
Seperti kemarin , Farrel menepati janjinya untuk menjemput Cyrin saat pulang bekerja . Farrel sudah tiba di sana 15 menit sebelum jam pulang kantor Cyrin . Namun sampai 15 menit setelah jam pulang kantornya lewat, wanita yang dinantinya tak kunjung nampak .
Farrel masih terus menunggu hingga Ia rasa karyawan yang keluar dari gedung perusahaan wiguna semakin berkurang .
" Aku telepon saja lah . " putusnya .
Tuut....
Tuut....
Tuut....
" Ya .... " Jawab Cyrin singkat di seberang telepon .
" Yang , aku menunggumu di parkiran kantor yah . "
Farrel sengaja tak mengatakan jika sebenarnya Ia sudah tiba sejak tadi karena tak ingin Cyrin merasa bersalah telah membuatnya menunggu .
Lama tak ada jawaban dari Cyrin .
" Yang.... " Panggil Farrel .
" Ya Mas . Apa kata Mas tadi ? Mas sudah ada di parkiran kantor ? Kantor aku maksud Mas ? " tanya Cyrin .
" Iya , aku menjemputmu . Kita pulang bareng yah . "
" Astaga Mas ... maafkan aku yang lupa mengabarimu . Hari ini aku harus lembur karena pekerjaanku menumpuk . Aku harus menyelesaikannya sebelum jumat ini Mas . Sepertinya aku belum bisa pulang sekarang . " Jelas Cyrin. Terdengar penyesalan di nada bicaranya .
" Ohh begitu yah . Tak apa kalau begitu . Lanjutkanlah pekerjaanmu . Aku akan menunggumu sayang . "
" Tak perlu Mas , aku tak tega membiarkan Mas menunggu terlalu lama . Ku kira pekerjaanku tak akan selesai cepat . " Tolak Cyrin .
" Tak masalah sayang . Aku sudah berniat menjemputmu . Aku bisa ke cafe dekat sini menunggumu sambil mengerjakan beberapa pekerjaanku juga . "
" Huffttt ... itulah mengapa ku minta Mas untuk mengabariku jika ingin menjemput . Aku menghindari hal seperti ini . " Ucap Cyrin .
" Heii.... kamu bicara apa sih . Sudah ku katakan ini bukan masalah . Aku memang sudah berniat menjemputmu , dan hal yang wajar jika seorang kekasih menunggui kekasihnya . "
" Aku tak ingin berdebat sayang . Selesaikanlah pekerjaanmu dan hubungi aku jika sudah selesai . Aku menunggumu . " lanjut Farrel .
Cyrin mengalah . Keputusan Farrel tak terbantahkan lagi .
Setelah mengakhiri panggilan telepon Cyrin kembali ke kubikelnya melanjutkan pekerjaannya .
" Kenapa kusut wajahnya neng ? " tanya Byanca .
" Mas Farrel akan menungguku di cafe sampai selesai lembur . " Ucap Cyrin tak bersemangat .
" Bagus dong . Itu berarti Kak Farrel emang udah bucin banget ama kamu . Heran deh kok kamunya malah sedih . " komentar Byanca .
" Aku gak tega aja . " balas Cyrin .
" Huuuhh , dari dulu tuh kamu gitu Rin . Banyak gak enak nya sama orang , makanya sering di manfaatin . " ucap Byanca sambil menggeleng geleng kepalanya .
" Udah udah .. lanjut kerja aja nona nona cantik . Pak CEO kelamaan sendiri di cafe bahaya , banyak yang lirik lirik . " seru Marsha yang sejak tadi hanya menjadi pendengar .
Cyrin beruntung memiliki Byanca dan Marsha sebagai sahabatnya . Setelah tadi menceritakan soal dirinya yang harus pulang ke Solo sementara pekerjaan banyak , keduanya memutuskan untuk ikut lembur membantu Cyrin untuk menyelesaikannya .
" Ini semua tuh karena si Olla . Pak Nino yang sakit , kok dia ikut ikutan gak masuk . Dasar ... "
Omel Marsha .
" Kerja .... kerja... kapan selesainya kalau tuh mulut ngoceh terus dari tadi . " sela Byanca membuat Cyrin menertawai Marsha yang kini cemberut .
