My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 8 . Apakah itu dirimu ?


__ADS_3

Di sebuah gedung perusahaan yang lebih besar dan lebih mewah dari pada gedung perusahaan Wiguna , seorang pria tampan dengan tubuh tegap dan atletis  sedang membaca berkas berkas yang diberikan oleh sekertarisnya .


" Daffinn , bukankah hari ini perusahaan yang memasukkan proposal kerjasama dengan JM Mall akan melakukan presentasi ? " Tanyanya .


" Benar Tuan . Ada sekitar 5 perusahaan yang akan ikut serta . Salah satunya adalah perusahaan milik mantan rival anda . " Ucapnya dengan nada datar , sama persis seperti nada bicara bosnya  yang selalu terkesan datar dan dingin .


" Tak apa . Aku ingin semuanya tetap dinilai secara fair . " Perintahnya yang segera mendapat respon anggukan oleh Daffin .


" Aku akan kesana melihat sekilas bagaimana presentasi itu berlangsung . " Putusnya .


Meskipun sedikit aneh karena sangat jarang bosnya itu ingin bergabung saat ada presentasi seperti ini .


Yah  , pria itu adalah Farrell Antoine Jatmika . CEO dari Jatmika Company . Berusia 24 tahun membawanya sebagai salah satu pengusaha muda sukses di negeri ini .


Statusnya yang masih lajang kadang membuat sang Mami dan Papi merasa hawatir . Pasalnya banyak wanita yang mencoba mendekati Farrell tapi pria itu seolah menutup diri dari makhluk bernama wanita . Orang tuanya hawatir karena dia satu satunya putra mereka yang harusnya meneruskan keturunan keluarga Jatmika  .


Sementara itu di ruangan konfrensi yang ada di lantai 10 gedung perusahaan Jatmika , seorang wanita cantik sedang merasa gugup karena ini adalah presentasi pertamanya .


" Bagaimana jika aku tak bisa mendapatkan proyek ini ? "


" Bagaimana jika aku melakukan kesalahan yang mempermalukan diriku ? "


Begitulah suara suara di dalam pikiran Cyrin yang terus membuatnya hawatir .


" Tenangkan dirimu . Kamu terlihat sangat gugup . Gugupmu adalah celah bagi perusahaan saingan untuk menjatuhkan kita . " Ucap Pak Angga menasihati Cyrin .


Angga sebenarnya tertarik pada Cyrin secara personal , kepribadiannya yang pekerja keras serta ramah membuat Ia mudah di sukai .


Hanya saja Angga merasa akan sulit untuk mendapatkan Cyrin , Ia yakin diluar sana banyak pria yang lebih dari dirinya juga ikut bersaing mendapatkan hati wanita ini . Itulah alasan Ia memilih menyukai Cyrin sepihak , Ia akan menjadi teman yang selalu mendukung Cyrin .


" Apakah kegugupanku terlihat jelas ? " Tanya Cyrin yang mendapat anggukan dari Angga .


" Sepertinya aku harus ke toilet dulu . " Pamit Cyrin .


Setelah itu Cyrin bergegas ke toilet yang ada di luar ruangan .


Ia masuk ke toilet wanita membawa tasnya. Ia berencana membasuh wajahnya dan merapihkan riasannya .


Tak lama setelah kepergian Cyrin , pintu lift di lantai yang sama terbuka. Nampaklah 2 pria yang paling di segani di perusahaan itu .


" Fin , kamu duluan saja. Aku akan ke toilet sebentar . " Ujar Farrell sebelum berbelok ke arah toilet .


Memang sebuah takdir tak bisa kita prediksi mengenai siapa , kapan , dan bagaimana kita bisa dipertemukan lagi oleh seseorang yang dulu pernah menghiasi mimpi mimpi dalam tidur kita .


Begitulah ungkapan yang pas menurut Farrell


untuk kejadian saat ini.


Seorang wanita memakai dress selutut berwarna merah dengan tali yang diikat dipinggangnya , lengan dressnya panjang membuat wanita itu terlihat berpenampilan elegant, sopan tapi memberikan kesan seksi yang tersembunyi .



Wanita ber dress merah itu dengan tergesa gesa berjalan keluar dari toilet dan tanpa sengaja bertabrakan dengan Farrell .


Wanita yang tingginya hanya mencapai pundak Farrell terpaksa harus mendongakkan kepalanya  untuk menatap wajah pria yang baru saja Ia tabrak dengan tubuhnya .


" Maaf. Maafkan aku yang tidak berhati hati dengan langkahku . " Ucapnya lembut , dengan senyuman manis yang khas .


Farrell yakin jika andai saja Ia cedera akibat tabrakan tadi , Ia tetap tidak akan bisa marah ketika melihat senyuman wanita itu .


Farrell masih tertegun melihat kecantikan yang dimiliki wanita yang ada di hadapannya . Kecantikan dan suara lembut yang sangat familiar baginya .


Cyrin yang merasa tak ada respon dari pria di hadapannya akhirnya memutuskan untuk pergi karena Ia yakin presentasi sebentar lagi akan dimulai .


" Sekali lagi maafkan saya Tuan . Permisi . " Ucapnya kemudian berlalu menjauh dari hadapan Farrell yang masih tertegun .


Farrell tersadar ketika mendengar suara langkah yang ditimbulkan dari pertemuan antara sepatu Cyrin dan lantai .


" Wanita itu , apakah itu dirimu ? " Batin Farrell .

__ADS_1


Ia melanjutkan langkahnya memasuki toilet pria dengan hati dan pikiran yang masih tertuju pada wanita tadi .


