Olla .


" Huussssttt  ... malah ngelamun lagi . "


" Olla ... olla... ayo masuk . " Tegur Angga karena Olla melamun sedang pintu lift sudah terbuka sejak tadi .


Mereka berdua kini sedang menemui manajer perencanaan produk dari Jatmika Company . Di tengah tengah meeting , Daffin masuk ke ruangan dan ikut bergabung .


Sang manajer memperkenalkan Daffin .


" Maaf Pak Angga, Bu Olla . Perkenalkan ini Pak Daffin , sekertaris Pak Farrel CEO Jatmika . "


Daffin tersenyum .


Sungguh Olla terpesona oleh senyuman Daffin ,


" Gila nih perusahaan , bos nya tampan banget , eh sekertarisnya juga gak kalah tampannya . " Batinnya .


" Selamat pagi semua . Saya disini ingin menyampaikan pesan dari Pak Farrel . Jika kerja sama ini di setujui oleh kedua belah pihak , maka beliau meminta agar Nona Cyrin juga menjadi bagian dalam tim dari perusahaan Wiguna . " Ucap Daffin tegas .


" Tapi Pak ... " Angga berniat menyela hanya saja di hentikan oleh Daffin .


" CEO kami meminta itu sebagai syarat Pak . Alasannya karena sejak awal Nona Cyrin yang bertanggung jawab , jadi dia cukup mengetahui soal project ini . Tolong jawaban dari perusahaan Wiguna segera , karena project ini harus rampung sebelum ulang tahun perusahaan kami . " Lanjut Daffin  .


Mendengar hal itu , Olla semakin yakin jika Cyrin memiliki hubungan dengan CEO Jatmika . Dan wanita yang di lihatnya tadi benar Cyrin .


Segera Olla mengirimkan pesan singkat pada Nino .


" Kak... kamu tahu siapa yang kutemui di Jatmika Company ? Aku melihat Cyrin masuk ke mobil milik CEO Jatmika . Wahhh , ternyata jangkauan Cyrin bagus juga yah kak . Alasan Cuti acara keluarga , tau taunya malah berdua duaan dengan seorang CEO . "

__ADS_1


Begitulah isi pesan singkat yang Olla kirimkan pada Nino .


Nino yang sedang sibuk memeriksa laporan dari cabang cabang perusahaannya di kota lain , dengan malas membuka pesan dari Olla  .


Betapa terkejutnya Nino   . Ia pikir Cyrin akan marah pada Farrel , ternyata rencananya tak berhasil .


Tapi Nino sedikit ragu , bisa saja Olla hanya ingin membuatnya salah paham pada Cyrin .


Nino segera mencari nama Cyrin di phonebook ponselnya .


Tuutt ...tuuut...


Butuh beberapa kali nada tunggu sebelum Cyrin menjawab panggilan itu .


" Halo Pak " .... sapa Cyrin di seberang telepon .


" Halo Rin. Kenapa Pak lagi sih , kita kan tidak sedang di kantor . " Balas Nino .


" Tapi ini masih jam kantor Pak . "


" Tapi kamu sedang cuti Cyrinda , jadi jam kantor tidak berlaku untukmu . Kamu lagi dimana ? " tanya Nino tanpa basa basi lagi .


" Oke Oke .. aku nyerah deh . Aku lagi di jalan nih Kak . " Jawab Cyrin .


Farrel yang sedang menyetir di samping Cyrin sesekali menengok ke arah wanita itu karena penasaran siapa yang menghubunginya .


" Eeheemm " Farrel berdeham.


Cyrin menoleh padanya . Wanita itu sampai meletakkan jari telunjuknya di bibir Farrel mengisyaratkan agar pria itu diam .


" Iiyaa Kak . Aku lagi sama Mas ku . " Ucap Cyrin sedikit berbisik .


Cyrin malu jika Farrel mendengar Ia menyebut ' Mas ku ' , tapi Cyrin juga tidak ingin Nino tahu jika Ia sedang jalan bersama Farrel  . Cyrin tahu betapa Nino tidak menyukai Farrel .


Farrel ternyata mendengar ucapan Cyrin barusan , Ia tersenyum lalu menggenggam tangan Cyrin yang masih betah berada di depan bibirnya .


Sungguh rasanya Cyrin sangat malu saat ini .


Setelah panggilan telepon Nino berakhir , Farrel menggoda Cyrin .


" Jadi aku sekarang Mas kamu nih ? " goda Farrel .


Wajah Cyrin merona . " Apaan sih Mas , biasa aja kok . "


" Lagian siapa yang nelepon sih , mau tahu banget kamu lagi bareng siapa ? " Tanya Farrel .


Tanpa mereka sadari tangan Farrel masih menggenggam salah satu tangan Cyrin sehingga Ia menyetir dengan satu tangan .


" Hemmm ... yang nelepon tadi itu Kak Nino . " Jawab Cyrin dengan ragu dan terpaksa .


Sontak saja Farrel menjadi kesal .


Ia melepaskan tangan Cyrin, kemudian kembali fokus mengemudi .

__ADS_1


Cyrin menyadari perubahan raut wajah Farrel ,


" Mas ... Mas marah yah ? Cyrin ada salah ? " Tanyanya lembut .


" Menurut kamu ? " Farrel menoleh pada wanita cantik di sampingnya .


" Kenapa tak jujur pada Nino jika kamu sedang bersama ku. Kenapa harus mengelak dengan bilang kamu bersama Mas mu . Kamu takut Nino cemburu kalau tahu kamu jalan sama aku ? Kamu takut Nino marah sama kamu kalau tahu kamu bareng aku ? " ucap Farrel kesal .


Cyrin merasa aneh dengan respon Farrel .


" Kenapa Mas Farrel jadi kesal ? Kok rasanya aku seperti sedang ketahuan selingkuh sih . "


" Bukan gitu Mas , tapi kan memang hubungan antara Mas Farrel dan Kak Nino sedang tak baik . Lagian aku izin cuti dengan alasan acara keluarga Mas . Kalau ketahuan jalan sama Mas , berarti ketahuan aku bohong dong dengan alasan cutiku . Kamu bisa ngerti kan mas ? "


Farrel tak menjawab. Pria itu berusaha tetap fokus pada jalanan di depannya .


Cyrin juga akhirnya memilih diam , Ia tak ingin semakin memperkeruh suasana .


Sudah sekitar 40 menit saling diam , Cyrin kembali bertanya pada Farrel .


" Mas ini kita tujuannya kemana sih Mas ? "


Farrel tak menjawab .


" Huhh... dasar tukang ngambek . Cemburuan . Belum jadi pacar aja sudah cemburuan gini , gimana kalau udah jadi pacar . " Batin Cyrin .


" Wait .... wait .... wait ... tadi aku bilang apa ? PACAR ?  Apa aku berharap bisa pacaran dengan Mas Farrel ? " batin Cyrin kembali berperang .


Ia menggeleng gelengkan kepalanya dengan tujuan agar pikiran pikiran aneh tentang dirinya dan Farrel bisa menghilang .


Farrel melirik sekilas tingkah Cyrin , pria itu berusaha menahan senyumnya .


" Ahh ... makin gemas sama wanita ini . Di umpetin dimana yah biar dia gak di gangguin pria lain lagi ? " Batin Farrel membuat pria itu ke sulitan menahan senyumnya .


.


.


.


.


"Cinta melihat melalui teleskop, sedangkan cemburu, melihat melalui mikroskop." Josh Billings


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2