Cyrin tidak pernah lagi datang menjenguk Nino ke rumah sakit sejak terakhir kali Ia datang bersama Farrel .
Mama Rani mengetahui hal itulah yang menjadi penyebab kegusaran putranya .
" Ma ... aku udah gak merasa ada yang sakit , Mama tolong bicarain sama dokter aku ingin pulang saja . " pinta Nino .
" Iya , nanti mama omongin . Tapi kamu sabar yah , kesehatanmu yang terpenting saat ini . "
Pintu ruang rawat Nino terbuka , lalu masuklah Olla yang membawa parcel buah dan papper bag berwarna orange dengan brand yang terkenal di dunia .
" Sore semua ... maaf Olla baru bisa datang lagi . " ujarnya tak mendapat respon dari Mama Rani apalagi Nino .
__ADS_1
Olla makin mendekat kearah Nino , " gimana keadaan kakak ? Masih ada yang sakit ? "
" Sebaiknya kamu jangan berisik . Aku butuh istirahat . " ucap Nino yang bukan jawaban dari pertanyaan Olla .
Karena tak mendapat tanggapan dari Nino , Olla ikut duduk disamping Mama Rani . Olla sengaja membawa hadiah tas yang sudah diinginkan Mama Rani agar wanita itu mau memaafkannya dan kembali mendukungnya .
" Tante ... ini hadiah untuk tante . Mommy ku belinya di luar negeri loh , di outlet Indo barangnya gak masuk . " ucap Olla namun Mama Rani masih tak bergeming .
" Li mi ted E di tion loh tante . " Tegasnya .
Mendengar hal itu Mama Rani langsung berbalik . Ia sungguh tertarik dengan hal hal yang berbau kemewahan . Sifatnya yang tak ingin disaingi membuatnya selalu ingin memiliki apa yang orang lain tak punya .
" Memangnya apa itu ? " tanyanya .
" Tante lihat aja sendiri . Dijamin tante pasti suka . "
" Waaahhh .... tante suka . Ini untuk tante ? " Mama Rani jadi bersemangat saat melihat tas yang sudah lama diincarnya .
Olla mengangguk .
" Makasih yah . " Ucap Mama Rani bersemangat .
" Kali ini tante maafin kamu . Tapi mulai sekarang kamu berjuang sendiri yah , tante gak mau lagi ikut ikutan . " lanjutnya sambil berbisik ditelinga Olla dan segera dibalas anggukan tanda mengerti oleh wanita itu .
Sementara malam semakin larut , sebentar lagi pukul 11 malam dan itu berarti Farrel sudah setia menunggu sang kekasih selama 5 jam lebih .
Tak lama ponselnya bergetar tanda ada panggilan masuk . Sontak saja Ia tersenyum saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya .
" Ya sayang .... " jawab Farrel lembut sembari menutup MacBook Pro keluaran terbaru miliknya .
" Mas , maaf baru menghubungimu . Aku baru saja selesai . " Ucap Cyrin .
" Baiklah , aku kesana sekarang yah . "
Cyrin tak menyangka jika Farrel benar benar menunggunya selama itu . Apalagi kini Ia sudah berada di mobil Byanca karena dipikirnya Farrel sudah pulang lebih dulu .
" Mas ... gak usah ke kantor . Aku yang nyamperin Mas ke cafe yah , aku udah dekat kok . " cegah Cyrin .
Byanca yang paham situasinya tanpa menunggu perintah Cyrin Ia segera memutar balik mobilnya menuji cafe tempat Farrel menunggu .
" Sumpah , Pak CEO setia banget . " puji Marsha.
" Nunggu 5 jam bukan apa apa Sha bagi Kak Farrel . Lu gak tahu aja gimana dulu gigihnya tuh orang nembak Cyrin tapi di tolak mulu . " kekeh Byanca mengingat kembali masa masa SMA mereka .
Dari luar Cyrin bisa melihat Farrel yang duduk di kursi pojok cafe . Ia mempercepat langkahnya dan segera duduk disamping Farrel dan menyandarkan kepalanya di pundak sang kekasih .
" Huuuffftttt ..... " lenguh Cyrin .
" Capek banget yah Yang ? " Tanya Farrel yang kini sudah melingkarkan salah satu tangannya di pinggang Cyrin .