" Itu benar dia kan ? Wajahnya , suaranya  , senyumnya , bahkan punggungnya sangat mirip dengan dirinya . Tapi sedang apa dia disini ? " Batin Farrell .


Setelah selesai dengan kegiatannya di toilet . Kini Farrell menuju ruang konferensi .


Saat dia membuka pintu  , semua orang diruangan itu menoleh padanya . Perhatian semua orang tertuju pada Farrell apalagi setelah moderator memberi info bahwa pria yang baru saja masuk adalah CEO Jatmika Company .


Saat semua perhatian tertuju padanya , perhatian pria itu malah tertuju pada satu wanita ber dress merah yang sedang berdiri diatas panggung untuk presentasi .



Setelah Farrell duduk dikursi yang telah di siapkan untuknya , tatapannya tak pernah berhenti mengikuti kemana arah Cyrin bergerak .


Cyrin tentu saja merasakan tatapan itu . Bagaimana tatapan itu sangat familiar bagi dirinya , tapi entah dimana . Sampai Ia selesai memberikan presentasi dan kembali duduk di kursinya , tatapan pria itu seolah terus mengikutinya .


" Bagaimana Pak Angga ? Apa saya melakukan kesalahan ? " bisiknya pada Angga yang duduk tepat disampingnya .


" Tak ada kesalahan , kamu bahkan melakukannya lebih baik dari perkiraanku . " Puji Angga .


" Syukurlah . Semoga hasilnya sesuai harapan kita . " Lanjut Cyrin .


" Aku optimis kita berhasil ", Balas Angga .


Farrell yang sejak tadi memerhatikan interaksi kedua orang itu yang terus saja berbisik satu sama lain, entah mengapa membuat hatinya panas .


" Ada apa denganku ? Jika itu memang dirinya kenapa aku sekesal ini padahal sudah 6 tahun berlalu . " Batin Farrell.


Farrell yang sudah tak tahan lagi melihat kedekatan kedua orang itu akhirnya memilih pergi meninggalkan ruang konferensi diikuti sekertarisnya Daffin .


Tentu saja hal itu membuat perwakilan dari perusahaan lain kecewa lantaran mereka akan presentasi tanpa di saksikan oleh CEO Jatmika Company .


Cyrin yang melihat Farrell meninggalkan ruangan akhirnya merasa lega , karena sesungguhnya sejak tadi dia sudah merasa tak nyaman terus mendapatkan tatapan tajam dari CEO tampan itu  .





Walaupun tatapannya tertuju pada berkas berkas di tangannya , tapi sebenarnya pria itu sedang melamun memikirkan sesuatu .



" Apa benar dia itu Cyrinda ? " Tanyanya pada dirinya sendiri .



Daffin yang melihat atasan sekaligus sahabatnya itu melamun segera menegurnya .



" Pak.. Pak Farrell ... Farrell... kamu baik baik saja kan ? " Tanyanya .



Farrell tersentak dari lamunannya .



" Fin.. sebenarnya Aku belum terlalu yakin , tapi apa kamu masih ingat tentang ceritaku soal aku yang pernah menyatakan cinta sebanyak 12 kali pada seorang gadis saat SMA ? " Farrell balik bertanya pada Daffin .



Daffin mengangguk , " Tentu saja aku ingat . Itukan yang akhirnya membuatmu memutuskan untuk kuliah di Harvard . Karena kamu ingin melupakan gadis itu . " 



" Memangnya ada apa ? " Tanya Daffin .

__ADS_1



" Sepertinya tadi aku melihatnya . Ia sedang mengikuti presentasi dengan tim perencanaan produk , tapi sepertinya dia tidak mengenaliku . " Jelas Farrell .



" Kamu yakin itu wanita yang sama  ? " Tanya Daffin yang masih tidak percaya. Karena seingatnya kejadian itu terjadi saat Farrell masih SMA di Solo . Sedang sekarang mereka berada di Jakarta .



Farrell tak menjawab ,  Ia hanya menaikkan kedua bahunya  tanda Ia sendiri tak yakin .



" Lalu jika memang dia , apa yang akan kamu lakukan ? " Tanya Daffin lagi .



" Bagaimana jika aku buat dia mengingat apa yang dulu pernah Ia lakukan padaku . Lalu setelah Ia ingat ,  bagaimana jika aku membuatnya merasakan hal yang sama saat Ia menolakku ? " Ucap Farrell dengan percaya diri .



Daffin terlihat berpikir sejenak .



" Sebenarnya bisa saja seperti itu . Tapi sepertinya akan sulit , karena dari ceritamu tadi sepertinya dia tidak terpengaruh dengan kehadiranmu . " Komentar Daffin .



Raut wajah Farrel seketika berubah .



" Kita lihat saja . Sejauh ini belum ada wanita yang menolakku . " Farrell membanggakan dirinya .



" Kamu benar Rell , tapi ingatlah jika kamu juga pernah di selingkuhi sekali saat kuliah  dan di tolak 12 kali  oleh wanita yang sama saat SMA . Bisa saja itu berpengaruh untuk masa sekarang . " Ucap Daffin asal sebelum Ia berlalu meninggalkan ruangan Farrell , sahabat sekaligus atasannya .



.


.


.


.


.


"Pertemuan adalah takdir, dan setiap pertemuan selalu membawa kita ke takdir yang lain."


.


.


.


.


.


.


To be continue


\*\*\*\* aku datang lagi nih... semoga kalian suka . Tinggalkan komentar kalian yah.. likenya jangan lupa yah ... stay healthy readers sayang \*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2