My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 64. Detektif Cyrin


__ADS_3

Seperti kemarin , Farrel menepati janjinya untuk menjemput Cyrin saat pulang bekerja . Farrel sudah tiba di sana 15 menit sebelum jam pulang kantor Cyrin . Namun sampai 15 menit setelah jam pulang kantornya lewat, wanita yang dinantinya tak kunjung nampak .


Farrel masih terus menunggu hingga Ia rasa karyawan yang keluar dari gedung perusahaan wiguna semakin berkurang .


" Aku telepon saja lah . " putusnya .


Tuut....


Tuut....


Tuut....


" Ya .... " Jawab Cyrin singkat di seberang telepon .


" Yang , aku menunggumu di parkiran kantor yah . "


Farrel sengaja tak mengatakan jika sebenarnya Ia sudah tiba sejak tadi karena tak ingin Cyrin merasa bersalah telah membuatnya menunggu .


Lama tak ada jawaban dari Cyrin .


" Yang.... " Panggil Farrel .


" Ya Mas . Apa kata Mas tadi ? Mas sudah ada di parkiran kantor ? Kantor aku maksud Mas ? " tanya Cyrin .


" Iya , aku menjemputmu . Kita pulang bareng yah . "


" Astaga Mas ... maafkan aku yang lupa mengabarimu . Hari ini aku harus lembur karena pekerjaanku menumpuk . Aku harus menyelesaikannya sebelum jumat ini Mas . Sepertinya aku belum bisa pulang sekarang . " Jelas Cyrin. Terdengar penyesalan di nada bicaranya .


" Ohh begitu yah . Tak apa kalau begitu . Lanjutkanlah pekerjaanmu . Aku akan menunggumu sayang  . "


" Tak perlu Mas , aku tak tega membiarkan Mas menunggu terlalu lama . Ku kira pekerjaanku tak akan selesai cepat . " Tolak Cyrin .


" Tak masalah sayang . Aku sudah berniat menjemputmu . Aku bisa ke cafe dekat sini menunggumu sambil mengerjakan beberapa pekerjaanku juga . "


" Huffttt ... itulah mengapa ku minta Mas untuk mengabariku jika ingin menjemput . Aku menghindari hal seperti ini . " Ucap Cyrin .


" Heii.... kamu bicara apa sih . Sudah ku katakan ini bukan masalah . Aku memang sudah berniat menjemputmu , dan hal yang wajar jika seorang kekasih menunggui kekasihnya . "


" Aku tak ingin berdebat sayang . Selesaikanlah pekerjaanmu dan hubungi aku jika sudah selesai . Aku menunggumu . " lanjut Farrel .


Cyrin mengalah . Keputusan Farrel tak terbantahkan lagi .


Setelah mengakhiri panggilan telepon Cyrin kembali ke kubikelnya melanjutkan pekerjaannya .


" Kenapa kusut wajahnya neng ? " tanya Byanca .


" Mas Farrel akan menungguku di cafe sampai selesai lembur . " Ucap Cyrin tak bersemangat .


" Bagus dong . Itu berarti Kak Farrel emang udah bucin banget ama kamu . Heran deh kok kamunya malah sedih . " komentar Byanca .


" Aku gak tega aja . " balas Cyrin .


" Huuuhh , dari dulu tuh kamu gitu Rin . Banyak gak enak nya sama orang  , makanya sering di manfaatin . " ucap Byanca sambil menggeleng geleng kepalanya .


" Udah udah .. lanjut kerja aja nona nona cantik . Pak CEO kelamaan sendiri di cafe bahaya , banyak yang lirik lirik . " seru Marsha yang sejak tadi hanya menjadi pendengar .


Cyrin beruntung memiliki Byanca dan Marsha sebagai sahabatnya . Setelah tadi menceritakan soal dirinya yang harus pulang ke Solo sementara pekerjaan banyak , keduanya memutuskan untuk ikut lembur membantu Cyrin untuk menyelesaikannya .


" Ini semua tuh karena si Olla . Pak Nino yang sakit , kok dia ikut ikutan gak masuk . Dasar ... "


Omel Marsha .


" Kerja .... kerja... kapan selesainya kalau tuh mulut ngoceh terus dari tadi . " sela Byanca membuat Cyrin menertawai Marsha yang kini cemberut .