Cyrin mengangguk . " Maaf yah sudah buat Mas menunggu lama . "
Farrel membelai lembut pipi Cyrin .
" Ya udah langsung pulang yuk .. atau mau makan dulu ? " tawar Farrel .
" Langsung pulang aja , aku udah gerah banget ."
" Kalau gitu kamu makan sandwich ini yah , memang sengaja aku pesan untuk kamu . "
Cyrin tersenyum dan hendak mengambil kotak mika berisikan sandwich yang dimaksud Farrel yang berada di atas meja .
__ADS_1
Namun matanya tertuju pada gelas yang masih terisi setengahnya .
" Masa iya sih , Mas Farrel minum jus dan kopi bersamaan ? " Batin Cyrin .
Masih dengan pertanyaan yang sama dalam benaknya, Ia kembali duduk di samping Farrel .
Entah kini mengapa Ia baru menyadari jika seperti ada bau parfum wanita yang menempel di kemeja pria itu .
Cyrin kembali mengendus bau parfum di kemeja Farrel untuk lebih memastikannya .
" Kenapa sayang ? " Tanya Farrel yang heran dengan sikap Cyrin .
" Mas tadi nungguin aku disini sama siapa ? " tanyanya dengan menyipitkan matanya .
" Astaga ... sial . " Batin Farrel .
" Kok nanyanya gitu ? " balas Farrel bertanya .
" Gak mungkin kan Mas minum kopi bersamaan dengan jus buah . " ucap Cyrin sambil dagunya Ia gunakan untuk menunjuk gelas tadi .
" Lalu ... masa iya Mas Farrel pakai dua parfum dengan aroma yang berbeda secara bersamaan ? " lanjutnya .
Farrel tertawa , menampakkan gigi putih bersihnya .
" Kamu bener hebat yah Yang , tau aja kalau tadi sempat ada orang yang ikutan duduk disini . "
" Siapa ? Perempuan kan ? " pertanyaan Cyrin lebih kepada tuduhan , tapi sayangnya itu benar.
Farrel mengangguk .
" Aurora . Tadi tiba tiba aja dia datang dan langsung duduk di sini . " Jawab Farrel santai .
" Terus Mas biarin aja ? Mas gak ngusir dia ? "
" Ngapain diladenin Yang , buang waktu dan tenaga . " balas Farrel .
" Tapi nanti dia salah paham , kirain Mas terima terima aja di deketin . " ucap Cyrin mulai kesal .
Farrel hanya diam .
" Terus kenapa parfumnya bisa kecium di kemeja Mas ? Katanya dia duduk disitu . " tanya Cyrin sambil menunjuk kembali kursi yang tadi Farrel tunjuk .
" Emm... emmm ... itu .... itu karena waktu dia mau pergi dia ... dia... dia.... tiba tiba meluk . " ucap Farrel dengan suara sengaja dikecilkan .
Mendengar itu Cyrin semakin kesal saja . Diletakkannya kembali kotak mika yang berisi sandwich ke meja dengan keras .
" Pantes Mas anteng nungguin sampai 5 jam , toh ditemenin mantan . Eh.. dapet bonus pelukan lagi . " Sarkas Cyrin .
" Aku mau pulang . "
Tanpa menunggu respon Farrel , Cyrin langsung saja berdiri dan berjalan keluar cafe .
Farrel dengan terburu buru juga segera menyusulnya dengan membawa MacBook , sandwich , dan juga jasnya yang tadi sempat Ia lepas .
" Yang... " Panggilnya sambil menarik tangan Cyrin mencegah wanita itu pergi .
" Pulang sama aku . " Lanjut Farrel sambil berjalan menuju parkiran mobilnya .
Cyrin terpaksa harus mengikuti Farrel , karena pria itu tak melepaskan genggaman tangannya .
Dan suasana malam yang dingin ini terasa semakin dingin karena selama perjalanan tak ada satupun dari keduanya yang buka suara .
Hening .
.
.
.
.
.
“Sesuatu menyelinap di hatiku dan meremasnya tanpa ampun. Menciptakan keluhan-keluhan di mulutku dan kebodohan-kebodohanku di pikiranku, aku cemburu."
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue .