
Setelah dari rumah sakit mengantar Byanca , Bimo melajukan mobilnya tanpa tujuan .
Ucapan Byanca mengganggu pikirannya .
" Semua salahku . Aku yang menutup mataku dari masalah yang memang terjadi dalam hubungan ini . " gumam Bimo .
Bimo akui jika adiknya memang tidak pernah setuju hubungannya dengan Aurora . Jika memikirkan pribadi Cyrin , wanita itu tidak mungkin membenci Aurora tanpa sebab .
Ponsel Bimo bergetar . Sejak tadi memang ponsel itu tak henti hentinya bergetar . Nama Aurora , Cyrin , dan Farrel bergantian nampak di layar ponselnya .
Setelah mengabaikan semua panggilan , akhirnya Bimo membaca pesan yang baru saja masuk .
📩 Farrel :
Bim , sudah saatnya kamu tahu semuanya . Aku tunggu di roof top bar hotel . Sampai kamu datang .
Membaca pesan dari sahabatnya , Bimo segera memutar balik kemudi mobilnya . Melajukan secepat mungkin menuju tempat yang disebutkan Farrel .
Bimo masuk ke dalam roof top bar , mengedarkan pandangannya mencari sosok Farrel .
Tidak sulit menemukan Farrel , pria itu akan selalu menjadi pusat perhatian . Seperti saat ini , Bimo mendengar dua wanita yang membahas seorang pria tampan yang duduk sendirian . Benar saja, orang yang dimaksud adalah Farrel .
" Rel .... " sapa Bimo saat mendudukkan dirinya di hadapan Farrel .
" Eh Bim ... ternyata tidak selama yang ku pikirkan , Ku kira aku akan menunggu sampai pagi disini . " ujar Farrel .
" Dan sudah dipastikan besok kamu akan dapat ceramah dari Cyrin seharian . " balasku .
Kami berdua lalu tertawa bersama .
" Gimana Bim ? Are you ok ? " tanya Farrel .
" Of course not . "
" Aku ngerti . Aku pernah di posisi yang sama , dengan orang yang sama . " ujar Farrel .
" Sorry Bim .. aku belum cerita . Dulu aku dan Aurora pacaran saat kuliah , tp berakhir karena dia juga selingkuh . Dan selingkuhnya bersama Nino . " Ujar Farrel .
" What ? Serius ? Nino yang bos Cyrin kan ? " tanya Bimo tak percaya .
Farrel mengangguk .
" Cyrin tahu gak ? "
Pertanyaan Bimo kembali diangguki Farrel .
Bimo berdecih . " Pantas saja Cyrin tidak pernah setuju . "
Farrel menuangkan minuman ke gelas Bimo .
Bimo mengernyitkan alisnya .
" Alkohol ? Serius ? " Bimo ragu .
Bukannya mereka tidak pernah , tapi baginya masa masa itu sudah lewat . Kini mereka lebih fokus menjaga kesehatan .
" Sekali kali bolehlah . Cyrin tadi chat katanya besok pagi dia harus ke rumah sakit , mamanya Byanca sakit . Jadi amanlah . " ujar Farrel .
" Nih anak ada gila gilanya juga yah , kamu gak ingat aku ini kakaknya Cyrin . " ujar Bimo namun mulai meneguk minuman dari gelasnya .
" Malam ini kamu itu sahabatku yang lagi galau karena putus cinta . " ledek Farrel .
Farrel lalu menunjukkan foto foto di tabletnya yang dikirim Daffin .
__ADS_1
Mata Bimo membulat sempurna saat melihat Aurora , mantan kekasihnya bermesraan bersama dua pria paruh baya yang berbeda .
" Salah satunya rekan bisnisku . Kalau kamu mau balas , sekali panggilan telepon juga hancur tuh aki aki . " Ujar Farrel .
Bimo kini mengalihkan tatapan herannya pada Farrel . Bukan karena foto yang dilihatnya atau karena ucapan Farrel . Tapi karena Farrel yang kini sedang merokok .
" Ngerokok ? Sejak kapan ? " tanya Bimo .
" Udah lama berhenti . " jawab Farrel santai .
" Terus kenapa sekarang ngerokok lagi ? "
" Yah .... biar kelihatan keren aja . Banyak cewek cantik tuh ... " Ujar Farrel sambil melirik ke arah kerumunan wanita yang sejak tadi sudah curi curi pandang ke arahnya .
" Sialaaann.... laporin adikku juga nih . Gak jadi nikah rasain . " balas Bimo sambil tertawa .
Farrel lalu berhenti merokok .
" Amit amit deh kalau gagal nikah . Bisa mati karena patah hati . " ujar Farrel .
Keduanya lalu tertawa bersama . Entah mengapa Bimo tidak merasakan sakit saat mengetahui apa yang dilakukan Aurora .
Yah ... dia hanya kecewa pada dirinya . Kenapa selama ini dia bersikap bodoh dengan menutup mata padahal kecurigaan itu sudah sejak lama dia rasakan .
" Mengapa rasanya lebih sakit saat Byanca pergi ? Padahal sudah bertahun tahun lalu , tapi aku masih ingat jelas bagaimana rasanya kehilangan dan penyesalanku saat itu . " batinnya .