Cyrin tidak pernah lagi datang menjenguk Nino ke rumah sakit sejak terakhir kali Ia datang bersama Farrel .



Mama Rani mengetahui hal itulah yang menjadi penyebab kegusaran putranya .


" Ma ... aku udah gak merasa ada yang sakit , Mama tolong bicarain sama dokter aku ingin pulang saja . " pinta Nino .



" Iya , nanti mama omongin . Tapi kamu sabar yah , kesehatanmu yang terpenting saat ini . "



Pintu ruang rawat Nino terbuka , lalu masuklah Olla yang membawa parcel buah dan papper bag berwarna orange dengan brand yang terkenal di dunia .



" Sore semua ... maaf Olla baru bisa datang lagi . " ujarnya tak mendapat respon dari Mama Rani apalagi Nino .


__ADS_1


Olla makin mendekat kearah Nino , " gimana keadaan kakak ? Masih ada yang sakit ? "



" Sebaiknya kamu jangan berisik . Aku butuh istirahat . " ucap Nino yang bukan jawaban dari pertanyaan Olla .



Karena tak mendapat tanggapan dari Nino , Olla ikut duduk disamping Mama Rani . Olla sengaja membawa hadiah tas yang sudah diinginkan Mama Rani agar wanita itu mau memaafkannya dan kembali mendukungnya .



" Tante ... ini hadiah untuk tante . Mommy ku belinya di luar negeri loh , di outlet Indo barangnya gak masuk . " ucap Olla namun Mama Rani masih tak bergeming .



" Li mi ted E di tion loh tante . " Tegasnya .



Mendengar hal itu Mama Rani langsung berbalik . Ia sungguh tertarik dengan hal hal yang berbau kemewahan . Sifatnya yang tak ingin disaingi membuatnya selalu ingin memiliki apa yang orang lain  tak punya .



" Memangnya apa itu ? " tanyanya .



" Tante lihat aja sendiri . Dijamin tante pasti suka . "



" Waaahhh .... tante suka . Ini untuk tante ? " Mama Rani jadi bersemangat saat melihat tas yang sudah lama diincarnya .



Olla mengangguk .



" Makasih yah . " Ucap Mama Rani bersemangat .



" Kali ini tante maafin kamu . Tapi mulai sekarang kamu berjuang sendiri yah , tante gak mau lagi ikut ikutan . " lanjutnya sambil berbisik ditelinga Olla dan segera dibalas anggukan tanda  mengerti oleh wanita itu .




Sementara malam semakin larut , sebentar lagi pukul 11 malam dan itu berarti Farrel sudah setia menunggu sang kekasih selama 5 jam lebih .


Tak lama ponselnya bergetar tanda ada panggilan masuk . Sontak saja Ia tersenyum saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya .


" Ya sayang .... " jawab Farrel lembut sembari menutup MacBook Pro keluaran terbaru miliknya .


" Mas , maaf baru menghubungimu . Aku baru saja selesai  . " Ucap Cyrin .


" Baiklah , aku kesana sekarang yah . "


Cyrin tak menyangka jika Farrel benar benar menunggunya selama itu . Apalagi kini Ia sudah berada di mobil Byanca karena dipikirnya Farrel sudah pulang lebih dulu .


" Mas ... gak usah ke kantor . Aku yang nyamperin Mas ke cafe yah , aku udah dekat kok . " cegah Cyrin .


Byanca yang paham situasinya tanpa menunggu perintah Cyrin Ia segera memutar balik mobilnya menuji cafe tempat Farrel menunggu .


" Sumpah , Pak CEO setia banget . " puji Marsha.


" Nunggu 5 jam bukan apa apa Sha bagi Kak Farrel . Lu gak tahu aja gimana dulu gigihnya tuh orang nembak Cyrin tapi di tolak mulu . " kekeh Byanca mengingat kembali masa masa SMA mereka .


Dari luar Cyrin bisa melihat Farrel yang duduk di kursi pojok cafe . Ia mempercepat langkahnya dan segera duduk disamping Farrel dan menyandarkan kepalanya di pundak sang kekasih .


" Huuuffftttt ..... " lenguh Cyrin .


" Capek banget yah Yang ? " Tanya Farrel yang kini sudah melingkarkan salah satu tangannya di pinggang Cyrin .


Cyrin mengangguk . " Maaf yah sudah buat Mas menunggu lama . "


Farrel membelai lembut pipi Cyrin .


" Ya udah langsung pulang yuk .. atau mau makan dulu ? " tawar Farrel .


" Langsung pulang aja , aku udah gerah banget ."


" Kalau gitu kamu makan sandwich ini yah , memang sengaja aku pesan untuk kamu . "


Cyrin tersenyum dan hendak mengambil kotak mika berisikan sandwich yang dimaksud Farrel yang berada di atas meja .

__ADS_1


Namun matanya tertuju pada gelas yang masih terisi setengahnya .


" Masa iya sih , Mas Farrel minum jus dan kopi bersamaan ? " Batin Cyrin .


Masih dengan pertanyaan yang sama dalam benaknya, Ia kembali duduk di samping Farrel .


Entah kini mengapa Ia baru menyadari jika seperti ada bau parfum wanita yang menempel di kemeja pria itu .


Cyrin kembali mengendus bau parfum di kemeja Farrel untuk lebih memastikannya .


" Kenapa sayang ? " Tanya Farrel yang heran dengan sikap Cyrin .


" Mas tadi nungguin aku disini sama siapa ? " tanyanya dengan menyipitkan matanya .


" Astaga ... sial . " Batin Farrel .


" Kok nanyanya gitu ? " balas Farrel bertanya .


" Gak mungkin kan Mas minum kopi bersamaan dengan jus buah . " ucap Cyrin sambil dagunya Ia gunakan untuk menunjuk gelas tadi .


" Lalu ... masa iya Mas Farrel pakai dua parfum dengan aroma yang berbeda secara bersamaan ? " lanjutnya .


Farrel tertawa , menampakkan gigi putih bersihnya .


" Kamu bener hebat yah Yang , tau aja kalau tadi sempat ada orang yang ikutan duduk disini . "


" Siapa ? Perempuan kan ? " pertanyaan Cyrin lebih kepada tuduhan , tapi sayangnya itu benar.


Farrel mengangguk .


" Aurora . Tadi tiba tiba aja dia datang dan langsung duduk di sini . " Jawab Farrel santai .


" Terus Mas biarin aja ? Mas gak ngusir dia ? "


" Ngapain diladenin Yang , buang waktu dan tenaga . " balas Farrel .


" Tapi nanti dia salah paham , kirain Mas terima terima aja di deketin . " ucap Cyrin mulai kesal .


Farrel hanya diam .


" Terus kenapa parfumnya bisa kecium di kemeja Mas ? Katanya dia  duduk disitu . " tanya Cyrin sambil menunjuk kembali kursi yang tadi Farrel tunjuk .


" Emm... emmm ... itu .... itu karena waktu dia mau pergi dia ... dia... dia.... tiba tiba meluk . " ucap Farrel dengan suara sengaja dikecilkan .


Mendengar itu Cyrin semakin kesal saja . Diletakkannya kembali kotak mika yang berisi sandwich ke meja dengan keras .


" Pantes Mas anteng nungguin sampai 5 jam , toh ditemenin mantan . Eh.. dapet bonus pelukan lagi . " Sarkas Cyrin .


" Aku mau pulang . "


Tanpa menunggu respon Farrel , Cyrin langsung saja berdiri dan berjalan keluar cafe .


Farrel dengan terburu buru juga segera menyusulnya dengan membawa MacBook , sandwich , dan juga jasnya yang tadi sempat Ia lepas .


" Yang... " Panggilnya sambil menarik tangan Cyrin mencegah wanita itu pergi .


" Pulang sama aku . " Lanjut Farrel sambil berjalan menuju parkiran mobilnya .


Cyrin terpaksa harus mengikuti Farrel , karena pria itu tak melepaskan genggaman tangannya .


Dan suasana malam yang dingin ini terasa  semakin dingin karena selama perjalanan tak ada satupun dari keduanya yang buka suara .


Hening .


.


.


.


.


.


“Sesuatu menyelinap di hatiku dan meremasnya tanpa ampun. Menciptakan keluhan-keluhan di mulutku dan kebodohan-kebodohanku di pikiranku, aku cemburu."


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue .


__ADS_2