" Apa ini sudah waktunya aku membawanya kembali ? " lanjut Bimo membatin .
Setelah semalam menghabiskan beberapa botol alkohol barulah mereka kembali ke kamar Farrel.
Farrel terbangun karena ponselnya berbunyi , panggilan masuk dari calon istri tercintanya .
" Hemmm .... Yang ... " ujar Farrel menjawab panggilan Cyrin dengan suara seraknya .
" Mas ..... kok baru diangkat sekarang ? " teriak Cyrin dari seberang telepon .
Farrel menjauhkan ponselnya , teriakan Cyrin bisa merusak gendang telinganya .
" Maaf Yang , aku semalam tidur larut jadinya kesiangan deh . " jelas Farrel .
" Iya... siang banget malahan . " jawabnya ketus.
" Camping nya jadi gak sih ? Mas Bimo juga gak bisa dihubungin . Aku udah bareng Byanca nih . " ujar Cyrin .
Farrel menepuk jidatnya . Benar saja dia sampai lupa rencananya untuk camping hari ini .
" Jadi lah Yang , Bimo bareng aku kok . Nanti aku siapin peralatannya yah . Kamu di jemput dimana ? "
" Ketemu di tempat camping aja . Aku bawa mobil kok bareng Byanca . Aku mampir belanja bahan makanan yah . " Ujar Cyrin .
" Mas jangan bilang ke Mas Bimo kalau ada Byanca . Kejutan .... " lanjutnya .
" Oke Sayang . Kamu hati hati yah . See you there , love you . " ujar Farrel sebelum memutuskan sambungan telepon mereka .
Segera Farrel membangunkan Bimo , dan memberitahu pembicaraannya di telepon bersama Cyrin .
Dan sudah dipastikan keduanya menjadi sibuk setelah itu . Bergantian menyegarkan diri lalu bersiap .
Farrel dan Bimo bahkan lupa jika sejak semalam mereka belum makan dan sekarang waktu makan siang sudah lewat .
Bagi Farrel dan Bimo , yang terpenting saat ini adalah menyiapkan semua keperluan camping agar nyonya besar tidak marah apalagi sampe tahu apa yang dilakukan kakak dan calon suaminya semalam .
Farrel akhirnya bisa bernapas lega saat tenda , meja , dan beberapa peralatan memasak sederhana sudah selesai Ia siapkan .

" Bim ..... akhirnya selesai juga . Duduk gih , santai dulu . " ujar Farrel pada Bimo yang masih sibuk memastikan tenda yang lain sudah terpasang dengan kokoh .
__ADS_1
" Kalau Cyrin tahu calon suaminya dari tadi itu cuma masang meja , terus duduk nyantai di bawah pohon .... aku jamin kamu pasti kena omel . " ujar Farrel .

" Yah jangan sampai tahu lah bro .... " balas Farrel santai .
" Apa yang gak boleh aku tahu ? " tanya Cyrin yang baru sampai sambil membawa cooling box berisi bahan makanan .
" Eh.. sayang ... gak ada apa apa . Sini aku bantuin bawa . " Ujar Farrel yang terkejut Cyrin tiba tiba muncul .
" Hemmm.... kalian berdua sejak semalam mencurigakan tahu gak ... " Ujar Cyrin .
" Gak usah pikir yang aneh aneh . " seru Bimo .
Cyrin mendudukkan dirinya di kursi sambil mengatur napasnya yang masih memburu .
" Lumayan juga bawa cooling box naik bukit . " Gumamnya .
" Capek yah Yang ? Kenapa gak telepon , biar aku turun jemput kamu naik kesini . " ujar Farrel sambil memijit lembut salah satu lengan Cyrin .
Saat Bimo menatap jengah kelakuan pasangan di hadapannya , tiba tiba terdengar teriakan seorang wanita memanggil Cyrin .
" Cyrin..... Cyrinda....... dimana kamuuu ? Katanya mau bantuin , kok gak balik balik . " serunya .
" Astaga ... Byanca . "
Cyrin bahkan lupa jika Ia meninggalkan Byanca di bawah dengan alasan ingin memanggil bantuan .
" Mas .. tolongin Byanca angkat barang gih . " Ujar Cyrin pada kakaknya .
Bimo berpura pura kesal , tapi sebenarnya dia senang karena artinya dia bisa lebih dekat dengan Byanca . Wanita yang semalam menemaninya saat Ia lagi sedih .
" Yang .. pesan yang tadi kamu kirim maksudnya apa ? " tanya Farrel saat mereka tinggal berdua .
" Astaga .. kirain Mas udah ngerti . Aku rencananya mau mendekatkan Byanca dan Mas Bimo . Jadi bentar Mas bantuin yah . " Ujar Cyrin berbisik .
" Hei .. hei .. ngapain kalian berdua ... belum halal juga . " tegur Bimo saat melihat yang dilakukan adiknya .
" Maklumin aja Yang ,,, kalau lagi galau biasanya suka sirik plus sensi . " ledek Farrel .
.
.
.
.
.
"*Putus asa menyakitkan, tetapi kehilangan seseorang yang tidak menghargai kamu sebenarnya adalah keuntungan, bukan kerugian*".
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1